
Kembali ke sisi Erfin dan Nisa
Setelah makan, Erfin menyuruhnya pulang duluan, karena dia sore ini mau pergi melihat-lihat rumah di kediaman Internasional Kejora
"Kamu..tidak mau aku antar?" tanya Nisa
Sebenarnya Erfin juga sekarang ini mobilnya belum tiba, tapi dia tidak mau merepotkan Nisa lagi jadi dia pun berkata "Tidak perlu, aku ada janji dengan seseorang"
"Baiklah..aku pergi dulu" sebelum pergi Nisa menunjukkan senyum manisnya
Setelah berpisah dengan Nisa, Erfin menahan taxi untuk pergi ke perusahaan Investasinya
...
Sementara itu, di sisi Abi
"Kamu lihat wanita yang di bawa Tuan muda tadi? itu pacarnya Tuan muda" ucap Abi
"Iya aku lihat, bahkan dia sering makan di sini sebelum-sebelumnya"
"Kalau aku tau itu adalah pacarnya Tuan muda, aku tidak berani membiarkan dia mengantri" ucap Estes
Karena Estes sering melihat Nisa datang ke warungnya, dia bisa tau asal keluarganya dari orang kaya, tapi itu tidak menganggunya sama sekali untuk selalu menyuruhnya mengantri.
Tapi ternyata dia adalah pacar Tuan muda Erfin, diberi sepuluh keberanian pun dia tidak akan berani.
"Tidak perlu menunjukkan bahwa kamu adalah bawahan Tuan muda kepada pacarnya, cukup layani dengan baik saja. Mengerti?" ucap Abi lagi
"B..baik, aku mengerti senior" ucap Estes
Estes sudah tau sikap Abi yang tegas, dia tidak suka melihat teman-temannya atau bawahannya yang malas-malasan dalam menjalankan misi ataupun sedang latihan
Setelah meninggalkan kalimat itu, Abi pun pergi dan keluar lagi lewat pintu belakang.
...
Di perusahaan Investasi Mulia
Seno sedang menelpon Riko untuk pulang terlebih dahulu, dia ingin memberi kejutan kepada Riko.
Sebelumnya dia mau memberi tahu Riko di telepon, tapi itu tidak terlalu bagus untuk kejutan.
Jadi untuk hadiah jika dia mau belajar untuk menjadi pengusaha, dia membelikan sesuatu.
"Kamu pulang dulu di rumah untuk mengambil berkas-berkas yang ayah siapkan untukmu, aku menyimpannya dikamarmu" ucap Seno
"Itu berkas apa lagi? apakah itu sangat penting sampai harus mengambilnya sekarang?" tanya Riko tidak senang
Dia sudah di perjalanan meuju ke timur kota untuk melihat proyek pembangunan hotel, malah di suruh kembali untuk mengambil berkas, sepenting itu kah?
__ADS_1
"Pulang saja dulu, ini penting untuk karir kamu kedepannya" ucap Seno lagi, dia berbicara seperti itu untuk merayu Riko untuk pulang. Tapi memang benar, berkas yang akan diberikannya ini akan sangat penting untuk karir masa depannya.
Setelah mengatakan itu, Seno menutup telepon.
Baru saja dia menutup telepon, ponselnya berbunyi lagi. Ternyata itu panggilan dari Erfin
"Halo Tuan muda? apakah kita berangkat sekarang?" tanya Seno
Karena sudah menyiapkan hadiah untuk Riko, dia bersemangat sekali sore ini
"Aku ada dibawah" ucap Erfin singkat dan langsung menutup telepon
...
Di sisi Erfin, dia sudah di lantai bawah dan sedang duduk di ruang kantor keamanan. Kali ini dia tidak ditahan, karena dia sudah terekspos sebagai bos besar perusahaan investasi Mulia ini.
"Bos besar, kenapa malah duduk di sini?" tanya salah satu penjaga keamanan itu
"Apakah tidak boleh? aku hanya menunggu Seno turun" ucap Erfin
Karena dia hanya menunggu Seno untuk turun, apakah harus mencari tempat yang mewah?
Dia hanya kebetulan melihat kantor keamanan berada diluar, jadi dia hanya mencari tempat duduk untuk menunggu Seno. Hal-hal kecil semacam ini dipermasalahkan. Apakah kehidupan orang kaya itu penuh dengan masalah?
"Bukan begitu bos besar, tapi untuk bos besar seperti anda masa malah duduk dikantor keamanan? inikan perusahaan anda juga" ucap penjaga keamanan itu dengan hati-hati. Dia takut kata-katanya menyinggung bos besar
...
Sementara itu, Seno sudah sampai di bawah melihat sekeliling di meja resepsionis dan tidak melihat Erfin
"Katanya dibawah, lalu pergi kemana dia?" Seno bingung, Tuan mudanya bilang dia sudah dibawah, tapi ketika dia sudah sampai dibawah, Tuan mudanya tidak ada.
Kemudian dia melihat penjaga keamanan yang berpatroli di pintu perusahaan, dia pun memanggilnya dengan isyarat tangannya
Penjaga keamanan itu datang dengan berlari kecil, setelah sampai dia langsung bertanya "Ada apa bos?"
"Apakah kamu melihat Bos besar?" tanya Seno. Dia menanyakan bos besar karena penjaga keamanan ini juga ada pada saat kejadian didepan perusahaan tempo hari
"Tadi dia datang langsung menuju kantor keamanan bos, katanya dia menunggu bos disana" ucap penjaga keamanan itu
Seno kemudian menyuruh penjaga keamanan itu untuk kembali dan dia berlari kecil menuju kantor keamanan yang ada di depan perusahaan
"Tuan muda, kenapa malah menunggu disini?" tanya Seno dengan terengah-engah. Itu menunjukkan dia jarang olah raga, baru berlari kecil saja sudah terengah-engah.
Dia sebenarnya sering berolah raga, tapi olah raganya hanya pada malam hari di tempat tidur
"Tidak perlu mempermasalahkan itu, sekarang ayo kita pergi. Kamu sudah membuat saya menunggu" ucap Erfin
Semakin kesini, temperamen Erfin semakin menunjukkan temperamen orang-orang kaya yang punya sedikit waktu luang
__ADS_1
Mungkin karena sudah bisa menguasai keadaan dan sudah terima dengan keadaannya yang menjadi konglomerat
"Baik Tuan muda, aku akan mengambil mobil dulu" ucap Seno lalu berlari lagi kegarasi untuk mengambil mobil.
Dia sudah membuat Tuan mudanya menunggu dia, itu sudah kelewatan. Jadi dia berlari secepat mungkin untuk mengambil mobil.
Setelah itu keduanya pergi menuju kediamana Internasional Kejora.
...
Sementara itu di sisi Riko, dia sedang diperjalanan dan berkata kepada sekeretaris ayahnya "Berkas penting apa yang di berikan ayah padaku? dia sudah menyuruhku untuk mengurus proyeknya, malah di suruh pulang lagi" ucap Riko
Sekretarisnya jelas tidak tau, jadi dia berkata "Aku juga tidak tau, tapi mungkin saja itu lebih penting"
"Semoga saja itu hal baik yang memang bisa menunjang karirku dimasa depan" gumam Riko
Tidak lama setelah itu, mereka pun sampai dan Riko tidak berlama-lama lagi dan langsung menuju kamarnya untuk melihat berkas penting itu
Setelah masuk ke kamar, dia melihat sekeliling dan matanya tertuju pada map biru yang berada di atas meja belajarnya. Dia berlari kecil dan mengambil map biru itu.
Setelah mengambilnya, sebuah benda kecil jatuh dari map itu, tapi Riko masih tidak memperdulikannya dan melihat isi map itu.
Setelah melihat-lihat isi dari map itu, matanya terbelalak tidak percaya. Itu adalah berkas-berkas pembelian mobil.
Kemudian dia melihat kebawah, dia baru sadar kalau yang jatuh tadi adalah kunci mobil Ferrari. Terlihat logo kuda berlatar kuning di kunci itu
"Jika ayah membeli mobil, berarti mobilnya ada di garasi" ucap Riko dan langsung berlari menuruni tangga langsung ke garasi
Terlihat Ferrari merah di depan matanya. Ferrari SF90 STRADALE
Saking senangnya, dia melompat-lompat dan memeluk mobil ferrari itu sampai lupa menelpon ayahnya untuk berterima kasih.
...
Kediaman Internasional Kejora
Setelah sampai, Erfin masuk di ikuti oleh Seno dibelakangnya.
Ketika manager kediaman Internasional Kejora itu melihat Seno, dia buru-buru mendekatinya dan menyambutnya dengan semangat. Dia adalah wanita karir, namanya adalah Lilia
"Tuan Seno, terimakasih sudah berkunjung di kediaman kami. Apakah mau melihat-lihat rumah yang cocok?" tanya manager itu
Seno melihat ke arah Erfin, dan Erfin melibaskan tangannya tanda tidak peduli dan berjalan kearah agen wanita untuk bertanya-tanya tentang rumah disini.
Semenjak perusahaan investasi mulia memgemparkan kota puhul dengan dana investasinya, Seno sudah banyak dikenal oleh orang-orang kota puhul bahkan sampai di kota-kota di luar kota puhul. Jadi dia di sibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan manager wanita itu.
Sementara Erfin, ketika dia mendekat ke agen wanita itu, dia terkejut sekaligus deg-degan.
Agen penjualan rumah ini adalah mantan pacarnya, Ika.
__ADS_1