
Setelah mereka selesai makan, karena tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi, Erfin pun pulang di ikuti dengan mobil Abi di belakangnya. Abi akan melindunginya untuk sementara selagi Erfin masih dalam pelatihan.
Karena kemungkinan Liven akan datang untuk balas dendam, jadi Abi harus bersiap siaga sambil berkomunikasi dengan markas untuk langsung turun jika sudah dalam keadaan darurat.
Keselamatan Erfin menjadi nomor satu, jadi mereka harus menjamin keselamatannya jika Liven datang untuk balas dendam.
Sesampainya di rumahnya, hari sudah mulai gelap dan tidak ada hal penting malam itu.
....
Keesokan harinya...
Pagi-pagi sekali Erfin sudah bangun dan membersihkan dirinya. Pagi ini dia ada kelas sampai siang, rencananya saat pulang nanti dia langsung menuju markas untuk latihan
Dia menggantikan waktu istrahatnya untuk latihan karena dia harus lebih kuat lagi agar orang-orang tersayangnya tidak berada dalam bahaya seperti kemarin-kemarin.
Setelah berpakaian dia kemudian turun untuk sarapan bersama ibunya.
Sesampainya di meja makan, dia berkata kepada ibunya sambil mengunyah sarapannya "Hari ini aku pulang agak sorean bu, bahkan mungkin bisa malam"
Nuja tidak menoleh dan terus memakan sarapannya dan berkata "Biar tidak pulang juga tidak masalah"
Mendengar itu sontak Erfin tersedak atau dalam bahasa inggrisnya keselek. Bagaimana tidak? ibunya berkata seperti itu seakan ibunya tidak perduli Erfin pulang atau tidak.
Erfin pun langsung menenggak habis minumannya satu gelas besar kemudian berkata "Ibu..ma..makksud ibu apa?" bibir Erfin gemetaran dengan ekspresi tidak percaya.
Nuja kemudian mengangkat kepalanya dan menjelaskan "Kamu sibuk kan? bukan hanya sibuk kuliah tapi juga sibuk urus bisnis. Jadi masuk akal jika kamu tidak pulang"
__ADS_1
Mendengar itu seketika Erfin memegang dadanya dan menarik napas dalam-dalam. Ternyata seperti itu, maksud ibunya berkata seperti itu karena biasanya Erfin harus menemaninya. Tapi sekarang karena sudah ada pelayan dan pengawal, dia tidak perlu cemas lagi.
"Ternyata seperti itu" ucap Erfin kemudian merapikan pakaian kuliahnya dan berkata lagi "Aku berangkat bu"
Nuja juga mengangkat lehernya untuk melihat kepergian Erfin dan berkata "Hati-hati di jalan yaa?!"
Erfin mengemudikan mobilnya dan seperti biasa di perjalanan dia selalu menyalip mobil-mobil yang jalannya lambat. Dan menurutnya semua mobil yang dilihatnya ini semuanya lambat makanya dia menyalip semuanya.
Sebenarnya bukan semua mobil itu yang lambat, tapi Erfin yang mengemudikan mobilnya terlalu cepat.
Setelah kurang lebih 15 menit, Erfin sudah sampai di gerbang kampus. Jika itu orang lain, butuh kurang lebih setengah jam perjalanan dari kediaman Internasional Kejora untuk sampai di kampus.
Erfin mengemudikan mobilnya sampai diparkiran. Dia mendapati parkiran depan sudah penuh dengan mobil lain. Jadi dia pergi ke parkiran belakang.
Saat Erfin sedang melewati taman, semua pasang mata menatap Mobilnya bahkan Anita yang sebagai dosen wanita yang terkenal killer itu juga terperangah saat melihat mobil Erfin ini. Tentunya mereka tidak melihat orang yang berada didalamnya karena kacanya gelap.
Sementara para wanita-wanita centil sudah dari tadi ribut di antara mereka untuk memperebutkan siapa yang akan menjadi pacar dari pemilik mobil itu. Mereka juga tau bahwa mobil itu hanya ada satu di dunia. Merekapun terus mengikuti mobil itu sampai di parkiran belakang.
Erfin tidak menyadari tatapan terkejut dari orang-orang itu dan tetap mengemudikan mobilnya menuju parkiran belakang. Menurutnya mobil mahal seperti ini pasti sudah biasa mereka lihat dan pasti anak orang kaya yang kuliah di sini punya mobil mahal.
Setelah sampai di parkiran, para wanita tadi langsung menyerbu di samping mobil untuk menunggu pemilik mobil keluar. Sementara Fauzan juga tidak mau kalah, dia mendorong para wanita itu untuk menjauh dan berjaga disamping mobil.
Ketika Erfin melihat ini, malah dia yang terkejut dan menganga lebar. Dia tidak melihat Fauzan yang disamping mobil, tapi dia melihat Anita, dosen wanita killer itu juga saling mendorong dengan para mahasiswi untuk melihat dia keluar.
"Hei..aku ini dosen kalian..berani-beraninya kalian menghalangiku untuk melihat pemilik mobil itu?" ucap Anita
Tapi para mahasiswi itu tidak mendengarkannya, mereka hanya takut jika didalam kelas, tapi jika itu di luar 'kamu ya kamu, saya ya saya'.
__ADS_1
Erfin tidak tahan lagi melihat tingkah mereka ini, dia menginjak pedal gas tanpa memasukkan persenelan. Terdengar suara bogar dari knalpotnya membuat semua orang di situ tutup telinga. Bagaimana tidak, Bugatti Lavoiture Noire ini knalpotnya ada enam.
Menurut Erfin setelah menempel-nempelkan gas, mereka akan pergi karena tidak nyaman dengan bunyinya. Tapi sayangnya mereka tambah senang dan bersorak gembira karena bunyinya itu terdengar sangat keren.
Tidak ada pilihan lain, Erfin harus keluar agar mereka terperangah ditempat. Mereka yang tidak mau di usir secara halus jadi hanya dengan cara ini agar mereka pergi dengan ekspresi tidak menyangka.
Erfin membuka pintu mobilnya, pintu mobil itu perlahan terbuka dengan otomatis sampai terbuka seutuhnya.
Setelah pintu mobil sudah terbuka, Erfin keluar dan pergi tanpa memperdulikan ekspresi terkejut mereka. Sementara pintu mobilnya sudah perlahan tertutup dengan otomatis, terlihat sangat fantastis.
Fauzan yang dilewati Erfin barusan tanpa memandangnya sedikitpun sangat terperangah, dia tidak menyangka orang kaya yang mau di ajaknya berteman itu adalah Erfin. Dia membatu ditempat sambil membuka mulutnya, air liurnya sudah mau jatuh sepuluh senti dari mulutnya dia tarik kembali dan menelannya.
Para wanita yang tadi serta Anita, terperangah sampai terduduk ditanah. Mereka mengenal Erfin bahwa dia orang miskin sampai uang kuliahnya saja di biayai pemerintah. Tapi yang mereka lihat barusan ini rasanya tidak masuk akal.
Setelah jauh dari parkiran, Erfin menyeringai dan begumam "Aku sudah mengusir kalian bahkan dengan cara kasar tapi kalian malah tambah terkesan. Jadi mengangalah di situ sampai subuh"
Setelah bergumam seperti itu, dia melihat jam. Karena sudah hampir waktu masuknya dia langsung mempercepat langkahnya.
....
Di sisi Fauzan, dia terduduk di tanah sambil memegang kepalanya karena pusing. Dia pun bergumam "Erfin ini sebenarnya siapa sih? sebelumnya dia punya pengawal kuat, sekarang dia memiliki mobil yang hanya satu unit di dunia"
Dia menggaruk-garuk kepalanya, tadinya kepalanya tidak gatal, karena memikirkan Erfin ini seketika ketombenya membumbung keluar membuat kepala Fauzan gatal tak tertahankan.
Tiba-tiba dia teringat satu hal dan bergumam "Apa jangan-jangan?? ahh tapi tidak mungkin. Jika dia anak orang kaya, untuk apa dia selama ini mau hidup miskin bahkan untuk makan saja susah?"
Tapi dia berpikir kembali "Tapi bisa saja jika itu adalah ujian dari keluarganya. Hiihhh" ucap Fauzan dengan merinding kemudian melanjutkan "Untung saja aku tidak terlalu jauh memprovokasinya"
__ADS_1