
Di depan kamar, Nisa sedang memikirkan perkataan ayahnya barusan. Dia tidak berpikir sampai di situ.
Nisa masih termenung memikirkan masa depannya tiba-tiba Pak Kiki menarik tangan Nisa lalu sambil berkata "Sini ikut ayah turun untuk makan, dari tadi kamu mengurung diri di kamar apakah kamu tidak merasa lapar?"
Sambil berkata Pak Kiki menariknya sampai di meja makan dan Nisa mau tidak mau mengikutinya.
Di meja makan, Nisa hanya menggolek-golek makanannya sementara pikirannya sudah kemana-mana.
Ketika Pak Kiki melihat ini, dia terpikir akan suatu rencana agar Nisa bisa makan, dia pun berkata "Aku akan memberi tahu Erfin tapi kamu harus makan dulu"
Mendengar itu Nisa langsung tersadar dari lamunannya dan tiba-tiba berkata "Benarkah ayah? ayah tidak bohong kan?"
Nisa dengan wajah girangnya bertanya kepada ayahnya, jika yang di katakan ayahnya benar dia tidak perlu merasa sedih lagi.
Melihat tingkah anaknya setelah dia mengatakan itu, Pak Kiki merasa akhirnya perkataannya bisa membuat anaknya ini bisa makan.
Dia pun berkata lagi "Benar.!! jika kamu makan makananmu itu, aku akan membujuk Erfin untuk baikan lagi dengan kamu"
Nisa dengan semangatnya memakan makanannya sampai tak tersisa. Setelah minum Nisa langsung pergi keseberang meja dan memeluk ayahnya untuk menunjukkan rasa syukurnya.
"Sudah-sudah yang penting kamu jangan menunda lapar lagi dan mengurung diri lagi" ucap Pak Kiki menenangkan Nisa karena terlalu semangat.
....
Di sisi Erfin, para master bela diri itu sudah dibereskan oleh para anggota. Mereka juga tidak menyiksa para master bela diri itu karena mereka sudah tidak bisa melawan lagi.
Mereka juga tidak sejahat itu untuk menyiksa orang yang tidak bersalah. Mereka hanya menjalankan pekerjaannya, mereka tidak bersalah sampai harus menyiksanya.
Setelah dibereskan Erfin menelpon Pak Kiki untuk mengurus surat transfer saham. dia akan membeli semua saham dari ayah Liven ini dengan harga tidak masuk akal karena sudah berani datang untuk menyerangnya.
__ADS_1
Tidak lama ponselnya berbunyi, pihak lain sudah mengangkatnya. Erfin langsung berkata pada intinya "Pak Kiki..! siapkan surat transfer saham dan bawa ke markas, aku akan membeli paksa semua saham dari ayah Liven ini dengan harga 20 miliar karena sudah berani menyerangku"
Setelah mengatakan itu Erfin langsung menutup telepon tanpa menunggu jawaban dari pihak lain.
Karena Liven dan ayahnya ini sudah berani datang untuk menyerangnya, dia akan membuatnya bangrut dalam sekejap. Dia tidak terlalu dendam dengan Liven, tapi dia benci kepada ayahnya yang tidak menganggap anaknya sama sekali.
Untuk Liven, Erfin akan mencarikannya dokter spesialis untuk mengembalikan kedua telur untanya itu. Tentunya pakai uang dari keluarganya, dia hanya mencarikannya dokter spesialis saja.
Karena mereka juga sudah mau bangrut, dengan harga sahamnya nanti, Liven bisa menggunakan uang itu untuk membayar biasa operasinya.
Sementara para master bela diri tadi sudah di kumpulkan dalam satu tempat, mereka tidak boleh terlibat dalam negosiasi Erfin dan ayah Liven ini.
Mereka juga sudah kehilangan minat untuk menyerang karena mau berapa kalipun mereka berusaha, mereka tetap terus akan kalah. Jadi mereka hanya duduk diam menunggu perintah, entah itu dari ayah Liven ini atau dari Erfin.
Tapi jika ayah Liven ini menyuruh mereka untuk menyerang lagi, mereka akan menolaknya dan memilih untuk keluar dari pekerjaan ini.
....
Ketika Nisa melihat ayahnya terburu-buru seperti dikejar anjing, dia mau tidak mau bertanya "Ada apa ayah? mengapa sampai terburu-buru begitu?" bukan satu kali dia melihat ayahnya sesibuk ini, tapi kali ini dia terlihat terlalu terburu-buru.
"Ayah ada pekerjaan dari Erfin, jangan ganggu ayah dulu yah?!" jawab Pak Kiki. Dia tidak mau membuang-buang waktunya dengan menjawab semua pertanyaan anaknya ini.
"Tapi ayah...apakah sampai terburu-buru seperti itu?" tanya Nisa lagi. Apakah sepenting itu sampai harus terburu-buru?
Ternyata bukan hanya Nisa yang menganggap Erfin penting, tapi ayahnya juga.
Pak Kiki tidak menjawab pertanyaan anaknya barusan dan terus mengotak atik komputernya dan memprint out berkas yang diketiknya itu Lalu berlari keluar.
Sebenarnya dia bisa menyuruh sekretarisnya untuk membuatkannya, tapi takutnya sekretarisnya tidak bisa menyelesaikannya dengan cepat.
__ADS_1
Karena kebetulan lagi di rumah, Pak Kiki mengerjakannya sendiri agar lebih cepat dan tepat tidak ada kesalahan sedikitpun.
Setelah sampai di luar rumah, Pak Kiki tidak memanggil supirnya lagi dan langsung mengemudikan mobilnya sendiri.
Kali ini Erfin berurusan dengan keluarga dari kota mekar, jadi dia tidak boleh ceroboh untuk membuang-buang waktu.
Setelah bebetapa menit kemudian, Pak Kiki sampai di depan markas organisasi The Dragon King. Yang pertama dilihatnya adalah kumpulan para master seni bela diri itu yang terkumpul seperti tumpukan sampah.
Sepertinya baru saja terjadi pertarungan antara pihak Erfin dan pihak ayah Liven ini. Dia pun bergumam "Semoga saja aku tidak telat"
Di perjalanan tadi, Pak Kiki sudah ngebut dan sudah melewati batas kecepatannya saat dia mengemudi. Baru kali ini dia bisa mencetak rekor balapnya sampai secepat ini. Itu karena dia tidak mau telat dan membuat Erfin menunggu lama.
Dia tidak mau mengecewakan Erfin ini karena dia tidak mau pohon uangnya yang dia dapatkan di ambil orang lain.
Pak Kiki menyebarkan pandangannya dan mendapati Erfin sedang berdiri didepan seorang pria paruh baya yang sedang terduduk di tanah.
Dia pun mendekatinya dan tiba-tiba berkata "Nak Erfin.! maaf jika aku terlambat" ucap Pak Kiki lalu melihat berkas-berkas di tangannya kemudian melanjutkan "Ini berkas yang Nak Erfin minta saya buatkan tadi" Pak Kiki menyerahkan berkas itu kepada Erfin
Erfin mengambil berkas itu dan melihatnya, tidak ada yang salah. Dia pun memberikan berkas dengan penanya itu kepada ayah Liven untuk di tanda tangani
Ayah Liven mengambil berkas itu lalu membacanya. Tiba-tiba matanya terbelalak dan berteriak "Mustahil.! aku tidak akan pernah menanda tangani ini. Ini sudah tidak masuk akal lagi"
Ayah Liven melihat namanya terpampang jelas di berkas transfer itu, 'Kisaki'. Dia tinggal menanda tanganinya saja.
Erfin berbalik memandang Abi dan memberikan sebuah kode. Abi langsung paham dengan kode itu dan maju kehadapan Kisaki kemudian mengeluarkan sebilah pisau.
Erfin menyeringai kemudian berkata "Sepertinya kamu belum paham situasinya. Sebenarnya aku tidak akan melakukan ini, tapi karena kamu sudah berani datang untuk menyerangku, dan lagi kamu sudah salah arah sebagai seorang ayah karena tidak memperdulikan anakmu lagi"
****
__ADS_1
*Note "Sebelumnya mohon maaf untuk para Reader karena up nya hanya 1 episode. Soalnya Author lagi sibuk, ini saja Author hampir menyerah karena hampir tidak bisa membagi waktu. Tapi karena memikir lagi para Reader yang masih setia, Author akan terus up walaupun hanya 1 episode perhari.
Tapi lain kali Author akan berusaha untuk crazy up. Terima kasih karena sudah membaca Novel Author ya*?! :)