Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 56


__ADS_3

Kembali ke sisi Erfin..Hari sudah mulai gelap dan dia juga sudah mencapai batasnya dalam latihan. Brandon puas dengan semangat Erfin ini karena tidak pernah menyerah.


Walaupun Erfin masih ceroboh dengan mengasihani musuh, tapi jika dia bisa kuat tidak ada musuh yang bisa membuatnya dalam bahaya.


Selain ceroboh dalam hal mengasihani musuh, Erfin juga ceroboh dan sombong dalam memamerkan kekayaannya. Walaupun dia sudah mempunyai latar belakang kuat, tapi tidak harus sampai memamerkan kekayaannya. Walaupun Erfin memamerkannya hanya sesekali sih


Tapi walaupun begitu, Brandon tetap harus selalu menjaga keamanan Tuan Mudanya ini agar tidak berada dalam bahaya seperti yang sebelumnya.


Brandon bukan hanya mengajari Erfin bela diri saja tapi juga tanggung jawab sebagai seorang pria yang harus tangguh dan pandai apalagi dalam berbisnis.


Brandon tidak tau seberapa banyak uang yang di miliki Tuan Mudanya ini, dia juga tidak peduli itu. Tapi jika Erfin masih belum pandai dalam mengelola uangnya dengan baik, maka seberapa banyakpun juga akan tetap habis.


Jadi Brandon akan membimbing Erfin untuk bisa dalam segala hal dalam kehidupannya di masa depan.


....


Di depan gerbang markas, Erfin sedang duduk untuk mengistirahatkan tubuhnya dan memandang di kejauhan. Dalam hati dia berniat untuk menjadi lebih kuat lagi.


Dia tidak mau memimpin organisasi untuk melindungi semua orang, dia hanya cukup memimpin keluarganya dan menjaga orang-orang tersayangnya agar tidak berada dalam bahaya.


"Haahh..apakah aku bisa sekuat ayah? aku tidak mempunyai apa-apa selain niat untuk menjadi kuat" gumam Erfin


Brandon sedang berdiri di samping Erfin dan dia juga menatap di kejauhan dan berkata "Beliau memang sangat kuat" kemudian Brandon memandang Erfin dan berkata lagi "Apakah Tuan Muda tau batu terkuat di dunia?"


Mendengar ini Erfin seketika bingung, dia pun menjawab dengan apa yang diketahuinya saja "Batu memang pada dasarnya kuat, tapi jika itu batu terkuat di dunia, apakah batu berlian?"


Lagian untuk apa menanyakan batu terkuat di dunia? apa sangkut pautnya dengan akar pembicaraannya tadi?!

__ADS_1


"Itu kata-kata kiasan Tuan Muda, batu terkuat di dunia itu adalah 'Batu hati'" ucap Brandon sambil tersenyum


Sementara Erfin masih bingun dengan 'Batu hati' yang di maksud Brandon ini. Seperti apa itu batu hati? mengapa bisa menjadi batu terkuat di dunia?


Tapi sebelum Erfin mengatakan pertanyaannya itu, Brandon sudah menjelaskan "Batu hati yang saya maksud adalah tekad yang kuat yang tidak bisa dihancurkan oleh apapun"


"Jika tekad sudah kuat, maka apa pun tujuan yang dingin di capainya akan terwujud. Begitu pula dengan keadaan Tuan Muda saat ini, jika tekad Tuan Muda sudah kuat, maka percaya saja bahwa di masa depan Tuan Muda bisa lebih kuat lagi dari pada Tuan Latani"


"Lebih kuat dari pada ayahku ya?!" gumam Erfin. Dia tidak tau sekuat apa ayahnya, tapi jika Brandon sampai menghormatinya seperti ini berarti ayahnya memang benar-benar kuat.


Erfin menatap langit dan menyadari kalau langit sudah mulai gelap, dia pun bangkit dari duduknya dan berkata "Ahh aku mau pulang dulu, lelah sekali hari ini" dia bangkit sambil membersihkan belakang celananya yang kotor akibat duduk di tanah.


Erfin berjalan mendekati mobilnya dan bersandar sejenak dan berkata kepada Brandon "Aku akan lebih kuat dari pada ayahku di masa depan, itu janjiku"


Setelah meninggalkan kata-kata itu, Erfin langsung memasuki mobilnya dan melaju di kejauhan.


Menurutnya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, kecuali dibawa oleh kelelawar sih. Jadi dia yakin Erfin ini akan seperti Tuan Latani nantinya di masa depan. Tidak..dia akan melampauinya.


Dengan batu hati yang dimilikinya, Erfin bisa melakukan apapun untuk bisa menjadi kuat. Jika memang seperti itu, dia akan lebih kuat lagi dari pada ayahnya, Tuan Latani.


Setelah merenung sejenak sampai mobil Erfin tak terlihat di kejauhan, Brandon juga undur diri dan masuk kedalam markas untuk istrahat.


Tidak mudah untuk bisa menjadi kepala organisasi, dia harus bisa mengendalikan semua permasalahan di dalam organisasi dan juga harus sering melihat informasi tentang kejahatan yang merajalela.


Dengan begitu dia bisa memberikan misi itu kepada para anggotanya untuk menyelesaikannya. Dia juga berharap nanti di masa depan, Erfin bisa memimpin organisasi ini agar dia bisa menjadi anggota atau penasehatnya untuk bisa memberantas kejahatan


Karena organisasi ini sudah bekerja sama dengan negara, jadi untuk menjalankan misi, negara akan membiayai atau dengan kata lain mereka akan di gaji. Tentunya bukan organisasi yang bergantung kepada negara, melainkan negara yang bergantung kepada organisasi The Dragon King ini

__ADS_1


Ayah dan kakek Erfin juga menjalankan misi untuk negara. Tentunya itu bukan paksaan dari negara, tapi karena sifat keadilan yang dimiliki oleh Tuan Latani itulah yang membuatnya mengambil misi itu dan berakhir dengan kematiannya.


....


Kembali ke sisi Erfin, setelah beberapa menit di perjalanan, dia sudah sampai di rumah di kediaman Internasional Kejora. Dia sampai pada saat matahari sudah tenggelam sepenuhnya.


Dia masuk dan membersihkan dirinya, setelah itu dia bermain ponsel sebentar.


Karena sudah waktu makan malam, pelayannya datang untuk memanggilnya makan malam, pelayan itu mengetuk pintu dan berkata "Tuan..sudah waktu makan malam. Nyonya juga sudah berada di meja makan"


Erfin juga tidak berlama-lama dan turun mengikuti pelayannya itu sampai ke meja makan, di meja makan dia mendapati ibunya yang sudah menunggunya.


"Tidak perlu selalu menungguku bu, ibu bisa makan duluan karena aku makannya jarang. Takutnya ibu bisa sakit jika terlambat makan" ucap Erfin


Karena ibunya selalu menunggunya setiap waktu makan, dia khawatir nantinya jika ibunya terlambat makan, dia bisa jatuh sakit. Itu yang dia tidak inginkan


Nuja dengan senyum manisnya berkata "Aku hanya merasa senang saja jika kita makan bersama, lagian aku juga merasa sepi jika makan sendirian"


Erfin menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mendapat sebuah ide, dia pun berkata "Meja makan ini kan panjang, kenapa tidak makan dengan para pelayan saja?"


Erfin tidak mempermasalahkan tentang perbedaan tingkatan atas dirinya dengan para pelayannya, karena dulunya dia juga melarat bahkan lebih parah dari pada para pelayannya ini.


"Aku juga sudah mengajak mereka, tapi mereka berkata merekatidak pantas jika mereka makan satu meja dengan majikannya padahal aku sudah memaksa mereka" ucap Nuja


Pada saat Erfin pergi di kampus, waktu makan siangnya hanya dia sendiri yang berada di meja makan. Dia mengajak semua pelayan untuk menemaninya makan tapi tidak ada seorang pun yang mau. Alasannya karena mereka tidak pantas sebagai pelayan untuk makan bersama dengan majikannya.


Jadi Nuja juga tidak bisa memaksa mereka, mereka bukannya tidak suka tapi sadar diri akan pekerjaan mereka yang sebagai pelayan. Mereka tau batasan seorang pelayan tidak boleh makan semeja dengan majikannya.

__ADS_1


__ADS_2