
Kuliah siang berjalan seperti biasa tanpa hambatan. Teman-teman kelas Erfin yang lain sudah tidak merundungnya lagi. Bahkan mereka ingin lebih dekat lagi dengan Erfin tapi terhalang oleh gengsi mereka karena selama ini mereka tidak pernah menganggap Erfin ada.
....
Kuliah siang pun selesai, tiba-tiba Fiki datang ke hadapan Erfin dan langsung membungkuk 180 derajat. Lalu kemudian berkata "Erfin..maafkan aku. Sebenarnya dibalik kejadian dengan Liven dua malam yang lalu, aku juga ikut terlibat"
Fiki sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan Erfin terhadapnya, yang penting itu tidak membunuhnya, jika dia masih hidup dia akan berteman dengan Erfin ini.
Erfin menatap Fiki, dia terdiam sejenak. Memang dari awal dia sudah tau bahwa Fiki dan Liven kerja sama, tapi dia tidak peduli.
Rencananya dia akan memberi pelajaran juga terhadap Fiki, tapi karena Fiki sudah terlebih dahulu meminta maaf dan mengakui kesalahannya, dia tidak akan mempermasalahkannya lagi.
Dia pun berkata "Aku sudah tau dari awal bahwa kamu juga terlibat, tapi karena kamu sudah mengakui kesalahanmu dan meminta maaf dengan sungguh-sungguh, aku akan memaafkannya"
Mendengar itu Fiki sontak mendongak memandang Erfin dengan ekspresi terkejut dan gembira. Dia tidak menyangka Erfin bisa bermurah harti seperti ini.
Tiba-tiba Erfin berkata lagi "Lagian kamu juga tidak terlibat terlalu jauh, hanya mengundangku saja. Walaupun kalian bekerja sama tapi Liven lah yang pemeran utamanya"
Setelah mengatakan kata-kata itu dia memandang Fiki lagi sambil tersenyum kemudian pergi.
Tapi Fiki tidak berhenti sampai di situ, dia memanggil Erfin lagi dan berkata "Erfin!..Jika kamu memaafkanku, bisakah kita berteman?" tujuan utamanya sudah terpenuhi yaitu meminta maaf, dan sekarang tinggal tujuan terakhirnya untuk berteman dengan Erfin.
Erfin berbalik memandang Fiki lagi, dia sambil tersenyum berkata "Baiklah, kita bisa berteman. Lain kali aku akan mentraktir kalian" ucapnya kemudian melanjutkan "Untuk sekarang aku lagi sibuk jadi aku pergi dulu" Erfin pergi sambil melambaikan tangannya tanpa berbalik.
__ADS_1
Sekarang dia harus pergi ke markas untuk berlatih, dia akan mengorbankan waktu istrahatnya untuk berlatih.
Diperjalanan menuju parkiran, dia kebetulan bertemu dengan Nisa, sepertinya Nisa ini mau mengajaknya makan lagi atau menemaninya berbelanja. Tapi untuk sekarang dia akan menolaknya karena sedang sibuk.
"Sayang...jalan yuk" ucap Nisa sambil memeluk lengan Erfin. Dia dengan semangatnya memeluk lengan Erfin sampai kedua balonnya menempel kuat melewati daging dan darah sampai ketulang.
Mendengar panggilan Nisa barusan, di tambah dengan dua balonnya yang melengket itu membuat Erfin mimisan, dia pun mengelap darah dari hidungnya itu lalu bergumam sambil menatap langit "Sayang ya?!"
Setelah menarik nafas dalam-dalam, Erfin kembali memandang Nisa dan berkata "Maaf..aku tidak bisa untuk hari ini, mungkin berlaku juga untuk hari-hari kedepannya karena aku sedang sibuk"
Mendengar itu Nisa berpikir bahwa Erfin diam-diam mempunyai wanita lain dibelakangnya. Dia pun berkata sambil memonyongkan bibirnya "Kamu punya wanita lain ya? sehingga tidak bisa meluangkan waktu untuk menemaniku"
"Kamu tau kan kalau aku anak dari keluarga kaya? tentunya aku harus mengurus bisnis keluargaku. Jangan berpikir yang tidak tidak" ucap Erfin. Dia tidak mau memberi tahu Nisa bahwa dia sedang berlatih seni bela diri. Lagian Nisa juga tidak harus tau.
"Sampai berhari-hari?" tanya Nisa. Dia tidak percaya bahwa mengurus bisnis sampai berhari-hari.
Tapi Erfin terpikir akan sesuatu dan tiba-tiba menyeringai kemudian berkata lagi "Jika aku menemanimu, memangnya kamu mau kita tidur bersama?" dia berkata seperti ini untuk membuat Nisa tidak nyaman untuk sementara, jadi dia bisa bebas untuk berlatih setiap hari.
Ketika Nisa mendengar perkataan Erfin barusan mukanya langsung memerah dan terdiam sejenak. Erfin berpikir bahwa Nisa sudah mulai tidak nyaman.
Tapi yang membuatnya tidak menyangka lagi adalah jawaban Nisa ternyata...
Nisa memperbaiki ekspresinya terlebih dahulu sebelum berkata dengan tenang, tapi setiap dia mau berkata mukanya selalu memerah. Tapi dia tetap memaksakannya dan berkata "A..aku...aku..tidak masalah jika itu denganmu" ucapnya sambil memalingkan pandangannya.
__ADS_1
"Buaagghh" Erfin memuntahkan seteguk darah, baru kali ini dia keringat dingin campur panas. Jika ini dilanjutkan maka akan berakhir di hotel terdekat. Dia sudah membayangkan seperti apa gayanya nanti.
Tapi Erfin menggelengkan kepalanya untuk membuang semua pikiran kotornya itu, kali ini dia harus fokus untuk berlatih. Lagian dia ingin menjadi kuat juga untuk melindungi Nisa salah satunya.
Dia pun tidak menghiraukan perkataan Nisa lagi dan langsung masuk kedalam mobilnya dan melaju ke markas organisasi.
Sementara Nisa sudah kesal dan marah, untuk wanita cantik seperti dia, banyak sekali pria yang mengincarnya bahkan tidak sedikit pria-pria yang mempunyai pikiran kotor terhadapnya.
Tapi Erfin ini mengabaikannya dan meninggalkannya begitu saja? padahal kesempatan untuk melakukan itu sudah didepan mata. Ini suatu penghinaan baginya.
Dia pun berkata dengan marah sambil melempar tasnya di tanah "Hiihh, mengapa dia selalu menghindariku? apakah dia tidak tertarik denganku? apakah dia tidak tau betapa susahnya aku menjawab pertanyaannya tadi itu?"
Jika Erfin mengetahui bahwa Nisa sudah bertekad kuat untuk melakukan itu, mungkin kejadian setelahnya tidak bisa dihindari dan pemikirannya yang sebelumnya juga akan terpakai.
Tapi Nisa berpikir lagi jika dia marah-marah di sini tidak ada gunanya. Dia pun mengambil kembali tasnya dan pergi keparkiran depan untuk mengambil mobil Ferari nya kemudian langsung pulang dengan raut wajah kesalnya.
....
Di sisi Erfin, dia sedang menyetir dan kali ini dia tidak ugal-ugalan karena sedang memikirkan jawaban Nisa tadi. Selama ini dia hanya melihat orang melakukan seperti itu hanya di situs biru, tapi kali ini di depan matanya sudah ada kesempatan tapi tak di ambilnya.
Alasan Erfin sehingga tidak mengambil kesempatan itu karena kesempatan itu tidak akan lari kemana-mana. Dia akan menikahinya terlebih dahulu baru dia akan melakukannya, seperti itu lebih baik.
Untuk sekarang dia harus fokus melatih dirinya agar lebih kuat lagi. Dan juga harus lebih sering lagi tinggal di markas karena tidak ada yang tau kapan Liven akan datang untuk balas dendam.
__ADS_1
Jika di markas itu tidak akan melibatkan masyarakat yang tidak bersangkutan. Jadi untuk beberapa hari ini dia akan lebih sering di markas ini jika sudah tidak ada jam kuliahnya.
Tidak lama kemudian dia sudah sampai di markas, dia memarkir mobilnya dan berjalan ke arah kantor kepala untuk mengajak Brandon melatihnya lagi.