
Didalam grub kelas B
"Kayaknya hanya ketua kelas yang menyimpan kontaknya" ucap salah satu teman sekelas Erfin
"Tapi sepertinya WA nya tidak aktif, coba telepon saja" ucapnya lagi
"Bolehkah kalian yang menelponnya? aku sedikit tidak pede untuk menelponnya" ucap Erfin
Sepertinya karena kejadian kemarin malam, mereka sudah melunak terhadap Erfin, jadi Erfin tidak segan lagi kepada mereka. Yaa walaupun terpaksa ya
Tidak lama setelah itu, muncul pesan whatsapp pribadi. Ternyata itu Ica, dia mengirimkan kontaknya Nisa dan yang paling menarik Erfin adalah kalimat dibawahnya 'Kamu dapat uang dari mana hingga bisa membayar semua tagihan kami kemarin malam?'
Sepertinya mereka sudah mulai curiga haha
Erfin pun membalas dengan mengatakan bahwa itu hasil menang lotre
Yah semoga mereka percaya
Setelah mengatakan itu, Erfin menyimpan kontaknya Nisa sedangkan Ica sudah tidak bertanya lagi, sepertinya dia percaya.Maah biarkanlah dia
Erfin mengirim pesan kepada Nisa untuk bertemu, dan Nisa menyarankan Restoran Bintang untuk tempat pertemuan mereka
Nisa senang sekali ketika mengetahui Erfin mengajaknya bertemu, entah itu senang karena apa dia tidak tahu, yang dia tahu, jika dia berada didekat Erfin dia merasa nyaman saja
...
Dirumah Riko
Riko baru sampai setelah sepulangnya dari kampus dan ingin menemui ayahnya. Tapi ayahnya sedang berada di Timur kota
Jadi dia menelponnya untuk segera pulang meluangkan waktunya untuk Erfin nanti.
"Ayah, Erfin ingin bertemu denganmu siang ini, pulanglah terlebih dahulu" ucap Riko
"Terus dimana dia? apakah dia datang bersamamu?" ucap Pak Seno, ayah Riko
Pak Seno sedang mengawasi proyeknya, mendengar bahwa Erfin ingin bertemu denganya, dia sangat senang karena dana untuk proyek ini saja dipinjamkan olehnya
"Dia akan menyusul sebentar lagi, tapi alangkah lebih baik jika ayah pulang duluan" ucap Riko lagi
"Baiklah, ayah pulang sekarang" ucap Pak Seno dan langsung mematikan telepon
...
Di Restoran Bintang
__ADS_1
Erfin baru duduk dengan Nisa diseberangnya
"Ada apa memanggilku untuk bertemu?" tanya Nisa
Menurutnya Erfin memanggilnya pasti ada keperluan, karena yang Nisa tau, Erfin orangnya cuek terhadap dirinya
Tapi jika itu hanya sekedar bertemu juga tidak masalah, karena dia akan merasakan kenyamanan lagi yang tidak didapatkannya ditempat lain
Apakah ini cinta? iyakah? Nisa sendiripun tidak mengetahuinya
"Aku ingin bertemu dengan ayahmu, aku ingin mendiskusikan sesuatu" ucap Erfin
Mendengar ini, hati Nisa berdegup kencang
"Secepat itukah? apakah tidak perlu melakukan hal lain dulu? seperti-" Nisa berpikir jika Erfin menemui ayahnya untuk langsung melamar Nisa. Tapi sebelum Nisa menyelesaikan ucapannya, Erfin langsung memotongnya "Jangan berfikir yang tidak tidak, aku mau menemui ayahmu untuk berbisnis" ucap Erfin menjelaskan
Sepertinya Nisa terlau jauh berpikir, dia pikir pria seperti apa Erfin ini? apakah sekarang dia sudah melunak terhadap perasaan wanita? tapi nyatanya tidak seperti itu.
Selama ini, Erfin berpikir bahwa orang yang bisa meluluhkan hatinya belum lahir
Selama itu, dia tidak akan melunak kepada perasaan wanita
"Ohh seperti itu?! Tapi ayahku selalunya sibuk, apalagi sekarang dia sibuk memperlancar bisnisnya agar perusahaannya mencapai target untuk memasuki Induatri Global" ucap Nisa mendesah pelan
Menurutnya mustahil ayahnya mau meluangkan waktunya untuk bertemu Erfin, karena dia tidak akan bisa membantu perusahaan ayahnya mencapai target untuk bisa masuk ke Industri Global
"Dia hanya membutuhkan dana kan untuk memperluas bisnisnya? aku bisa membantunya meminjamkan dana"
"Bahkan aku bisa selalu berinvestasi keperusahaannya, berapapun nominal yang dibutuhkannya" ucap Erfin
Dia hanya perlu menjadi investor dan menjadi orang dibalik layar saja
'Eh kenapa tidak mendirikan perusahaan investasi saja? bukankah lebih bagus dan simpel?'batin Erfin
"Apakah kamu punya uang? yang ku tau kamu bahkan kuliah dengan beasiswa bukan?"
"Aku bukannya meledekmu, tapi kamu bersikaplah lebih serius" ucap Nisa
Erfin paham dengan perkataan Nisa tadi, itu karena dia tidak tau kalau Erfin punya uang sekarang
"Percayakah kalau sebenarnya aku anak orang kaya?"
"Selama ini aku diuji dengan kemiskinan selama 5 tahun oleh keluargaku, dan itu sudah lewat dan sekarang aku sudah lulus ujian" ucap Erfin seolah menjelaskan tentang kronologis kehidupannya
Yaa semoga dengan ini dia bisa percaya, susah juga ternyata berbohong ya, tapi tidak untuk wanita. Wanita kalau berbohong bukan cuman mikirin awal kebohongannya aja, tapi bahkan sudah dengan daftar pustakanya
__ADS_1
"Kalau aku bilang tidak percaya, kamu masih memaksaku untuk percaya?" ucap Nisa dengan bercanda
"Aku hanya ingin membuat kesepakatan, kalau kesepakatannya gagal ya tinggal cari orang lain" ucap Erfin dengan sok angkuh
Membuat kesepakatan dengan ayahmu saja suatu kebahagiaan bagiku, karena kebetulan aku mengenalmu, walaupun belum tentu bisa sih. Tapi kalau mencari orang lain lagi, apakah akan semudah ini? Ini saja belum tentu mencapai kesepakatan.
"Baiklah, aku akan menanyakannya terlebih dahulu kepada ayahku. Besok..besok aku akan memberitahumu hasilnya" ucap Nisa
"Ngomong-ngomong, apakah hanya itu saja? tidak ada hal lain yang perlu dibicarakan?" tanya Nisa lagi
"Ya hanya itu saja" setelah mengatakan itu, Erfin bersiap pergi tapi tiba-tiba tangannya ditarik oleh Nisa
Erfin merasakan kelembutan tangan Nisa, kemudian dia berbalik menatap Nisa.
Dia baru sadar bahwa hari ini Nisa cantiknya maksimal, dengan riasan tipisnya, bibir kecilnya, pipi chuby nya, dan kemudian tatapannya perlahan turun sampai kegunung kembarnya
"Ehmm" Erfin menggeleng. Apa-apaan ini, apakah luka 3 tahun lalu akan sembuh hari ini?
Hati yang sudah membeku selama 3 tahun !!ini, perlahan meleleh melihat kecantikan wanita didepannya ini. Bahkan jika dibandingkan dengan Artis, Nisa tidak akan kalah kalau soal kecantikan.
"Bukankah lebih baik kita makan siang dulu?" Nisa kemudian melepaskan tangan Erfin dan melanjutkan "Pesan saja apa yang kamu suka, biar aku yang bayar" ucap Nisa
Namun, apakah Erfin akan membiarkan seorang wanita membayarkan makanannya? tentu tidak.
"Kebalik, kamu yang pesan, aku yang bayar" ucap Erfin
Nisa kemudian tidak mempermasalahkannya, walaupun nantinya Erfin tidak bisa membayarnya, biar dia yang membayarkannya.
Soal Erfin itu anak orang kaya, dia belum terlalu percaya.
Setelah memesan makanan dan menghabiskannya, Nisa bersiap mengambil tagihan tapi sudah didahului oleh tangan Erfin
"Biar aku yang bayar"
"Tunai atau pake kartu?" tanya Erfin
Kalau tunai, dia masih menyimpan uang 5 jutanya didalam dompetnya.
"Dua-duanya bisa tuan" ucap pelayan itu
Disini pelayannya sopan-sopan ya? pantas rame.
Kemudian Erfin memberikan kartu atm nya kepada pelayan "Pake kartu saja kalau begitu"
Nisa baru percaya bahwa Erfin anak orang kaya setelah membayar tagihan makanan tadi, yang dipesannya tadi adalah makanan yang mahal-mahal loh
__ADS_1
Setelah membayar, Erfin kemudian keluar dari restoran dan bersiap pergi kerumah Riko