
Didalam ruang kerja
Pak Seno sedang memikirkan usulan kerja sama dengan Erfin dengan dia akan menjadi bawahannya tapi dia akan menjadi orang terkaya dikota puhul ini
"Kamu bisa jamin kalau aku akan menjadi orang terkaya dikota puhul ini?"
"Dengan cara apa? pastinya kamu sudah merencanakan semua ini bukan?" tanya Pak Seno
"Pak Seno hanya perlu memperluas bisnis, tapi dengan dana dari saya tapi saya hanya akan menjadi orang yang berada dibalik layar. Jadi yang orang tahu, Pak Senolah yang menjalankan bisnis ini"
"Dengan begini, Pak Seno dalam artian bekerja untuk saya dan Pak Seno akan mendapatkan gaji dari saya 1 Triliun pertahun, bagaimana?" usul Erfin
Melihat ekspresi Pak Seno sepertinya Pak Seno sudah sedikit melunak dengan tawaran ini
"Baiklah, aku percaya padamu, aku menerima tawaran ini"
"dan apa rencana awalmu sekarang?" tanya Pak Seno
'Sepertinya pemuda ini adalah tuan muda dari keluarga besar yang tersembuyi. Dengan bekerja dibawahnya, aku bisa menjadi orang terkaya di kota puhul ini' batin Pak Seno
"Rencana awalku adalah membangun perusahaan investasi, dan Pak Seno akan menjadi manager umum yang akan mengelolanya, soal karyawan Pak Seno bisa mencarinya sendiri" ucap Erfin
Untuk sementara, dia akan menjadi orang dibalik layar, karena dia belum punya pertahanan diri untuk membangun usahanya sendiri
Soal pertahanan diri, dia akan mendiskusikannya lagi dengan ayah Nisa
"Aku akan mentransfer 400 triliun dulu untuk modal awalnya dan Pak Seno bisa membeli sebuah gedung untuk menjalankannya" ucap Erfin dan kemudian membuka profil sistem dan bersiap mentranfer "Kirimkan saya nomor rekening Pak Seno" ucapnya lagi
Sistem ini bukan seperti dinovel-novel, seandainya saja sama seperti dinovel-novel, Erfin tidak lagi kesusahan seperti ini. Tapi sayangnya , sistemnya hanya membantu dia memudahkannya mengelola uangnya seperti mentransfer, atau membayar dengan menggunakan Scan kode QR
Pak Seno mengirimkan nomor rekeningnya, segera setelah itu
"Ding" bunyi dari ponsel Pak Seno
400 triliun terlihat dilayar Pak Seno, walaupun dia sudah menduga hal ini akan terjadi, tapi setelah terjadi dia bahkan tidak bisa bernafas untuk sementara. Untung saja tidak tidak lama, kalau lama kalain pasti sudah tau apa yang akan terjadi
__ADS_1
"Baik, dengan uang ini aku bisa langsung mendirikannya sekarang" ucap Pak Seno
Dia hampir melompat-lompat dengan girangnya, kalau tidak ada Erfin disini mungkin dia sudah mengguncangkan rumah ini dengan lompatannya
...
Beralih disisi Nisa, setelah keluar dari restoran dia pulang dengan menggunakan taxi, karena dia tidak sombong, bahkan dia tidak mau memakai mobil untuk ke kampus, padahal tinggal pilih mobil merk apa saja digarasi mobilnya.
Salah satu alasannya yaitu dia ingin lebih dekat dengan Erfin, karena jika dia mendekati Erfin dengan memakai barang mewah, takut nya Erfin berpikir dia pamer didepannya
Lagi-lagi Erfin, kenapa harus dia sih? entahlah bahkan Nisa sendiri tidak bisa mendeskripsikan perasaanya sendiri
Sesampainya di rumah, Nisa mendapati ibunya sedang menonton TV, kalau ayahnya ya sudah biasa tidak tinggal dirumah karena sibuk memperluas bisnisnya
"Ibu..bisakah ibu menelpon ayah untuk pulang malam ini?" ucap Nisa
Ayah Nisa bahkan hampir tidak pulang, jika pulang itupun hanya mengambil berkas-berkas penting, atau ada sesuatu yang lain yang diambilnya
"Mengapa harus ibu yang menelponnya? kamu kan anak terintanya, kamu saja yang menelponnya, aku tidak mau memperdulikan lagi orang semacam itu yang tidak ingat rumah" ucap ibu Nisa yang kesal
Nisa melihat ibunya yang kesal juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Juga salah ayahnya seperti bang toyib yang jarang pulang
Nisa kemudian menekan nomor ayahnya dan menelponnya.
"Nisa sayang" suara diseberang telepon "Ayah lagi sibuk, nanti biar kapan-kapan ayah menemani kamu ya?" ucap ayah Nisa
"Ayah, aku bukan anak kecil lagi, ayah memperlakukanku seakan aku ini anak SD yang sedang merengek"
"Aku hanya ingin mengatakan bahwa teman Nisa ingin menemui ayah, katanya mau mendiskusikan bisnis dengan ayah" ucap Nisa
Mendengar ini, Pak Kiki mengerutkan keningnya. Nama ayah Nisa adalah Kiki, Pak Kiki. "Teman kamu yang mana sayang? Apakah perempuan atau laki-laki?" tanya Pak Kiki
Menurutnya, teman Nisa ini bahkan masih muda dan dia mau mendiskusikan bisnis dengannya?
"Laki-laki yah, ayah pulang saja dulu, luangkan waktu ayah untuk bertemu dengannya, katanya dia bisa membantu perusahaan ayah untuk mencapai target untuk masuk ke Industri Global" ucap Nisa lagi
__ADS_1
Mendengar ini, Pak Kiki lagi lagi penasaran, siapa orang ini? bahkan dia saja masih blum memenuhi kriteria untuk masuk ke Industir Global, dia dengan entengnya mengatakan bisa membantu memasuki Industri Global?
"Baiklah, besok ayah pulang. Dan Nisa pertemukan ayah dengannya ya?" ucap Pak Kiki lagi
Setelah itu, Pak Kiki menutup teleponnya dan berpikir, 'Tuan muda keluarga mana ini yang bahkan bisa menjamin perusahaanku memasuki Industri Global'
Setaunya, keluarganya adalah orang kaya nomor 2 dikota puhul ini setelah keluarga Makati, tapi makati hanya punya anak perempuan, sama dengan Pak Kiki ini. Dia juga bahkan belum memasuki Industri Global
...
Didalam vila dijalan bunga sakura, Erfin berbaring diatas kasur dikamarnya.
Dekorasi didalam kamar itu hanya tampak biasa saja, tapi dia suka dengan vila ini, tampak dengan kesederhanaannya
Sebelumnya saat dia mau pulang, Pak Seno memberikan vila ini kepadanya, tadinya dia menolaknya, tapi dengan keras kepalanya Pak Seno, dia tetap memaksanya, ya sudah biarkan saja.
Jam menunjukkan pukul 3:10, Erfin masih berbaring sambil melihat profil sistemnya, sistem ini tidak membantu sama sekali, bukan seperti didalam novel.
Jangan terlalu berharap, lebih baik menjalani kehidupan menjelang kaya ini.
Erfin belum mengakui dirinya sebagai anak konglomerat, karena dia belum bisa seenaknya menggunakan uangnya. Jadi dia mengatakan masih menjelang kaya.
Masih dia berpikir, tiba-tiba ponselnya berdering, itu panggilan dari Riko "Halo Riko?"
"Erfin, apakah kamu sudah dikampus? aku sebentar lagi sampai" ucap Riko diseberang telepon
"Kekampus buat apa?" tanya Erfin dengan penasaran
Riko terkejut, apakah anak sad boy ini lupa kalau sore ini ada kuliah?
"Kamu dimana sekarang? apakah kamu lupa kalau sore ini ada kuliah?" ucap Riko lagi diseberang telepon
'Engahhh' Erfin baru sadar dan langsung berdiri dari tempat tidurnya "Aku kekampus sekarang" ucap Erfin kemudian mematikan telepon
Kemudian Erfin berlari keluar dan menghentikan taxi.
__ADS_1