Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 12


__ADS_3

Nisa sampai di gerbang kampus bertepatan dengan turunnya Erfin dari taxi, Nisa menunggu Erfin membayar taxi kemudian membukakan pintu ferarinya dan keduanyapun masuk kedalam kampus.


Fauzan yang melihat itupun naik darah, "Jika aku tidak mendapatkannya maka orang lain juga tidak boleh mendapatkannya, aku akan memberinya pelajaran nanti" gumam Fauzan


...


Setelah tiba diparkiran, Erfin baru sadar kalau hari ini Nisa tampil cantik dengan riasan tipisnya, baju yang menonjolkan dadanya yang menjulang, dengan memakai celana pendek Denim, memperlihatkan paha mulusnya dan memakai sepatu yang dibalut kaos hitam memperlihatkan kedua betis yang jenjang.


"Mengapa melihatku seperti itu?" tanya Nisa


Sebebarnya dia senang bisa menarik perhatian Erfin, tapi tatapan Erfin barusan seakan tatapan itu menembus pakaiannya dan membuat muka Nisa merah merona karena malu.


"Pakaian apa ini? kelihatan norak bukan?" Erfin yang ketahuan menatap tubuh sempurna Nisa berpura-pura tidak tertarik dan mengatakan yang sebaliknya. Padahal bukan kelihatan norak tapi kelihatan cantik.


"Jadi aku harus mengubahnya?" ucap Nisa sedih. Hari ini dia mau tampil cantik karena dia akan membawa Erfin berbelanja setelan yang akan dipakainya bertemu sang ayah. Tapi jika ternyata Erfin tidak suka dengan tampilan seperti ini maka dia harus mengubahnya


"Tidak perlu, walaupun norak, kamu cantik seperti ini" ucap Erfin lagi. Sudah cantik seperti ini bahkan terlihat sempurna dimatanya, mengapa mau mengubahnya?


"Kamu tau salah satu judul lagu armada?" tanya Nisa tiba-tiba


Haa?? apa hubungannya keadaan ini dengan judul lagu armada?


"Tidak, judul lagu armada kan banyak. Emang apa judul lagunya yang berhubungan dengan kejadian ini?" Memang aku suka dengar setiap lagunya, tapi tidak mengingat setiap judulnya


"Asal kau bahagia" ucap Nisa sambil cengenger cengingir


Selang mereka menggombal, Fauzan sudah sampai ditempat parkir dan langsung mendatangi mereka berdua. Fauzan mencengram kerah baju Erfin "Berani ya kamu mendekati Nisa? kamu pikir kamu selevel dengannya? orang miskin sepertimu memandangnya saja sudah tidak pantas" ucap Fauzan sambil mencengkram kerah baju Erfin dan mendorongnya kebelakang


"Fauzan apa maksudmu? apa urusanmu jika aku berhubungan dengannya?" tanya Nisa sambil meneriaki Fauzan


"Jika aku tidak mendapatkanmu, maka orang lain juga tidak boleh" ucap Fauzan dan dia berbalik menatap Erfin kemudian melanjutkan "Jika kamu masih berani mendekatinya, jangan sakahkan aku jika berakhir dirumah sakit" ucap Fauzan mengancam Erfin kemudian dia berbalik pergi


"Ada apa dengan otak bajingan itu? jika aku melaporkannya kepada ayahku, apakah keluarganya bisa selamat?" geram Nisa

__ADS_1


"Sudah, aku mau bertanya sesuatu padamu" ucap Erfin dan kemudian melanjutkan "Apakah kau menyayangiku? jangan dulu bicara tentang cinta, tapi ini kasih sayang"


Mendengar ini Nisa punya firasat buruk. dia kemudian menjawab "Iya..aku menyayangimu, mengapa kau bertanya seperti itu? seperti orang yang akan wafat saja?"


"Kalau memang kau menyayangiku, untuk sementara menjauhlah dariku" ucap Erfin


Jika Nisa selalu mendekatinya sekarang, bukankah dia akan dikirim dirumah sakit oleh orang-orang suruhan Fauzan? jadi sebelum dia membuat pertahanannya sendiri, dia akan menjauhi dasar masalah terlebih dahulu.


"Kamu membenciku? kamu-" Nisa belum menyelesaikan ucapannya sudah dipotong oleh Erfin


"Jangan salah paham, aku hanya mengindari masalah yang tidak perlu karena aku belum membuat pertahananku sendiri, jika kamu terus bersamaku, orang-orang suruhan Fauzan akan mengirimku kerumah sakit" ucap Erfin


"Baiklah, aku tidak akan bersamamu ketika dikampus. Tapi bolehkan aku bermain kevilamu?" ucap Nisa lagi


'Uaaghhh' Erfin muntah darah, dia tidak tahu maksud Nisa untuk bermain kevilanya, tapi dengan seorang pria dan wanita dalam satu rumah bukankah tidak etis?


"Aku tidak mengizinkanmu" ucap Erfin. Tapi dia berpikir lagi dan menlanjutkan "Eh tapi jika ayahmu setuju bekerja sama denganku, aku bisa menuruti permintaanmu yang itu"


Jika ayahnya Nisa bisa bekerja sama dengannya, dia akan membantu ayahnya Nisa memasuki Industri Goobal, dan itu berarti dia tidak keberatan membiarkan putrinya berteman dengan Erfin, bahkan pacaran? seperi mendapatkan dua burung dengan satu batu, lagian Erfin juga sudah mulai melunak terhadap perasaannya sendiri terhadap Nisa.


"Baiklah, setelah kuliah siang nanti kamu harus meluangkan waktumu untuk bertemu ayahku" ucap Nisa


Nisa berpikir lagi, kata-katanya barusan seperti seorang wanita yang menyuruh pacarnya bertemu orang tuanya untuk melamarnya. Andai seperti itu


Keduanyapun berpisah dan pergi kekelas masing-masing untuk mengikuti mata kuliah pagi


...


Kelas pagipun selesai, keduanya pergi ketoko baju, dan Nisa memilihkan setelan jas paling mahal, tentunya Erfin yang membayarnya sendiri. Sebenarnya dia punya setelan jas divilanya tapi itu terlalu repot jika pulang lagi


Dia memakai setelan jas mahal karena dia tidak mau direndahkan didepan ayahnya Nisa, karena ini berkaitan dengan kerja samanya.


Setelah persiapan selesai, Nisa membawa Erfin kerumahnya, karena ayahnya bilang 'Harus dia sendiri yang mendatanginya'.

__ADS_1


Setelah tiba dirumahnya, Nisa kemudian membawa Erfin keruang kerja ayahnya


"Ayah, aku sudah membawanya" ucap Nisa sambil mendorong Erfin kedepan


"Nisa kamu keluar dulu, ayah akan berbicara dengannya" Pak Kiki kemudian menutup pintu dan berbalik menatap Erfin


"Dari keluarga mana kamu" tanya Pak Kiki


"Maaf sebelumnya pak, aku tidak bisa memberitahumu" ucap Erfin


Semoga saja dia tidak mencari latar belakang Erfin, kalau dia mendapati bahwa Erfin hanyalah orang miskin dari desa, gimana mau menjelaskan tentang kekayaannya ini?


"Baiklah aku juga tidak kepo dengan keluargamu"


"Namamu Erfin kan?" Erfin menganggukkan kepalanya "Langsung saja keintinya, bagaimana kamu bisa membantuku memasuki Industri Global? tahukah kamu bahwa untuk memasuki Industri Global perusahaan harus mencapai harga aset 1000 triliun?" tanya Pak Kiki


Erfin juga tidak mau bertele-tele dan berkata "Aku bisa membantumu meminjamkan, eh tidak, memberikan 1000 triliun, hanya dengan satu persyaratan" ucap Erfin


"Kalau anda tidak percaya, berikan aku nomor rekening anda" tambah Erfin lagi


Pak Kiki memberikan nomor rekeningnya dan berkata "Aku sedang tidak bercanda, kamu tahu kan konsekuensinya jika membohongiku?" ucap Pak Kiki menatap lekat Erfin


"Ding" tidak lama setelah itu, sebuah notifikasi membuat kaget Pak Kiki. Apakah anak muda ini tidak sedang bercanda? Dia melihat lihat angka diponselnya itu dan mencoba menghitungnya dan dia membelalakkan matanya. 1000 triliun!!


"Uang itu bisa menjadi milik anda dan langsung memasukkan ke dana perusahaan anda untuk memasuki Industri Global. Aku hanya ingin anda menjadi penengah untuk mencarikanku sebuah organisasi seni beladiri tertinggi, uang bukan masalah, bagaimana menurut anda?' tanya Erfin


Dengan ini, aku bisa menghambur-hamburkan uang tanpa takut dengan orang lain


Melihat angka diponselnya, Pak Kiki menahan napasnya. Dia pun mengatkan dengan gembira "Aku bisa..aku bisa membantumu. Tapi ada apa dengan pengawal elit keluargamu?" Pak Kiki berpikir bahwa Erfin ini adalah anak orang kaya dari keluarga besar, jadi pasti memiliki pengawal keluarga bukan?


"Aku ..aku tidak bisa memakai pengawal elit keluargaku, karena..aku harus membangun pertahananku sendiri" ucap Erfin dengan gugup


Bagaimana tidak? pihak lain menanyakan pengawal elit keluarga, apaan pengawal keluarga? beban keluarga yang ada

__ADS_1


"Sesuai dengan yang terlihat, kamu seorang yang mandiri dan bekerja keras" Pak Kiki mengacungkan jempol kepada Erfin


__ADS_2