
Di depan markas organisasi The Dragon King...
Semua pasukan musuh sudah tergeletak di tanah, ada yang sudah mati dan sebagian kecil masih hidup.
Tidak terkecuali dengan anggota organisasi The Dragon King. Tetapi itu ada sedikit perbedaan, karena King hanya menggunakan satu tangan dengan pisaunya dan menggunakan kakinya untuk menendang, jadi para anggota organisasi tidak memiliki cedera yang serius.
Walaupun begitu bisa di pastikan para anggota itu akan terbaring sakit dalam 2 minggu.
Untuk mayat-mayat itu Brandon berniat membereskannya sendiri tapi di tahan oleh Erfin "Tidak perlu repot-repot, lagian kamu juga masih dalam keadaan terluka parah. Untuk mayat-mayat itu, biar aku menyuruh orang lain untuk membereskannya"
Sudah di ujung malam dan akan berakhir dengan datangnya pagi, jadi tinggal menunggu beberapa saat saja baru dia akan menelpon Pak Kiki untuk menyuruh orang untuk membereskan mayat-mayat ini.
Tidak sopan kan jika dia menelponnya sekarang, karena itu akan sangat mengganggu Pak Kiki. Mungkin saat ini Pak Kiki masih mencari kehangatan dibalik dinginnya pagi. Ya didalam dekapan sang istri.
Erfin menyebarkan pandangannya lagi dan mendapati sebagian kecil dari pasukan musuh masih hidup walaupun sudah dalam keadaan sekarat. Dia pun bertanya kepada Brandon "Terus..bagaimana dengan yang masih hidup itu? tidak mungkin kan mereka juga ikut di kubur hidup-hidup?!"
Brandon melihat ke arah pasukan musuh yang masih hidup itu dan langsung berkata tanpa rasa bersalah "Bunuh saja, mereka adalah musuh. Tidak baik jika membiarkan musuh tetap hidup apalagi dalam keadaan sekarat seperti itu"
Erfin mempunyai sedikit rasa iba. Mereka sudah sekarat dan ketuanya juga sudah mati, mereka juga tidak akan berani untuk menyerang.
Jadi dia tidak tega lagi untuk langsung membunuh mereka, dia pun berkata kepada Brandon "Aku rasa lebih baik jangan membunuh mereka, karena ketua mereka sudah mati, jadi mereka sudah tidak punya alasan lagi untuk tetap menyerang"
Mendengar itu dari Tuan Mudanya, Brandon mau tidak mau harus mendengarkannya.
Sebelumnya jika terjadi penyerangan atau saat menjalankan misi, dia tidak akan membiarkan siapapun musuh yang boleh hidup.
Tapi kali ini berbeda karena Tuan Mudanya sangat berbelas kasihan, entah itu bodoh karena berbelas kasihan pada musuh atau terlalu dermawan sebagai seorang atasan.
__ADS_1
Kali ini Abi yang sedari tadi membalut lukanya menggunakan kain dari pakaiannya mengangkat suara "Kalau begitu bagaimana jika mereka bergabung dalam organisasi? tentunya kita harus menginterogasi mereka terlebih dahulu"
Brandon menatap Abi sambil tersenyum, dia belum menanggapi perkataannya barusan tetapi menanyakan keadaannya terlebih dahulu sambil bercanda "Sepertinya kamu masih hidup, apakah bisa sampai pagi nanti?"
Mendengar perkataan Brandon barusan, Abi langsung tertawa terbahak-bahak lalu berkata "Sepertinya duo kita sudah sedikit lemah ya?! Aku tidak menyangka kita bisa tersudutkan seperti ini" ucapnya sambil tertawa
Kemudian Abi berbalik melihat Erfin dan mendapati bahwa Erfin hanya mengalami memar-memar saja, tidak separah mereka berdua. Dia tidak bisa menahan rasa girangnya dan berkata "Syukurlah Tuan Muda baik-baik saja. Sepertinya Tuan Muda sudah sedikit lebih kuat dariku"
Erfin hanya bisa tersenyum tipis, tapi di dalam hatinya bahagianya bukan main. Tapi dia tetap ingin terlihat rendah hati "Ehmm..sebenarnya aku tidak kuat, lawanku saja yang lemah. Dan kalian tidak lemah, hanya saja lawan kalian saja yang terlalu kuat".
Memang Abi dan Brandon menyadari itu, jika saja Abi dan Brandon tidak membentuk duo mungkin King lah yang akan memenangkan pertarungan.
Malam perlahan menghilang digantikan dengan datangnya pagi, tiba-tiba Abi teringat dengan para pasukan musuh itu.
Karena Brandon tadi belum menanggapinya, jadi dia bertanya sekali lagi "Untuk pasukan musuh itu??"
Sementara Erfin baru saja selesai menelpon. Karena sudah pagi, Pak Kiki tidak banyak bertele-tele lagi apalagi ini adalah perintah dari Erfin langsung sang anak konglomerat.
Dia tidak akan bisa menggantikan bantuan Erfin ini yang sudah membantunya dalam memasuki Industri Global pada saat itu. Jadi dia dengan cepat menyuruh semua pengawalnya untuk segera bergegas. Tentunya dia juga ikut agar dapat melihat langsung apa yang terjadi.
....
Karena sudah pagi, Abi dan Brandon membantu para anggota organisasi itu berdiri dan membawanya kedalam markas.
Orang yang sudah tergabung dalam organisasi The Dragon King ini secara otomatis akan menjadi saudara, jadi Brandon dan Abi tidak mengabaikan mereka.
Erfin juga ingin membantu tapi tidak ada satu orang pun yang berani untuk di rangkul oleh Erfin, mereka memilih untuk berjuang untuk berdiri dan berjalan sendiri.
__ADS_1
Tadinya para anggota itu sudah sekarat dan tidak bisa berdiri, karena tidak mau mereka terlihat menyedihkan dihadapan Erfin, mereka dengan segenap kekuatan memaksa untuk berdiri dan berjalan sendiri.
Untuk anggota yang gugur, Brandon juga tidak mengabaikannya dan berniat setelah ini dia akan memakamkan mereka dan mendapatkan penghormatan dari Brandon sendiri sebagai kepala organisasi.
Gugur dalam pertempuran itu sudah biasa, tapi setidaknya mereka gugur dengan terhormat karena membela organisasi. Dimana organisasi ini adalah tiang dari keadilan yang membantai kejahatan.
Sementara pasukan musuh yang masih hidup masih tertinggal dan terbaring ditanah bersama dengan teman-temannya yang sudah mati.
Karena mereka belum bergabung dalam organisasi, jadi mereka masih tidak di hiraukan. Erfin juga tidak terlalu peduli, biar pengawal Pak Kiki yang mengurus mereka.
Tidak lama setelah para anggota dibawa masuk, Pak Kiki juga sudah sampai diikuti beberapa pengawal dibelakangnya.
"Sepertinya mereka inilah yang di maksud oleh nak Erfin" gumam Pak Kiki kemudian memberi perintah kepada para pengawalnya "Galikan lubang di pinggiran hutan untuk orang-orang yang sudah mati, sedangkan yang masih hidup, ikat dan bawa mereka masuk kedalam markas"
Dengan cepat para pengawal itu melakukan apa yang diperintahkannya, karena ada banyak pengawal jadi mereka bagi tugas masing-masing.
Sementara itu di sisi Erfin dan yang lainnya, mereka istrahat sejenak dan saling membalut luka.
"Biar aku membawa kalian kerumah sakit, aku akan membawakan dokter terbaik" ucap Erfin
Tapi Brandon tidak setuju dengan itu "Tidak perlu Tuan Muda, kami biasanya menggunakan obat herbal"
Erfin berpikir bahwa Brandon menolak karena berpikir akan merepotkan Erfin karena akan mengeluarkan banyak biaya, jadi dia segera berkata "Tidak perlu mempermasalahkan biaya, aku punya banyak uang"
Perkataan Brandon selanjutnya membuat Erfin tidak bisa berkata-kata. "Bukan itu Tuan Muda, tapi jika dibandingkan dengan obat dari rumah sakit, sebenarnya lebih bagus dan lebih cepat sembuhnya menggunakan obat tradisional. Kami selama ini juga selalu menggunakannya"
Yah karena Brandon sudah berkata seperti itu, Erfin juga tidak bisa memaksa. Lagian bahan-bahan yang dijadikan obat di rumah sakit itu juga dari obat-obatan herbal.
__ADS_1