Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 36


__ADS_3

Karena malam ini Fiki mengundang semua teman sekelasnya termasuk dia, dia akan datang tapi sebelum itu dia akan menjemput Nisa terlebih dahulu.


Malam ini Liven akan membalas dendam padanya, dia tidak tau apa yang akan dilakukannya, tapi dia akan ikut bermain dalam permainannya.


Untuk mempersiapkan permainan malam ini, Erfin bersiap tidur terlebih dahulu agar tidak lemas pada saat di acara malam nanti.


Tapi tiba-tiba ponselnya berdering, yang menelponnya adalah Seno.


"Ada apa"? tanya Erfin dengan sedikit malas. Dia ingin tidur tapi Seno ini mengganggunya.


"Tuan Muda, aku sudah siapkan pelayan dan pengawal yang anda minta, aku membawa mereka didepan gerbang kediaman internasional Kejora" ucap Seno


Karena kediaman itu semacam kompleks, jadi hanya bisa lewat digerbang utama saja.


"Bawa mereka masuk ke sini, nanti akan aku berikan tugas masing-masing dari mereka" ucap Erfin lagi kemudian menutup telepon.


Kemudian dia turun dilantai bawah untuk menunggu mereka masuk.


Tidak lama kemudian "Tok tok tok" suara ketukan pintu dari luar


"Masuk" ucap Erfin singkat


Seno masuk sendirian dan berkata "Aku sudah menyiapkan semuanya bahkan pengawalnya adalah mantan tentara bayaran yang sudah mengikuti ratusan pertempuran"


"Baik.. suruh mereka masuk" ucap Erfin. Dia duduk di kuris utama di ruang tamu itu, sementara Seno berdiri dengan tegak di depan pintu.


Kemudian Seno berteriak "Semuanya masuk"


Para pengawal dan pelayan itu masuk berbondong-bondong melewati pintu dan berbaris dengan rapi didepan Erfin.


"Karena mereka sudah disini, adakah yang ingin Tuan muda perintahkan padaku lagi?" tanya Seno


"Bagaimana dengan proyek pembangunan hotelmu di timur kota itu?"


"Karena kamu sudah disibukkan dengan perusahaan investasi itu, apakah kamu melalaikan pembangunan hotel itu?" tanya Erfin tiba-tiba


"Tidak seperti itu Tuan muda, untuk proyek pembangunan hotel itu aku mendelegasikannya kepada Riko anakku, agar dia bisa belajar dan dia di bantu oleh sekretarisku" ucap Seno

__ADS_1


"Ooh seperti itu?! baguslah jika Riko mau menjalankannya" ucap Erfin kemudian melanjutkan "Baik..itu saja, kamu bisa pulang"


Tiba-tiba Nuja keluar karena mendengar kebisingan, dia pun berkata "Ada apa ini? mengapa ramai sekali?"


Seno membatu sejenak dan tidak berani bergerak. Tadi dia sudah bersiap untuk pergi, tapi setelah dia melihat wanita ini, dia bergerakpun susah meskipun dia ingin melakukannya.


"Ini bu, aku berencana mempekerjakan pelayan dan pengawal dirumah ini" ucap Erfin


Sementara Seno berkeringat dingin tapi juga bahagia. Akhirnya dia bisa bertemu dengan Nyonya besar dari keluarga tersembunyi ini.


"Nyonya besar, perkenalkan saya Seno, saya bekerja dibawah Tuan Muda" ucap Seno sambil membungkuk


"Oohh? jadi kamu yang menyiapkan semua pelayan dan pengawal ini?" tanya Nuja.


"Saya sudah menyiapkannya, mohon maaf bila tidak sesuai dengan keinginan Nyonya Besar" ucap Seno lagi.


Dia bisa bertemu dengan Nyonya Besar dari keluarga tersembunyi ini adalah sebuah berkah baginya. Jadi dia sangat bersemangat.


Nuja juga sudah sedikit mengerti. Ternyata bisnis anaknya ini sudah begitu besar sampai bisa mempunyai bawahan.


Sementara Seno sudah bangkit kembali dan mengusap keringatnya kemudian berkata "Tuan Muda, mengapa tidak bilang jika anda membawa Nyonya besar? kan aku bisa menyambutnya nanti"


"Tidak perlu sampai seperti itu, kerjakan saja tugasmu dan jalankan saja perusahaan itu dengan baik" ucap Erfin


Karena Tuan mudanya sendiri yang bilang begitu, dia pun sudah tidak mempermasalahkannya lagi. Jadi dia berkata "Baik. Kalau begitu aku izin pamit dulu" ucap Seno setengah membungkuk kemudian berlalu pergi.


....


Di sisi Fiki, dia sudah memesan kamar box VIP di hotel Grand Paradise.


Sebelum memesannya Fiki memohon terlebih dahulu kepada ayahnya untuk bisa mendapatkan uang agar bisa menyewa kamar box VIP ini.


Walaupun perusahaan ayahnya sudah mendapatkan investasi, tapi itu baru saja dipakai untuk proyek dan belum ada laba apapun yang didapatkannya.


Jadi ayahnya sedikit menolak permintaan Fiki ini, apa lagi yang dimintanya bahkan sampai satu miliar.


Tapi karena Fiki merengek dan akan membenci ayahnya jika tidak memberikannya. Ayahnya pun melunak dan memberikan uang itu.

__ADS_1


Kemudian Fiki mengabari teman-temannya di grub kelas "Aku sudah memesan kamar VIP, aku harap kalian semua datang"


Setelah mengirim kalimat itu, seketika grub kelas banjir pujian untuk Fiki. Bagaimana tidak? dia akan menghabiskan uangnya hanya untuk mentraktir mereka.


Setelah melihat teman-temannya yang aktif memujinya, dia kemudian mengirim pesan whatsapp kepada Liven "Sudah siap, aku akan membantumu membalas dendam. Jangan lupakan janji kita"


Hanya beberapa detik saja setelah pesan itu terkirim, Liven sudah melihatnya dan kemudian membalasnya "Tidak perlu khawatir, akan ku bantu kamu mendapatkan ketua kelasmu itu" Itulah janji yang mereka buat.


Ternyata malam ini bukan hanya acara biasa saja, melainkan sudah dengan skenario terbaik yang mereka buat.


...


Kembali ke sisi Erfin, dia sedang menyeleksi para pelayannya, karena pengawalnya sudah dia tau kemampuannya yaitu mantan tentara bayaran yang sudah melewati antara hidup dan mati.


Sedangkan pelayannya, sebenarnya dia akan mempekerjakan semuanya tapi dia harus mengetahui kemampuan setiap pelayannya ini.


"Namaku Wati Tuan, Aku pernah menjadi chef diresroran besar, jadi aku bisa mengambil tanggung jawab untuk mengurus makanannya Tuan nanti" ucap salah satu pelayan itu.


Keseluruhan ada sepuluh pelayan, jadi dia menanyai satu persatu. Terkesan merepotkan tapi dia harus menjamin bahwa ibunya bisa tinggal dengan tenang disini.


Setelah menanyai satu persatu pelayannya, dia langsung menyuruh mereka bekerja hari ini juga.


Tiba-tiba ketua mantan tentara bayaran itu mengangkat suara "Tuan, aku mempunyai anggota yang ahli dalam mencari informasi yang tersembunyi, disebut dengan hacker. Mungkin saja itu bisa membantu Tuan nantinya"


Mendengar itu, Erfin tiba-tiba mengerti. Ternyata awal dari kemenangannya dalam pertempuran selama ini adalah mencari informasi musuh terlebih dahulu. Jika sudah diketahui, mereka tinggal membuat taktik saja untuk melawannya.


Bukan hanya kerja keras, tapi juga kerja cerdas.


"Ya itu bisa membantu, aku akan menyiapkan komputer untuknya" ucap Erfin kemudian melihat kesepuluh pengawal itu dan melanjutkan "Kalian hanya bertugas menjaga keamanan rumah ini, yang terpenting kalian harus menjamin keselamatan ibuku, bisa bekerja sekarang?"


Para pengawal itu serentak menjawab "Siap laksanakan". Karena mereka sudah terlatih jadi Erfin tidak heran lagi jika mereka bisa menjawab dengan serentak.


Hari sudah menunjukkan menjelang sore hari, masih bisa jika tidur beberapa jam lagi.


Kemudian dia pergi kekamarnya dan melompat keatas kasur yang empuk itu lalu tidur.


Sementara para pengawalnga sudah mulai membentuk formasi pertahanan didepan rumah. Mereka langsung menjalankan perintah dari Tuannya.

__ADS_1


__ADS_2