Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 41


__ADS_3

Didepan Hotel Grand Paradise, Erfin sedang duduk memegang perutnya dan mengusap darah dimulutnya.


Kemudian Riko berlari mendekatinya dan berkata "Erfin..kamu tidak apa-apa kan? maaf aku tidak bisa membantumu tadi"


"Itu bukan salahmu, kamu juga tidak akan bisa melawan para pengawal itu. Yang terpenting sekarang adalah Nisa harus selamat" ucap Erfin


Kemudian Erfin duduk sebentar untuk mengistirahatkan tubuhnya, walaupun sudah di tendang beberapa kali dibagian perutnya tapi tidak terlalu fatal. Untung saja Abi datang pada saat yang tepat sebelum tangan dan kakinya di patahkan oleh para pengawal itu.


....


Di sisi Liven, dia sudah mengikat Nisa di atas tempat tidur dan bersiap menidurinya. Dia membuka bajunya dan memperlihatkan perutnya yang sixpack, dia dengan ganasnya naik di atas tempat tidur.


Sementara Nisa tidak henti-henti memberontak dan berteriak minta tolong, tapi mulutnya sudah di ikat dengan kain.


Liven naik ke atas tempat tidur, tangannya sudah siap merobek baju Nisa, tiba-tiba dia terlempar ke dinding disebelahnya. Ya..abi menendangnya.


Dia menendang tulang rusuknya, entah berapa tulang rusuk yang patah Abi tidak tau, yang jelasnya Tuan Mudanya menyuruhnya untuk membawa Liven kehadapannya hidup atau mati sekalipun. Jadi dia tidak sungkan-sungkan.


Walaupun begitu, Abi masih tetap menekan kekuatannya. Jika Abi mengerahkan seluruh kekuatannya, Liven benar-benar tidak akan melihat matahari besok.


Liven bangkit sambil memegang dadanya, dia berteriak "Pengawal!! mengapa kalian bisa mengizinkan sibajingan ini masuk?!"


Tapi tidak ada respon dari pengawalnya, dia melihat kearah pintu dan mendapati kedua pengawalnya sudah terbaring meringkuk memegang perut mereka.


Kemudian dia melihat Abi dan berteriak "Siapa kamu?! berani-beraninya kamu mengganggu rencanaku?!"


Tapi Abi tidak menghiraukannya dan malah membuka ikatan Nisa dengan santai.


Nisa juga tidak tau pria yang menolongnya ini siapa. Tapi dia tetap merasa bersyukur karena telah diselamatkan.


"Terimakasih karena sudah menolongku" ucap Nisa setelah ikatannya dilepaskan


"Tidak perlu berterima kasih Nona, Tuan Muda menyuruhku untuk menyelamatkanmu, dia sudah menunggumu dibawah" ucap Abi kemudian melanjutkan "Nona turun duluan saja, aku masih harus mengurus si cecunguk ini"


Nisa pun turun dengan tergesah-gesah. Baru kali ini dia merasakan hampir kehilangan kesuciannya. Dan itu kepada orang yang dia tidak suka bahkan orang yang dia benci.


Sementara Abi, dia mendekat kearah Liven sambil menatapnya dengan tajam seakan dia ingin menelannya.

__ADS_1


Ketika Liven melihat Abi mendekat, dia sangat ketakutan seperti melihat pencabut nyawa yang sudah siap mencabut nyawanya kapan saja.


"Jangan mendekat..jangan mendekat..aku akan memberikanmu uang, berapa yang kamu inginkan?" Dengan keadaan seperti ini, Liven hanya bisa bernegosiasi dan berharap negosiasinya sukses.


Tapi Abi seolah tidak mendengar perkataannya dan tetap mendekat selangkah demi selangkah. Karena si cecunguk ini, Tuan Mudanya hampir mati dan pacar Tuan Mudanya hampir kehilangan kesuciannya.


Setelah ini, Abi bukan hanya akan menerima hukuman dari Erfin tapi juga akan menerima hukuman dari Brandon, kepala organisasinya.


Jadi dia melampiaskan kekesalannya dan menampar Liven beberapa kali sampai mukanya bengkak seperti muka babi.


Melihat Liven sudah babak belur, Abi kemudian menyeretnya dari atas sampai kebawah didepan hotel Grand Paradise.


....


Di sisi Erfin, ketika dia sudah melihat Nisa baik-baik saja, dia merasa sangat lega dan tiba-tiba untuk pertama kalinya dia berinisiatif untuk memeluk Nisa.


"Aku sangat khawatir, kamu baik-baik saja kan?" ucap Erfin masih memeluk Nisa.


"Iya..aku baik-baik saja"


"Kamu menyuruh seseorang untuk menyelamatkanku?" tanya Nisa


"Tidak perlu dipikirkan..aku sudah selamat, dan yang menyelamatkanku adalah pengawalmu. Jadi itu bisa di bilang kamu juga yang menyelamatkanku" ucap Nisa lagi untuk menenangkan Erfin.


Mendengar itu, hati Erfin sedikit tenang tapi dia masih memikirkan dirinya yang sama sekali tidak berguna untuk orang lain bahkan untuk dirinya sendiri.


Tidak lama setelah itu, Erfin melepaskan pelukannya dan melihat Abi sedang menyeret seseorang. Orang yang dia seret itu tidak lain adalah Liven.


Erfin sudah sedikit baikkan, dia berdiri dengan tegak menunggu Abi menyeret Liven kehadapannya.


Sementara Fiki dan yang lainnya terperangah dan para wanita berteriak histeris lagi setelah melihat keadaan Liven yang babak belur sampai pingsan.


Setelah Abi sampai, dia melepaskan Liven dan tiba-tiba berjongkok lagi menunjukkan sikap hormat dan berkata "Saya sudah datang terlambat dan membuat Tuan Muda berada dalam bahaya. Tuan Muda bisa memberikan saya hukuman.!!"


Erfin kemudian memandang Abi dan berkata "Bangun..ini kesalahanku karena tidak bisa melindungi diri sendiri" Setelah kejadian ini, dia akan meminta Abi untuk melatihnya. Karena dia tidak mau kejadian ini terulang lagi dimasa depan.


Tapi Abi masih tidak mau bangkit dan berkata "Meskipun begitu, kepala memberikanku tugas untuk melindungi Tuan Muda. Jika aku lalai, maka Tuan Muda harus memberikan hukuman kemudian Kepala juga akan memberikan hukuman sesuai aturan"

__ADS_1


Erfin juga tidak bisa membantah dan menunjuk Liven kemudian berkata "Kalau begitu hukumannya nanti saja, sekarang ikat bajingan ini dan bawa ke markas" Erfin berniat memberikan hukuman kepada Abi untuk membantunya bernegosiasi dengan pemilik warung di samping gang itu.


Untuk sekarang, dia harus mengurus si bajingan ini. Dia akan menyiksanya dimarkas, untuk siksaannya dia belum memikirkannya.


Dia tidak memikirkan para pengawal yang terkapar di tanah itu karena mereka bahkan sudah tidak mampuh berdiri.


"Baik Tuan Muda" ucap Abi lalu menyeret Liven dan memasukkannya kedalam mobilnya dan membawanya ke markas organisasi.


Setelah mengurus hal itu, Erfin menarik Nisa dan berkata kepada Riko "Aku mau membawa Nisa mencari pakaian terlebih dahulu. Terserah kalian masih mau tinggal atau tidak"


Sementara teman-teman kelas Erfin yang lain sudah terpana dengan sikap Abi barusan. Mereka tidak menyangka Abi bisa berlutut memberi hormat seperti itu.


Fiki yang sedari tadi terperangah, dia sedkit takut karena dia juga termasuk dalam rencana Liven. Jadi dia bersembunyi di antara teman-temannya.


Erfin tidak memperdulikan mereka dan menekan tombol di kunci mobilnya "Bip bip"


Teman-teman Erfin yang lain seketika terkejut dan bingung "Hmm? apakah barusan Erfin yang membuat Mobil itu berbunyi?" tanya salah satu temannya.


"Tidak tau, mungkin orang lain" ucap salah satu temannya yang lain.


Ketika melihat mobil itu, Fiki membelalakkan matanya dan berseru "Ini..ini mobil yang tadi pagi..ini mobil yang aku ceritakan tadi" ucap Fiki dengan semangat.


Tapi setelah melihat Erfin mendekat dan membuka pintu mobil itu, seketika Fiki ingin pingsan, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya "Dia...dia pemilik mobil itu?"


Bukan hanya Fiki, tapi teman-temannya yang lain juga terperangah, sampai mulutnya bisa dimasukkan dua biji telur.


"Mobil Bugatti Lavontuire Noire, mobil termahal dan satu-satunya yang di produksi di dunia adalah milik Erfin?" seakan mereka tidak percaya. Dari tadi Erfin selalu memberikan mereka kejutan.



****


*Note : Sebelumnya mohon maaf buat para Reader, banyak yang komen mengapa MC nya lemah, mengapa tidak belajar bela diri. Nah itu semua Author sudah pikirkan dari awal dan sudah direncanakan malah.


Di episode-episode kedepannya nanti si MC nya bakalan belajar seni bela diri kok. Untuk caranya agar bisa OP, biar Author yang pikirin ya??


Jadi para reader tinggal tunggu dan baca saja ya? :)

__ADS_1


Tentunya para Reader harus terus memberikan saran dan membimbing Author kedepannya :D


TERIMA KASIH*...


__ADS_2