
Diperjalanan, Erfin sedang mengejar mobil Marcedes Benz G 400 L itu dengan hanya kecepatan sedang.
Tapi meskipun begitu, Erfin sudah berhasil sejajar dengan mobil Marcedes Benz itu. Dengan keahliannya mengemudi di tambah dengan mobilnya yang memang memiliki kecepatan melebihi Lamborghini, dia bisa saja menaikkan sedikit kecepatannya untuk menyalip Mobil Marcedes Benz ini.
Tapi dia tidak melakukannya, karena agak tidak asik jika langsung mengalahkannya.
Mobil Marceses Benz itu terlihat berusaha untuk melaju ingin meninggalkan mobil Erfin dibelakang. Tapi bahkan untuk ujung kap depannya saja tidak mampuh untuk mendahului mobil Erfin bahkan satu centi pun.
Tiba-tiba Erfin terpikir akan ponsel yang akan dibelikannya untuk ibunya. Dia kemudian membuka google maps dan mencari toko terdekat.
Toko terdekat hanya tinggal berjarak kurang lebih dua kilo lagi, dia menginjak pedal gas dengan kecepatan tinggi sehingga meninggalkan mobil Marcedes Benz itu dibelakang bahkan tak terlihat.
Erfin menyalip setiap mobil yang menghalanginya. Bahkan jauh didepan, mobil-mobil murah sudah meminggir untuk memberi jalan mobil Bugatti yang terlihat mahal itu, mereka tidak berani mengalangi jalannya.
....
Di sisi Seno, dia sudah mendapatkan beberapa pelayan dan pengawal untuk dibawa dirumah baru Erfin.
Dia ingin mengantarkannya sendiri untuk mengatur mereka. Para pengawal yang dia dapat adalah mantan ketua tentara bayaran beserta anggotanya.
Mereka sudah menjadi tentara bayaran selama lima tahun. Dalam lima tahun itu, mereka sudah sering di sewa oleh negara-negara luar untuk berperang. Tentunya karena mereka masih ada di sini, mereka selalu memenangkan peperangan itu.
Tapi karena ada sebuah masalah, mereka tidak lagi menjadi tentara bayaran dan memilih tinggal seperti orang biasa dan menikmati hasil jeri payahnya selama lima tahun itu.
Para anggota tentara bayaran itu tetap mengikuti ketuanya apapun yang terjadi. Pada akhirnya mereka membuat kembali perkumpulan tapi bukan untuk kembali menjadi tentara bayaran melainkan hanya perkumpulan biasa antar mantan pasukan tentara bayaran.
Sebenarnya mereka ada seratus orang, tapi karena kesalah pahaman itu yang lainnya sudah membubarkan diri. Hanya tinggal sembilan orang anggota saja, sepuluh orang jika dihitung dengan ketuanya.
Seno menemukan mereka melalui informasi yang didapat oleh sekretarisnya. Dia mendapati bahwa mereka ini adalah para mantan pasukan tentara bayaran yang sudah pensiun yang sudah melewati antara hidup dan mati.
Tentunya karena sekarang mereka masih hidup, pastinya mereka selalu memenangkan pertempuran. Jadi Seno berinisiatif mendatangi mereka di sudut kota sebelah yaitu kota Mekar. Mereka tinggal bersama dengan masyarakat kelas bawah.
Karena mereka sedang tidak ada pekerjaan, Seno jadi gampang menarik mereka untuk bekerja sebagai pengawal rumah baru Erfin itu.
...
Sementara itu di sisi Erfin, dia sudah sampai di toko ponsel. Terlihat di sini tempatnya lebih luas dari pada toko yang tadi.
Erfin keluar dari mobilnya, tapi di toko ini pramuniaganya ada yang menunggu tamu di luar toko bahkan rela menahan panas matahari. Terlihat jika di toko ini para pramuniaganya ramah-ramah.
__ADS_1
Setelah pramuniaga itu melihat Erfin turun dari mobil sport, dia langsung berlari kecil dan berkata "Ada yang bisa saya bantu Tuan?"
Erfin juga sedikit tercengang, dia tidak percaya langsung disambut seperti ini setelah dia turun dari mobil.
Tapi dia berpikir lagi, mungkin karena dia turun dari mobil sport ini, jadi dia bisa disambut seperti ini.
"Aku mau membeli ponsel" ucap Erfin singkat
Pramuniaga itu langsung menuntunnya masuk kedalam "Mari saya antar untuk melihat-lihat ponsel Tuan"
Setelah masuk, dia melihat para pramuniaga yang lain juga menyambutnya dengan baik. Padahal mereka tidak melihatnya pada saat dia turun dari mobil. Apakah mereka sudah biasa melihat orang kaya yang terlihat miskin?
"Mau ponsel yang mana Tuan?" tanya pramuniaga yang berada diseberang lemari kaca itu
"Ponsel yang paling mahal" ucap Erfin acuh tak acuh. Karena mereka sudah sedikit mengetahui identitasnya, jadi dia tidak perlu sungkan lagi.
Pramuniaga yang diseberangnya itu tercengang sejenak, sementara pramuniaga yang mengantarnya masuk itu tersenyum dan berkata kepada pramuniaga diseberang itu "Aku izin keluar dulu".
Pramuniaga yang menawarkan ponsel itu tiba-tiba tersadar dan berkata" Serius Tuan?" ucapnya sambil membuka mulutnya sampai membentuk huruf O.
Erfin berpikir sejenak, apakah mereka mulai tidak mempercayainya lagi?
Kemudian dia memberikan kartu atm nya dan berkata "Ambilkan saja ponsel yang paling mahal, aku akan membayarnya pakai kartu"
Ponsel ini hanya ada 4 unit di tokonya karena ini ponsel impor, mereka tidak bisa memesan banyak karena ponsel ini juga harganya selangit.
Setelah pramuniaga itu mengambilnya, dia memperlihatkan kepada Erfin "Ini ponsel yang paling mahal di toko kami Tuan, ini hanya ada empat unit ditoko kami. Karena terlalu mahal, toko kami hanya bisa mengadakan empat unit saja"
"Untuk harga satu unitnya 679 miliar" ucap Pramuniaga itu
Erfin juga tercengang untuk sementara waktu, dia tidak menyangka harga ponsel ini bahkan sampai ratusan miliar.
Tapi dengan ini juga sesuai dengan ibunya sebagai Nyonya besar.
Kemudian pramuniaga itu memperkenalkan kelebihan dari ponsel itu.
Erfin melihatnya terkesan dengan ponsel ini, Falcon Supernova iPhone 6 Pink Diamond ini didesain menggunakan iPhone 6 ditambahkan emas 24 karat. Tidak ketinggalan, di bagian belakang bodi, di bawah logo Apple, tersemat berlian raksasa berwarna merah.
Erfin juga sedikit tertarik dan berkata "Ambilkan satu unit lagi untukku"
__ADS_1
Pramuniaga itu tercengang lagi, satu ini saja harganya sudah 679 miliar, pemuda ini dengan entengnya menyuruhnya mengambilkan satu lagi?
Melihat pramuniaga itu tidak bergerak, Erfin berpikir mungkin pramuniaga ini tidak percaya dia akan membelinya. Dia pun memberikan kartu atmnya dan berkata "Aku membayar untuk dua unit ponsel ini"
Pramuniaga itu mengambilnya dan menggeseknya di mesin atm. Jika pemuda ini berbohong juga tidak masalah yang penting ponselnya tidak ada kerusakan sedikitpun.
Pramuniaga itu membayar dua unit ponsel dengan harga 1.358 miliar.
"Ding" mesin itu berbunyi tanda pembayaran sukses. Kemudian tanpa sadar dia melihat Erfin dengan tatapan yang berbeda.
"Tunggu sebentar Tuan, aku akan mengambilkan yang satu lagi" ucap pramuniaga itu sambil berlari mengambilkan yang satu lagi.
Karena terlalu mahal, ponsel ini tidak dipajang dilemari kaca seperti ponsel yang lainnya.
Setelah mendapatkan ponsel itu, Erfin pulang dan tidak bisa menahan senyumnya.
Dia mendekati ibunya yang sedang duduk di kursi sofa, sementara tangannya dia sembunyikan dibelakangnya.
Ibunya melihatnya dan merasa penasaran dengan anaknya yang bertingkah seperti ini.
"Mengapa kamu senyum-senyum sendiri?" tanya Nuja tidak bisa juga menahan senyumnya melihat tingkah anaknya.
Erfin kemudian mengedepankan tangannya dan memberikan ponsel itu kepada ibunya "Ini hadiah untuk ibu, karena selama ini aku tidak memberikan hadiah apa pun untuk ibu"
Nuja mengambil ponsel itu dan berkata "Kamu sudah membelikan ibu baju dan aksesoris lain, itu juga hadiah"
"Itu bukan dariku, tapi dari Ethan" ucap Erfin
Setelah membuka dos ponselnya, Nuja terpana dengan ponsel itu dan berkata "Ini pasti mahal kan?"
Erfin tersenyum kecut lalu kemudian berkata "Tidak terlalu mahal bu..hanya beberapa juta saja"
Jika ibunya tau bahwa ponsel itu bahkan sampai 600 miliar, dia tidak akan bisa menjelaskannya nanti.
Nuja sangat bersemangat, karena sebelumnya Erfin juga mengajarinya cara mengoperasikan ponsel android, dengan itu dia bisa mengoperasikannya dengan mudah.
Setelah memberikan ponsel untuk ibunya, dia pergi kekamarnya dan membuka ponsel baru miliknya juga.
Dia memindahkankartu dan profil sistemnya dari ponsel lamanya ke ponsel barunya. Hanya memindahkannya seperti memindahkan sebuah aplikasi saja.
__ADS_1
Untuk ponsel lamanya itu karena harganya hanya satu juta lebih, dia tidak membuangnya karena banyak kenangan didalamnya. Tentunya bukan kenangan tentang cinta melainkan kenangan pada saat dia masih miskin.
Dia membelinya memakai uang dari beasiswanya pada saat itu. Jadi dia tidak akan mencampakkannya hanya karena dia memiliki ponsel baru.