
Ketua gengster itu saking takutnya sampai bersujud, orang yang dilihatnya ini benar-benar membuatnya takut sampai kencing dicelana.
Orang itu tidak lain adalah Abi. Dia selalu mengikuti Erfin hanya untuk melindunginya dari kejauhan.
Tadinya dia mau langsung turun tangan untuk menghajar para gengster cecunguk ini, tapi karena pemilik warung sudah melerainya bahkan membela Erfin, jadi dia tidak perlu turun tangan.
"Kalian belum tobat ya? aku akan kasih pilihan"
"Kalian hajar orang yang menyuruh kalian, atau aku yang akan menghajar kalian?" ucap Abi
Para gengster itu bingung sekaligus takut, Liven adalah Tuan muda dari kota Mekar, yang kekuatan dan koneksinya cukup besar, jadi sedikit takut jika berurusan dengannya. Jika mereka menghajar Liven, entah apa yang akan terjadi kepada mereka.
Sementara jika mereka tidak menghajarnya, Abi ini yang akan menghajar mereka, itupun tidak bisa dipungkiri jika ada tulang yang akan patah permanen.
"Apakah...tidak ada pilihan lain?" tanya ketua gengster
"Kalian bisa membuat pilihan kalian sendiri dengan cara bunuh diri, aku tidak akan mengganggumu" ucap Abi lagi
Seketika para gengster itu gemetar, bahkan ada di antara mereka yang kencing dicelana.
Sudah tidak ada pilihan lain, yang ada hanya kehancuran.
Tapi setelah mereka berpikir lagi, jika mereka menghajar Liven, setidaknya ada waktu untuk hidup.
Tapi jika tidak menghajarnya, hari ini juga banyak yang akan menderita patah tulang.
Ketua gengster itu mengokohkan pendiriannya dan mengatakan "Baiklah..asal kamu mau melepaskan kami, kami akan mencari Liven dan menghajarnya" ucapnya
"Pergi cari sekarang!" ucap Abi. Perintah itu seperti tekanan yang tidak bisa mereka bantah
Para anggota gengster itu tidak menunggu ketuanya pergi terlebih dahulu, malah bubar dengan cepat untuk mencari Liven.
...
Di sisi Liven, dia sedang berkendara menuju kampus untuk berkumpul dengan teman-temannya.
"Sial! gengster tidak berguna, apakah aku salah mendapatkan informasi tentang gengster terkuat yang memegang daerah sini?"
"Sepertinya aku harus mengerahkan pengawal keluarga, aku tidak pernah dipermalukan oleh orang miskin seperti Erfin ini sebelumnya" gumamnya sambil mengemudi
"Erfin yaa..tunggu saja pembalasanku" gumamnya lagi
Sebelumnya, dialah orang yang sering menindas dan membuat malu orang-orang miskin, bahkan termasuk Erfin yang sebelumnya.
__ADS_1
Tapi sekarang, dia dipermalukan oleh Erfin di depan wanita cantik, dan itu membuat dia kehilangan harga diri. Dia sampai kehilangan harga diri hanya dari balas dendam dari seorang anak melarat? sungguh memalukan.
Jika teman-temannya mengetahui ini, mungkin mereka tidak bisa menahan tawa dan akan terus mengejek Liven.
...
Di sisi Erfin dan Nisa. Tidak lama setelah kejadian tadi, makanan merekapun sampai, mereka makan dengan lahapnya. Dan tidak bisa di pungkiri bahwa makanan di sini enak-enak. Tidak kalah jika dibandingkan dengan restoran bintang lima.
"Enak kan? sudah ku bilang makanan di sini tidak kalah dengan restoran bingang lima"
"Bahkan restoran Bintang tempat kita makan tempo hari juga tidak seenak ini" ucap Nisa sambil menjelaskan dengan semangat
"Terima kasih" ucap Erfin sambil menatap Nisa
Muka Nisa seketika memerah, baru kali ini dia melihat Erfin menatap matanya dengan jarak sedekat ini.
"Degg degg" suara detak jantung Nisa terdengar.
"Kan aku yang seharusnya berterima kasih karena sudah menemaniku" ucap Nisa malu sambil membungkuk menghindari tatapan Erfin
"Aku berterima kasih karena kamu sudah mengobati luka masa laluku" ucap Erfin sambil tersenyum. Dia berniat membelai rambut Nisa tapi menghentikannya.
Sementara Nisa, perasaan yang dirasakannya sebelumnya telah meningkat ketingkat maksimal, setelah mendengar ini dia lebih tidak mau kehilangan Erfin
Erfin pun tidak berlama-lama lagi menggantung tangannya di udara dan langsung mengelus kepala Nisa. Terlihat kepala Nisa bergetar, yang membuatnya bergetar adalah karena tangan Erfin gemetar karena gugup.
Baru kali ini dia memegang kepala wanita, apa lagi ini wanita cantik yang dijuluki bunga kampus, bagaimana dia tidak gugup?
Sekarang wanita ini ada di sini dan telah menjadi pacarnya, entah kapan dia menembaknya.
Nisa membiarkan Erfin mengelus kepalanya, tapi terlihat mukanya memerah seperti tomat, dia sedang menahan malu karena orang-orang disana sedang menatapnya.
"Woww romantis sekali dua sejoli yang disana"
"Seperti dunia ini milik mereka berdua saja"
"Tapi yang pria kelihatannya hanya pria biasa. Lihat pakaiannya bahkan tidak sampai tiga ratus ribu"
"Kalau sudah cinta, materi tidak akan berharga dimata orang yang lagi kasmaran"
Ucapan orang-orang disekitar kebetulan didengar oleh mereka berdua. Seketika mereka berdua refleks, Nisa menegakkan kembali kepalanya sementara Erfin menarik kembali tangannya.
"Ahh maaf membuatmu malu" ucap Erfin
__ADS_1
Nisa juga tidak mempermasalahkan, omongan orang-orang itu hanya sebagai pendukung bagi Nisa
"Tidak masalah..ayo lanjut makan, setelah itu baru kita pulang" ucap Nisa
Orang-orang tadi juga sudah kembali ke keadaan seperti semula, semuanya sedang menikmati makanan yang seperti di restoran bintang lima itu.
...
Di sisi Abi, setelah berurusan dengan para gengster itu, dia masuk ke warung lewat pintu belakang tanpa di ketahui oleh orang-orang.
Saat masuk, dia melihat pemilik warung sedang membuat hidangan makanan untuk para pelanggan
"Lama tidak bertemu, kamu sudah betah menjalani kehidupan normal selama ini" ucap Abi
Pemilik warung itu sontak kaget, dan langsung membungkukkan badan seratus delapan puluh derajat dan berkata "Hormat senior, lama tidak bertemu" ucap pemilik warung itu
Nama pemilik warung itu adalah Estes. Dia izin keluar dari organisasi untuk menjalani kehidupan normal, tapi bukan keluar seutuhnya melainkan hanya berbeda tempat tinggal saja.
Dia bisa menjalankan misi ketika misi yang di berikannya tidak jauh dari jangkauannya.
"Aku akan memberi tahumu sesuatu, organisasi The Dragon King sekarang sudah mengikuti seseorang" ucap Brandon lagi
Mendengar ini, Estes terkejut dan berkata "Mengapa bisa terjadi seperti itu? bukankah selama ini organisasi kita tidak pernah ingin mengikuti orang kaya manapun?"
Abi menjelaskan semuanya tentang Erfin yang memegang kendali organisasi itu.
"Ternyata seperti itu, aku ingin melihat orang seperti apa Tuan muda Erfin ini. Apakah sama kuatnya dengan ayah dan kakeknya?" tanya Estes
Brandon yang melihat Estes berkata seperti itupun tersenyum. Dia kemudian berkata "Orang yang tadi kamu tolong itu adalah Tuan muda Erfin" ucap Abi sambil terkekeh
Estes terkejut sesaat lalu berkata "Pantas saja aku merasa memiliki keterikatan dengannya, tadi rasanya aku ingin selalu melindunginya. Ternyata dialah Tuan muda Erfin, anak dari orang yang selalu saya hormati"
Ayah dan kakek Erfin sudah menjadi orang yang mereka hormati sampai didalam lubuk hati mereka. Bukan karena ayah Erfin adalah pendiri sekaligus kepala organisasi, melainkan ayah Erfin menganggap dan memperlakukan mereka seperti keluarga, sampai mengorbankan nyawanya hanya untuk melindungi mereka.
Mereka mengikuti ayah dan kakek Erfin sampai organisasi mereka menjadi yang terkuat saat ini. Tentunya mereka belum mengetahui jika masih ada yang lebih kuat dari mereka.
Karena air yang tenang belum tentu tidak ada buayanya. Memang pada saat ini, belum ada yang bisa mengalahkan mereka, karena yang mereka lawan adalah masih organisasi yang tampak.
Sementara masih banyak organisasi yang tidak tampak dipermukaan dan itu mereka belum bisa mengetahui kekuatannya.
"Kamu harus cari waktu untuk bertemu dengan Tuan muda, dan bersikaplah seperti biasanya jika berada didepan orang banyak" ucap Abi
"Mungkin Tuan muda akan menjalankan bisnis denganmu, dengan bakat memasakmu itu kamu harus menjalankan bisnis dengan Tuan muda dengan baik. Kamu harus menjadi andalan Tuan muda di bidangmu" ucap Abi lagi
__ADS_1