
Keesokan harinya, karena hari ini hari sabtu jadi Erfin tidak kekampus karena tidak ada kelas.
Dia kemudian menelpon Seno untuk menyiapkan beberapa pelayan di rumah barunya itu. Karena terlalu luas, jika tidak ada pelayan siapa yang akan mengurusnya?
Erfin terlalu sibuk dengan urusannya sendiri. Lagian sudah sewajarnya jika rumah mewah punya beberapa pelayan bukan?
"Tuan Muda?! ada apa menelponku?" tanya seno diseberang telepon.
"Aku ingin kamu mencarikan beberapa pelayan untuk rumah baruku, serta beberapa penhawal juga" ucap Erfin
Untuk rumah besar nan mewah itu harusnya disiapkan dengan beberapa pengawal hanya untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan.
"Baik Tuan Muda, akan saya carikan sekarang juga" ucap Seno. Memang sudah seharusnya rumah mewah seperti itu dilengkapi dengan pengawal. Tapi Seno akan mencarikan pengawal yang benar-benar bisa di andalkan bukan yang hanya mempunyai badan kekar saja tapi tidak bisa bela diri.
"Baik..itu saja" ucap Erfin kemudian mematikan teleponnya.
Erfin mengingat-ngingat apa lagi yang kurang di rumah barunya itu "Pelayan sudah..pengawal sudah..apa lagi ya? Ahh..nanti saja jika sudah kepikiran" gumam Erfin
Karena sudah tidak ada kekurangan lagi untuk rumah barunya itu, dia pergi menemui ibunya untuk meminta izin keluar sebentar.
"Bu..aku keluar sebentar, ada urusan" ucap Erfin
Nuja hanya mengangguk kemudian dia bersandar dikursi dan menatap kosong kedepan. Dia sedikit bosan seperti ini.
Erfin melihat ibunya seperti ini tiba-tiba dia ke ingat sesuatu, ibunya tidak punya ponsel. Pantas saja ibunya seperti ayam kedinginan karena tidak ada yang bisa dia lakukan.
Erfin keluar dari rumah untuk pergi membelikan ponsel untuk ibunya.
Sesampainya di parkiran toko, Erfin keluar dari mobilnya menuju toko ponsel tanpa memperhatikan tatapan orang-orang terhadapnya.
"Sepertinya dia youtuber yang suka nge prank cewek-cewek matre, lihat pakaiannya seperti pemulung"
"Sepertinya begitu"
"Tapi nama channelnya apa ya? kok aku tidak pernah melihatnya di youtube?"
__ADS_1
"Aku ingin berpura-pura tidak tau saja biar dia nge prank aku" ucap para wanita itu dari kejauhan.
Karena pagi ini Erfin sudah mengganti setelan jasnya, jadi dia hanya memakai pakaian yang biasa dia pakai untuk ke kampus. Dan itu masih disebut seperti pemulung? sepertinya selera para wanita ini sudah terlau tinggi.
Setelah dia sampai didepan pramuniaga, karena dia buru-buru agar ibunya tidak lama menunggunya, dia langsung menanyakan ponsel yang paling mahal.
"Yang mana ponsel yang paling mahal di sini?" tanya Erfin
Para pramuniaga itu melihat Erfin sekilas dan tiba-tiba mencemoohnya "Adik..jika kamu ingin sombong, sesuaikan juga dengan pakaianmu. Banyak loh pakaian ber merk terkenal yang KW"
Pramuniaga ini tidak melihat Erfin turun dari mobil sportnya karena terhalang tembok, dia hanya mendengar suara mobilnya saja yang menggelegar. Jadi dia tidak tau jika mobil sport itu milik Erfin karena Erfin juga hanya memakai pakaian lusuh.
Erfin mengerutkan dahi..dia hanya menanyakan ponsel yang mahal yang mana. Tapi malah dibalas dengan cemoohan, apakah pertanyaanya salah?
Dia buru-buru agar tidak membuat ibunya menunggu kejutannya, dia harus membelikan ponsel yang paling mahal agar terlihat sesuai dengannya sebagai Nyonya besar.
"Maaf..aku buru-buru. Tolong cepat ambilkan ponsel yang paling mahal" ucap Erfin lagi
Pramuniaga itu tersenyum menghina "Masih mencoba terlihat keren? sudahlah. Ujung-ujungnya juga membeli ponsel murah"
"Kami tidak memilik ponsel murah di sini, jadi pergi cari tempat lain saja" ucap pramuniaga itu.
"Tenang saja, jika kamu bisa membeli ponsel yang paling murah disini, itu sudah dianggap kaya kok. Karena disini terkenal akan ponsel yang bermerk terkenal dan mahal"
Erfin pusing. Hanya membeli ponsel saja sudah merepotkan seperti ini. Dia kemudian tidak jadi membeli, dia pun pergi keparkiran dan berniat untuk mencari toko lain.
Para pramuniaga itu tertawa terbahak-bahak "Hadeh..anak muda jama sekarang sukanya memang ingin terlihat kaya dan keren tapi tidak menyesuaikannya dengan isi dompetnya"
Kemudian pramuniaga satunya berkata lagi "Kira-kira pergi kemana anak yang tadi? ayo kita lihat"
Mereka keluar mengikuti Erfin sampai di pintu toko hanya untuk melihat anak menyedihkan itu.
Sementara Erfin berjalan menghampiri mobil sportnya dengan berjalan cepat.
Ketika para pramuniaga itu melihatnya, dia tiba-tiba refleks berteriak "Hey heyy..jangan sentuh mobil itu, nanti bisa lecet" kemudian dia berlari untuk menghalangi Erfin mendekat kemobil itu di ikuti satu orang pramuniaga dibelakangnya.
__ADS_1
"Tidak bisa bersikap keren untuk membeli ponsel mahal, sekarang mau menggunakan mobil ini untuk membohongi orang-orang bahwa ini mobilmu?" ucap pramuniaga itu lagi.
Jika mobil ini lecet, maka pihak toko yang harus mengganti rugi karena berada di parkirannya.
"Ini memang mobilku...Minggir!! aku mau mencari toko lain" ucap Erfin
Tidak cukup menghinanya di dalam toko tadi, sekarang mereka mau memfitnah dia lagi karena mau menaiki mobilnya. Sepertinya mereka tidak sayang dengan pekerjaannya.
""Tidak perlu berpura-pura..Pemilik mobil ini ada disekitar sini, jika dia mengetahui ini, kamu akan berakhir dipenjara" ucap pramuniaga itu
"Sarah sudahlah..tidak perlu berdebat dengannya lagi, cepat cari pemilik mobil ini dan bilang bahwa ada yang berpura-pura menjadi pemilik mobilnya" ucap pramuiaga satunya, namanya Sinta.
"Tunggu sebentar..aku akan mencarinya" ucap Sarah
Mau mencari siapa? pemilik mobil? pemiliknya ada didepan kalian ini wahai para wanita buta.
Ketika Sarah bersiap beranjak pergi untuk mencari pemilik mobil, tiba-tiba mobil itu mengeluarkan suara "Bip bip"
Sarah refleks berbalik dan berkata "Nah itu pemilik mobilnya" dia mencari-cari pemilik mobil itu tapi orang-orang yang dilihatnya tidak ada satupun di tangannya yang memegang kunci.
Dia berbalik lagi melihat Erfin yang berada didepannya dan tiba-tiba terkejut sambil menutup mulutnya.
Sinta juga seakan tidak percaya. Dia mengusap matanya beberapa kali tapi yang dilihatnya tetap sama tidak berubah.
Erfin tidak memperdulikan mereka dan mendorong sarah yang menghalangi mobil untuk menjauh dan mengusap kap depan mobilnya yang disentuh sarah tadi seakan ada kotoran di atasnya.
Dia sudah dihina dan di fitnah, tidak salah jika dia bersikap sedikit sombong.
Erfin pun masuk kedalam mobil dan pergi. Tidak lupa untuk menempelkan gas didepan para pramuniaga itu. Dengan suara menggelegarnya itu, telinga bisa saja tuli untuk sementara.
Sementara Sarah dan Sinta merasa malu sekaligus menyesal karena bersikap seperti tadi.
Sarah malu sendiri karena menghalangi pemilik mobil untuk memasuki mobilnya. Dia merasa mukanya sudah tebal karena malu. Seandainya dia mengetahui lebih awal, mungkin dia tidak akan malu seperi ini sampai mukanya memerah seperti tomat masak.
Diperjalanan, Erfin mendapati sebuah mobil Marcedes Benz G 400 L menyalipnya. Erfin sedikit tertantang untuk menyalipnya kembali dan sekalian test deive.
__ADS_1
****
Note : Jangan lupa vote agar Author lebih semangat lagi :D