
Di lapangan latihan, karena para anggota sudah selesai latihan jadi mereka beristirahat sejenak di tempat peristirahatan di samping lapangan.
Erfin melihat sekeliling dan memanggil salah satu anggota itu "Kamu, kesini" dia memanggilnya sambil menggunakan isyarat tangan
Anggota itu berlari kecil mendekati Erfin "Saya Tuan Muda" ucapnya
Erfin kembali memandang Liven dan perlahan matanya turun memandang ke arah dua biji telur unta nya itu dan berkata "Pecahkan dua biji telur unta nya itu, karena sang biji itulah yang sering merusak para wanita. Jadi tidak salah jika kita memecahkannya, itu bisa menyelamatkan banyak wanita"
Mendengar itu, anggota itu perlahan mendekat ke arah liven dengan wajah datar. Para anggota ini telah membuang perasaannya karena perasaan hanya akan menghambat misi.
Ketika Liven melihat anggota itu mendekat ke arahnya dia takut dan merasa frustasi. Dia pun melirik kedua sang biji itu dan tiba-tiba berteriak "Tidak..jangan..jangan mendekat. Tidaaakkk" dia memberontak sampai tali yang diikat ditangannya sudah membekas dalam.
Jika telur burung pada umumnya jika dipecahkan tidak terlalu bermasalah karena sang induk masih bisa bertelur lagi, tapi jika itu manusia dia tidak akan bisa merasakan lagi kenikmatan dari seorang wanita dan tidak bisa lagi mencetak keturunan.
Untuk Liven yang kaya, dia lebih baik mati dari pada sang bijinya itu dipecahkan karena tidak ada gunanya lagi hidup didunia ini jika dia sudah menjadi kasim. Dan lagi dia tidak bisa mewariskan kekayaannya karena tidak bisa mempunyai keturunan lagi.
Anggota itu tidak memperdulikan teriakan Liven dan tetap mendekat. Dia akan tetap memberi pelajaran kepada Liven ini, bahkan jika tidak di suruh oleh Tuan Mudanya karena Liven ini sudah banyak merusak wanita.
Liven panik, dia sudah membayangkan ketika dia menjadi kasim nanti, dan itu sangat tidak menderita karena tidak punya nafsu lagi baik kepada kekayaannya maupun kepada wanita.
Kekayaannya bisa mengantarkan dia kepada kesombongan dari seorang lelaki, tapi jika dia sudah menjadi seorang kasim, untuk apa lagi kekayaan?
"Tidak..jangan pecahkan dua bijiku itu, aku akan memberimu apapun yang kamu mau..Erfin tolong, larang bawahanmu ini" ucap Liven, dia tidak tau lagi harus bagaimana untuk bisa bernegosiasi dengan Erfin ini
Tapi Erfin tetap diam dan anggota itu juga tetap mendekat dan "Krakkk" terdengar suara hantaman keras. Anggota itu menendang sang biji dengan kuat.
Liven belum bereaksi dan melihat kedua sang bijinya dan sedetik kemudian baru bereaksi "Aaaghhhh" teriakan itu memenuhi udara di lapangan itu. Kedua pahanya sudah saling bertemu untuk menghibur sang telur untuk tidak kesakitan.
__ADS_1
"Erfiiiinn mengapa tidak bunuh aku saja..aaaghhh" Liven sudah frustasi bukan hanya karena sakit dari kedua bijinya itu tapi juga karena dia sudah tidak berguna lagi.
"Kamu masih belum pantas di bunuh olehku, dan kamu juga masih harus menebus kesalahanmu selama ini" ucap Erfin
Dengan begini Liven tidak akan merusak wanita lagi, karena kedua bijinya sudah hancur. Jika dia mencari dokter profesional dan masih bisa diselamatkan, itu adalah sebuah keberuntungan baginya.
"Erfin!! tunggu saja, jika aku bisa keluar dari sini dalam keadaan masih hidup, aku yang akan membunuhmu" ucap Liven
Dia akan mengerahkan seluruh pengawal elit keluarga, dia berfikir jika di bandingkan dengan para anggota ini mereka ini masih tidak ada apa-apanya.
Tapi jangan salah, organisasi The Dragon King sudah memberantas semua organisasi seni bela diri besar. Untuk pengawal keluarga Liven yang bahkan tampak dari luar itu masih belum pantas menantang organisasi The Dragon King.
"Coba saja, aku akan bermain denganmu" ucap Erfin. Dia telah melihat kemampuan Abi melawan musuh bahkan pengawal keluarga Mardin pada saat itu.
Dia dengan malasnya menari ditengah-tengah pengawal itu dan membantainya, Erfin tau pengawal Liven ini pasti lebih kuat dari para pengawal yang ditemuinya sebelumnya tapi itu tidak akan jauh beda dengan pengawal Mardin
Jika pengawal keluarga Mardin saja dibantainya sambil menari, palingan pengawal keluarga Liven hanya membantainya sambil bermain lompat tali.
Mendengar perintah itu, anggota itu kemudian melepaskan ikatan Liven dan menyeretnya keluar dari markas
....
Di sisi Fiki, dia sedang mondar mandir didalam kamarnya. Dia takut Erfin mengetahui bahwa dia bersekongkol dengan Liven untuk menjebaknya
Pokoknya hari ini dia harus meminta maaf kepada Erfin, "Aku harus meminta maaf kepada Erfin terlebih dahulu sebelum dia mengetahuinya sendiri" gumamnya kemudian berhenti sejenak dan melanjutkan "Tapi..sepertinya amarah Erfin belum reda, jika aku meminta maaf sekarang itu akan menyulut kembali emosinya, bagaimana ini?"
Dia mondar mandir didalam kamarnya hanya untuk memikirkan ini, dia sudah tidak berani memprovokasi Erfin lagi, tadi malam dia sudah dikejutkan oleh Erfin dengan barang-barangnya.
__ADS_1
Bahkan jika dia diberi sepuluh keberanian, dia tetap tidak akan berani memprovokasi Erfin lagi. Tapi jika itu sebelas atau lebih, apakah Fiki akan memikirkannya lagi? Tidak ada yang tau.
"Mungkin aku harus menunggu beberapa hari lagi untuk meminta maaf padanya, aku harus menunggu emosinya mereda terlebih dahulu kemudian aku meminta maaf, aku harus menanggungnya apapun yang terjadi yang penting dia memaafkanku dan menerimaku sebagai temannya lagi" gumam Fiki
Dia sudah sedikit tenang, karena sudah mendapatkan keberanian untuk bertanggung jawab.
....
Kembali ke sisi Erfin, dia mendatangi Abi untuk mengajarinya senj bela diri...
"Abi..ajari aku seni bela diri, aku tidak mau terlalu bergantung padamu. Aku harus bisa menjadi kuat agar bisa menjaga diriku sendiri dan bisa menjaga orang-orang yang ku sayangi" ucap Erfin
Mendengar itu, Abi pun tersenyum. Akhirnya Tuan Mudanya sudah mau berinisiatif untuk berlatih seni bela diri.
Karena Brandon memeberi tahunya bahwa Erfin akan menjadi kepala organisasi selanjutnya. Dan itu Erfin harus lebih kuat agar bisa memandu semua anggotanya.
Abi pun menjawab "Untuk itu aku mohon maaf Tuan Muda, aku tidak cukup kuat untuk melatihmu" ucapnya kemudian melanjutkan "Tuan Muda bisa meminta kepala untuk melatihmu secara pribadi"
Karena Erfin harus menjadi lebih kuat, dia harus mencari guru yang lebih kuat juga bukan?
Erfin juga berpikir perkataan Abi ada benarnya, dia kemudian berkata "Baiklah..panggilkan Brandon untukku"
Mendengar itu, Abi pergi kekantor kepala dan memanggil Brandon.
"Aku senang Tuan Muda sudah mau berlatih seni bela diri" ucap Brandon sambil tersenyum dan berjalan mendekat kearah Erfin kemudian melanjutkan "Bisa kita mulai sekarang latihannya?"
Dia terlalu semangat sampai tidak sabar untuk melatih Tuan Mudanya.
__ADS_1
***
Note : Mohon maaf karena belum bisa update banyak karena Author lagi sibuk :)