Aleya

Aleya
Chapter 21


__ADS_3

Aleya berjalan dengan angkuhnya ke kantin. Pertengkarannya dengan Angel di lapangan tadi benar-benar menguras tenaga dan membuatnya ke hausan.


Berani sekali gadis itu menyuruhnya menjauhi Satya. Kalau sampai Angel tahu jika dirinya dijodohkan dengan Satya, mungkin gadis itu akan gila.


Aleya terkekeh sinis membayangkannya. Mengapa semua kaum hawa memandang Satya seperti orang-orang kelaparan?


Sebegitu mempesonakah Satya dimata mereka? Belum tau aja bagaiamana sikap menyebalkan Satya ketika bersama Aleya.


Tapi yang membuat Aleya heran, mengapa Satya hanya bersikap menyebalkan padanya saja?


Deringan nyaring yang berasal dari ponselnya membuyarkan lamunan Aleya. Ia merogoh ponsel di saku celana olahraganya lalu melihat siapa yang menelponnya.


"Hm ada apa?!". Tanya Aleya malas.


"Lo dimana sih? Di chat gak di bales, di telpon gak di angkat, dicari kesana kesini kagak ada". Ucap seseorang di seberang telpon, terdengar kesal.


"Sibuk". Ucap singkat Aleya.


"Sibuk apaan? Buruan ke parkiran, Mama nyuruh kita pulang sekarang, gue udah izin ke guru piket".

__ADS_1


"Hmm". Tut tuttt


Aleya memutuskan sambungan telpon sepihak. Gadis itu menghela napas kasar lalu kembali melangkah ke kelas untuk mengambil tasnya.


Terkadang Aleya bingung dengan sifat Satya. Pria itu terkenal sangat dingin dan cuek bahkan nyaris tak tersentuh jika berada di luar. Tapi mengapa jika bersama Aleya, Satya berubah menjadi orang yang sangat jahil dan menyebalkan.


Tak ingin ambil pusing, Aleya segera menyambar tasnya dan berlari keluar kelas.


Gadis itu berhenti di parkiran khusus siswa-siswi di sekolahnya. Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru sekolah, dan mata birunya terpaku pada sosok pria yang sedang asik makan gorengan dengan badannya bersandar di pohon.


Aleya memutar bola matanya jengah. Tidakkah Satya sadar bahwa tindakannya itu membuat siswa-siswi di sekelilingnya menatapnya tanpa berkedip.


Satya mendongakkan kepanya saat mendengar suara tak asing memasuki indera pendengarannya.


Senyum tipis terukir dibibir manis milik Satya. Netranya terpaku pada seorang gadis berambut panjang bergelombang yang sedang menatap tajam siswi-siswi di sekitarnya.


Satya membuang sampah bekas gorengannya, lalu melangkah mendekati Aleya dengan gaya coolnya.


Aleya masih menatap tajam gadis di sekelilingnya. Dirinya tak menyadari bahwa disampingnya sudah berdiri pria tampan yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya.

__ADS_1


"Natapnya biasa aja kali mbak". Celetuk Satya, Aleya terlonjak dan menoleh kearahnya.


Deghh


Satya tersenyum tipis membuat rona merah di pipi Aleya terlihat walau samar. Buru-buru Aleya mengalihkan pandangannya sambil mengumpat.


"Kenapa mukanya merah kayak gitu?". Tanya Satya sambil menoel-noel pipi Aleya. Aleya menghempaskan tangan Satya pelan.


"Apaan sih, gak usah pegang-pegang". Ujarnya. Gadis itu berlalu meninggalkan Satya yang masih terkekeh kecil melihatnya. Satya segera menyusul Aleya dan membawa gadis itu pergi sesuai dengan perintah Mamanya.


"Cie bullshing nih ye" Goda Satya pada Aleya.


"Apaan sih gak jelas banget lo".Ucap Aleya


"Jadi pergi nggak kalo gak jadi gue mau pulang aja ke rumah, nanggung juga masuk ke kelas sudah izin ke guru piket". Sambung Aleya.


"Ya jadilah, enak aja gak jadi bisa kena omel gue sama mama gara-gara gak jadi ajak lo ke toko perhiasan". Ucap Satya setelah itu ia menjalankan motornya menuju toko perhiasan.


......................

__ADS_1


Next kalo seru kita lanjut ceritanya:)


__ADS_2