
Di rumah kediaman Internasional Kejora. Makanan sudah dipersiapkan, karena Erfin memesan banyak makanan mahal dan bir mahal.
Pihak hotel merekomendasikan untuk memberikan kartu keanggotaan diamond karena telah memenuhi syarat untuk pendaftaran keanggotaan diamond. Itu kartu keanggotaan tertinggi karena sudah menghabiskan beberapa miliar hanya untuk memesan makanan. Tentunya Erfin harus mengisi kartu itu dengan beberapa miliar.
Dimeja makan hanya ada mereka bertujuh dengan pengawal, tidak ada orang lain selain mereka karena Erfin tidak suka keramaian, ini juga karena untuk ucapan terimakasihnya kepada Pak Kiki yang selalu meluangkan waktunya untuk membantunya.
Di atas meja ada berbagai macam makanan mahal, salah satunya ada kaviar albino, jamur matsutake, sup sarang burung walet, steak wagyu dan masih banyak lagi.
Makanan itu menghabiskan sampai beberapa miliar, belum lagi bir space barley 1970-an yang menjadi sumber uang utama dalam hotel itu, yang harga perbotolnya saja sudah dua miliar. Dan Erfin memesannya sesuai porsi perorang tamunya. Tentunya dia dan ibunya tidak minum.
"Silahkan di eksekusi, tidak perlu sungkan" ucap Erfin sambil menunjukkan senyum ramahnya.
Dia memandang para pengawal itu sambil memberikan isyarat tangan mempersilahkan.
Sementara itu Nuja bingung dia mau makan apa, makanan di sini dia belum pernah lihat sebelumnya. Hanya beberapa tapi tampilannya sedikit lebih bervariasi.
Tapi untuk tidak menunjukkan sikap kampungannya, dia berkata "Aku tidak makan sembarang makanan, seharusnya kamu memesankan untuk makanan ibu sendiri" ucap Nuja sambil memandang kearah Erfin
"Aku sudah memesankannya bu" Erfin kemudian mengambil jamur matsutake dan memberikan kepada ibunya dan berkata "Ini yang ibu suka makan kan? ini hanya beda jamur saja dengan yang biasa ibu makan"
Nuja juga sebelumnya suka makan jamur, tapi yang dilihatnya ini berbeda dengan jamur yang pernah dia makan. Ya jelas lah, karena jamur ini hanya tumbuh di Jepang dan beberapa negara Asia lainnya.
Tapi karena Erfin sudah berkata seperti itu, dia juga tidak perlu cemas dan langsung memakan makanan itu.
....
Sementara itu di sisi Riko, dia sedang melihat-lihat grub kelas di whatsappnya dan didalam grub itu sudah ribut lagi tentang Fiki yang baru-baru ini perusahaannya sedang dalam masa berkembang karena mendapat investasi dari sebuah perusahaan investasi. Jadi dia berniat mau mentraktir teman-teman sekelasnya.
"Malam minggu nanti aku akan mentraktir kalian, kali ini kalian tidak perlu membayar apapun. Dan satu lagi, kali ini aku akan mentraktir kalian di hotel Grand Paradise yang berbintang lima itu" ucap Fiki didalam grub
Seketika dipikiran Riko muncul bayangan Erfin, dia harus mengajaknya kali ini karena Erfin adalah temannya bukan bosnya seperti yang di sebut oleh ayahnya.
Riko bersiap menghubungi Erfin tapi dia mengurungkan kembali niatnya karena takut mengganggu urusannya.
__ADS_1
Riko belum tau bahwa siang tadi Erfin sudah sampai di kota puhul, jadi malam minggu nanti dia bisa pergi.
"Karena malam ini malam sabtu, berarti besok malam acaranya. Jadi biar besok saja aku mengajaknya, lagian Erfin pasti sudah lihat di grub kelas" gumam Riko
Dia akan membalas perlakuan Fiki tempo hari yang menghina Erfin dan juga dirinya karena miskin. Kali ini karena Riko sudah tau bahwa Erfin sebenarnya anak konglomerat, dia akan melihat pertunjukkan bagus yang akan dimainkan oleh Erfin.
Kemudian dia lanjut melihat grub kelasnya lagi untuk melihat perkembangannya.
Dia mendapati bahwa Fiki akan mengajak Liven untuk ikut acara bersama, berarti ini ada sangkut pautnya dengan Erfin.
Mungkin ini juga sebagian rencana Liven untuk membalas dendam kepada Erfin. Ini tidak bisa dibiarkan, dia harus menelpon Erfin untuk memberi tahu langsung akan hal ini.
....
Di perumahan utama di Kediaman Internasional Kejora, Erfin dan yang lain sudah selesai makan bahkan beberapa orang sudah mabuk karena kadar alkohol yang dipesan Erfin sangat tinggi. Itu saja bahkan mereka tidak menghabiskannya.
"Pak Kiki..aku minta maaf, aku tidak tau jika kadar alkoholnya sangat tinggi"
Jika hanya Pak Kiki saja yang mabuk itu tidak jadi masalah karena ada pengawalnya yang akan menyetirkannya. Tapi masalahnya semua pengawalnya juga ambruk karena mabuk.
"Aku masih sadar..aku masih bisa menyetir" ucap salah satu pengawal Pak Kiki
Meskipun dia berbicara dengan suara tenang, tapi matanya sudah merah dan setengah terturup. Bagaimana bisa Erfin mengizinkannya?
"Jangan!. itu berbahaya, kalian menginap saja di rumahku sampai besok. Lagian ini juga sudah larut malam" ucap Erfin
Dia tidak mau mereka sampai kecelakaan karena dirinya. Jadi dia menyarankan untuk tinggal, lagian rumah ini juga sangat luas sampai bisa membuat lapangan sepak bola didalamnya.
Pak Kiki mulai angkat bicara "Sebentar, aku akan menelpon pengawalku dulu"
Erfin tiba-tiba tersadar. Oh iya ya.! Pak Kiki kan pengawalnya banyak, itupun tidak termasuk pengawal elitnya yang bersembunyi.
Erfin memkul dahinya dan berkata "Aku tidak kepikiran sampai di situ"
__ADS_1
"Aku terlalu panik sampai lupa akan hal itu aduhh.."Dia berkata sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Tidak lama setelah itu, ponselnya berdering dan yang menelponnya adalah Riko.
"Halo Riko?! ada apa?" tanya Erfin
"Kamu sudah lihat grub kelas?" tanya Riko
Erfin bingung, belakangan ini biar ada kegiatan antar kelas Riko tidak sampai menelponnya.
"Aku belum membuka grub hari ini, memangnya ada apa di grub kelas?" tanya Erfin lagi
Riko tidak mau berbasa basi lagi dan langsung berkata pada intinya "Fiki ingin mentraktir kita lagi untuk makan di hotel karena perusahaannya baru saja berkembang"
Erfin tersenyum tipis dan berkata "Baguslah jika memang begitu"
Riko diam untuk sementara waktu...
"Ada hal lain yang ingin kamu katakan bukan?" tanya Erfin tiba-tiba. Karena Riko sampai menelponnya berarti bukan perihal traktir makan biasa saja
Riko juga tiba-tiba menjelaskan semua yang dibacanya di grub kelas tadi dan tidak ada yang disembunyikan sama sekali karena Erfin juga akan tau jika dia membuka grub kelas.
"Ternyata seperti itu, jadi Liven memanfaatkan acara ini untuk membalas dendam padaku ya?!"
"Baiklah..kebetulan aku juga sudah dikota puhul, jadi aku akan pergi. Aku juga akan membawa Nisa bersamaku" ucap Erfin kemudian mematikan telepon
Riko kecewa, dia berniat menumpangi mobil baru Erfin itu. Dia mengetahui dari ayahnya bahwa mobil yang dibeli Erfin itu adalah mobil yang hanya di produksi satu unit di dunia. Jadi dia ingin merasakan naik mobil itu.
Tapi ternyata Erfin akan membawa pacarnya, sudahlah..jomblo bisa apa.
****
Note : Jika ada kesalahan nama tokoh harap dimaklumi :)
__ADS_1