
Di persimpangan jalan raya...
Ketika polisi yang ingin menahan Erfin itu mendengar perkataan temannya, dia juga sedikit takut dan berkata "Baiklah..aku juga tidak berani menyinggung orang yang lebih berkuasa"
Setelah beberapa saat, Erfin pun sampai di warung kecil itu. Dia turun dari mobilnya dan merapikan jas nya lalu menyebarkan pandangannya untuk mencari Abi.
Sementara orang-orang yang berada di warung itu tidak bisa menutup mulutnya dan terus menganga.
Salah satu dari mereka tidak bisa menahan rasa ingin tahunya, dia pun berkata "Orang kaya dari mana ini? sangat jentelmen"
Seorang wanita muda juga mengangkat suaranya dan berkata "Waahh tampan sekali, aura ketampanannya bisa mengalahkan oppa koreaku. Sepertinya aku bisa jadi pacarnya, jika di suruh memilih, dia atau oppa koreaku aku akan memilih dia" dia memegang dua pipinya chubby nya menunjukkan sikap imutnya.
Ketika pria dibelakangnya mendengar perkataannya dan melihat sikap sok imutnya itu, dia tiba-tiba terbatuk mengeluarkan makanan yang ada dalam mulutnya "Uhukk uhukk" dia terbatuk kemudian minum sejenak dan bergumam "Wanita jelek ini, sudah jelek matre pula. Dia tidak sadar bahwa dia tidak pantas bahkan menjadi pembantunya"
Pria itu memperlihatkan ekspresi jijik sambil menggelengkan kepalanya 'Jika dia bisa memilih?? apaan?.. pria itu yang seharusnya memilih, itupun dia tidak akan memilihmu bahkan menjadi pembantunya' pria itu berbisik didalam hatinya
Wanita itu masih memegang pipinya sambil memperhatikan Erfin, tapi setelah memperhatikan lebih detail lagi, mobil yang dia pakai ternyata tidak biasa. Dia pun berseru " Mobil Bugatti Lavontuire Noire?!" dia membelalakkan matanya seakan tidak percaya.
Sementara Erfin tidak memperdulikan perbincangan orang lain itu, dia sedang melihat Abi sedang duduk ditemani pemilik warung di sebelahnya.
Erfin pun mendekat sambil sesekali memperbaiki jasnya, dia tidak biasa memakai jas karena terlalu formal. Tapi karena sore ini dia harus menjalin kerja sama, dia harus berpakaian rapi.
Melihat Erfin mendekat, Abi kemudian berkata "Tuan Muda, ini pemilii warungnya" ucap Abi kemudian dia memandang Estes dan memberikan isyarat untuk berbicara.
__ADS_1
Setelah Erfin duduk, Estes membuka suara "Tuan Muda!!"
Dua kata itu mengejutkan Erfin, menurutnya hanya bawahannya saja yang memanggilnya seperti itu. Tapi dia tetap bersikap tenang sambil menunggu perkataannya selanjutnya
Estes melanjutkan sambil mendekatkan kepalanya kearah Erfin dan berbisik "Sebenarnya..aku anggota dari organisasi The Dragon King"
Mendengar itu Erfin sontak memandang Abi, dia mendapati Abi sedang tersenyum kecut. Dia pun berkata "Abi..apa maksudnya ini?"
"Bagini Tuan Muda" Abi menjelaskan semuanya tentang keberadaan Estes sampai bisa menjadi chef di warung kecil ini.
"Ternyata seperti itu, mengapa baru memberi tahuku sekarang" ucap Erfin. Dia bahkan sudah berencana bernegosiasi dengan organisasi dibelakang pemilik warung ini dan ternyata organisasi dibelakangnya adalah The Dragon King. Tidak heran tadi dia memanggilnya Tuan Muda.
Tidak hanya itu dia juga adalah anggota The Dragon King, jika dia mengetahui dari awal rencana kerja sama ini akan berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Hambatan yang selama ini adalah takutnya jika pemilik warung tidak setuju untuk bekerja sama.
Mendengar itu Estes tiba-tiba membuka suara "Aku berencana memberi tahukan hal ini secara langsung Tuan Muda, dan mohon maaf sehingga membuat Tuan Muda datang sendiri untuk menemuiku" Estes menundukkan sedikit kepalanya.
Tapi apakah Estes akan melewatkan kesempatan ini? Tentu tidak. Dia dengan cepat berkata "Tidak seperti itu Tuan Muda, aku sendiri yang memilih untuk bekerja sama dengan Tuan Muda. Walaupun aku tidak pulang ke markas, tidak berarti aku keluar dari organisasi"
"Aku akan mengikutimu dibawah perintahmu dan organisasi. Aku merasa bahwa Auramu mengingatkanku kepada Tuan Latani dan Tuan Riha, orang yang sangat aku hormati"
Mendengar itu Erfin sedikit terharu dan tiba-tiba memandang langit. Ayah dan kakeknya ini ternyata punya pengaruh besar terhadap para anggota organisasi ini sampai mereka wafat saja tidak ada yang melupakannya bahkan terus menghornatinya.
Erfin menarik nafas dalam-dalam dan memperbaiki ekspresi mukanya lalu kemudian berkata "Terima kasih..aku mengandalkanmu. Dengan ini kamu bisa mencari Pak Kiki untuk memulai kerja sama kita"
__ADS_1
Mendengar itu Estes langsung dengan cepat berkata "Tidak perlu berterima kasih Tuan Muda, ini tidak seberapa"
Memang tidak seberapa karena tidak sebanding dengan nyawa ayah dan kakek Erfin yang hilang karena melindungi mereka. Jika saja ayah dan kakek Erfin tidak melindungi mereka, mungkin mereka sudah tidak ada di sini sekarang.
Setelah kejadian itu, mereka terus berlatih di bawah komando Brandon untuk menjadi lebih kuat agar kejadian serupa tidak akan terjadi lagi.
Tiba-tiba Abi membuka suara "Estes..apakah kamu tidak mempersilahkan Tuan Muda untuk makan?"
Karena makanan sudah di atas meja, sungguh mubazir jika tidak dimakan. Kebetulan Abi juga sudah lapar.
Mendengar itu Estes langsung panik dan berkata "Ahh maaf..maaf Senior..maaf Tuan Muda. Aku sampai melupakan itu. Silahkan dimakan Tuan Muda, senior. Ini makanan ter enak yang pernah saya buat"
Sementara Abi langsung mengambil sepiring daging dan langsung memakannya dengan lahap. Bahkan tidak menunggu Erfin makan terlebih dahulu.
Erfin melihat tingkah Abi ini langsung tertawa terbahak-bahak dan berkata "Abi..baru sekarang aku melihat tingkah konyolmu itu, ternyata di balik sisi dinginmu itu ada sisi konyol yang kamu sembunyikan"
Estes juga tersenyum kecut melihat tingkah Abi, apakah karena masakakannya yang terlalu enak atau memang sudah dua hari Seniornya ini tidak makan?
Abi terdiam sejenak, dia lupa bahwa di sini ada Erfin. Dia bahkan makan mendahului Erfin, dia pun menelan cepat makanannya dan mengusap mulutnya lalu berkata "Maaf Tuan Muda, aku sampai mendahului Tuan Muda" Abi menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Tidak perlu minta maaf, kamu bisa makan semuanya. Aku hanya kaget melihat tingkah konyolmu itu haha" ucap Erfin sambil tertawa. Dia tidak menyangka Abi yang selalu dingin ini ternyata ada sisi konyol yang dia sembunyikan
Kemudian Erfin memanda Estes dan berkata "Kamu juga harus makan, tidak perlu sungkan seperti itu. Ini juga makanan yang kamu buat, mari kita makan bersama"
__ADS_1
Sementara Abi, setelah dia mendengar bahwa Erfin tidak mempermasalahkannya, dia langsung melahap kembali makanannya yang tadi.
Dia memang sudah lapar dari tadi, di tambah makanan yang Estes masak ini jauh lebih enak di banding makanan di restoran bintang lima.