
Di markas organisasi The Dragon King...
"Baik..kita bisa latihan sekarang. Tidak perlu sungkan, kamu bisa melakukan apapun kepadaku yang penting itu bisa membuatku menjadi lebih kuat" ucap Erfin
Jika Brandon masih memperlakukannya dengan lembut itu tidak akan ada perubahan dan tidak bisa membuatnya jadi lebih kuat
"Baiklah jika tu permintaan Tuan Muda sendiri, aku tidak akan sungkan-sungkan" ucap Brandon kemudian berjalan kearah lapangan tempat latihan di ikuti oleh Erfin dan Abi dibelakangnya
Abi berniat melihat Erfin berlatih. Dia harus melihat perkembangannya berlatih sampaj tahap mana.
Di tengah lapangan, Brandon melihat tiang tempat Liven di eksekusi tadi dan mencabutnya kemudian memberikan kepada Erfin dan berkata "Ambil"
Erfin mengambilnya dan bertanya "Untuk apa ini?"
Tapi Brandon tidak menjawabnya dan berkata "Angkat sampai di atas kepala"
Erfin juga tetap mengikuti perintah Abi, dia tidak mau banyak bertanya karena kali ini Brandon adalah gurunya.
Kemudian Brandon berkata lagi "Buang"
Erfin mengikuti perintahnya lagi dan membuangnya
Tapi Brandon menyuruhnya lagi "Jongkok dan ambil tiang itu kembali"
Erfin terdiam sejenak, apakah Brandon ini sedang mempermainkannya?
Tapi Erfin tetap melakukannya karena itu perintah dari gurunya. Lagian Brandon tidak akan berani mempermainkannya
Kemudian Brandon berkata "Lakukan itu dengan berulang beberapa kali, itu akan menjadi latihan pertamamu"
"Haaa?? begini saja? apa ini bisa disebut sebagai latihan?" ucap Erfin. Dia heran mengapa latihannya bisa seperti ini, ini sudah seperti orang yang kurang kerjaan saja.
Tapi Brandon menjawabnya dengan ketus "Lakukan saja jangan banyak tanya" setelah memberikan perintah itu, Brandon berdiri dan melipat tangannya di dadanya
Mendengar itu, Erfin sedikit takut. Ini pertama kalinya Brandon berkata seperti itu kepadanya.
__ADS_1
Sementara Abi dari tadi tersenyum melihat tingkah Erfin, seandainya dia tau bahwa yang dia lakukan itu tidak sia-sia bahkan dapat menciptakan sebuah teknik dan pertahanan, Erfin akan semangat melakukannya bahkan itu terus berulang.
Jadi Erfin melakukan itu selama satu jam lebih. Dalam satu jam lebih itu dia sering kali mengeluh karena menurutnya itu membuang-buang tenaga seperti orang kurang kerjaan. Tapi Brandon terus menyuruhnya dengan memasang wajah sangarnya itu.
setelah lebih dari satu jam, Brandon berniat menyudahi latihannya karena sudah terlalu lama. Bahkan anggota yang lain tidak banyak yang mampuh berlatih selama itu.
"Baiklah..kita sudahi dulu Tuan Muda, itu saja untuk latihan hari ini" ucap Brandon
Tapi Erfin tidak terima, selama satu jam lebih tadi Brandon tidak mengajarkannya satu teknik pun. Dari tadi Brandon hanya menyuruhnya mengangkat batang kayu itu terus menerus seperti orang yang kurang kerjaan.
"Tunggu dulu, kamu bahkan belum mengajariku satu teknik pun" ucap Erfin
Mendengar itu Brandon tersenyum. Erfin tidak tau bahwa dari tadi Brandon bukan hanya menyuruhnya melakukan itu dengan sia-sia, tapi juga posisi yang di lakukan Erfin itu jika menggabungkannya bisa menjadi sebuah teknik dan pertahanan tanpa celah.
Brandon pun tiba-tiba berkata "Tuan Muda masih mengingat posisi tubuh saat melakukan itu tadi?"
Erfin mengangguk dan berkata "Dari tadi kamu menyuruhku untuk terus mengulanginya, tentunya aku ingat"
"Baiklah..coba gabungkan semuanya dan aku akan menyerangmu" ucap Brandon lagi
Brandon pun maju dan menyerang Erfin tanpa menahan-nahan kekuatannya karena dia sudah tau bahwa Erfin pasti bisa menghindarinya
Setelah bisa melewati serangan Brandon barusan dengan gampangnya dia baru tau bahwa Brandon tidak sedang mempermainkannya.
Dia pun berkata "Baiklah..karena aku sudah menguasai teknik ini, hari ini cukup sampai di sini saja" ucapnya lalu melanjutkan "Aku akan berlatih setiap aku tidak ada kelas"
Setelah meninggalkan perkataan itu, Erfin pun keluar dari markas dan memasuki mobilnya kemudian pulang ke kediaman Internasional Kejora.
....
Di sisi Abi. Dia masih tinggal dengan Brandon dilapangan...
"Apakah menurut kepala, Tuan Muda ada bakat seperti Tuan Latani dan Tuan Riha?" tanya Abi Karena melihat perkembangan Erfin tadi ada sedikit kemajuan
Brandon menarik napas dalam-dalam dan berkata "Aku juga tidak tau, tapi mungkin tekadnya yang kuat itu adalah turunan dari ayahnya Tuan Latani" ucap Brandon sambil menatap langit
__ADS_1
Erfin ini mengingatkannya kepada orang yang sangat di hormatinya. Tuan Latani dan Tuan Riha.
Ayah dan kakek Erfin ini tekadnya sangat kuat untuk bisa menjaga perdamaian dunia dengan kekuatannya. tapi sayangnya baru setengah jalan mereka sudah tidak bisa lagi melanjutkan perjalanannya karena meninggal pada saat berhadapan dengan organisasi seni bela diri yang kuat.
"Aku berharap dia bisa melanjutkan perjuangan ayah dan kakeknya. Jadi aku akan mengerahkan seluruh keluatanku untuk mendukungnya dalam membuatnya menjadi lebih kuat lagi" ucap Brandon lagi kemudian melanjutkan "Karena dia juga sudah kaya, dia bisa memperluas kekuasaannya dan mencari lebih banyak orang-orang berbakat untuk menjadi bawahannya"
Abi juga menatap di kejauhan dan berkata "Sekarang aku masih merasa ingin melindunginya, mungkin kedepannya dialah yang akan melindungi kita"
Karena jika Erfin memang mewarisi keahlian ayahnya, dia akan menjadi lebih kuat lagi dari mereka dan akan membawa organisasi ini kepada kejayaan
"Ya..tugasmu sekarang hanya memastikan keselamatan Tuan Muda, aku akan melupakan kecerobohanmu semalam" ucap Brandon
Mendengar itu seketika Abi terkejut dan berkata "Bukankah aturannya aku akan dihukum sesuai aturan organisasi?"
"Memangnya siapa yang membuat peraturan itu?! aku bisa merubahnya kapan saja karena sekarang akulah kepala organisasinya" ucap Brandon lagi kemudian melanjutkan "Tapi jika itu hukuman dari Tuan Muda, itu terserah dia memberikan hukuman apa kepadamu"
"Sebaiknya kamu berdoa agar tidak menyuruhmu bunuh diri sebagai hukumanmu" Brandon mengatakan itu dengan menunjukkan seringainya
Brandon menganggap Abi sudah sebagai saudaranya jadi dia bisa seakrab ini dengannya.
Melihat ekspresi Brandon, Abi juga menunjukkan seringainya dan berkata "Jika itu memang keinginan Tuan Muda, aku akan melakukannya"
Walaupun dia berkata seperti itu tapi dia masih tetap berharap Tuan Mudanya tidak menyuruhnya untuk bunuh diri.
....
Kembali ke sisi Erfin, dia sudah sampai di rumah. Dia mandi dan beristirahat sejenak.
Rencananya sore nanti dia akan mengajak Abi untuk menemaninya bernegosiasi dengan pemilik warung dekat gang itu.
Dia berbaring di atas tempat tidurnya itu, karena terlalu lelah dia bisa merasakan nyamannya berbaring di atas kasur empuknya itu.
Kasur itu terbuat dari banyak bulu angsa dan dibalut dengan kain tebal dengan bulu lembut pula sehingga membuatnya tenggelam dalam kenyamanan di tambah dengan AC yang membuatnya segar karena telah berlatih dibawah sinar matahari.
Kemudian dia mengambil ponselnya dan memainkannya, tiba-tiba dia menyadari bahwa ponselnya ini ternyata sangat bagus. Dia pun tenggelam dalam lamunannya memikirkan masa lalunya yang kelam itu.
__ADS_1
Dia beberapa kali memukul pipinya karena dia berpikir bahwa mungkin dia masih belum bangun dari tidurnya saat pulang kuliah pada saat itu. Karena uang yang di dapatkannya ini tidak masuk akal karena mendapatkannya dari mimpi.