Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 64


__ADS_3

Sebulan kemudian....


Hari berlalu tanpa ada masalah, dalam sebulan itu Erfin selalu mengikuti latihan berat dari Brandon setiap dia tidak ada kelas bahkan dia mengorbankan waktu istrahat siangnya.


Di kampus juga sudah tidak ada masalah karena teman-teman kelas Erfin juga sudah menerimanya sebagai teman mereka. Jadi hari berlalu dangat damai dan tentram.


Walaupun terlihat damai di luar tapi tidak untuk di dalam dunia gelap. Saat ini musuh di balik bayangan persiapannya sudah matang dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.


Di sisi Erfin, dia baru saja selesai latihan yang di pandu oleh Brandon secara langsung. Sementara Abi terlihat sedang melatih para juniornya. Tidak lupa dia juga melatih dirinya sendiri.


"Sepertinya Tuan Muda sudah menguasainya, saya akui bahwa Tuan Muda sangat jenius seperti Tuan Latani"


"Saya bahkan butuh waktu 3 bulan untuk menguasainya, sementara Tuan Muda hanya dalam sebulan sudah bisa menguasai sepenuhnya" ucap Brandon sambil menyanjung Erfin


Dalam sebulan ini hasil latihan Erfin ini sangat memuaskan. Memang waktu pertama kali Erfin latihan, kemajuannya sangat sedikit, tetapi dalam sebulan ini karena latihannya sangat berat dia bisa menguasainya dengan cepat.


Sementara Brandon, untuk menguasai tekhnik yang diberikan oleh Tuan Latani itu butuh 3 bulan untuk menguasainya, Erfin ini hanya butuh sebulan? mungkin karena dia mempunyai ikatan darah dengan Tuan Latani, makanya dia bisa menguasainya dengan cepat.


Erfin bertolak pinggang dan menarik nafas dalam-dalam lalu berkata "Aku bisa menguasainya karena latihan berat yang kamu kasih itu, kamu akan memukulku jika aku malas-malasan" ucap Erfin dengan pura-pura ngambek


Melihat sikap Erfin ini, Brandon langsung tertawa getir dan berkata "Tidak ada pilihan lain, jika Tuan Muda masih malas-malasan dalam latihan maka tidak ada waktu lagi untuk mempersiapkan pertahanan"


"Sepertinya persiapan musuh sudah matang dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerang, Abi tidak bisa menjamin keselamatanmu walaupun dia selalu ada di sisimu karena lawan kita kali ini kekuatannya tidak di ketahui"


"Jadi untuk menghindari kejadian itu, aku mengusulkan untuk memberikan latihan berat kesemua anggota organisasi tidak terkecuali denganmu juga"


Erfin mengerutkan kening, mengapa Brandon ini tiba-tiba mengatakan hal seperti ini? musuh akan menyerang? mengapa bisa?


Dia pun mau tidak mau bertanya "Musuh akan menyerang? mengapa bisa terjadi? bukankah organisasi ini sudah bertahan dari serangan musuh selama bertahun-tahun?"

__ADS_1


Mendengar itu Brandon juga mengerutkan kening dan menatap lekat Erfin lalu berkata "Hmm? apa aku tidak mengatakannya sebelumnya?"


Selama latihan Brandon tidak mengatakan maksudnya untuk memberikan latihan berat kepada semua anggota, dan juga tidak ada anggota yang berani bertanya.


Erfin juga tidak mengetahui karena tidak bertanya, dia sangat semangat untuk latihan berat itu sampai tidak mau bertanya mengapa dia bisa diberikan latihan berat itu.


Erfin balik menatap Brandon dan berkata lagi "Kamu tidak mengatakan apa-apa padaku selama ini. Salahku juga sebenarnya karena tidak bertanya alasan kamu memberikan latihan berat ini"


"Ahh maaf Tuan Muda, aku terlalu sibuk melatihmu sampai tidak kepikiran hal itu untuk memberi tahumu" ucap Brandon sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Erfin juga hanya bisa memaklumi, karena dengan latihan kerasnya selama sebulan penuh ini, dia sudah bisa menguasai teknik ayahnya. Tentunya teknik itu juga dari kakeknya yang diberikan kepada ayahnya saat itu.


"Tidak perlu dipermasalahkan, lagian dengan latihan berat itu aku bisa menguasai teknik itu"


"Aku juga tidak takut tentang penyerangan nanti, mungkin aku juga bisa membantu. Aku akan mengalahkan mereka semua sendirian" ucap Erfin sambil memukul-mukul dadanya


Sekali lagi Brandon tertawa getir melihat tingkah Erfin barusan, mentang-mentang sudah menguasai tekhnik yang di ajarkan olehnya, dia sangat bersemangat sampai mau membantai musuh sendirian.


....


Kerja sama itu dia sendiri yang mengurusnya karena dia harus melatih dirinya dalam berkomunikasi dengan klien.


Walaupun alasan Brand ternama itu bisa menandatangani kontrak karena tidak berani menolak kerja sama dengan orang terkaya nomor satu di kota puhul.


Berkah bagi mereka bisa bekerja sama dengan orang terkaya di kota puhul. Bukan hanya mendapatkan laba tapi juga mendapat koneksi. Apalagi perusahaan ayahnya Nisa ini sudah masuk Industri Global.


Tidak bisa di pungkiri bahwa jika bekerja sama dengan Nisa ini maka tidak menutup kemungkinan perusahaannya bisa menyusul masuk di Industri Global walaupun membutuhkan waktu 20 tahun lagi.


Untuk Brand ternama seperti mereka, tidak terlalu penting jika itu perihal laba. Yang terpenting dan yang paling utama adalah membangun relasi dan koneksi dengan orang-orang besar.

__ADS_1


Terlihat Nisa sedang melihat-lihat jurnal pemasukan dan pengeluaran di tokonya.


Tiba-tiba Fina mendekatinya dan berkata "Nona!..sepertinya toko ini tidak cukup luas untuk menampung semua stock"


"Nona harus membangun satu toko cabang lagi atau meminta kepada Tuan Besar untuk memberikan satu tokonya lagi untuk anda mengelolanya sendiri"


Nisa juga sudah sadar akan hal itu, tapi dia tidak mau selalu bergantung kepada ayahnya, dia harus belajar mandiri. Jadi dia berniat untuk membangun satu cabang lagi, selain stock bisa termuat, membangun cabang juga adalah pilihan yang bagus.


"Aku tidak akan bergantung kepada ayahku lagi, karena aku sudah mengelola toko ini sendiri maka hal yang lain juga akan ku tangani sendiri"


"Aku akan membangun satu toko cabang untuk memuat stock barang itu, lagian itu juga akan memperluas jangkauan toko kita" ucap Nisa


Dengan menguatkan tekadnya dia harus lebih mandiri agar di masa depan dia bisa bersanding dengan Erfin dan tidak menjadi beban keluarga.


Mendengar perkataan Nisa barusan, Fina hanya menghela nafas panjang. Nisa tidak ingin bergantung kepada ayahnya, sementara ayahnya bekerja juga untuk dia, karena hanya dia anaknya satu-satunya.


Jika bukan Nisa yang mewarisi kekayaan ayahnya, lalu siapa lagi? Tidak ada saudaranya yang lain lagi.


Pak Kiki memberikan toko itu hanya sebagai ujian agar di masa depan dia bisa menjadi pewaris yang benar-benar siap menanggung semua aset-asetnya itu.


Fina berpikir sejenak dan berkata lagi "Kalau begitu sekarang juga aku akan mencarikan lokasi yang mempunyai banyak peluang"


Setelah mengeluarkan kata-kata itu, Fina pun undur diri dan langsung pergi menjalankan tugasnya.


....


Sementara itu di sisi Erfin, karena dia sudah lama beristirahat, dia kemudian melanjutkan latihannya lagi sampai sore.


Kali ini dia tidak mau pulang, dia harus ikut berpartisipasi dalam pertempuran. Bisa saja malam ini para musuh itu akan menyerang.

__ADS_1


Dia sangat bersemangat sampai darahnya seakan mendidih, tidak sabar ingin mematahkan tulang belulang para musuh-musuh itu.


Seperti itulah jika seseorang baru sampai di tahap itu, karena sudah merasa dirinya sudah pantas maka tidak bisa di pungkiri bahwa dia sangat bersemangat untuk membantai musuh-musuhnya.


__ADS_2