Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 21


__ADS_3

...


Setelah kelas selesai, Erfin buru-buru keluar agar tidak melihat Liven lagi, karena setiap melihat Liven, Erfin selalu mengingat masa lalunya, orang yang sudah sembuh pun jika memakan sesuatu yang sudah menjadi alerginya, akan kembali merasakan sakit.


Liven juga tidak mengikutinya, karena juga tidak akan mendapatkan apa-apa. Lagian tadi dia sudah siap mempermalukan Erfin didepan teman sekelasnya sendiri.


Liven lebih memilih mencari wanita cantik selagi berada di sini. Siapa sih yang tidak mau sama Liven iya kan?


Selagi berjalan di taman kampus, dia melihat sesosok wanita cantik dengan riasan tipis, wajahnya yang cantik dengan dua pipi yang gemes membuat Liven terpana. Apa lagi tubuhnya yang seksi dengan pinggang yang langsing membuat dua balonnya terlihat mencolok sendiri.


Mata Liven memperhatikan dari atas kebawah, sesaat melihat kebawah, dia melihat kaki yang jenjang dan putih mulus yang dibungkus stoking hitam. Yaa wanita itu adalah Nisa


Nisa melihat Liven ini memperhatikan tubuhnya langsung merasa jijik. Dia hanya ingin Erfin yang melihatnya dan tidak boleh orang lain.


Liven tiba-tiba mendongak dan berkata "Hai manis, karena sudah siang, mau kah kau makan siang bersamaku?" ucap Liven


Dia dengan pedenya mengajak Nisa, karena selama ini dia tidak pernah ditolak, jadi dia bisa sepercaya diri ini mengajak wanita makan.


"Maaf, tapi aku sudah janjian sama pacarku untuk makan siang" ucap Nisa kemudian pergi


Tapi apakah Liven membiarkannya? untuk play boy seperti dia, jika dia di tolak maka sama saja menelanjanginya didepan orang banyak.


Liven menarik tangan lembut Nisa dan berkata "Buru-buru sekali, lagian apakah pacarmu sekaya dan setampan aku?" ucap Liven


...


Di parkiran kampus, Erfin ingin pulang dan sedang berjalan kaki menuju gerbang kampus, sebelum dia sampai di gerbang, dia melewati taman kampus dan matanya tiba-tiba merah.


Ya, sia sedang marah melihat Liven mencoba menggoda pacarnya. Apakah dia sudah bosan hidup?


Erfin mendekat dan berteriak "Liven...berani kamu menggoda pacarku? kamu sudah bosan hidup?" Liven ini pasti merencanakan hal-hal buruk lagi.


Untuk play boy seperti dia, dia sudah meniduri banyak wanita, tidak terkecuali kali ini. Dia pasti menginginkan Nisa lagi


Tapi tidak semudah itu ferguso..kamu sudah salah merayu wanita, wanita yang kamu rayu kali ini adalah pacar Tuan muda Erfin sang penunggang naga. Atasan dari organisasi The Dragon King.


"Apa?? pacarmu?? hahahaha Erfin..cobalah untuk bercermin, orang miskin seperti kamu bahkan bermimpi memilikinya saja sudah mustahil, jangan membuat lelucon" ucap Liven tertawa sambil memegang perutnya


"Sayang sekali aku akan mengecewakanmu kali ini" ucap Erfin kemudian memanggil Nisa "Nisa sayang..ayo pergi makan siang" ucapnya lagi

__ADS_1


Nisa dengan senang berlari dan memeluk lengan Erfin, keduanya bersiap pergi tapi Liven tiba-tiba berkata "Nama kamu Nisa ya? cantik-cantik tapi mata buta, kamu mau sama cowok miskin seperti dia?"


"Makan siang bersamaku, aku akan memberimu apa yang kamu mau" ucap Liven


"Erfin itu-" Nisa ingin membantah Liven dan ingin mengatakan Erfin itu orang kaya, tapi di tahan oleh Erfin.


"Tidak perlu menjelaskan kepada orang seperti dia" ucap Erfin memeluk pinggang Nisa kemudian berbalik melihat muka masam Liven dan berkata "Maaf..aku tidak bisa mengajakmu juga makan kali ini, karena aku orang miskin" ucap Erfin sambil menunjukkan seringainya.


Keduanyapun pergi, sementara Liven kesal dan menendang batu kecil yang ada didepannya.


Liven sudah menyiapkan rencana untuk memberi pelajaran kepada Erfin ini, untuk Nisa dia harus mendapatkannya malam ini. Liven mengirim pesan whatsapp di grub pertukaran pelajarnya untuk tidak ikut berkumpul dulu karena ada urusan. Kemudian dia keluar dari gerbang kampus dan mencari gengster yang menguasai daerah ini.


...


Diperjalanan, Erfin numpang di mobil Nisa dan Nisa yang mengemudi.


"Sayang!!" panggil Nisa. Sementara Erfin seluruh tubuhnya gemetar.


Tadi dia memanggil sayang karena hanya ingin menunjukkan ke Liven saja bahwa mereka pacaran. Tapi dikeadaan seperti ini, dia belum terbiasa.


"Hmm" ucap Erfin singkat, dia menyembunyikan perasaannya yang dirasakannya tadi


Karena tadi Erfin sudah mengajaknya makan siang, berarti tinggal cari restoran saja.


"Aku mau pulang ke vila untuk istrahat, karena sore nanti aku ada urusan" ucap Erfin


"Haa?? bukannya tadi kamu mengajakku makan siang?" tanya Nisa dengan wajah sedih


Nisa dengan senangnya menanyakan tempat untuk mereka makan siang, Erfin malah ingin pulang. Terus ajakannya tadi itu bohong?


"Memangnya aku berkata begitu?" tanya Erfin pura-pura lupa


"Kalau tau begini, mending aku terima saja ajakannya cowok tadi" ucap Nisa sengaja membuat Erfin risau


Kata-kata itu seperti resleting celana yang menjepit Erfin kecil yang berada dalam celana.


"Baiklah..cari tempat sembarang saja, aku akan menemanimu" ucap Erfin lesu


"Aku pacar kamu kan? sudah seharusnya kamu menemani pacarmu makan, senyumnya mana?" ucap Nisa manja sambil menarik pipi Erfin mencoba membuatnya tersenyum.

__ADS_1


Jika para jomblo melihat ini, mereka akan muntah darah plus mimisan.


Tidak lama kemudian, mereka sampai di warung makan kecil di sebelah gang, warung makan itu kecil tapi selalu ramai bahkan penuh dengan pelanggan.


Warung kecil itu tidak membedakan yang kaya dan yang miskin, semuanya harus antri.


"Tumben mau makan ditempat seperti ini" ucap Erfin


"Bukan tumben, aku sering makan di sini, makanannya juga enak, tidak kalah dengan restoran bintang lima"


"Disini juga penjualnya tidak membeda-bedakan orang kaya dan orang miskin, semuanya harus antri" ucap Nisa


Nisa sebelumnya sudah sering makan disini, bukan hanya makanannya yang enak, tapi dia juga suka dengan cara pelayanannya yang tidak pandang kaya dan miskin.


"Pemilik warung ini sebelumnya sudah banyak restoran besar yang ingin merekrutnya untuk bekerja sebagai chef, tapi dia menolaknya"


"Ayahku juga ingin merekrurnya bahkan dengan gaji yang mahal, tapi selalu ditolaknya"


"Orang yang memaksanya dan mengirim orang untuk merusak warungnya selalu berakhir pulang hanya tinggal nama" ucap Nisa


Erfin berpikir mungkin orang yang dibelakang pemilik warung ini adalah sebuah organisasi yang tersembunyi juga, atau mungkin seperti intel? bisa jadi. Tapi untuk apa juga? ah lupakan saja


"Jadi makan tidak? kalau jadi, pesan cepat sebelum orang lain yang mengambil antrian" ucap Erfin


Nisa kemudian memesan dan menunggu makanannya di hidangkan


...


Di sisi Liven. Dia sudah mendapatkan gengster yang memegang daerah sini, gengster Tenjiku.


"Tugas kalian adalah membantuku menghajar seseorang, tadi aku sudah menyuruh supirku untuk mengikutinya, kita tinggal mengikuti dia saja" ucap Liven


"Siapa orang itu? aku harus memastikannya terlebih dahulu" ucap ketua gengster itu


"Katanya kalian yang memegang sebagian kota puhul ini, kalian tinggal ikuti aku, setelah tiba disana baru kalian hajar dia, asal jangan membunuhnya" ucap Liven lagi


Ketua gengster itu juga tidak bisa mengelak, karena mereka memang memegang jalanan sebagian kota puhul ini.


Dia tidak akan menurunkan harga dirinya, jadi dia berkata "Baiklah, kita pergi sekarang, aku ingin lihat orang seperti apa yang berani membuat masalah dengan Tuan muda Liven"

__ADS_1


__ADS_2