Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 55


__ADS_3

Di depan markas organisasi The Dragon King...


Erfin berbalik memandang seorang master bela diri itu yang sebagai ketua dari para master yang dibawa oleh Kisaki. Ketika dia mendengar bahwa mereka ingin bekerja di bawahnya dan ingin bergabung kedalam organisasi, dia pun terkejut.


Dia tidak menyangka tujuan akhir mereka akan bekerja dibawahnya dan masuk kedalam organisasi. Dia masih belum bisa mengambil keputusan soal itu.


Dia pun memandang Brandon disampingnya dan berkata "Bagaimana dengan ini? aku tidak bisa ikut campur dalam organisasi jika bersangkutan dengan ini"


"Tuan Muda punya kekuasaan besar didalam organisasi, jadi keputusan Tuan Muda bisa berpengaruh besar untuk organisasi" ucap Brandon.


Jika itu dia, dia tidak akan mempermasalahkan para master bela diri ini untuk masuk di organisasinya. Tapi jika Erfin tidak setuju, dia tidak akan memasukkannya karena itu keputusan dari Tuan Mudanya


"Jika memang begitu, aku tidak mempermasalahkan jika mereka masuk. Tapi jika itu bertantangan dengan aturan organisasi, aku tidak akan memaksakan" ucap Erfin


Walaupun dia sudah menjadi pengendali di atas organisasi The Dragon King ini, tapi dia tidak boleh semena-mena mengubah atau mengabaikan aturan organisasi.


Bukannya dia tidak mau, tapi dia tidak enakkan dengan Brandon sebagai kepala organisasi. Jadi jika dia menyetujui sarannya barusan, itu akan lebih baik karena anggota organisasi akan bertambah banyak.


Brandon melihat Erfin yang tidak enakkan ini, dia pun menjelaskan "Tuan Muda, tidak ada peraturan dari organisasi untuk itu. Tapi jika mereka berniat kuat untuk masuk, maka ada ujian yang harus mereka jalani. Karena kami tidak butuh orang lemah di dalam organisasi"


Untuk masuk di dalam organisasi ini memang sangat sulit, makanya anggotanya sampai sekarang tidak lebih dari seratus orang karena banyak yang gagal dalam menjalani ujian.


Brandon beralih memandang ketua dari para master itu lalu berkata lagi "Jika kalian sanggup menjalani ujian dari organisasi, maka kalian bisa masuk"


"Sebelumnya aku harus memberi tahu kalian bahwa ujian untuk masuk di organisasi ini tidaklah mudah, bahkan selama ini di antara orang-orang yang menjalani ujian, hanya mereka saja yang berhasil" ucap Brandon sambil menunjuk para anggota juniornya


"Gulpp" Ketua dari para master itu menelan ludah. Anggota juniornya saja mereka sudah kewalahan saat melawannya tadi, bagaimana ujiannya nanti?

__ADS_1


Brandon tiba-tiba tersadar akan satu hal lalu berkata "Tunggu.!! Kamu tidak sopan sekali, kamu belum memperkenalkan namamu"


Ketua master itu tiba-tiba terkejut sekaligus takut, dia pun berkata dengan gugup "Ma..maaf Tuan, aku.. aku tidak sopan..nama saya Young"


Ketika mendengar perkataan Brandon barusan, Erfin tersenyum kecut sambil memandang muka sangar Brandon dari samping.


Brandon ini sangat disiplin, sampai perihal nama saja harus di permasalahkan. Tapi memang pada umumnya, salah satu sopan santun saat berbicara kepada orang yang baru kita kenal yang pertama adalah memperkenalkan nama. Apa lagi jika orang itu adalah orang yang terhormat.


Erfin kembali memandang Young dan berkata "Kalau begitu sudah di putuskan, kalian bisa bergabung ke dalam organisasi ini jika kalian bisa melewati ujiannya. Itu perkataan dari kepala organisasi langsung"


Dia tidak mau di sibukkan dengan mengurus mereka, jika mereka mau bergabung ya bergabung saja. Itupun jika berhasil melewati ujian.


Perihal nantinya mereka berhasil atau tidak, itu bukan masalah. Jika mereka berhasil maka itu lebih baik, karena dia memang berencana membangun kekuatannya menjadi lebih besar. Tapi jika merrka tidak berhasil, Erfin juga tidak mau menampung orang-orang lemah di dalam organisasi yang di bangun ayahnya itu


Setelah urusan itu selesai, Erfin mengajak Brandon lagi untuk melatihnya. Hari ini dia berniat untuk berlatih sampai sore.


Abi juga tidak terlalu berharap mereka bisa melewati ujian ini, tapi jika mereka memang bisa berhasil melewatinya, itu juga lebih baik karena bisa menambah kekuatan organisasi kedepannya.


....


Di lapangan base camp, Erfin sudah mulai lagi berlatih di tuntun oleh Brandon. Kali ini dia harus lebih patuh lagi terhadap arahan dari Brandon bahkan jika itu menyuruhnya mengangkat tiang lagi.


Brandon juga tidak sungkan-sungkan untuk memukul Erfin jika dia lupa salah satu gerakannya. Dengan itu juga Erfin bisa melatih ketahanan fisiknya agar pukulan biasa tidak bisa menyakitinya


Karena sudah mulai sore juga, di lapangan itu sudah banyak anggota junior yang sedang berlatih dengan sesama mereka.


Mereka mengambil sisi pinggir dari lapangan latihan itu, karena yang berada di tengah adalah Erfin dan kepala organisasi yang sedang serius melatih Erfin

__ADS_1


Para anggota junior itu sudah saling memukul dan saling membanting tapi tidak pernah berhenti untuk terus bangkit dan bertarung.


Terlihat jika ketahanan fisik mereka sudah terlatih, tinggal menyempurnakan teknik-tekniknya saja agar bisa lebih kuat lagi.


....


Sementara itu di sisi Abi, dia membawa semua master bela diri itu untuk menjalani ujian.


Dia membawa mereka di sebuah tempat di mana tempat itu penuh dengan lumpur yang dalamnya satu meter.


Ujian pertamanya adalah mereka harus berlari di atas lumpur itu dari start ke finis dalam waktu 30 detik. Tempat itu panjangnya kurang lebih 50 meter.


Dalam 30 detik itu, mereka harus terus berlari menuju finis dengan berlari di atas lumpur yang dalamnya satu meter.


Ketika para master bela diri itu melihat tempat ujiannya ini, mereka kaget sekaligus tidak yakin. Bagaimana tidak, untuk mencapai finis itu jauhnya 50 meter, jika itu berlari di atas tanah yang keras tidak jadi masalah. Tapi ini berlari di atas lumpur yang dalamnya satu meter.


Bahkan di antara mereka sudah ada yang ingin menyerah, tapi mereka berpikir lagi mau kemana dia setelah gagal dari sini tanpa teman-temannya?


Jadi mau tidak mau mereka harus mengokohkan pendiriannya dan berfikir optimis untuk menang, jika mereka kalah di ujian pertama ini bagaimana dengan nama mereka yang sudah di anggap sebagai master bela diri?


Tapi sebelum itu Abi mempunyai niat licik untuk memukul mereka terlebih dahulu sebelum berlari di atas lumpur itu.


Sudah lama tidak menjalankan misi, tangan dan kakinya juga sudah gatal ingin memkulu dan menendang orang.


Abi menyeringai dan berkata "Kalian berbaris dengan teratur dan sebelum berlari, kalian harus berdiri didepanku untuk menerima pukulan dan tendangan, setelah itu baru berlari"


Lumayan untuk mengurangi rasa gatal di tangan dan kakinya itu, lagian itu juga sudah salah satu dari ujian. Itu juga bisa menguatkan fisik mereka dalam menerima ujian selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2