
Di depan markas organisasi The Dragon King...
Liven sudah tidak mau hidup lagi karena sudah tidak ada gunanya dia hidup, dua telur untanya sudah pecah.
Dia mengambil pisau dari salah satu master bela diri itu dan menatapnya, dia berniat mau bunuh diri. Ketika ayahnya melihat ini, dia tidak mencegahnya karena Liven sudah tidak bisa berguna lagi baginya.
Dia akan mencetak keturunan lagi untuk penerusnya, tapi kali ini dia harus membangun kembali pertahanannya.
Itu pun jika dia bisa keluar hidup-hidup dari sini. Dia masih terduduk di tanah sambil menatap kosong ketanah.
Sementara Liven sudah bersiap menikam dirinya, tapi sepertinya adegannya di slow motion karena sampai beberapa detik pisaunya belum sampai ke tubuhnya.
Ketika Abi melihat ini, dia maju kehadapan Liven lalu kemudian berkata "Apakah perlu aku bantu untuk menghilangkan rasa sakitmu itu?" kata-kata itu berarti membantu untuk membunuhnya karena Liven masih terlihat ragu-ragu.
Tapi Erfin tiba-tiba memandang ayah Liven lalu kemudian berkata "Apakah kamu hanya akan melihat saja anakmu mau bunuh diri?"
Ayah macam apa yang tega melihat anaknya mau bunuh diri? jika dia tidak biss bersikap layaknya seorang ayah, jangan mencetak anak.
Ayah yang baik itu akan melindungi anaknya apapun yang terjadi. Bahkan itu digantikan dengan nyawanya sendiri.
Tiba-tiba ayah Liven mendongak dan berkata sambil menaikkan nadanya "Aku membuat anak untuk bisa membantuku dalam bisnis sekaligus yang akan menjadi penerusku. Jika dia saja tidak bisa mencetak keturunan, bagaimana dengan keluarga ini nantinya? bagaimana dengan penerusnya nanti?"
Ayah Liven mengatakan itu dengan emosi yang meluap-luap. Dia mengeluarkan rasa frustasinya lewat teriakan itu.
Ketika Liven mendengar perkataan ayahnya ini, dia tambah frustasi dan tiba-tiba dia memandang Abi sambil tersenyum. Dia membuka lebar dadanya, Itu menandakan dia sudah siap di bunuh oleh Abi.
Abi juga tidak sungkan-sungkan dan bersiap mengeluarkan pisaunya, dia hanya akan mengakhiri penderitaan Liven ini karena sudah tidak berguna lagi untuk hidup.
Tapi Erfin menghentikannya "Jangan bunuh dia" Dia juga tidak sekejam itu untuk langsung membunuh Liven.
__ADS_1
"Tuan Muda, aku hanya mengakhiri penderitaannya karena dia merasa sudah tidak berguna lagi untuk hidup" ucap Abi. Erfin ini belum mengetahui matematika kehidupan.
Pada saat diposisi Liven saat ini yang sudah kehilangan kedua telur yang sangat dia sayangi, itu lebih menderita dari pada langsung membunuhnya. Untuk apa lagi dia hidup jika sudah tidak bisa merasakan nikmatnya dekapan sang wsnita?
Belum lagi ayahnya juga sudah tidak memperdulikannya lagi, karena sudah tidak berguna baginya. Jika membunuhnya, itu langsung bisa mengakhiri penderitaannya.
Erfin kemudian menjawab "Mungkin masih bisa mencarikan dia dokter spesialis untuk memperbaiki alat reproduksinya itu" dia hanya tidak tega melihat Liven ini dibunuh di depan matanya
Selama ini dia lebih baik menghindari perkelahian dari pada harus ada yang terbunuh, entah itu dia yang mati atau pihak lain.
Abi juga tiba-tiba melunak lalu berkata "Baik Tuan Muda, aku tidak bisa melawan perintah anda"
Sebenarnya dia masih memohon kepada Erfin untuk membunuh Liven, karena dia tidak sanggup melihat penderitaan orang lain. Tapi Brandon sudah memberikan kode padanya untuk tidak melakukannya, jadi dia mengurungkan niatnya.
Setiap dia menjalankan misi, dia tidak membiarkan musuhnya menderita tapi langsung mengakhiri penderitaannya dengan membunuhnya.
...
Nisa memakai atasan tank top yang memperlihatkan tubuh rampingnya yang menggoda. Dia membolak balikkan tubuhnya dan melihatnya apakah ada kekurangannya.
Bahkan sesekali dia melihat dadanya, dia berpikir apakah Erfin menyukai dada yang kecil. Karena miliknya sudah besar sampai membuat tank top nya menjulang tinggi.
Di luar kamar, Pak Kiki sudah dari tadi mengetuk pintu dan memanggil Nisa untuk turun makan siang. Tidak biasanya Nisa mengurung dirinya di kamar seperti ini.
Dia pun mengetuk pintu dengan keras "Tok tok tok"..."Nisaa?? makan dulu nak"
Biasanya wanita mengurung diri itu karena perkara pria. Tapi apakah dia ada masalah dengan Erfin?
Pak Kiki sedang berpikir tentang masalah Nisa ini sampai bisa mengurung diri dalam kamar seperti ini bahkan sampai tidak makan.
__ADS_1
Selang dia berpikir, pintu tiba-tiba terbuka dan membuyarkan pikirannya. Pertama yang dilihatnya adalah muka Nisa yang masam
Dia pun mau tidak mau bertanya "Ada apa? apakah kamu ada masalah dengan Erfin?"
Pak Kiki berpikir seperti ini karena hanya Erfin pria yang membuat anaknya ini jatuh cinta. Jika ada masalah tentang perasaan, pasti dengan Erfin lah permasalahannya di mulai.
"Ayah.." ucap Nisa sambil memonyongkan bibirnya kamudian berkata "Erfin..dia menolak untuk tidur denganku. Apakah aku tidak menarik baginya?"
Mendengar ini Pak Kiki terdiam sejenak lalu berkata "Bisa-bisanya dia menolak kesempatan emas itu? di kota puhul ini, wanita cantik seusiamu hanya putri dari Rahul Makati yang bisa menandingimu"
Jika orang lain mendengar percakapan ayah dan anak ini, mungkin rumahnya sudah dibakar habis, rata dengan tanah. Bagaimana tidak? seorang ayah malah tidak menyalahkan anaknya yang ingin tidur dengan pria yang bukan suaminya!.
Sementara Nisa juga tidak malu-malu mengucapkan perkataan itu kepada ayahnya seperti hanya meminta permen saja.
Menurut Pak Kiki, karena mereka juga nantinya akan menikah, tidak salah jika mereka tidur bersama. Sekalian mempercepat untuk lahirnya pewaris selanjutnya.
Pak Kiki tiba-tiba terpikir lalu berkata "Karena dia anak baik-baik, mungkin dia tidak mau merusakmu. Dia akan tidur bersamamu setelah menikahimu"
Nisa juga menganggukkan kepalanya, sepertinya perkataan ayahnya ini ada benarnya. Mungkin alasan Erfin menolak karena tidak mau melakukan itu sebelum mereka menikah.
Pak Kiki kemudian berkata lagi "Kamu tidak perlu mempermasalahkan itu, kamu cukup belajar saja untuk bisa bersanding dengan Erfin di masa depan"
Nisa tidak mendengarkan perkataan ayahnya barusan, dia masih tenggelam dalam pikirannya.
Setelah tersadar, dia tiba-tiba berkata "Ayah..bagaimana jika aku langsung menikah dengan Erfin saja? dengan begitu dia tidak akan sungkan-sungkan lagi tidur denganku"
Nisa mengucapkan itu dengan pikiran yang mantap, tapi mukanya masih memerah dan mengalihkan pandangannya untuk menghilangkan rasa malunya.
Mendengar perkataan anaknya ini, sontak Pak Kiki memandang Nisa dengan ekspresi tidak percaya. Anaknya sudah berpikiran untuk menikah?
__ADS_1
Tapi Pak Kiki masih menasehati Nisa dengan nada lembut "Jika kamu menikah sekarang, kamu tidak bisa melanjutan kuliah lagi. Dan juga tidak bisa belajar lagi untuk bisa memulai bisnis"
"Jika kamu tidak bisa terjun di dunia bisnis, kamu tidak akan pernah berdiri bersama dengan Erfin. Lihat ayah yang selalu meninggalkan ibumu karena dia tidak bisa berbisnis"