
Masih didalam toko
"Tidak perlu dilanjutkan, tidak ada magnet ditubuhku" ucap Nisa kesal
Erfin melihat Nisa kesal bertanya-tanya, 'apakah perkataanku salah? celaka!! bukankah aku tadi menyarankan untuk melihat tubuhnya? aku bodoh sekali' batin Erfin
Sekali lagi jika Nisa mengetahui pikiran Erfin, mungkin dia akan melahapnya hidup-hidup.
"Bukankah lebih baik kita mencari toko lain saja? rasanya jika berbelanja ditokomu sendiri agak tidak seru saja" Erfin mencairkan suasana dengan membuat Nisa nyaman, kali ini dia berniat membelikan pakaian untuk Nisa berpapun harganya
"Yaa begitu lebih baik" Nisa juga merasa seperti itu, dan menganggukkan kepalanya dengan lesu
Kemudian mereka mencari toko lain dan membeli pakaian, dan seperti yang kalian tebak, Erfin yang membayarkannya. malam ini dia menghabiskan uang 500 juta hanya untuk beberapa pakaian
Setelah selesai berbelanja, Nisa menanyakan alamat rumah Erfin "Ngomong-ngomong, selama ini kamu tinggal dimana?" tanya Nisa
"Sebelumnya sebelum aku menyelesaikan ujian kemiskinan, aku tinggal di kos-kosan mawar disamping kampus itu, tapi sekarang aku tinggal divila yang berada dijalan sakura" ucap Erfin menjelaskan
Sebelumnya juga pada saat di restoran Bintang, Erfin memberitahu Nisa bahwa dia menjalani ujian kemiskinan. Dan karena sekarang dia sudah lulus ujian, dia memilih tinggal divila walaupun masih tampak sederhana
"Baiklah aku akan mengantarmu pulang" ucap Nisa dan langsung menancap gas
Tapi tiba-tiba Erfin menghentikannya "Berhenti disini, biar aku naik taxi saja" ucap Erfin. Dia tidak mau menyusahkan anak orang apalagi perempuan.
Sepertinya hati Erfin sudah sedikit melunak, sejak kapan dia seperhatian ini?
Tapi Nisa berpura-pura sedih dan mengatakan "Apakah kamu membenciku? bahkan aku ingin mentarmu saja kamu tidak mau" ucap Nisa dengan bibirnya sedikit monyong
Melihat Nisa yang tampak hampir menangis, mau tidak mau Erfin mengizinkannya untuk mengantarnya
Setelah sampai didepan vila, Nisa memperhatikan vila didepannya ini tidak ada mewah-mewahnya sama sekali. Ya seperti pakaian Erfin, biasa saja.
__ADS_1
Tapi dia iseng-iseng mengatakan kepada Erfin "Aku mau tidur disini juga, bolehkah?" tanya Nisa iseng dan menunggu respon dari Erfin
"Apaa?..." respon Erfin dengan spontan. Tapi setelah itu dia berpikir untuk iseng juga tapi tidak merubah ekspresi muka keterkejutannya tadi "Kamu bahkan tidak punya tempat tinggal? kasihan sekali kamu, apakah kamu diusir dari rumah?" tanya Erfin dengan iseng juga tapi terlihat serius karena raut wajahnya masih tampak keterkejutannya
Seketika ekspresi muka Nisa tampak senyum kecutnya..Tapi dengan senyum kecutnya itu, kalau orang lain melihatnya, bukan kecut yang dirasakan melainkan manis bak madu, bahkan melewatinya.
Entah ekspresi macam apa yang membuat muka Nisa tampak jelek? sepertinya yang membuat dia tampak jelek adalah dengan mengganti keberadaan Nisa dengan orang lain. Memang pastas dia disebut bunga kampus.
Nisa tidak mau lagi beradu mulut dengan Erfin dan berkata "Aku pulang" ucap Nisa singkat dan mengemudikan mobilnya
Erfin melihat mobil nisa menjauh seketika berkata kepada dirinya sendiri "Sepertinya aku sudah cukup mengekang perasaan ini, bukannya aku tidak mau jatuh cinta lagi, tapi aku masih trauma dengan yang sebelumnya"
Erfin selama ini membuang perasaanya dan membiarkan hatinya berkarat seperti besi yang telah dikenai hujan dan matahari selama bertahun tahun.
Erfin mendesah pelan, kemudian masuk kedalam vila dan tidur.
...
"Jangan memanggilku seperti itu, aku tidak enak mendengarnya, panggil seperti biasa saja" ucap Erfin
"Tapi sekarang aku sudah menjadi bawahanmu dan tidak sopan jika para karyawanku mendengar aku memanggil bos besar dengan sebutan nama saja" ucap Pak Seno lagi
Sepertinya Pak Seno ini sudah menyadari posisinya sebagai bawahan, bahkan dia berinisiatif sendiri memanggil Erfin sengan sebutan 'Tuan muda'.
"Terserah anda saja kalau begitu" ucap Erfin lagi tapi langsung dipotong oleh Pak Seno "Anda tidak perlu sesopan itu kepada saya Tuan muda, saya tidak enak" sepertinya Pak Seno ini bukan hanya sadar akan posisinya tapi mungkin merasa bahwa Erfin ini adalah Tuan muda dari keluarga besar yang tersembunyi.
Biarlah dia begitu, tidak perlu dipermasalahkan, lagian dia juga yang berinisiatif memanggilnya seperti itu. Karena jika Erfin memberitahunya bahwa dia bukanlah Tuan muda dari keluarga besar, dia akan berpikir dari mana asal uangnya.
Jika Riko mendengar ayahnya memanggil Erfin dengan sebutan 'Tuan muda', entah apa reaksinya nanti
"Ngomong-ngomong, tadi Pak Seno menanyakan waktu luangku?" tanya Erfin memastikan
__ADS_1
"Aku menanyakan kalau Tuan muda siang ini ada waktu luang? aku akan memperlihatkan gedung perusahaan investasi anda, dan nama perusahaannya adalah 'Perusahaan Investasi Mulia, aku ingin memperkenalkan kepada karyawan dengan bos besar" ucap Pak Seno lagi
"Sepertinya Pak Seno melupakan janji kita, aku sudah mengatakan bahwa aku akan menjadi orang yang ada dibalik layar dan hanya membantu mengeluarkan dana saja untuk investasi"
"Lagian hari ini aku ada urusan lain dan sore juga ada kuliah , jadi aku tidak punya waktu untuk mengurus hal-hal kecil seperti itu" ucap Erfin lagi dan kemudian mematikan teleponnya tanpa menunggu respon dari pihak lain itu.
...
Dikediaman keluarga Pak Kiki, ayah Nisa
Pak Kiki baru saja pulang dan mendapati istrinya Maria tidak menyambutnya sama sekali, tapi Pak Kiki tidak memperdulikannya dan beralih mencari putri kesayangannya "Dimana Nisa?" tanya Pak Kiki
Istrinya tidak menjawabnya dan malah berkata lain "Masih ingat rumah? aku kira sudah lupa kalau ada anak istri dirumah" ucap Nyonya Maria dengan kesal
Pak Kiki juga merasa bersalah mengingat belakangan ini dia jarang pulang kerumah, dia berani meninggalkan keluarganya dirumah karena ada pengawal elit pribadinya yang berjaga dibalik bayangan dan juga banyak pengawal yang berjaga diluar. Makanya dia tidak risaw meninggalkan keluarganya
"Iya aku salah, aku akan menebus kesalahanku dengan apa? biarkan aku menyenagkanmu, aku kerja cari uang juga untuk kalian bukan?" ucap Pak Kiki melunak
Mendengar suaminya berkata seperti itu, nyonya maria juga sedikit tersentuh dan melunak. Dia pun berkata "Temani aku malam ini" ucap Nyonya Maria dengan menyeringai
Dengan 4 kata ini saja, Pak Kiki sudah mengerti apa yang dimaksud istri tercintanya ini, dia juga menunjukkan seringainga. Baiklah kita buat malam ini gempa yang akan mengguncang rumah ini.
Ketika keduanya memikirkan gempa yang akan terjadi malam nanti, tiba-tiba suara nan indah dan semangat membuyarkan pikiran mereka "Ayah..kamu sudah pulang" ucap Nisa sambil mencium punggung tangan ayahnya
"Pagi ini aku ada kuliah dan mungkin temanku juga ada kuliah, setelah kuliah nanti aku akan menanyakan waktu luangnya" ucap Nisa lagi
"Harusnya dia yang meluangkan waktu untuk menemuiku bukan?" ucap Pak Kiki
Masa iya, orang terkaya nomor 2 dikota puhul berinisiatif mendatangi seorang pemuda lebih dulu? bukankah itu lelucon?
"Aku akan memberitahunya setelah kuliah nanti" ucap Nisa singkat kemudian berangkat kekampus dengan Ferarinya
__ADS_1
Sebelumnya dia kekampus tidak membawa mobil karena dia pikir Erfin orang miskin, jadi dia tidak mau membuatnya tersinggung. Setelah mengetahui bahwa Erfin orang kaya, dia juga kemudian tidak lagi resah bahkan Erfin sudah menumpangi mobilnya sekali, jadi masih ada kenangan didalamnya.. Aahhh sudahlah, setan apa yang merasukiku?