
Keesokan harinya...di tempat persembunyian organisasi The Dragon King, para anggota organisasi seperti biasa sarapan paginya adalah pelatihan dari para senior.
Karena Erfin pergi tanpa mengajak Abi, dia pun pulang kembali dan berkumpul bersama anggota lainnya. Dia sebenarnya tidak biasa bermalas-malasan, tetapi jika itu karena menjaga Erfin dia akan tetap melakukannya.
Selama ini musuh-musuh Erfin yang ditemuinya hanya beberapa ekor lalat saja, bahkan tidak pantas dibilang musuh didepan Abi dan itu hanya membut Abi tambah malas, mereka tidak bisa membuatnya setidaknya ajang untuk berlatih.
Jika di dalam organisasi biasanya dia sering latih tanding bersama teman-temannya, bahkan dia pernah satu kali latih tanding dengan Brandon tapi itu membuatnya tidak bisa bergerak satu hari penuh.
Didalam kamp, banyak junior yang sedang berlatih dibimbing oleh senior-senior mereka. Para junior ini jika dibandingkan dengan orang biasa seperti para gengster berandalan itu, mungkin dalam satu menit sudah bisa membereskan semuanya.
Sebagai senior, Abi juga ikut melatih anggota juniornya tetapi dia tidak lupa untuk melatih dirinya sendiri karena walaupun dia disebut dengan nama Deadly Racing King tapi itu hanya julukan dari orang-orang lemah.
Jika seperti yang orang-orang katakan, seharusnya dia yang menjadi kepala organisasi dan bukan malah Brandon.
Brandon tidak dikenal oleh orang-orang karena misinya sangat rahasia dan selalu bersih tanpa meninggalkan bukti sedikitpun.
Ketika musuh-musuh Brandon bertemu dengannya, hanya menatap matanya saja sudah membuat mereka gemetaran sampai lemas. Hanya Aura saja yang diperlihatkannya sudah mau setengah mati, bagaimana dengan keahliannya?
Tentunya itu hanya orang-orang lemah, selama ini para master-master kuat hanya ayah dan kakek Erfin yang turun tangan. Kejadian terakhir bahkan sampai membuat keduanya meninggal
....
Didalam kamar hotel Marriot di kota Tanjung, Erfin menyuruh ibunya untuk mencoba semua pakaian yang diberikan oleh Ethan kemarin.
Nuja baru sadar kalau anaknya sudah benar-benar kaya karena bahkan kamar hotel ini berada di kamar VVIP, kemarin dia membayarnya sangat enteng, dia tinggal menyerahkan sebuah atm dan hanya mendengar sebuah bunyi 'ding' saja langsung selesai.
Ini kamar VVIP! bukan kamar VIP. Kamar VIP saja permalamnya bahkan sampai puluhan juta dan Erfin membayarnya bukan hanya semalam, tapi seminggu. Bisa dibayangkan berapa uang yang dihabiskan Erfin hanya untuk penginapan.
"Apa perlu memakai baju seperti ini?" tanya Nuja
Dia tidak biasa memakai baju malah seperti ini. Jika sebelumnya dia mendapat baju mahal seperti ini, dia hanya akan memakainya untuk pergi kepesta atau keperjamuan atau semacamnya.
Tapi sekarang dia harus membiasakan dirinya untuk memakainya untuk kesehariannya? sepertinya memakan waktu lama untuk terbiasa.
__ADS_1
"Harus bu, aku tidak mau melihat ibu di hina lagi. Jika itu aku tidak masalah asal jangan ibu..yah?"
"Lagian aku juga sekarang tidak kekurangan uang, kebetulan perusahaan tempatku berinvestasi itu berpeluang besar. Jadi banyak dividen yang aku dapat" ucap Erfin sambil menatap ibunya
"Apa lagi itu dividen? jangan mengucapkan kata-kata yang ibu tidak mengerti" ucap Nuja sambil mengerutkan dahi
Mendengar itu Erfin sontak memukul dahinya dan berkata "Dividen itu laba bu..pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham" ucap Erfin dengan Nada rendah dan pelan seperti orang tua yang sedang menjawab pertanyaan anaknya yang masih kecil.
Nuja mengangguk dan memperhatikan lagi pakaian yang dia pakai. Kemudian dia berjalan kemeja dan mengambil tasnya yang limited edition itu dan mengaitkan dilengannya.
Sebelumnya Nuja berjalan menunduk dan bisa di bayangkan orang pedesaan itu gaya jalannya seperti apa.
Sekarang dia berjalan dengan mengangkat wajahnya dan menatap kedepan dengan tegap. Dia melakukan ini karena diminta oleh anak tersayangnya.
Dia sebenarnya tidak mempermasalahkan omongan orang, bahkan tetangganya yang terang-terangan menghinanya karena miskin, dia masih bisa membantu tetangganya itu ketika dia jatuh sakit.
Tapi karena anaknya yang tidak terima jika dia dihina, dia juga akan merasakan sakit jika melihat anaknya yang menghawatirkannya.
Siapa yang terima jika ibunya di hina, direndahkan bahkan terang-terangan.
Jika Nuja mengetahui isi pikiran Erfin ini, kurang lebih kata-kata kutukan akan terdengar memenuhi udara dalam kamar itu.
....
Di kota puhul, pagi ini Nisa tidak kekampus karena dari kemarin dia tidak bertemu dengan Erfin. Rasanya dia telah kehilangan moodnya bahkan makan saja sudah tidak nafsu.
Dia khawatir nanti Erfin pas sudah tiba dikampungnya dia akan mencari wanita lain, pemikiran wanita kan sudah begitu.
Tapi jika Erfin tau kekhawatiran Nisa ternyata adalah masalah wanita yang ada dikampungnya, Erfin akan memakaikan Nisa kacamata rabun agar bisa membedakan wanita kampung dan wanita kota.
Lagian wanita dikampungnya hanya sebagian yang dekat dengannya itupun tak secantik Nisa, jauh malah.
"Ayah..aku akan menyusul Erfin dikampungnya bisa kan?" tanya Nisa
__ADS_1
Pak Kiki tau betapa Nisa mencintai Erfin bahkan sebelum Erfin mengungkapkan identitasnya sebagai anak dari keluarga konglomerat.
Tapi yang menjadi masalah bagi Pak Kiki adalah nantinya Nisa akan menyusahkan Erfin disana saat mengelola bisnis keluarga. Yang Pak Kiki tau dari Erfin bahwa dia akan pulang untuk mengurus sedikit masalah bisnis keluarganya untuk beberapa hari.
"Jangan..Erfin disana mau menyelesaikan masalah, jika kamu pergi itu akan menjadi masalah baru yang akan menghambatnya"
"Jika kamu mau terus bersamanya bahkan saat berbisnis, maka belajarlah dari sekarang untuk mengelola bisnis toko pakaianmu itu" ucap Pak Kiki dengan tegas
Nisa juga merasa perkataan ayahnya ada benarnya, jadi dia berkata "Baiklah ayah..demi ayah aku akan belajar"
Pak Kiki menatap Nisa sambil menyeringai "Demi ayah atau demi Erfin?" tanya Pak Kiki
"...." Nisa mau menjawabnya tapi mengurungkan kembali niatnya karena itu tidak perlu lagi dijawab olehnya
Diapun pergi kekamarnya dan menelpon manager toko pakaiannya untuk membantunya mencarikannya pabrik yang memproduksi pakaian merk terkenal untuk diajaknya kerja sama. Tentunya harus Nisa yang akan turun tangan untuk komunikasinya
...
Seminggu kemudian, Erfin juga sudah bosan terus-terusan dihotel dan tidak kemana-mana. Rencananya siang ini dia mau pulang ke kota puhul membawa ibunya untuk tinggal di Kediaman Internasional Kejora.
Erfin bersiap turun dilantai bawah hotel Marriot, dia ingin pergi kehalaman belakang untuk bersantai, kebetulan dia melewati restoran hotel tiba-tiba dia mendengar suara kegaduhan di dalam restoran hotel.
"Aku bisa membantu perusahaanmu untuk menanamkan investasi, asal kamu mau menemaniku minum teh bersamaku dikamar, kebetulan aku sudah memesan sebuah kamar VIP disini" ucap seorang pria setengah baya
"Tuan David!..Jangan kira aku tidak tau maksud dari ajakan anda itu. Jika anda tidak mau membantuku bilang saja, aku juga sebenarnya tidak berharap anda membantuku...aku cari orang lain saja kalau begitu" ucap seorang wanita
Wanita itu berumur kira-kira hampir empat puluhan, perusahaannya sedang dilanda kerugian karena gagalnya proyek dan untuk mengatasinya dia membutuhkan dana. Dan juga gaji karyawannya belum diberikan.
David terkekeh dan berlata "Di kota Tanjung ini siapa yang bisa membantumu selain aku? proyekmu itu kecil kemungkinannya akan berhasil, tidak mungkin orang lain akan membuat kontrak dengan proyek yang akan merugi"
Erfin hanya mendengarkannya sebentar kemudian berlalu kehalaman belakang dan bersantai disamping kolam.
Begitulah kepahitan seorang pengusaha, apalagi seorang wanita..susah dalam mencari investor jika proyeknya peluangnya untuk berhasil sangat kecil.
__ADS_1
Maka pria-pria yang licik akan mengambil kesempatan ini untuk berpura-pura ingin membantunya untuk mendapatkan tubuhnya. Setelah mendapatkannya, mereka akan berpura-pura lupa perihal investasi itu.