Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 25


__ADS_3

Kediaman Internasional Kejora


Erfin kaget sekaligus deg degan, sudah kurang lebih tiga tahun dia tidak bertemu dengan mantannya ini, sekarang sudah menjadi agen penjualan di kediaman Internasional Kejora, rumah yang ditempati para orang-orang kaya.


"Ohh? bukankah ini Ika? sekarang jadi agen ya? haha" ucap Erfin walaupun dia sedikit deg degan. Dia bersikap sombong didepan mantan pacarnya karena sekarang dia sudah kaya.


"Kamu meremehkan pekerjaanku seperti kamu sudah kaya saja. Lihat tuh pakaianmu bahkan tiga ratus ribu tidak sampai" ucap Ika blak-blakkan


Mendengar itu, seketika Erfin refleks melihat pakaiannya, dia mendapati bajunya masih baju yang di pakainya untuk kuliah, jelas dia malu. Ternyata dia tadi tidak menggunakan setelan jas nya, karena tidak pulang di vilanya dan malah menemani Nisa makan.


Kemudian Erfin ingin mencairkan suasana dan mengganti topik lain "Kamu selalu menilai orang dari luarnya ya? pantas saja Liven meninggalkanmu" ucap Erfin dengan seringainya


Dia menghinanya karena bajunya yang tidak sampai tiga ratus ribu, sementara Erfin menghinanya dengan mengaitkan masa kelamnya yang di tinggalkan pas lagi sayang-sayangnya. Apa lagi sudah di tiduri, siapa yang tidak marah?


Ika dengan marahnya memukul meja di depannya dan berkata "Orang miskin sepertimu berani menghinaku? kamu..." dia tidak tau lagi mau berkata apa. Perkataan Erfin ini membuat hatinya terkoyak bahkan lebih sakit dari luka yang ditetesi alkohol


Dia sudah memendam penghinaan dari Liven ini, karena sudah menidurinya tapi tidak bertanggung jawab dan membuangnya begitu saja, masih untung dia tidak hamil.


"Lupakan soal itu, aku juga sudah tidak dendam padamu, tujuan aku ke sini adalah membeli perumahan utama di sini, tentunya yang paling mahal" ucap Erfin


Tapi apakah Ika akan memercayainya? jelas tidak, pakaiannya saja sudah membuat Ika tidak yakin. Apa lagi Erfin sudah membuat hati Ika terkoyak, dia bersiap untuk balas dendam.


"Jangan bersikap sok didepanku, apakah kamu tau harga perumahan di sini?, di sini adalah tempat orang-orang kaya yang punya kekayaan triliunan" ucap Ika dengan tertawa sinis


"Memangnya berapa harga rumah yang paling mahal di sini?" Tanya Erfin


Ika ini sudah meremehkannya, dia harus menunjukkan orang kaya sebenarnya itu seperti apa


"Sudahlah..pergi sana, sepertinya penjaga keamanan buta sampai tidak melihat orang miskin menerobos"

__ADS_1


"Pergi..jika tidak aku akan memanggil penjaga keamanan untuk menyeretmu keluar" ucap Ika


"Apakah biar tanya harga tidak bisa?" ucap Erfin mulai kesal, dia berniat membalasnya nanti sekaligus dengan penghinaan tiga tahun lalu.


"Biarpun aku menyebutkan harganya kamu tidak akan mampuh membelinya, pergi sana..mataku bisa sakit jika melihat orang yang dari dulu sampai sekarang masih saja miskin" ucap Ika mengusir mentah-mentah Erfin


...


Sementara itu di sisi Seno, setelah berbincang sebentar dengan manager kediaman Internasional Kejora, dia berniat menyusul Erfin bersama dengan manager itu, tapi tiba-tiba dia melihat agen penjualan itu sedang mengusir Erfin.


Mata Seno memerah, dia berjalan dengan cepat kearah agen wanita itu dan berteriak "Beraninya kamu mengusir Tuan muda..apakah kamu ingin mati?" ucap Seno naik darah.


Jika dia tinggal melihat saja kejadian ini, dia takut Erfin akan menyalahkannya lagi. Lagian wanita ini tidak tau malu sama sekali sampai berani mengusir Tuan mudanya, apakah dia yakin dengan ketetapan jabatannya ini?


Ika terkejut mendengar pria paruh baya didepannya ini memarahinya untuk membela Erfin, bukan hanya itu, dia bahkan menyebut Erfin dengan sebutan Tuan muda?


'Ahh..tidak...tidak, mungkin aku salah dengar' batinnya


Seno tambah naik darah mendengar ini, berani-beraninya wanita ****** ini menyebut Tuan mudanya gila? kali ini tidak akan ada orang yang bisa menyelamatkannya


"Kurang ajar!! kamu menyebut Tuan mudaku gila? kamu sudah bosan hidup ya?" ucap Seno kemudian berbalik melihat manager dibelakangnya dan berkata "Nona Lilia, karyawanmu menghina Tuan mudaku dan mengatakannya gila, apa yang akan kamu lalukan? aku harap kamu bisa bersikap layaknya seorang manager" ucap Seno


Lilia menoleh ke arah Erfin, dia juga mendapati pakaian Erfin ini hanya pakaian biasa bahkan tidak keseluruhannya tidak sampai tiga ratus ribu. Tapi sebagai manager yang sudah berkecimpung di dunia bisnis, dia jelas sudah pernah melihat orang-orang kaya yang tampil sederhana.


Dia berbalik menatap Ika dan berkata "Kemasi barang-barangmu, kamu dipecat. Dan asal kamu tau, di kota puhul ini tidak akan ada perusahaan yang akan menerima kamu sebagai karyawan lagi" ucap Lilia.


Dia berkata seperti itu karena Seno ini adalah manager perusahaan Investasi yang sudah mengemparkan kota puhul baru-baru ini,berarti anak muda ini jelas lebih berkuasa dari pada Seno, jika dia bisa menyenangkan anak konglomerat ini, dia bisa menjalankan bisnisnya dengan lancar di kota puhul ini.


Ika baru bereaksi dan berkata "Tapi..manager Lilia-" Ika mau melanjutkan perkataannya tapi di balas dengan teriakan dan tekanan oleh Lilia "Tidak ada tapi-tapi..kamu sudah menyinggung orang yang salah"

__ADS_1


Sementara Erfin berdiri di depannya dengan memasukkan kedua tangannya didalam saku celananya.


Dia menatap Ika dari atas kepala sampai ujung kaki 'Dulu aku menyukainya karena apa ya? cantik juga tidak, hanya mengandalkan riasan tebalnya saja. Jika dibandingkan dengan Nisa, Ika bahkan tidak kelihatan' batin Erfin


Ika yang keras kepala tidak mau percaya dengan kebenaran ini, dia terus membela dirinya dan berkata "Manager Lilia..kamu bahkan ingin memecatku hanya karenya gembel ini?, apakah kamu lupa dengan jasaku yang sudah menjual banyak perumahan di sini?" ucap Ika


Dia masih belum percaya dengan kebenaran bahwa Erfin adalah orang kaya, jadi untuk membela diri dia mengungkit jasa penjualannya yang sudah banyak dijualnya itu. Tentunya dia berhasil menjual banyak perumahan karena mengandalkan tubuhnya


Lilia juga sebenarnya tidak tega melihat celengan uangnya dipecat begitu saja, tapi karena untuk berhubungan baik dengan Seno ini, dia tetap akan memecat Ika "Maaf Ika, aku tidak bisa membantumu untuk hal ini" ucap Lilia


Saat ini Erfin pun mengangkat suara "Aku ingin membeli perumahan utama di sini, dan dia aku tidak ingin melihatnya di sini lagi" ucap Erfin sambil menunjuk Ika


Dia tidak mau melihat-lihat perumahan itu lagi, karena sudah diremehkan oleh Ika. Jadi dia langsung membelinya dan memyuruh Seno untuk mengurus berkas-berkasnya.


Setelah mengatakan itu, dia berbalik melihat manager untuk mengurus pembayarannya. Manager itu memanggil agen wanita satunya untuk membantu Erfin mengurus pembayaran.


"Untuk perumahan utama tentunya harganya juga yang paling mahal dari semua perumahan disini Tuan, harganya Lima Triliun" ucap agen wanita itu


Erfin terkekeh "Hanya lima triliun? aku kira semahal apa sampai dia tidak mau menyebutkan harganya" ucap Erfin sambil menoleh kearah Ika


"Cih...masih juga bersikap sombong. Aku mau lihat kamu mempermalukan dirimu sendiri" gumam Ika


Agen wanita itu terkejut sejenak, lalu bertanya kepada Erfin "Mau pakai kartu atau kode QR?"


Erfin menujukkan ponselnya dan berkata "Kode QR saja" Erfin membuka profil sistemnya dan membuka kode QR di dalam profil sistem itu


"Ding" bunyi tanda pembayaran berhasil.


Ika tercengang dan merasa malu karena sudah menghina Erfin habis-habisan.

__ADS_1


Sementara Lilia, dia senang karena sudah mendukung orang yang benar


__ADS_2