Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 31


__ADS_3

Setelah beberapa jam naik kapal, mereka pun sampai dikota puhul.


Nuja menjadi sorotan dipelabuhan kota puhul. Bagaimana tidak?! pakaiannya serba mahal bahkan dia memakai tas limited edition.


Dia berjalan layaknya seorang ratu yang baru saja turun dari kursi tahtanya. Terlihat sangat elegan dan betmartabat.


Para Wanita yang tau harga dari aksesoris yang dipakai Nuja semuanya menganga lebar sampai dagunya hampir sampai ditanah.


"Ibu ini sepertinya dari keluarga konglomerat, dia punya anak pria tidak ya?"


"Jika dia mempunyai anak pria, aku akan rela dijadikan menantunya"


"Itu bukan rela lagi namanya, itu sudah berkah bagimu menjadi menantunya"


"Iya juga sih, tapi walaupun begitu, aku tetap akan bersyukur bahkan bisa dijadikan simpanannya saja"


Ucapan para wanita yang baru turun dari kapal. Mereka berharap melihat anak prianya, sementara Erfin selalu berjalan didepan ibunya.


Tapi karena pakaian Erfin hanya pakaian biasa, para wanita tadi tidak mengetahui bahkan tidak menganggap keberadaannya sama sekali.


Erfin tidak perduli dengan pakaiannya karena dia sudah biasa dengan ejekan orang lain terhadap dirinya, makanya dia hanya mementingkan pakaian ibunya.


Jika dia mau memaerkan kekayaannya, dia akan kerepotan dengan publik nantinya karena menjadi sorotan.


Erfin terus berjalan sambil memandu ibunya sampai didepan jalan untuk menahan taxi.


Hanya beberapa menit saja mereka sudah sampai di vilanya yang sebelumnya. Dia akan beristirahat dulu disini, nanti sore baru dia akan mengajak ibunya untuk pergi d Kediaman Internasional Kejora.


....


Di sisi Pak Kiki..tiga hari yang lalu dia sudah membawa mobil sport yang dipesan oleh Erfin. Karena Erfin akan pulang hari ini, dia berencana mengantarkannya kepada Erfin secara pribadi.


Pak Kiki mengambil ponselnya dan menelpon Erfin, tidak lama ponselnya berdering sudah diangkat oleh pihak lain itu diseberang telepon.

__ADS_1


"Halo Pak Kiki?!" ucap Erfin diseberang telepon


"Nak Erfin..aku berencana membawakan mobilmu secara pribadi" ucap Pak Kiki


"Jangan..jangan, biar aku pergi ambil sendiri..aku sudah berterima kasih sudah membantuku karena telah mendapatkan mobil itu, aku tidak mau merepotkan Pak Kiki lagi" ucap Erfin lagi diseberang telepon


"Tidak perlu sungkan begitu nak Erfin, aku juga sekalian ingin bertemu dengan ibumu" ucap Pak Kiki


Karena Erfin membawa ibunya ke kota puhul ini, berarti kota puhul akan mengalami perombakan besar karena Nyonya besar dari keluarga tersembunyi itu sudah bergerak. Begitulah pikiran Pak Kiki, jadi dia harus bertemu dengan Nyonya besar ini.


Erfin juga tidak bisa berkata apa-apa lagi dan langsung menyetujuinya "Baiklah kalau begitu, maaf merepotkan Pak Kiki lagi"


Kebetulan dia membutuhkan mobil untuk membawa ibunya secara langsung ke Kediaman Internasional Kejora.


Jika pergi ke Kediaman Internasional Kejora dengan menggunakan taxi rasanya tidak terlalu pantas karena kediaman itu adalah kediaman para keluarga-keluarga elit. Tentunya hanya orang-orang yang merasa dirinya elit yang tinggal disana, bukan benar-benar Elit.


Jika seperti itu mengapa keluarga Pak Kiki tidak tinggal disana?


...


Sementara Nuja masih memperhatikan seisi vila itu dari sudut kesudut. Vila ini tampak bagus dan tidak bisa dibandingkan dengan rumahnya yang ada dikampung.


Walaupun di hotel Marriot tampak sangat megah karena berada dikamar VVIP, tapi itu hanya sewaan sementara ini akan menjadi tempat tinggalnya.


Seandainya Erfin mengetahui pikiran ibunya ini, dia akan tertawa terbahak-bahak. Ibunya belum melihat perumahan di kediaman Internasional kejora yang nomor satu itu, jika dia mengetahui perumahan nomor satu di kediaman Internasional Kejora itu adalah miliknya dan akan menjadi tempat tinggalnya nanti, entah apa reaksi ibunya ini.


Erfin juga belum melihat perumahan nomor satu itu, tapi sesuai dengan kelasnya yang menjadi perumahan nomor satu dikediaman Internasional Kejora, pasti lebih megah dan lebih bagus interiornya dari pada kamar hotel VVIP di hotel Marriot itu.


Setelah berkeliling sejenak, walaupun tidak terlalu luas tapi bisa membuat Nuja kelelahan.


Dia pun pergi kekamar Erfin dan menanyakan kamar mana untuk di tinggalinya.


"Aku akan menunjukkan kamar ibu sebentar lagi, tunggu sampai Pak Kiki datang" ucap Erfin

__ADS_1


Ibunya seketika heran, "Siapa Pak Kiki? mengapa dia mau datang ke sini?" tanya Nuja


"Ooh dia rekan kerja samaku, dia akan membawakan mobil yang aku pesan. Setelah sampai nanti aku akan menunjukkan kamar ibu" ucap Erfin.


Dia berencana memberikan kejutan untuk ibunya, karena rumah yang akan ditinggalinya ini bahkan bukan lagi rumah tapi istana.


Ya istana untuk sang ratu, ibunya. Karena dia mau pergi ke Kediaman Internasional Kejora, kali ini dia memakai setelan jas Armaninya karena dia harus mengawal sang ratu untuk sampai di tahtanya.


Setelah bersiap sebentar, Pak Kiki juga sudah sampai di ikuti oleh para pengawalnya.


Mendengar deru mesin mobil yang menggelegar didepan vilanya, Erfin keluar di ikuti ibunya dibelakangnya.


Pak Kiki Turun dari mobil Bugatti La Voiture Noire, mobil yang hanya diproduksi satu unit di dunia ini.


Bunyi yang menggelegar tadi adalah suara dari mobil ini. Itu bukan knalpot yang dimodifikasi tapi memang sudah bawaan dari mobil ini sendiri.


Setelah Pak Kiki mendekat, dia merasa sesak dan tertekan ketika melihat wanita dibelakang Erfin ini, Auranya menunjukkan seakan seseorang memaksanya untuk tunduk.


"Nyonya!." ucap Pak Kiki membungkuk dan mengabaikan Erfin yang ada didepannya.


Nuja tersenyum, tapi dalam hatinya dia panik sekali. Mengapa orang-orang yang bertemu dengan Erfin belakangan ini selalu bersikap seperti ini?


"Tegakkan badanmu" ucap Nuja hampir menunjukkan badannya yang gemetar, kemudian melanjutkan "Anda siapa?"


Erfin sudah mengajarinya untuk tidak terlalu panik ketika orang lain tunduk padanya seperti ini, dia hanya perlu menunggu pihak lain selesai berbicara dan menyuruhnya untuk bangkit kembali.


Pak Kiki merasakan Aura tadi berbeda dengan kelakuan wanita ini. Auranya menunjukkan bahwa semua orang harus tunduk padanya, sementara dia sendiri orangnya sangat baik hati dan lembut.


"Maaf..aku tidak sopan. Sebelumnya namaku Kiki, aku mengantarkan mobilnya nak Erfin ini" ucap Pak Kiki penuh keringat dingin


Nuja melihat sekilas mobil Bugatti La Voiture Noire itu kemudian berkata "Mobil apa ini? jelek sekali. Bahkan tidak bisa menampung tiga orang"


Nuja tidak mengetahui harga dari mobil ini, karena menurutnya mobil bagus itu adalah mobil yang bisa menampung banyak orang.

__ADS_1


Tapi yang di pikir Pak Kiki adalah memang pantas jika orang kaya mengatakan ini mobil jelek karena selera mereka bahkan jauh lebih tinggi.


Mungkin yang mereka suka adalah mobil seperti Rolls Roice Cullinan Limosin yang diperpanjang. Alasan lain juga karena mobil sport seperti Bugatti La Voiture Noire ini hanya disukai para anak muda saja. Para orang tua biasanya memakai Rolls Roice atau Bentley.


__ADS_2