Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 59


__ADS_3

Karena ternyata uang ini adalah gaji ayahnya selama ini, berarti dia tidak boleh menggunakannya sendirian, dia juga harus memikirkan para saudaranya itu.


Walaupun kadang saudaranya jahat dan tidak peduli kepadanya, dia tidak boleh mengambil barang yang menjadi hak mereka. Tentunya dia tidak akan memberi tahu bahwa itu uang ayahnya.


Erfin akan memberikan sejumlah uang atau membeli perusahaan tempat mereka bekerja itu dan menjadikan mereka bos dari perusahaan itu.


Sebenarnya dia belum mau memberi tahu tentang uang ini kepada para saudaranya karena bahkan untuk merawat ibunya saja mereka tidak mau. Mereka tega meninggalkan ibunya tinggal di rumah bobrok itu sendirian.


Tapi karena ternyata uang ini ada hak dari mereka, Erfin juga tidak boleh merampas hak yang bukan miliknya.


Dia akan menentukan waktu yang tepat terlebih dahulu karena untuk sekarang dia masih sibuk untuk melatih dirinya agar menjadi kuat.


....


Sudah menjelang waktu siang, pria tua itu bersiap untuk pergi tapi tiba-tiba teringat akan satu hal, dia pun berbalik dan berkata kepada Erfin "Ohh iya, sebelumnya namaku Damar. Mungkin di masa depan kamu akan menggantikan ayahmu, jadi bertambah kuatlah"


Setelah meninggalkan kata-kata itu, Damar keluar dari kantor kepala dan berlalu pergi.


Sedangkan Brandon dan Abi ketika melihat pintu yang terbuka, mereka langsung berlari masuk untuk memastikan Tuan Mudanya tidak kenapa-kenapa.


"Tuan Muda..kamu tidak apa-apa kan? apakah pria tua itu melukaimu?" tanya Brandon setelah sampai di depan Erfin


Sedangkan Abi memperhatikan raut wajah Erfin yang sedang tenggelam dalam lamunannya, dia pun bertanya "Tuan Muda..apa yang dikatakan pria tua itu sehingga membuatmu murung begitu?"


Erfin langsung tersadar dari lamunannya, dia tiba-tiba mendongak dan melihat wajah cemas Brandon dan Abi yang sedang mencemaskannya. Dia pun berkata untuk menenangkan mereka "Tidak ada apa-apa, Pak Damar itu hanya menyerahkan gaji ayahku selama bekerja untuk negara"


"Ohh namanya Pak Damar?" ucap Brandon dan berpikir sejenak untuk mengingat-ngingat nama itu kemudian melanjutkan "Sepertinya aku pernah mendengar nama itu, kalau tidak salah dia adalah penengah dari Negara dan Organisasi Ini sewaktu masih ada Tuan Latani dan Tuan Riha"

__ADS_1


"Karena pada waktu itu aku masih anggota, aku tidak bisa bertemu dengannya karena aku tidak bisa mengganggu pertemuannya dengan Tuan Latani. Pertemuan mereka saat itu sangat rahasia"


Memang pada saat itu, saat ayahnya Erfin masih aktif dalam memberantas organisasi ilegal yang memperjual belikan barang-barang berbahaya, dia sering membuat kesepakatan dengan negara lewat Damar itu.


Karena Damar adalah penengah, dia tidak boleh tertangkap oleh musuh, makanya dia lebih memilih untuk mengajukan pertemuan rahasia dengan Tuan Latani.


Mendengar itu, Erfin langsung paham dengan perkataan Damar tadi sebelum pergi. Ternyata yang dia maksud adalah Erfin ini akan menggantikan ayahnya untuk menjalankan tugasnya sebagai pemberantas kejahatan di masa depan.


Erfin mengangguk mengerti setelah mengetahui maksud Damar itu. Tapi walaupun begitu Erfin tidak di tuntut untuk itu, itu hanya jika dia punya sifat kepahlawanan seperti ayahnya saja.


Tapi jika orang-orang jahat itu berani mengusik kehidupannya atau orang-orang tersayangnya, dia tidak keberatan untuk mengirim mereka keneraka lebih cepat.


Untuk itu dia harus berlatih lebih keras lagi untuk bisa memenuhi ekspektasinya itu menjadi realita.


....


Jika saudara-saudaranya tau bahwa uang itu milik ayahnya, mungkin Erfin tidak bisa mengendalikan mereka untuk mengambil alih semua uang itu.


Tiba-tiba dia kepikiran untuk menyuruh seseorang untuk membeli perusahaan tempat saudara-saudaranya itu bekerja dan menjadikan mereka bosnya. Perihal untuk uang yang akan mereka dapatkan, itu tergantung kepandaian mereka dalam mengurus perusahaan.


Dengan begitu Erfin tidak perlu turun tangan. Tentunya setelah dia membelinya, perusahaan itu akan tetap di bawah kendalinya dan akan bekerja sama dengan perusahaan Investasi Mulia miliknya.


Erfin mengambil ponselnya dan menelpon seseorang, setelah ponselnya berdering sejenak, pihak lain itu langsung mengangkatnya dan berkata "Ada yang bisa saya bantu Tuan?" pihak lain itu adalah kepala mantan tentara bayaran yang sudah menjadi pengawalnya, namanya Ferdi.


"Suruh Fadel untuk mencari tahu nama perusahaan tempat ke empat kakakku bekerja" ucap Erfin. Fadel adalah anggota dari Ferdi yang bisa melacak informasi bahkan informasi yang tersembunyi sekalipun.


Dia ingin menyuruh Seno, tapi yang Seno tahu keluarga Erfin adalah keluarga konglomerat. Bagaimana reaksinya nanti setelah tau bahwa kakakknya bekerja sebagai bawahan di perusahaan kecil itu?

__ADS_1


Sebenarnya bisa saja Erfin menjelaskan semuanya, tapi itu terlalu mereporkan. Kebetulan dia punya pengawal yang bisa melacak informasi atau yang biasa disebut dengan hacker, sekalian dia menggunakan jasa pengawalnya itu.


Ferdi dengan semangatnya berkata "Baik Tuan, aku akan menyuruhnya untuk mencarikannya"


Setelah mendengar balasan dari Ferdi, Erfin langsung menutup telepon dan bersiap untuk latihan.


Di lapangan latihan, sudah ada para anggota yang sudah mulai latihan. Karena tadi ada Damar yang mencurigakan, mereka bersiap di ruangan sebelah kantor kepala itu untuk berjaga-jaga. Jadi setelah masalah itu selesai, mereka menggantikan waktu istrahatnya untuk latihan.


Dilapangan latihan itu, serasa ada yang berbeda dari sebelumnya. Ya..jumlah anggotanya sudah lebih banyak. Erfin pun bergumam "Sepertinya para master bela diri itu sudah lulus ujian masuk"


Kebetulan gumamannya itu didengar oleh Brandon, Brandon terkekeh pelan dan berkata "Itu hanya menguji kemantapan niat mereka untuk bergabung Tuan Muda"


"Karena mereka sudah di ospek dengan berbagai macam, bahkan sudah di bantai habis-habisan juga, tapi mereka tetap menguatkan tekad mereka. Jadi mereka bisa lulus ujian masuk"


Erfin melihat Brandon dan terkekeh kemudian berkata "Jadi untuk ujian masuknya itu?"


"Ujian masuknya hanya itu, dan memang diperlukan untuk menguji kemantapan hati mereka. Jika mereka gagal, mereka tetap akan di diskualifikasi seperti calon-calon sebelumnya" ucap Brandon menjelaskan


....


Sementara itu di sisi Ferdi, dia sedang menjelaskan tentang maksud Erfin itu kepada Fadel.


"Akhirnya Tuan menggunakanku juga, aku bersemangat sekali. Walaupun hanya mencari informasi tentang nama perusahaan itu sih" ucap Fadel


Hanya mencari nama perusahaan itu mudah sekali baginya, rasanya itu membuang-buang bakatnya sebagai hacker yang telah menerobos ribuan informasi musuh yang terkunci.


Tapi karena ini adalah permintaan Tuannya, dia tidak boleh mengeluh dan tetap menjalankan apa yang diperintahkannya.

__ADS_1


Ketika Ferdi melihat muka masam Fadel, dia kemudian berkata untuk menghiburnya sedikit "Ini hanya baru permulaan saja, di masa depan kamu akan lebih berguna untuk Tuan perihal mencari informasi"


__ADS_2