
Di lapangan tempat latihan....
Brandon sudah tidak menyuruhnya mengangkat tiang lagi, dia sudah memberikan teknik-teknik bela diri yang dia ketahui.
Dengan teknik yang hanya kepala organisasi yang memilikinya. Teknik ini di berikan oleh Tuan Latani untuk menjadi kepala organisasi setelahnya.
Terlihat di tengah lapangan Brandon sedang mengajari Erfin langkah dan teknik-teknik bela diri. Sepertinya Erfin dengan cepat menguasainya walaupun kekuatan fisiknya belum bisa mengikuti.
Tapi dengan ini juga dia bisa memperkuat fisiknya agar bisa melakukan teknik yang Brandon berikan ini.
Setelah beberapa jam latihan, Brandon juga sudah mengeluarkan banyak keringat sedangkan Erfin seakan baru keluar dari danau. Dia memandikan keringat.
Tidak lama selang meteka istirahat, ada suara kegadugan di luar markas. Dan itu teriakan-teriakan menyayat hati.
....
Sebelumnya...di sisi Abi..._
Abi dan para anggota yang lain sedang istirahat, sambil menunggu waktu sore mereka sedang bermain kartu dan ada juga yang sedang memamerkan sulapnya.
Tapi tidak lama saat mereka bermain, mereka mendengar teriakan di luar markas. Karena tempat peristirahatan mereka tidak jauh dari gerbang, mereka dapat mendebgarnya dengan jelas
"Erfiinn!! keluar kamu..bawa semua pasukanmu itu, aku akan membunuhmu hari ini. Salahmu karena tidak membunuhku kemarin" orang yang berteriak itu tidak lain adalah Liven
Sekarang dia datang untuk membunuh Erfin dengan membawa semua pasukan keluarganya, tak satupun yang ia tinggalkan.
Semua master seni bela diri yang bekerja di bawah keluarganya, dibawanya untuk memporak-porandakan markas ini dan yang paling utama adalah membunuh Erfin karena sudah memecahkan telur untanya.
Ketika Abi mendengar teriakan itu, dia langsung reflek berdiri dan berlari keluar untuk melihatnya. Dia sudah mengetahui bahwa yang berteriak tadi adalah Liven, jadi dia ingin melihat pasukan yang dibawa oleh Liven ini.
Dia keluar di ikuti oleh semua anggota organisasi The Dragon King, kebetulan semua anggota sedang berkumpul kecuali Estes yang sibuk mengurus warung kecilnya dan juga mengurus kerja samanya dengan Pak Kiki.
__ADS_1
Saat mereka tiba di luar, terlihat rombongan orang berbaris disepanjang jalan dan yang memimpin mereka adalah Liven dengan ayahnya yang berada disampingnya.
Terlihat orang-orang yang dibawa oleh Liven ini tidak kurang dari 300 orang dan itu semua master bela diri.
Tapi Abi dan anggota yang lain tidak mundur, Abi melangkah kedepan dan memasukkan kedua tangannya kedalam sakunya lalu berkata "Aku pikir keluargamu bisa membawa pesawat tempur atau tank militer untuk memporak-porandakan markas kami ini, ternyata kamu hanya membawa para cecunguk ini? kamu bercanda?"
Mendengar ini ayah Liven langsung maju dan menunjuk hidung Abi lalu berkata "Bajin**n..sombong sekali kamu, dengan semua master seni bela diri yang kubawa ini, kalian tidak akan bisa keluar dari sini dengan keadaan hidup-hidup"
Abi tidak banyak bicara dan hanya menyeringai, tiba-tiba tanpa di duga-duga Abi menendang ayah Liven itu sampai terbang kebelakang beberapa meter. Bahkan orang-orang yang menahannya juga ikut mundur.
Melihat ini para master seni bela diri itu langsung naik darah. Bagaimana tidak, tanpa aba-aba orang di depannya ini langsung menendang majikannya.
Mereka tidak bisa diam lagi dan maju untuk memulai pertarungan, para anggota dibelakang Abi juga tidak berdiam diri saja, mereka juga maju untuk meladeni para master bela diri ini.
....
Kembali ke sisi Erfin, dia dan Brandon mendengar keributan di luar dan langsung berlari menuju TKP, Tempat kejadian perkara.
Saat mereka sampai, mereka mendapati para anggotanya sedang bertarung dengan kubu lawan. Tidak jauh dari situ, Erfin melihat Liven dibelakang, diluar pertarungan. Ternyata lawan para bawahannya ini adalah pasukan Liven yang datang untuk balas dendam.
"Buaghhh"
"Buaghhh"
"Buagahhh"
"Aaahhh"
Terdengar suara yang menyayat hati memenuhi udara di luar markas itu. Para bawan Erfin ini melawan Master seni bela diri yang dibawa oleh Liven dan itu berjumlah tidak kurang dari tiga ratus.
Tapi yang membuat Liven dan ayahnya melongo adalah, semua master seni bela diri yang dia bawa semuanya terbaring di tanah.
__ADS_1
Teriakan-teriakan tadi itu adalah teriakan dari para master seni bela diri yang di bawa oleh Liven dan ayahnya. Mereka tidak mampuh melawan bahkan hanya para anggota junior dari organisasi The Dragon King.
Bagaimana tidak, mereka melawan organisasi terkuat yang sudah bertahan dari serang musuh bahkan sudah melawan organisasi terkuat selama bertahun-tahun.
Belum lagi master seni bela diri yang dibawa oleh Liven ini menantangnya di depan markas mereka yang berdiri di atasnya patung naga yang memakai mahkota yang sedang menganga lebar dan sudah siap memangsa musuhnya.
300 master master bela diri itu masih tidak bisa dibandingkan dengan anggota junior dari organisasi The Dragon King.
Erfin mengira 300 master bela diri ini hanyalah awalan dari serangan berikutnya dari Liven ini. Karena yang Erfin tau, Liven tinggal di kota Mekar dan itu kota yang semuanya orang-orang kaya. Kecuali yang tinggal di pinggiran kota.
Jadi Erfin belum lega setelah melihat semua master itu tergeletak di tanah, dia masih menunggu serangan kejutan berikutnya.
Sementara Liven dan ayahnya sudah terduduk di tanah, kakinya sudah lemas bahkan untuk berdiri saja sudah tidak bisa.
Melihat semua master bela diri yang dia bawa tergeletak di tanah, Liven frustasi karena tidak bisa membalaskan dendamnya untuk membunuh Erfin.
Dia terduduk di tanah dan memandang langit lalu tiba-tiba dia berteriak "Aaaaghhhh" teriakan itu memenuhi udara dan menyayat hati. Bahkan Erfin saja sampai tidak tega.
Sementara ayah Liven juga terduduk sambil memegang kepalanya, semua master bela diri yang selama ini menjaga keluarganya dari serangan musuh sudah terkapar saat melawan musuhnya ini.
Para master ini dia bayar mahal-mahal untuk melindungi keluarganya. Tapi saat dia membutuhkan mereka untuk membalas dendam anaknya, mereka bahkan tidak berkutik.
Dia bukan saja memikirkan para master bela diri itu, tapi dia juga memikirkan uangnya karena telah membayar master bela diri yang tidak berguna ini.
Ketika Erfin melihat kejadian ini, dia masih heran dan tidak yakin. Apakah Liven ini sudah kalah? apakah tidak ada serangan selanjutnya?
Erfin sudah mempersiapkan dirinya untuk menunggu serangan kejutan dari Liven dan ayahnya ini. Tapi sampai sekarang tidak ada serangan atau bala bantuan. Dan lagi Liven dan ayahnya sudah terduduk di tanah.
Jadi dia bertanya kepada Brandon di sampingnya "Apakah kita menang?" Erfin bertanya dengan ekspresinya yang tidak habis pikir
"Tuan Muda bisa melihatnya, Raja nya sudah tidak bisa bangkit lagi. Itu berarti pasukannya sudah tidak bisa melawan lagi" ucap Brandon
__ADS_1
Tapi bukan itu yang ingin Erfin dengar, dia kemudian bertanya lagi "Bukan itu maksudku..yang aku maksud apakah tidak ada bala bantuan? seperti pesawat tempur atau tank militer?"
Brandon tertawa lalu berkata "Keluarga mereka tidak sanggup untuk membelinya, mereka bisa di katakan orang kaya paling terendah di kota mekar"