
Di markas organisasi The Dragon King...
Erfin menyebarkan pandangannya ke lapangan latihan itu tapi tidak mendapati satu pun anggota yang sedang latihan. Biasanya pagi-pagi begini sudah banyak anggota yang berlatih dan latih tanding antar sesama mereka, tapi lapangan itu sepi bahkan seekor lalat pun tidak ada.
Dia pun pergi ke kantor kepala untuk mencari Brandon dan menanyakan apa yang terjadi. Saat dia berjalan menuju kantor kepala, dia berpapasan dengan Abi, dia pun menahannya dan bertanya "Ada apa dengan para anggota? mengapa tidak ada anggota yang berlatih pagi ini?"
Abi menenangkan diri terlebih dahulu, karena tadi dia berlari seperti sedang dikejar serigala. Setelah tenang, dia pun berkata "Kebetulan sekali Tuan Muda, ada seorang pria tua yang sedang mencarimu. Sekarang dia sedang berada di kantor kepala"
Mendengar itu Erfin sedikit bingung tapi tetap berjalan ke kantor kepala dan berkata "Untuk apa dia mau menemuiku?"
Belakangan ini dia belum menemui atau membuat kesepakatan dengan siapapun kecuali Pak Kiki, jadi untuk apa orang itu mencarinya?
Terlebih lagi orang itu mencarinya langsung di organisasi The Dragon King, bukan mencarinya di kampus atau di rumahnya.
"Dia tidak menjelaskannya Tuan Muda, dia hanya bilang mau bertemu denganmu"
"Kami sudah menahannya untuk tidak masuk kedalam markas, tapi dia tetap bersikeras untuk masuk, dia bilang dia orang baik dan hanya ingin bertemu denganmu. Jadi kami tidak menahannya lagi dan langsung membawanya ke kantor kepala" ucap Abi.
Selang Abi menjelaskan apa yang terjadi, mereka berdua pun sudah sampai di kantor kepala. Abi hanya mengantarnya sampai di depan pintu dan menunggu di luar.
Ketika Erfin masuk, dia mendapati pria tua yang di maksud Abi adalah pria tua yang sama dengan yang dilihatnya dalam mimpi tadi malam.
Erfin termenung sejenak memikirkan mimpinya semalam, dalam mimpinya itu pria tua ini menikamnya dengan pisau. Jadi dia sedikit takut
"Biarkan kami berdua saja yang berada di dalam sini" ucap Pria tua itu sambil memandang Brandon yang sedang duduk di kursi kepala.
__ADS_1
Brandon beralih memandang Erfin dan mendapati bahwa Erfin mengangguk padanya. Dia pun keluar dan menutup pintu. Karena dia tidak mau membiarkan Tuan Mudanya dalam bahaya, dia bersiap di luar dengan sebilah pedangnya untuk jaga-jaga.
Erfin kemudian duduk di kursi panjang di ikuti pria tua itu yang pandangannya tidak lepas dari Erfin, seakan Erfin ini bisa lari kapan saja.
Ketika Erfin melihat ini seketika jantungnya berdegup kencang, adegan ini sama dengan yang didalam mimpinya tadi malam.
Dalam hati dia berkata 'Bukankah adegan ini sama dengan yang aku mimpikan semalam? apakah aku akan mati hari ini?'
Setelah duduk, Erfin memperhatikan pisau yang di mainkan di jari pria tua itu. Persis!! sama dengan mimpinya semalam bahkan dengan tempat dan kursi yang di dudukinya ini.
Setelah jeda sejenak, pria tua itu tiba-tiba berkata "Kamu bisa memiliki sepenuhnya uang itu tapi kamu harus memilih salah satu dari kalimat ini 'Makan untuk hidup atau hidup untuk makan'"
Erfin terkejut lagi mendengar perkataan pria ini sama persis dengan yang di dalam mimpinya. Tapi dia berpura-pura tidak tau soal uang itu dan tiba-tiba bertanya "Uang?? uang apa yang anda maksud?"
Pria tua itu mengerutkan kening dan berkata "Ohh?? apakah uang yang aku kirim tidak masuk di rekeningmu?"
Erfin harus memastikannya terlebih dahulu, dia pun berkata "Berapa yang anda kirim? dan mengapa anda mengirimnya ke saya?"
Tapi pria tua itu tidak menjawabnya dan malah memperlihatkan muka sangarnya itu, dia menatap Erfin seakan mau menelannya.
Melihat muka seram dari pria tua itu Erfin tidak lagi melanjutkan pertanyaannya dan lebih memilih diam.
Pria itu masih dengan muka seramnya kembali berkata "Aku akan menjawab semua pertanyaanmu jika kamu berhasil memilih kalimat yang benar. Pilih 'Makan untuk hidup atau hidup untuk makan'"
Erfin berpikir sejenak, di dalam mimpinya tadi malam dia memilih kalimat 'Hidup untuk makan' dan dia langsung di tikam, berarti itu salah. Tapi itu di dalam mimpi, bagaimana kalau salah nanti? ini nyawa taruhannya.
__ADS_1
Tapi Erfin berpikir lagi, karena di mimpinya sebelumnya dia benar-benar mendapatkan uang seperti di dalam mimpinya, berarti mimpi itu bisa dipercaya.
Dia pun menguatkan tekadnya dan berkata "Aku memilih 'Makan untuk hidup'" jika ini salah juga maka dia hanya bisa pasrah dan menyusul ayahnya di surga.
Dia menutup matanya untuk menunggu pisau itu mendarat di perutnya, tapi sampai beberapa saat tidak ada pisau yang menusuknya. Dia pun membuka matanya dan mendapati pria tua itu menunjukkan senyum ramahnya kepada Erfin.
"Selamat nak, kamu seperti ayahmu yang lebih memilih 'makan untuk hidup'" ucap pria tua itu sejenak dan melanjutkan "Baiklah aku akan menjelaskan tentang uang yang aku kirim itu"
"Itu adalah gaji ayahmu selama dia menjalankan misi untuk negara, tapi ayahmu tidak mau menerimanya karena dia tidak mau di gaji jika itu untuk memberantas kejahatan"
"Tapi kami tetap menyimpannya dan tidak mengganggu gugat uang itu karena itu milik ayahmu, kami mencari tahu jika dia mempunyai anak dan kebetulan kami menemukanmu terlebih dahulu beserta nomor rekeningmu"
Erfin juga mengerutkan kening dan tiba-tiba bertanya "Mengapa harus aku? bukan ke empat saudaraku?"
Pria tua itu tersenyum dan berkata "Mungkin itu suatu kebetulan karena kami menemukanmu terlebih dahulu sebelum ke empat saudaramu itu. Dan lagi kamu adalah anak bungsu dari ayahmu dan selalu menjaga ibumu"
Pria tua itu menjelaskan semuanya tentang ayahnya Erfin yang menjalankan misi untuk negara. Karena sifat kepahlawanan yang di miliki ayahnya Erfin itu, dia tidak mau di gaji oleh negara dan memilih untuk berdiri di atas kakinya sendiri untuk memberantas kejahatan.
"Jadi untuk sistem itu?" tanya Erfin sambil memandang pria tua itu
Mendengar pertanyaan Erfin barusan, pria tua itu pun bertanya kembali "Hmm? sistem apa?"
Erfin pun menjelaskannya "Sistem untuk mempermudah mengelola uangnya. Itu dari mana?" tanya Erfin lagi
Karena pria tua ini hanya mentransfernya uang saja, lalu sistem itu dari mana?
__ADS_1
Pria tua itu tertawa dan menjelaskan "Ohh itu biasa..karena uangnya terlalu banyak jadi sistem itu muncul untuk membantu mengelolanya saja"
Setelah mengetahui kebenaran dari uangnya itu, Erfin pun bergumam "Ternyata seperti itu, memang benar juga sih, kalau di pikir-pikir mana ada orang dapat uang dari mimpi?"