Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 66


__ADS_3

Abi dan Brandon memandangi punggung Erfin yang sedang membelakangi mereka, seakan mereka melihat Tuan Latani dan Tuan Riha sedang berdiri di samping kanan dan kiri Erfin.


Tapi perasaan itu langsung hilang ketika Arum menyerang Erfin, di ikuti oleh semua pasukan yang sedari tadi bersembunyi di balik kegelapan.


Tentunya Brandon dan Abi tidak diam saja, mereka juga langsung masuk di dalam pertarungan di ikuti oleh seluruh anggota organisasi.


Sementara itu Arum dan Erfin mengambil tempat yang luas untuk pertarungan satu lawan satu. Arum dengan pedenya langsung menyerang Erfin dengan ganas. Erfin meladeninya dengan semangat pula.


Jika dilihat dari jumlah, maka anggota organisasi The Dragon King saat ini memang kalah jumlah. Tapi bukan berarti akan kalah dalam hal kekuatan.


Abi dan Brandon seakan sedang menari di tengah pertempuran melawan pasukan lawan. Tapi fokus mereka tidak lepas dari Erfin dan mengkhawatirkannya karena satu lawan satu melawan Arum sang mantan ketua organisasi.


Sampai saat ini Erfin masih berdiri kokoh dalam melawan Arum dan terlihat jika pertempuran mereka seimbang. Tidak, Erfinlah yang unggul dalam pertarungan itu.


Sampai ketika sebuah tendangan mengenai dada Erfin dan kemudian terlempar jauh kebelakang.


Ketika Abi dan Brandon melihat ini mereka langsung menghampiri Erfin untuk membangunkannya. Brandon melihat ke arah orang yang menendang Erfin barusan dan ternyata itu adalah King, bos besar dari pasukan lawan.


Jika saja dia tidak ikut campur dalam pertampuran Erfin dan Arum, maka Erfin tidak akan kalah, untungnya dalam sebulan ini Erfin telah melatih tubuhnya hingga tendangan barusan hanya terasa seperti pukulan manja anak kecil saja.


” Tuan Muda..anda tidak apa-apa?” Tanya Abi sambil berniat memapah Erfin, tapi Erfin dengan menunjukkan seringainya berdiri sambil berkata “Lumayan juga dia"


Ketika mendengar perkataan Erfin barusan, Abi dan Brandon menghela nafas lega. Kemudian Brandon menatap Erfin dan berkata “Melihat anda tersenyum seperti itu berarti anda memang tidak apa-apa”


Setelah mengatakan itu Brandon berbalik memandang kearah King dan Arum, dia menyiapkan belatinya dan membuat isyarat dengan Abi, yaitu saling memandang kemudian mengangguk.


Jika orang yang pernah lihat isyarat itu sebelumnya maka mereka akan ketakutan setengah mati, karena itu adalah isyarat untuk membentuk duo mematikan dari Abi dan Brandon.

__ADS_1


Salah satu orang yang pernah lihat isyarat itu adalah Arum, pada saat pembantaian di organisasinya, Abi dan Brandon membentuk duo mematikan itu.


Saat itu mereka adalah orang yang paling di takuti setelah Tuan Latani dan Tuan Riha. Karena duo mematika itulah yang meneror semua organisasi seni bela diri illegal di dunia gelap.


Tapi Tuan Latani dan Tuan Riha tidak mengizinkan mereka untuk ikut membantai organisasi bela diri yang kuat, karena mereka akan menjadi incaran para master-master seni bela diri.


Terpisahnya duo mematikan itu setelah Tuan Latani dan Tuan Riha meninggal dan Brandonlah yang mengambil alih kepala organisasi.


Arum dengan gemetar memperingatkan King "Tuan King, mereka adalah duo mematikan yang dulu telah membantai banyak organisasi seni bela diri. Kita harus berhati-hati terhadap mereka"


Sementara itu anggota pasukan kedua belah pihak masih dalam pertempuran, tapi yang masih banyak berdiri di antara mereka adalah anggota organisasi The Dragon King.


King berdiri menatap kedepan memandang ketiga orang Erfin, Abi dan Brandon. Ketika dia mendengar perkataan Arum barusan, dia pun tertawa meremehkan lalu berkata kepada Arum tanpa menoleh kebelakang "Arum, sudah berapa lama kau mengikutiku?"


Arum heran dengan pertanyaan Tuannya ini, dia tidak tau apa maksud dari King ini bertanya seperti itu. Tetapi walaupun begitu dia tetap menjawabnya "Sudah lima tahun Tuan, ada apa dengan itu?"


"Dalam lima tahun itu seharusnya kamu sudah tau kehebatanku, untuk mengalahkan mereka bertiga ini aku hanya perlu menggunakan satu tanganku" ucap King dengan sombong


Arum menyebarkan pandangannya dan mendapati semua pasukannya telah kalah, dia pun mau tidak mau mengingatkan tuannya lagi "Tuan King..seluruh pasukan kita telah kalah, kita tidak bisa melanjutkannya lagi"


Dengan ketakutan yang mendalam, Arum berniat untuk melarikan diri lagi. Lari dari kenyataan bahwa dia telah kalah untuk kedua kalinya oleh orang yang sama.


Tapi di luar perkiraan Arum, King bahkan sudah merencanakan semuanya "Arum..asal kau tau, pasukan itu hanyalah pelengkap dari pertarungan kita kali ini"


"Aku akan melawan mereka semua sendirian, jika kamu takut kamu bisa bersembunyi dibelakangku" Kemudian King mengeluarkan sebilah belati yang sangat mengkilap.


....

__ADS_1


Sementara itu di sisi Abi dan Brandon, mereka bersiap untuk menyerang tapi telah di dahului oleh anggota yang masih berdiri setelah melawan pasukan lawan.


Jadi mereka ingin melihat pertunjukan dari para anggotanya ini terlebih dahulu, kebetulan para anggota yang maju itu adalah kebanyakan dari anggota junior dari para master bela diri yang di bawa oleh Kisaki, ayah Liven pada waktu itu.


Tapi mereka bukanlah lawan dari King, ketika mereka mendekati King, seketika itu juga mereka terlempar jauh kebelakang. King hanya menggunakan satu tangannya untuk menghadapi mereka.


Sampai saatnya mereka tidak bisa berdiri lagi untuk melanjutkan pertarungan, Abi dan Brandon pun mengambil alih.


Sementara Erfin sudah maju terlebih dahulu dan mengambil tempat untuk pertempurannya dengan Arum. Karena King akan sibuk dengan duo mematikan Abi dan Brandon, dia tidak bisa menghalangi pertarungannya dengan Arum.


Setelah beberapa saat, pertarungan masih seimbang baik dari kubu Erfin maupun dari kubu Abi dan Brandon.


"Aku benci mengakuinya, tapi kalian memang duo terkuat yang pernah aku lawan" ucap King dengan nafas yang terengah-engah. Dalam pertarungan tadi, baru satu ronde, King sudah menggunakan kedua tangannya karena tidak bisa bertahan.


Setelah beberapa ronde, Abi sudah mendapatkan beberapa sabitan belati dari King, tapi walaupun begitu dia tetap mengencangkan kepalan tangannya memegang kedua belatinya dan menyiapkan kembali kuda-kudanya untuk menyerang.


Sementara Brandon setelah beberapa ronde itu, dia berhenti sejenak dan masih tetap tenang , fokus memandangi King dan mencari titik butanya.


Harus di akui bahwa king benar-benar kuat bahkan dalam posisi satu lawan dua.


Tapi dia berhasil bertahan karena Brandon masih belum mengeluarkan semua teknik-tekniknya karena masih mencari titik lemahnya agar dalam sekali serang langsung bisa membunuhnya.


King bisa sepercaya diri ini karena dia adalah peringkat pertama setiap tahun dalam kejuaraan seni bela diri di dalam dunia gelap.


Tapi yang dia tidak tau adalah, singa tidak pernah memamerkan anaknya kepada hyena.


Jika saja Tuan Latani ikut dalam kejuaraan itu, tidak bisa di pungkiri bahwa dia akan menjadi raja di dunia gelap.

__ADS_1


Kembali ke pertarungan, Kedua kubu saling menyerang sampai subuh dan pada akhirnya King tidak bisa bertahan lagi dan menjadi santapan bagi belati Abi dan Brandon.


Sementara Arum sudah dari tadi terbaring membeku di tanah karena terkena pukulan mematikan dari Erfin yang menghancurkan tulang dadanya.


__ADS_2