Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 62


__ADS_3

Di taman kampus, Nisa tidak menyangka bawha Erfin suka dengan wanita dewasa. Tidak bisa di pungkiri bahwa Anita sang dosen killer ini memang cantik dan tidak kalah jika di bandingkan dengan Nisa, jadi Nisa sedikit insecure.


Nisa tidak tahan lagi melihatnya, dia pun pergi dengan perasaan kecewa. Dia hanya ingin menyendiri untuk sementara untuk menghilangkan rasa kecewanya itu.


Dia sengaja lewat di arah pandang Erfin agar Erfin dapat melihatnya, dengan begitu mungkin Erfin bisa merasa bersalah karena menghianatinya.


Ketika Erfin melihat Nisa, dia pun memanggilnya "Nisa tunggu.!" dia bersiap mau mengejarnya untuk menjelaskan apa yang terjadi tapi dia mengurungkan niatnya dan berbalik memandang Anita dan berkata "Maaf bu, aku harus kembali ke kelas untuk menunggu kelas selanjutnya.


Untuk sekarang biarkanlah dia menjauh agar dia tidak menghambat Erfin dalam latihannya.


....


Di sisi Erfin sebelumnya....


Setelah kelas selesai dia kebetulan keluarnya paling akhir bersamaan dengan Anita sang dosen bucin. Karena hanya tinggal mereka berdua di dalam kelas, Anita mendekati Erfin yang siap keluar menyusul teman-temannya itu.


"Erfin!.. Tunggu, aku mau bicara sebentar" ucap Anita


Erfin berhenti sejenak dan melihat sekeliling, dia pun berkata "Alangkah baiknya jika kita bicarakan itu di taman bu?!"


Karena jika hanya mereka berdua di dalam kelas maka itu akan menjadi gosip yang menggemparkan media di kota puhul.


Untuk menghindari itu alangkah baiknya mereka bicarakan di taman saja. Selain aman, di taman juga sejuk akan pepohonan rindang yang mendukung suasana.


"Baiklah..ayo" ucap Anita. Dia pun memimpin jalan di depan menuju taman kampus.


Sesampainya di taman kampus, Anita membuka suara terlebih dahulu "Erfin..apakah benar kamu tidak ada rasa ke saya?"


Mendengar ini Erfin memegang dadanya dan menghela nafas panjang. Sebenarnya Erfin ada rasa sedikit untuk Anita ini, tapi itu hanya rasa untuk memenuhi hasratnya saja, bukan rasa sayang untuk memiliki.


Siapa yang tidak suka wanita dewasa yang kedua balonnya sangat menggoda itu? Jika itu orang lain, mungkin kepalanya akan selalu menunduk, bukan karena takut tapi karena ingin selalu menatap kedua balonnya itu.


Erfin juga pria biasa, dia juga merasakan perasaan pria pada umumnya yang menyukai oppai yang besar. Tapi dia tidak mau menjadi seperti Liven yang sukanya merusak wanita.

__ADS_1


Dia hanya menyukai wanita yang seumurannya yang akan menjadi pasangannya di masa depan, lagian pilihannya juga tidak salah. Wanita pilihannya adalah wanita yang menjadi bunga kampus.


Selang dia memikirkan pertanyaan Anita barusan, dia tiba-tiba melihat Nisa yang berlari kecil di depan matanya.


"Nisa tunggu" ucap Erfin dan bersiap mengejarnya tapi mengurungkan niatnya.


Dia pun berbalik memandang Anita dan berkata "Maaf bu, aku harus kembali ke kelas untuk menunggu kelas selanjutnya"


Setelah meninggalkan kata-kata itu, dia pun pergi meninggalkan Anita tanpa kepastian. Dia tidak bisa menjawab pertanyaannya itu karena terlalu blak-blakkan.


....


Beberapa waktu kemudian..kelas sore juga sudah selesai dan waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Erfin menelpon Pak Kiki untuk menanyakan perihal dokter spesialis yang dia suruh carikan.


"Halo.!! Pak Kiki sudah mendapatkan dokter spesialis itu?" tanya Erfin setelah telepon tersambung


"Nak Erfin.!! Iya, aku sudah membawanya ke rumah sakit di pusat kota" ucap Pak Kiki sejenak dan kemudian melanjutkan "Apakah bisa lakukan operasi malam ini?" tanya Pak Kiki


"Lebih cepat lebih baik, aku akan mengirim uang 20 miliar itu untuk biaya pengobatannya" ucap Erfin kemudian menutup telepon dan mengirimkan 20 miliar itu ke Pak Kiki.


Sebelumnya setelah mendapatkan perintah dari Erfin untuk mencari nama perusahaan tempat saudara-saudaranya bekerja itu, Fadel langsung mencarikannya.


Dengan cepat nama-nama perusahaan itu di dapatkannya dan langsung mengirimkannya kepada Erfin lewat pesan whatsapp.


Erfin menelpon Ethan untuk menyuruhnya membelikan perusahaan tempat ke empat saudaranya itu bekerja.


(Dering) setelah berdering beberapa saat, telepon itu di angkat dan terdengar suara panik di seberang telepon "Halo Tuan.!! maaf aku baru saja selesai rapat, ponselku tadi di pegang oleh sekretarisku"


Karena Pak Kiki saja sangat menghormati Erfin ini, jadi dia juga harus menunjukkan rasa hormatnya dan memanggilnya dengan 'Tuan'.


"Tidak perlu meminta maaf, aku hanya ingin minta tolong" ucap Erfin


Ethan dengan cepat menjawab "Aku bisa..aku bisa, kebetulan aku lagi senggang" untuk bisa bekerja sama dengan Erfin tentunya dia harus siap membantunya

__ADS_1


Erfin menjelaskan semuanya dan mengirimkannya nama perusahaan tempat ke empat saudaranya itu bekerja


"Baiklah Tuan, aku akan berangkat sekarang" ucap Ethan. Walaupun dia agak bingung sejenak tentang pekerjaan saudara-saudara Erfin ini tapi dia tidak mau banyak tanya dan tetap menjalankan apa yang diperintahkannya


Dia tidak tau kehidupan orang kaya seperti apa, tapi jika menjalankan perintah itu dapat menguntungkannya di masa depan, maka dia tetap akan melakukannya.


Erfin mengirimkannya uang 2 Triliun, itu hanya untuk membeli perusahaan. Untuk jumlah yang akan dia kirimkan pada ke empat saudaranya, dia hanya akan mengirimkan 400 Triliun.


Masing-masing dari mereka mendapat 100 Triliun. Sebenarnya itu terlalu sedikit jika di banding sisa uang yang masih Erfin pegang.


Tapi untuk mereka jumlah itu sudah sangat banyak, bahkan mereka tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan uang sebanyak itu.


Takutnya jika Erfin mengirimkan lebih banyak lagi, maka mereka akan mencari tau asal uang itu dan akan terus memaksa Erfin untuk menjelaskannya.


Untuk saat ini alasan yang akan Erfin pakai untuk mereka adalah dia telah terjun ke dunia bisnis dan sungguh sangat beruntung bisnisnya dengan cepat meningkat sehingga mendapatkan uang itu.


Walaupun alasan itu agak sedikit mustahil dengan uang 400 Triliun itu, tapi hanya itu yang bisa dia jelaskan sekarang.


Erfin mengirimkan uang kepada saudara-saudaranya satu persatu dengan masing-masing 100 Triliun. Karena dengan atas namanya, dia akan menunggu satu persatu dari saudara-saudaranya itu untuk meminta penjelasan.


Setelah mengirimi mereka uang, Erfin pun memasuk kedalam mobilnya untuk pulang dan istrahat.


....


Di rumah, tidak lama setelah Erfin sampai, satu persatu saudara-saudaranya itu menelponnya. Meminta penjelasan perihal uang yang dikirimnya itu


Mereka sangat senang bahkan sampai gugup melihat jumlah uang itu, tapi mereka juga harus memastikan asal uang itu tidak dari hasil mencuri atau perilaku kejahatan yang lain


Erfin hanya menjelaskan dengan apa yang sudah di siapkannya untuk menjelaskannya. Semoga saja mereka percaya dengan alasannya ini


Setelah Erfin menjelaskan alasannya tentang asal dari uang itu, mereka juga sebenarnya sedikit tidak percaya.


Tapi karena Erfin menjelaskan tentang perusahaan tempat mereka bekerja itu akan menjadi milik mereka, dan di masa depan juga mereka akan bekerja sama, jadi tidak bisa di pungkiri bahwa mereka sangat senang.

__ADS_1


Jika kesenangannya itu di perlihatkan, mungkin terlihat adegan katak yang sedang melompat kegirangan.


__ADS_2