Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 65


__ADS_3

Di markas organisasi The Dragon King, matahari sudah tenggelam sempurna dan para anggota sudah siap siaga di formasinya masing-masing.


Karena tidak tau kapan musuh akan menyerang, jadi setiap malam mereka selalu berjaga dan membentuk formasi pertahanan yang sudah di siapkan oleh Brandon.


Terlihat Brandon sedang duduk di kursi bawah sementara Erfin duduk di kursi kepala organisasi. Terlihat jika dia ada sedikit rasa sombong karena telah menguasai semua tekhnik ayahnya.


Sebenarnya Brandonlah yang menyuruhnya duduk di kursi kepala itu, karena tidak sopan jika dia yang mendudukinya sementara Tuan Mudanya duduk di kursi bawah.


Sementara itu di samping Brandon, Abi sedang membersihkan kedua belatinya. Dia sudah siap kapan saja jika musuh akan menyerang.


Brandon menatap Erfin dan tiba-tiba berkata "Tuan Muda, apakah anda serius ingin berpartisipasi dalam peperangan ini?"


Brandon sepertinya cemas akan keselamatan Erfin, karena takutnya dia tidak bisa melindunginya.


Erfin sedang menopang dagunya dan melihat keluar pintu menunggu musuh yang akan menyerang. Ketika dia mendengar perkataan Brandon barusan, dia kemudian mendongakkan kepalanya dan beralih menatap Brandon.


Dia belum berbicara dan memikirkan perkataan yang akan dia keluarkan, karena dia juga ada sedikit rasa takut tapi Abi tiba-tiba menatap Erfin kemudian Brandon lalu berkata "Aku akan melindungi Tuan Muda bahkan jika itu mengorbankan nyawaku"


Dia ingin mengorbankan nyawanya sendiri bukan karena memikirkan ayahnya Erfin yang sudah melindungi nyawanya, melainkan karena Erfin lah yang membuat Abi merasa hidupnya hanya akan berguna jika itu untuk membiarkan Erfin tetap hidup.


Mendengar perkataan Abi barusan, Brandon dan Erfin sontak menatap lekat pada Abi. Bagaimana tidak, Abi terlalu blak-blakkan mengatakannya sampai membuat keduanya terharu.


Tapi Erfin tidak setuju dengan perkataan Abi barusan, dia tidak akan menggunakan nyawa orang lain untuk kehidupannya.


Diapun berkata "Jangan mengatakan hal bodoh seperti itu, aku tidak akan hidup tenang jika itu benar-benar terjadi"


Erfin menghela nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan kemudian berkata lagi "Aku janji..aku berjanji aku tidak akan mati! Jadi kalian hanya fokus pada pertempuran saja, jangan bikin roh ayahku malu dengan kekalahan"


Perkataan itu seakan mengantam kuat pada dada Brandon dan Abi, tapi dengan itu juga mereka menguatkan tekadnya untuk harus menang, dan tidak boleh tidak.


....


Sementara itu di sisi gelap hutan di belakang markas The Dragon King sudah ada banyak orang. Jika orang biasa melewati hutan itu, dia tidak akan melihat apa apa selain rimbunnya hutan di tengah kegelapan.


Tapi jika kita melihatnya lebih teliti lagi, bisa terlihat puluhan bahkan ratusan siluet hitam yang sedang bersembunyi di balik rimbunnya dedaunan.


Orang yang di panggil sebagai Tuan King dari mereka sedang berjalan melewati pohon besar didepannya dan tiba-tiba berkata "Arum..bagaimana situasi pihak musuh?"

__ADS_1


Terlihat seseoraang turun dari atas pohon itu langsung berjongkok menunjukkan sikap hormat. Orang itu tidak lain adalah Arum, tangan kanan dari King sang bos besar di organisasi itu.


"Tuan King..mereka sudah membuat formasi. Tapi di bagian belakang markas mereka ada celah yang mereka tidak perhatikan kita bisa menyerang dari sana" ucap Arum


Ketika mendengar ini, King menyeringai dan berkata "Sepertinya mereka cukup ceroboh, bagaimana jika aku menyerang mereka dari belakang? apakah mereka tidak memikirkannya?"


King menatap Arum dan berkata lagi "Tunggu.! untuk organisasi yang sudah berpengalaman tidak mungkin mereka bisa melakukan hal ceroboh ini. Bisa saja ini adalah jebakan, kita menyerang dari depan saja"


Arum juga merasa perkataan Tuannya itu ada benarnya, dan dia langsung menjawab "Baik Tuan, saya akan membawa semua pasukan menyerang dari depan"


Setelah mengatakan itu, Arum berdiri dan mengayunkan tangannya kedepan untuk isyarat maju.


Setelah melihat isyarat itu, ratusan siluet hitam berlari melewati pohon demi pohon menuju gerbang depan markas organisasi The Dragon King.


Sementara King masih memantau bagian belakang markas organisasi The Dragon King itu, dia hanya memastikan bahwa itu benar-benar jebakan yang sesuai dengan pemikirannya.


Dia memanjat dinding batu yang menjadi dinding markas, batu itu sudah menyerupai dinding yang terbentuk oleh alam sendiri.


Setelah dia sampai di puncak batu itu, dia melihat kebawah dan benar saja di situ ada jebakan. sebilah belati langsung melewati telinganya.


Karena sudah menjadi bos dari organisasi besar tentunya dia bisa mengelak dengan cepat. Tapi jika di lanjutkan maka nyawanya juga dalam bahaya karena dia tidak tau apa jebakan selanjutnya.


....


Di sisi Brandon, karena sudah stay di gerbang depan dia bisa merasakan keberadaan para pasukan musuh itu.


Karena sudah menyiapkan metode penyerangan sebelumnya dengan seluruh isi pikirannya, dia hanya meninggalkan dua orang di bagian belakang markas untuk menakuti musuh.


Karena dia sudah tau bahwa pada akhirnya musuh akan menyerang di gerbang depan markas.


Tapi untuk menghindari kegagalan rencana itu, Brandon menyiapkan rencana kedua, jika metode itu gagal, mereka harus lari dan meminta bantuan.


Tapi jika berhasil, mereka hanya cukup menjaga barisan belakang saja.


Dan benar saja, King tidak melanjutkan niatnya untuk menyerang di bagian belakang dan malah menyusul di bagian gerbang depan markas.


Brandon, Erfin dan Abi sudah siap meladeni para musuh itu. Erfin sudab menguatkan hatinya untuk berpartisipasi dalam pertempuran dan tidak menjadi beban bagi Abi dan Brandon.

__ADS_1


Brandon menatap Erfin dan sekali lagi bertanya "Tuan Muda, apakah anda benar-benar mau berpartisipasi dalam pertempuran ini?"


"Jika benar begitu aku akan melindungimu, karena hanya anda penerus organisasi ini kedepannya" tanya Brandon. Menurutnya dengan menjaga keselamatan Tuan Mudanya, dia bisa menyelamatkan masa depan organisasi ini.


Mendengar pertanyaan Brandon barusan, Erfin mau tidak mau berkata dengan nada kesal "Apakah kamu tidak percaya dengan hasil latihanku selama ini? harusnya kamu yang lebih tau tentang itu karena kamu guruku"


Erfin melipat tangannya didepan dada dan membuang muka, tidak mau lagi meladeni Brandon yang terlalu mengkhawatirkannya.


Mendengar perkataan dan melihat tingkah Erfin barusan, Brandon menjadi tenang dan bergumam "Benar juga, apa yang aku khawatirkan setelah dia sudah menguasai seluruh tekhnik ayahnya?"


Selagi dia tenggelam dalam pikirannya memikirkan dirinya melatih Erfin selama ini, tiba-tiba ada seseorang yang entah dari mana datang di depan gerbang. Orang itu tidak lain adalah Arum.


Brandon langsung sadar dan melihat sekeliling, dia mendapati bahwa pasukan lain akan segera bergerak setelah mendengar perintah dari Arum ini.


Sementara Abi dan Erfin sudah menyiapkan kuda-kuda, siap untuk menyerang kapan saja.


"Oyy Brandon lama tidak bertemu, sepertinya kamu masih bugar seperti dulu" ucap Arum


Dia adalah orang yang selamat dari pembantaian organisasi The Dragon King pada waktu itu, karena dia hanya ketua dari organisasi seni bela diri kecil, Brandon tidak memperhatikannya. Arum berhasil melarikan diri di kota untuk bersembunyi.


Brandon seketika terkejut tapi tiba-tiba mengubah ekspresi terkejutnya itu menjadi seringai dan berkata "Aku tidak tau tikus kecil sepertimu selamat dari pembantaian waktu itu, tapi kali ini aku pastikan kamu tidak akan selamat bahkan sehelai rambut pun"


Setelah kata-kata itu terucap, Abi langsung menyerangnya menggunakan kedua belatinya. Tapi setelah Abi mendekati Arum, dia langsung di tendang oleh seseorang dari belakang Arum dan terhempas kebelakang.


Untuk orang seperti Abi, tendangan itu hanyalah seperti hanya tersandung saja.


Dia bisa saja mengalahkannya tadi, hanya karena Abi salah mengambil langkah pertama jadi dia bisa terkena tendangan.


Melihat Abi yang terhempas kebelakang, Erfin dengan marahnya maju untuk mematahkan tulang belulang orang yang menendang Abi barusan.


Dia dengan cepatnya langsung berada didepan orang itu dan melayangkan satu pukulan mematikan, kejadian barusan tidak terlihat jelas oleh Arum dan bawahannya itu karena terlalu tiba-tiba.


Dengan satu serangan saja, orang itu langsung mematung ditempat. Ya dia sudah mati dengan tubuh yang masih berdiri.


Melihat kejadian barusan, Abi berkata kepada Brandon "Kepala..bukankah dia mengingatkanmu dengan mereka berdua?" mereka berdua yang dimaksud Abi adalah Tuan Latani dan Tuan Riha, ayah dan kakek Erfin.


Brandon memandangi punggung Erfin sambil tersenyum dan berkata "Benar..tampaknya dia telah melampaui pendahulunya"

__ADS_1


****


Note : Maafkan keterlambatanku dalam meng update ygy, karena terlalu sibuk kerja tugas kuliah sampai tidak bisa membagi waktuku untuk update


__ADS_2