Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 30


__ADS_3

Hotel Marriot....


Erfin sedang berbaring di kursi panjang yang berada didekat kolam sambil menikmati matahari pagi.


Tiba-tiba ada seorang wanita yang datang dengan wajah muram, wanita itu adalah wanita yang dilihatnya di dalam restoran hotel tadi.


Dia duduk dikursi panjang yang berada di sudut kolam tanpa memperhatikan jika ada orang di samping kolam itu.


Dia duduk dengan kedua telapak tangannya menopang dagunya dan menatap kosong kearah kolam.


Ketika Erfin melihatnya dia sudah tau bahwa dia tidak mendapatkan bantuan dana dari si pria licik tadi.


Jika sebelumnya, semasih perasaannya yang tidak perduli akan masalah orang lain apalagi masalah wanita, dia hanya akan berpura-pura tidak dengar akan kejadian tadi.


Tapi karena sekarang hatinya sudah tidak berkarat lagi karena bertemu dengan Nisa membuatnya sadar bahwa tidak semua wanita itu pembohong dan licik seperti mantannya.


Karena itu juga sebelumnya wanita yang di incar Mardin karena kekurangan dana perusahaan juga dia bisa membantunya.


Erfin bangkit dan berjalan perlahan mendekati wanita itu, dia sudah muak dengan rencana licik para pengusaha yang mengambil keuntungan dari wanita.


Mendengar suara hentakkan sendal menyentuh lantai, wanita itu tersadar dari lamunannya dan menengadah melihat Erfin yang perlahan mendekat


Wanita itu terkejut dan berkata "Hah?? kamu...kamu dari tadi disini?"


"Aku melihatmu sedang kesusahan dalam mencari investor, apa kamu perlu bantuanku?" tanya Erfin


Wanita itu melihat Erfin dari ujung rambut sampai ujung kaki, dia mendapati pakaiannya biasa-biasa saja. Tidak tampak seperti orang kaya yang enteng dalam berbicara perihal investasi.


Tapi tiba-tiba wanita itu tersadar dan terkejut lagi "Ehh?? dari mana kamu tau kalau aku sedang membutuhkan investasi?"


"Aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian tadi di restoran hotel saat mau ke sini" ucap Erfin


Wanita itu mengangguk dan berkata lagi "Terimakasih karena sudah mau membantuku tapi tidak perlu, karena kamu juga tidak akan mampuh"


Erfin tersenyum dan berkata dalam hatinya 'Hehe..kamu baru saja menilai penampilanku ya?!'

__ADS_1


Wanita itu menilai Erfin dari penampilannya, itu menandakan bahwa dia orang baru dalam berbisnis.


Tapi Erfin tidak membencinya karena dia berkata dengan sopan, dia lebih baik tidak perlu lagi berbasa basi.


"Sebelumnya namaku Erfin, Ini nomor sekretarisku jika kamu berubah pikiran" Erfin memberinya kartu nama disertai dengan nomor telepon dibawahnya, ya.. itu adalah kartu namanya Seno.


"Dia adalah manager diperusahaan Investasi Mulia, dengan itu juga kita bisa bekerja sama" ucap Erfin


Wanita menerima kartu nama itu dan berkata "Namaku Winda, jangan memanggilku tante, aku tidak pernah berbuat itu denganmu" ucap Winda bercanda. Sementara Erfin tersenyum canggung mendengar candaannya itu. Bukannya itu...itu-ituan?


Kemudian Winda mengubah ekspresinya menjadi serius lagi dan berkata "Kamu tidak bercanda kan?" Winda mengambil kartu nama itu sambil melihatnya.


"Lihat saja kartu nama itu" ucap Erfin


Winda membelalakkan matanya. Ini...Perusahaan Investasi Mulia yang itu.


Winda mendapatai dikartu nama itu tertera tulisan tebal di bagian atas kartu 'Investasi Mulia' kemudian dibawahnya tertulis nama Seno.


Dia bisa tau karena perusahaan itu bahkan sudah sampai di kota Tanjung ini. Bagaimana tidak, ini adalah kota tetangga dengan kota puhul walaupun bersebrangan laut.


"Kamu..kenal dengan manager dari perusahaan besar itu?" tanya Winda. Dia belum percaya bahwa Seno ini adalah sekretarisnya. Sebenarnya bukan tapi juga benar..


Dia juga tidak tau sudah sampai dimana perusahaan Investasi Mulia miliknya menyebarkan investasi untuk proyek.


....


Di sisi David, dia sudah pulang dan menunggu Winda datang lagi untuk membantunya.


Dia pulang karena dia percaya Winda tetap akan meminta bantuan dana padanya karena hanya dia yang bersedia berinvestasi di proyek gagalnya itu.


Dia hanya tinggal menunggu waktu dan Winda akan kembali mempertimbangkan tawarannya itu. Kecuali dia sudah pasrah perusahaannya akan bangkrut, tapi dengan sifatnya yang pantang menyerah itu, dia akan mempertimbangkannya.


"Windaa..Winda.!! saat ini kamu hanya bisa bergantung padaku, dan ketika saatnya tiba kamu menerima tawaranku, aku akan menggerogoti tubuh menggodamu itu"


"Setelah itu aku hanya perlu berpura-pura tidak pernah membuat kesepakatan denganmu perihal investasi itu, lagian aku juga tidak punya uang sebanyak itu hahaha" ucap David sambil menjilati bibirnya sampai air liurnya jatuh seperti zombi kelaparan.

__ADS_1


Winda percaya bahwa David bisa membantunya karena David punya perusahaan yang sedang berkembang. Jadi dia hanya perlu membuat kesepakatan kontrak dengan memberikannya saham lima puluh persen untuknya.


Tapi David tidak bersyukur dan malah minta persyaratan yang tidak masuk akal. Sebenarnya dia juga tidak terlalu berharap kepada David dan hanya perlu mencari investor lain saja.


Winda tidak tau bahwa bahkan Davin tidak bisa membantunya karena dana yang diperlukannya tidak sedikit. Untuk perusahaan David yang sedang berkembang, sebenarnya jika di gabungkan dengan dana didalam rekeningnya bisa cukup.


Tapi apakah David akan mau berinvestasi di proyek yang akan gagal itu? tentu tidak.! dia hanya akan memanfaatkan Winda saja.


....


Kembali ke sisi Erfin dan Winda..


"Terimakasih dek Erfin..aku tidak menyangka kamu bahkan bisa berteman dengan manager perusahaan investasi Mulia itu"


"Untuk ucapan terima kasihku, malam ini aku akan mentraktirmu" ucap Winda


Erfin ingin tertawa mendengar ucapan Winda barusan..berteman yaa?!! bisa dibilang begitu juga.


"Sayang sekali, siang ini aku akan pulang ke kota puhul..jadi lain kali saja ya?" ucap Erfin. Itu hanya basa basi saja, sebenarnya dia tidak terlalu minat dengan wanita tua..ya umur Erfin baru dua puluh dua, sementara dia? hampir empat puluh? jangan bercanda.!!


Walaupun dia cantik dengan tubuh yang seksi dan empuk, bahkan bisa dibilang seperti Aktris jepang Maria Ozawa, yang kalau tidak salah dia pengisi suara di anime-anime itu.


Winda sedikit kecewa "Yah..sayang sekali..kalau begitu lain kali saja jika ada waktu"


"Ya lain kali saja, itupun jika kita bertemu lagi" ucap Erfin basa basi lagi.


Sama Nisa saja yang wanita kembang nomor satu di kampus, dia masih sedikit tidak tertarik padahal setiap malam kevilanya. Jika pemuda lain yang didatangi wanita cantik pada malam hari divila yang sepi itu, sudah bisa ditebak apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Aku pergi dulu, aku akan berangkat sekarang, karena aku harus membawa ibuku" ucap Erfin


Dia harus merias ibunya lagi sebelum pergi ke kota puhul, karena tinggalnya nanti di kediaman Internasional Kejora, tempatnya para orang-orang elit.


"Baiklah..sampai nanti" ucap Winda


Setelah itu Erfin naik lagi kekamarnya dan mendapati ibunya sedang bersiap-siap untuk langsung berangkat.

__ADS_1


Erfin melihat pakaian ibunya sudah pas dan fix terlihat bermartabat.


Merekapun berangkat langsung ke pelabuhan menggunakan taxi.


__ADS_2