
"Minum dulu". Ujar Satya. Aleya menurut dan meminum teh itu beberapa kali lalu setelahnya ia meletakkan gelasnya di nakas.
Ia melihat Satya yang sudah merebahkan dirinya di kasur yang sama dengannya. Pria itu memejamkan matanya, terlihat sangat kelelahan.
"Sat". Panggil Aleya.
"Hm". Satya hanya berdehem dengan mata yang masih terpejam.
"Kita beneran tidur di kasur yang sama?". Cicit Aleya.
Mendengar pertanyaan Aleya, Satya langsung membuka matanya dan duduk menghadap Aleya.
"Iya". Singkat Aleya.
"Gak ada drama-drama pisah ranjang, gue gak mau". Sambungnya.
"Kao lo khilaf gimana?". Tanya Aleya.
"Nggak Al, gue gak akan ngelakuin itu sebelum lo siap dan cinta sama gue". Ujar Satya meyakinkan.
Aleya tampak ragu, namun melihat ketulusan di mata Satya, Ia berusaha percaya.
"Gue juga gak mungkin biarin lo hamil di usia semuda ini". Sambung Satya.
"Oke gak masalah dan gue akan berusaha percaya sama omongan lo ini". Setelahnya, Aleya kembali merebahkan tubuhnya dan berusaha memejamkan matanya.
Ia merasakan kasurnya bergerak, hingga matanya terbuka saat merasakan tangan yang kekar memeluknya.
"Aleya, malam ini gak ada jatah?".
"NGGAK!!".
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi pun datang, Matahari telah menampakkan wujudnya, membuat sepasang mata mengerjap karena silau.
Aleya membuka matanya perlahan saat merasakan cahaya menembua retinanya. Gadis itu mencoba menggerakkan badannya yang terasa remuk redam.
"Sumpah sakit banget". Gumam Aleya saat merasakan pinggangnya mengeluarkan bunyi retak beberapa kali.
Ia melirik kesamping, terlihat Satya dengan pulsanya masih tertidur sambil memeluk pinggangnya.
"Sat, bangun". Ucap Aleya sambil mengguncang tubuh Satya. Namun Satya masih terlelap dengn wajah polosnya.
"Satya ayo bangun, sekarang kita pindahan woi". Aleya masih mencoba sabar membangunkan Satya.
Tak kunjung ada pergerakan, Aleya menaiki tubuh Satya dan mendekatkan bibirnya ke telinga Satya.
"Satya woi ayo bangun!!". Teriak Aleya.
"Sat, yuk bikin anak". Ucap Satya.
Ajaib Satya langsung membuka matanya dan menarik Aleya sehingga gadis itu terjatuh di atas dada bidangnya.
"Ayooo". Ucap Satya dengan semangat.
Karena kesal, Aleya pun menjitak kepala Satya cukup keras, membuat pria itu memekik kesakitan.
"Kasar banget sih jadi istri". Gerutu Satya.
"Udah buruan mandi kita sekarang mau pindahan bodoh". Ucap Aleya sambil menarik tangan Satya agar bangkit dari posisi tidurnya.
Satya menurut pria itu bangkit dari posisinya dan berjalan gontai ke arah kamar mandi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aduh capek banget". Keluh Aleya sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Ia melirik Satya yang tengah membereskan pakaian-pakaian mereka ke dalam lemari. Hari ini mereka resmi tinggal di apartemen milik Satya.
Merasa kasihan, Aleya pun bangkit dan membantu Satya membereskan barang-brangnya.
Satya melirik Aleya yang sudah berada disampingnya sambil menggeret satu koper ukuran besar.
"Udah-udah lo istirahat aja". Ujar Satya sambil mengambil alih koper di tangan Aleya.
"Tapi Sat, itu masih banyak yang belum di beresin". Ucap Aleya.
"Nggak gak usah, kalau gue bilang nggak ya nggak". Ucap Satya membuatAleya memanyunkan bibirnya kesal.
"Bodoamat gue tetep mau bantuin pokoknya". Aleya sambil merebut koper ditangan Satya. Bukan apa-apa, ia hanya merasa tak becus menjadi seorang istri. Baru saja sehari berumah tangga, ia sudah merepotkan Satya.
"Jangan Al, gua gak mau buat lo tambah kecapean". Ucap Satya nadanya melembut, mencoba memberi pengertian pada Aleya.
Aleya terdiam, cengkramannya pada koper perlahan melemas. Mengapa Satya menjadi sangat perhatian padanya seperti ini?.
Aleya tak ingin jatuh terlalu dalam pada pesona Satya. Ia hanya tak ingin merasa kecewa seperti beberapa hari yang lalu. Secara, Satya termasuk kedalam jejeran most wanted di sekolahnya, sudah pasti pria itu memiliki banyak penggemar.
Aleya membiarkan Satya menata barang-barang mereka di koper. Ia terduduk di pinggir ranjang sambil sesekali memperhatikan Satya yang terlihat serius dengan barang-barangnya.
25 menit berlalu, karena merasa lelah, Aleya merabahkan dirinya dan memejamkan matanya. Perlahan, gadis itu mulai memasuli alam mimpinya.
......................
Next bab selanjutnya:)
__ADS_1