Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 40


__ADS_3

Di dalam kamar box, Erfin sedang mengecek nomor ponselnya, ketika dia mau memasukkan kedalam ponsel Haru, dia mendapati Haru terdiam membatu menatap ponselnya.


Fiki, Liven dan teman-teman kelasnya yang lain juga terperangah dan membatu ditempat. Ruangan itu sunyi sejenak, tidak terdengar suara apapun.


Ketika Erfin melihat kembali keponselnya, dia baru sadar ternyata karena mereka melihat ponselnya mereka bisa terdiam membatu seperti ini.


Sementara Nisa sudah kaget duluan pada saat di mobil tadi saat Erfin mengangkat panggilan Riko. Jadi sekarang dia hanya terkejut karena melihat semua orang juga terkejut setelah melihat ponsel Erfin itu.


Erfin hanya tersenyum sejenak kemudian melambai-lambaikan tangannya didepan Haru. Seketika Haru tersadar dan berkata "Ahh maaf, aku tidak konsentrasi" ucapnya kemudian melanjutkan "Masukkan nomor ponselmu di sini" Dia semakin bersemangat untuk ingin lebih dekat dengan Erfin ini.


Sementara Nisa, setelah melihat bahwa Haru ini mulai menyukai Erfin, dia pun memeluk lengan Erfin dengan manjanya dan berkata "Karena sudah membayar, lebih baik kita pulang saja"


Mendengar bahwa Erfin sudah mau pulang, Liven keluar dari kamar box itu dan pergi keparkiran.


Sementara Haru sedikit cemburu melihat pria yang disukainya ternyata sudah punya pacar. Tapi dia tetap bersikap tenang dan berkata "Kalian cepat sekali mau pulang, aku bisa mentraktir kalian untuk minum sebentar"


Nisa menjawabnya dengan cepat "Tidak perlu, lihat saja bir mahal itu kami tidak meminumnya" ucapnya sambil menunjuk bir yang dipesan oleh Erfin tadi. Bahkan bir itu tidak di sentuh sedikitpun.


Karena mereka masih kuliah, jadi mereka masih belum berani meminum bir. Apa lagi itu bir yang bordosis tinggi.


Haru juga tidak bisa melanjutkan untuk mengahalanginya karena dia juga sudah mendapatkan nomor ponsel Erfin. Jadi dia menghindar dari depan pintu dan membiarkan mereka lewat.


....


Di sisi Fiki, karena Erfin sudah membayar tagihannya sendiri, jadi untuk tagihan teman-temannya yang lain dia langsung membayarnya karena tidak sampai satu miliar.


Untuk kejadian Erfin tadi, dia masih bertanya-tanya bagaimana Erfin bisa mendapatkan uang untuk memesan makanan sampai puluhan miliar, belum lagi ponselnya adalah ponsel termahal di dunia.


"Bagaimana Erfin itu bisa mendapatkan uang sebanyak itu? bahkan ponselnya saja adalah ponsel termahal didunia yang harganya bahkan melewati harga rumah dan mobil" gumam Fiki


Tapi dia tiba-tiba terpikir "Apakah ponsel itu KW?. Nah itu pasti, itu jawaban yang tepat. Tapi untuk kartu itu? Aahh aku tidak bisa mencerna kejadian tadi sama sekali"


Fiki kemudian tidak memikirkannya lagi, karena itu bisa membuatnya sakit kepala karena tidak bisa menemukan jawaban yang logis.


Setelah membayar, dia dan teman-temannya menyusul Erfin keluar dari hotel. Dia masih harus bertemu Liven untuk membantunya mendapatkan kembali hati Ica karena tadi dia sudah membuatnya kecewa.


....


Kembali ke sisi Erfin, setelah sampai di parkiran dia dihadang oleh lima pria kekar yang wajahnya penuh jahitan. Terlihat jika mereka kuat dan sangat seram.


Erfin menyembunyikan Nisa dibelakangnya dan berkata kepada lima pria kekar itu "Kalian mau apa? siapa yang menyuruh kalian?" samar-samar dia menebak bahwa ini ulah Liven.

__ADS_1


Kemudian Liven keluar dari mobil yang berada diparkiran itu dan berkata "Aku sudah menantikan ini Erfin, karena kamu sudah memprvokasiku, jangan salahkan aku bertindak kejam"


"Mereka adalah pengawal pribadi keluargaku, tidak bisa disamakan dengan para gengster berandalan itu. Hari ini kamu setidaknya akan berakhir dengan patah tulang" ucap Liven


Erfin panik melihat lima pria kekar itu mendekatinya, dia pun berkata kepada liven "Liven..bukankah ini sudah keterlaluan?"


Liven tidak mendengarkannya dan berkata kepada pangawalnya "Tangkap dia dan patahkan satu kaki dan tangannya"


"Untuk wanita dibelakangnya itu tangkap dan bawa dia kesini" ucap Liven lagi


Para pengawal itu sebagian menahan Erfin dan sebagiannya lagi menangkap Nisa dan membawanya didepan Liven.


Nisa memberontak sampai baju yang dipakainya sedikit robek, dia kemudian berteriak "Tolooong!! toloong"


Mendengar Nisa berteriak, Liven kemudian menyuruh pengawalnya untuk menutup mulutnya dengan kain.


Liven memandang Nisa dengan nafsu yang meledak-ledak. Air liurnya sudah jatuh ditanah bagaikan air terjun dan membentuk sebuah danau.


"Nisa..akhirnya aku mendapatkanmu. Malam ini aku akan bersenang-senang denganmu" ucap Liven


Sementara Erfin selalu memberontak dan berteriak "Liven..jika kamu berani menyentuhnya, jangan harap kamu bisa melihat matahari besok" Jika terjadi sesuatu dengan Nisa, dia tidak tau harus bilang apa ke Pak Kiki.


Dua orang pengawal menahan Erfin dan dan satu orangnya bersiap menendang perut Erfin, sedangkan dua orangnya menahan Nisa.


Sementara dua pengawal yang lain sudah membawa Nisa masuk ke dalam hotel.


"Nak..kamu sudah berurusan dengan orang yang salah" ucap salah satu pengawal itu lalu menendang perutnya lagi.


"Aaghhh" Erfin sampai mengeluarkan seteguk darah karena perutnya ditendang. Tidak selesai sampai di situ, pengawal itu menamparnya lagi.


"Plakk" sebuah tamparan mendarat di pipi Erfin.


....


Sementara itu di sisi Fiki, Dia dan teman-temannya baru saja keluar dari hotel dan mendapati Erfin sedang di siksa oleh tiga orang pengawal. Kebetulan berpapasan dengan Liven dan dua orang pengawalnya yang menyeret Nisa kedalam hotel.


Teman-teman Fiki yang lain berteriak histeris melihat kejadian itu karena terlalu brutal sampai mengeluarkan darah.


Sementara Fiki tersenyum dan bergumam "Itu akibatnya karena kamu sudah mempermalukanku"


Karena Erfin membuatnya dipermalukan didepan teman-temannya dan yang terpenting dia membuat Ica membencinya, itu tidak bisa di biarkan.

__ADS_1


Setelah melihat Erfin di siksa, hatinya pun tidak sedih lagi karena sudah ada balasan setimpal untuknya.


....


Kembali ke sisi Erfin, dia sudah lemas, untungnya fisiknya sedikit kuat sehingga dia tidak pingsan setelah mendapatkan beberapa tendangan.


"Tidak perlu berlama-lama lagi, patahkan satu kaki dan tangannya kemudian kita menyusul Tuan Muda Liven" ucap salah satu pengawal.


Dua pengawal yang lain mengangguk setuju dan bersiap mematahkan satu kaki dan tangan Erfin.


"Aaaghhh"


"Aaaghhh"


"Aaaghhh" terdengar suara yang menyayat hati dan menusuk telinga. Erfin sudah pasrah dengan keadaan ini dan menutup matanya.


Tetapi tidak ada satupun tangan atau kakinya yang patah, setelah dia membuka matanya dia mendapati tiga pengawal itu sedang terbaring di tanah dan memegang dadanya. Ternyata tulang rusuknya patah.


Kemudian dia menoleh kebelakang, seketika matanya berbinar karena telah mendapatkan seorang pahlawan yang menyelamatkannya. Ya itu adalah Abi


"Ampuni aku Tuan Muda, aku datang terlambat sehingga Tuan Muda bisa seperti ini" ucap Abi sambil berjongkok menunjukkan sikap hormat.


Melihat ini, teman-teman kelas Erfin yang lain juga senang sekaligus terkejut. Mereka senang karena Erfin sudah baik-baik saja, walaupun mereka sedikit membenci Erfin tapi juga tidak sampai hati melihatnya di siksa seperti itu.


Mereka juga terkejut melihat seseorang yang kuat yang membantai ketiga pengawal itu tunduk kepada Erfin, bahkan Riko yang sudah mengetahui Erfin dari keluarga konglomerat juga sedikit terkejut.


"Jangan berdiam disitu.!! cepat susul Nisa, dia dibawa oleh Liven kedalam hotel"


"Bawa Liven ke sini hidup atau mati" ucap Erfin dengan suara berat. Dia tidak sungkan lagi mengucapkan kata 'Mati- karena Liven ini sudah keterlaluan.


Setelah mendengar itu, Abi berlari menuju hotel dengan sangat cepat bahkan orang-orang tidak melihatnya.


Pacar Tuan Mudanya sedang dalam bahaya, jika dia terlambat sedikit saja itu bisa dalam masalah dan Abi tidak sanggup menanggungnya di hadapan Tuan Mudanya nanti.


*****


*Note : Jika ada kesalahan dalam alur atau tidak sesuai dengan genre, author mohon maaf karena author juga masih belajar. Author juga kuliah tapi bukan di jurusan bahasa, jadi untuk sarannya author akan terima dengan senang hati. Ada yang protes mengapa alurnya tidak sesuai dengan genre, dan mengapa sistemnya tidak membantu sama sekali.


Jadi author jelaskan terlebih dahulu, untuk alurnya author juga sedang berusaha menyesuaikannya seperti yang ada di genre. karena Author juga lagi dalam masa pembelajaran, jadi tidak secepat itu untuk bisa sesuai dengan genre.


Dan untuk sistemnya, author juga sudah menjelaskan di episode sebelum-sebelumnya bahwa sistemnya hanya membantunya dalam mengelola uangnya saja semacam aplikasi bri mobile, kalau bri mobile kan hanya terbatas kepada bank bri saja, nah sistemnya ini bisa bank mana saja.

__ADS_1


Bukan semacam cheat sih, melainkan hanya profil sistem yang memperlihatkan profil yang ada di kartu banknya saja. Karena pada awalnya dia mendapatkan uang itu dari mimpi, bukan dari sistem. Sistem hanya membantunya mengelolanya saja.


Jadi untuk sarannya Author akan mempelajarinya lagi. Terimakasih😊


__ADS_2