Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 28


__ADS_3

Didalam toko Accessories Jaya Purnama, ketika Ethan mendengar Erfin berkata seperti itu, bulu kuduknya merinding. Perintah itu seakan tidak bisa disangkal dan hanya bisa dilaksanakan.


Besar sekali tekanan yang diberikan oleh Erfin ini, perintahnya tidak bisa tidak dijalankan walaupun itu hanya dengan nada biasa saja.


Ethan beralih menatap pramuniaga itu dan tiba-tiba menamparnya "Plakk" Terdengar suara tamparan. Tidak cukup sampai disitu, Ethan juga memecatnya.


"Kemasi barang-barangmu dan pergi dari sini, bahkan tamu terhormatku berani kau hina?" ucap Ethan dengan nada tinggi


Sementara Nuja tidak mengerti perkataan Ethan ini, dia bilang apa? tamu terhormat? apakah tidak salah? dia bahkan rela menampar pramuniaganya hanya untuk membelanya.


Ethan melihat kearah para pramuniaga yang lain, dan melihat mereka tidak bergerak. Sepertinya mereka tidak membuat masalah.


Pak Kiki adalah pemegang saham preferen atau preferred stocks atau sering juga disebut dengan saham prioritas, jika dia menarik kembali sahamnya karena perkara Ethan tidak malayani Erfin ini mungkin toko-tokonya sudah tidak bisa diselamatkan.


Pak Kiki saja hormat sama Erfin dan ibunya ini, berarti mereka ini dari keluarga konglomerat yang ingin berprofil rendah.


Pramuniaga itu belum bisa membaca situasi, dia masih berusaha membela diri "Bos Ethan, apa maksud anda? mereka bukan tamu terhormat, mereka hanyalah orang miskin yang sombong dan menghina anda"


Dia tidak percaya bahwa ibu dan anak didepannya ini adalah tamu terhormat dari bosnya, terlihat dari tampilannya saja mereka dari desa pedalaman


Seandainya pramuniaga ini tau bahwa Pak Kiki saja selaku pemegang saham prioritas di toko ini sampai berhati-hati dalam memilih perkataannya untuk berbicara kepada Erfin, dia tidak akan bisa berdiri lagi karena lemas.


Ethan tidak tahan lagi mendengar tamu terhormatnya di hina oleh wanita ****** ini, dia pun menamparnya lagi dan berkata dengan suara berat "Keluar sekarang juga, jika tidak jangan salahkan aku memasukkan namamu kedalam daftar hitam disemua perusahaan dikota Tanjung ini.


Tentunya Ethan tidak bisa melakukannya, tapi dengan koneksi yang dimiliki Pak Kiki dia bisa melakukannya.


Lagian pramuniaga ini juga sudah menghina tamu terhormatnya Pak Kiki yang juga calon suami dari anak perempuannya.


Pramuniaga itu menangis sambil memegang pipinya dan bersiap keluar, tapi ditahan lagi oleh Ethan "Tunggu..kamu harus meminta maaf kepada mereka dulu baru bisa pergi, jika tidak kamu akan kumasukkan kedaftar hitam" ucap Ethan lagi


Dia saja tidak berani bersikap berkuasa didepan Erfin ini, jika dia tidak mementingkan reputasi mungkin tadi dia sudah membungkuk untuk memberi hormat kepada Erfin. Sedangkan wanita ****** ini dia dengan senangnya menghinanya dan pergi begitu saja?


Pramuniaga itu berbalik, dia dengan sungguh-sungguh berkata "Tuan..Nyonya, maafkan aku yang buta tidak bisa melihat orang dengan kedudukan tinggi seperti kalian. Ahh maaf..maksudku aku tidak seharusnya bersikap seperti tadi" Dia berkata sambil membungkuk kehadapan Erfin dan ibunya


Erfin merasa sudah sepantasnya dia meminta maaf seperti ini, jika sebelumnya dia tidak membuat masalah dengannya, dia juga tidak akan mendapatkan nasib seperti ini juga.

__ADS_1


Sementara Ibunya Erfin, Nuja. Tidak tega melihat pramuniaga itu sudah babak belur sampai darah keluar dari sudut mulutnya.


Dia berkata kepada pramuniaga itu "Angkat kepalamu, aku sudah memaafkanmu"


Kemudian dia berbalik kepada Ethan "Bos..kamu bisa memaafkannya kan? lagian aku juga tidak mempermasalahkannya"


Erfin melihat ibunya yang terlalu baik hati ini, dia memang seperti ini. Dia akan melupakan masalah yang tidak perlu.


Prinsipnya 'Masalah itu karena kita mempermasalahkannya, jika tidak mempermasalahkannya tidak akan menjadi masalah'.


Erfin juga melunak dan berkata kepada Ethan "Demi ibuku jangan pecat dia, tapi dia tetap harus belajar dari kesalahannya hari ini"


Ethan terharu dengan ibu dan anak ini, jika orang kaya pada umumnya dihina seperti tadi, mungkin akan berakhir dengan kehancuran bahkan sampai kehancuran keluarganya


"Baik Tuan..aku tidak akan memecatnya" ucap Ethan. Dia memecatnya karena Erfin dan ibunya ini. Tapi jika Erfin sudah tidak mempermasalahkannya, dia tidak perlu repot lagi.


Pramuniaga itu menangis dan membungkuk mengucapkan terimakasih dengan sungguh-sungguh


"Terimakasih Tuan..Nyonya, terimakasih atas kebaikan hati anda" ucap Pramuniaga itu kemudian melanjutkan "Aku izin undur diri"


"Pak Ethan, tadinya aku ingin membeli toko anda ini, tapi karena masalah sudah selesai aku hanya ingin anda mencarikan pakaian terbaik untuk ibuku dari baju sampai aksesoris yang lain" ucap Erfin tiba-tiba


Sementara Nuja tidak mengerti lagi apa yang direncanakan anaknya ini, dia benar-benar tidak memahami satupun dari perilaku anaknya semenjak dia pulang dari kota puhul.


Ethan juga tidak berani mengabaikan perkataan Erfin, dia pun berkata "Aku punya pakaian yang cocok untuk Nyonya, aku akan mengambilkan aksesoris yang limited edition"


Ethan memanggil pramuniaga yang lain dan berkata "Ambilkan semua pakaian terbaik kita dan juga tas limited Edition, cepat"


Nuja kaget, mengapa Ethan ini dari tadi selalu bersikap hormat kepadanya? bahkan mengambilkan semua pakaian terbaik? tas limites edition? itu hanya dilihatnya di televisi, tidak pernah melihatnya langsung.


Dia menarik ujung baju Erfin dan berbisik ketelinga Erfin "Ada apa ini nak? mengapa Ethan ini bersikap hormat kepada kita?"


Erfin memegang kedua bahu ibunya dan berkata sambil tersenyum "Aku sudah bilang bu, aku sudah jadi pengusaha sekarang. Dan Ethan ini adalah sahabat dari ayah temanku tempatku berinvestasi itu" dia hanya bisa memberikan alasan ini saja.


"Tapi nak..disini pakaiannya semuanya mahal bahkan dia mengeluarkan tas limited edition" ucap Nuja khawatir

__ADS_1


Erfin tidak menjawabnya dan malah berbalik melihat pramuniaga yang membawa beberapa pakaian mewah dan mahal ditangannya "Siapkan semuanya dari aksesoris kepala sampai sepatu"


"Baik Tuan" ucap Pramuniaga itu dan berlari lagi mengambil aksesoris yang lain


Erfin memberikan kartu atm kepada pramuniaga yang lain dan berkata "Total semuanya..aku membayarnya pakai kartu saja"


Ketika Ethan melihat Erfin akan membayar, dia cepat-cepat berlari dan menghalangi Erfin memberikan kartu kepada pramuniaga dan berkata "Tidak perlu bayar Tuan Erfin..aku sudah berterima kasih karena sudah mampir ketoko kecilku ini"


Kemudian dia memberikan kartu emas kepada Erfin dan berkata lagi "Ini adalah satu-satunya kartu VVIP dari semua usaha milikku, ini berlaku disemua usaha yang aku miliki"


"Apakah aku kekurangan uang?' ucap Erfin menaikkan alisnya


Ethan sontak terkejut dan buru-buru berkata "Ahh maaf Tuan Erfin, aku tidak bermaksud berkata seperti itu, aku hanya ingin memberikan kartu dari usaha kecil-kecilanku ini" Dia berkata dengan rendah hati.


Dia berpikir jika dibandingkan dengan usaha milik Erfin ini, semua usahanya bahkan tidak pantas disebut. Tapi untuk menyenangkan Erfin, dia memberikannya kartu VVIP dari semua usaha yang dimilikinya.


Erfin juga berpikiran terlalu jauh, dia pun berkata "Baiklah..aku terima, dan mungkin kedepannya kita bisa bekerja sama" menurutnya bekerja sama dengan orang baik seperti Ethan ini juga tidak rugi


Ethan sudah lama menunggu perkataan ini muncul, dia tidak bisa lagi menahan kebahagiaannya dan akhirnya membungkuk kearah Erfin dan berkata "Terimakasih Tuan Erfin..berkah bagiku bisa bekerja sama denganmu"


Sementara Nuja buru-buru membantu Ethan menegakkan badannya dan berkata "Jangan seperti ini bos Ethan, dia masih anak-anak dan tidak pantas bagimu untuk menundukkan kepalamu kepadanya"


Ethan juga merasa terharu dan berkata "Terimakasih nyonya"


Tiba-tiba dia melihat pakaian yang dia minta untuk dibawakan sudah siap di tangan pramuniaga, dia pun berkata "Ehh..pakaiannya sudah siap Nyonya, silahkan!"


Nuja masih tidak mengerti suasananya, tapi Erfin sudah mengambil semua barang-barang itu dan pergi.


Sebelum pergi, dia tidak lupa berterima kasih kepada Ethan yang royal.


Setelah membeli aksesoris, Erfin juga membawa ibunya untuk merias sedikit wajahnya agar terlihat lebih berwibawa.


Dia membawa ibunya berkeliling kota sampai malam. Dia tidak kembali ke rumah lagi dan malah memesan kamar hotel untuk bermalam


Besok dia akan mengajar ibunya untuk belajar bersikap lebih berwibawa layaknya seorang ratu.

__ADS_1


__ADS_2