
Di dalam toko, setelah pak tua dan si wanita itu mengambil dress yang di pesan oleh Nisa, Erfin kemudian bertanya "Jika mereka sudah mengambil pakaian terbaik di toko ini, kamu pakai apa?"
Karena dia tidak mau nantinya Nisa memakai pakaian murah saat pulang nanti, itu bisa membuat curiga Pak Kiki dan Nyonya Maria.
Nisa dengan menunjukkan seringainya menjawab "Pakaian seperti itu bukan hanya satu, masih ada beberapa stock didalam" ucapnya kemudian Nisa beralih memandang Fina dan berkata "Ambilkan satu lagi pakaian seperti tadi"
Mendengar itu Erfin pun sontak kaget. Sejak kapan Nisa bisa selicik ini?
Dia pun berkata "Jadi kamu sengaja mempertaruhkan harga tadi untuk memeras si pak tua itu?. Licik juga kamu ya?" Dia berkata dengan ekspresinya yang tidak habis pikir
"Dia nya saja yang tidak mau bertanya, malah dia mau mengambil pakaian yang sudah kupesan. Jadi aku tidak salah kan?" ucap Nisa sambil menunjukkan seringainya
Erfin juga tidak menyalahkannya karena si pak tua itu memang sudah ngotot memilih pakaian yang di pegang Nisa tanpa menanyakan stocknya.
Jadi Erfin pun berkata "Dilihat dari mobilnya sepertinya dia dari kelas menengah, mungkin lima miliar itu dari seluruh gajinya selama lima tahun"
"Untuk memuaskan wanitanya dan mempertahankan sikap angkuhnya itu, dia telah menghabiskan gajinya selama lima tahun, sungguh menyedihkan sekali si pak tua itu" ucapnya sambil menaikkan sudut mulutnya.
Dia bersikap sombong dan angkuh kepada orang yang salah dengan melawan anak orang kaya nomor satu di kota puhul. Karena perusahaan Pak Kiki sudah memasuki industri global, secara garis besar dia telah naik satu tingkat di atas keluarga Rahul Makati. Tidak..bahkan sudah beberapa tingkat di atasnya.
Nisa tiba-tiba berbicara lagi "Jika ayahku mengetahui ini pasti dia sangat bangga karena anaknya sudah pandai dalam berbisnis"
Mendengar itu Erfin berkata dalam hatinya 'Itu bukan pandai lagi namanya, tapi sudah masuk dalam kategori licik. ngomong-ngomong siapa yang mengajarinya bersikap licik seperti ini?'
"Ya sudah..cepat ganti pakaian lalu kita pulang, ini sudah larut nanti ayah dan ibumu khawatir" ucap Erfin
Kemudian Nisa mangambil pakaian yang dibawa oleh Fina itu dan mengganti pakaiannya di kamar ganti.
__ADS_1
Sementara Fina baru sadar, sepertinya mereka berdua sudah sedikit akrab. dan dia bilang apa tadi? 'kita pulang?' berarti Erfin ini mengantar Nona Nisa pulang dirumahnya begitu? apakah Pak Kiki dan Nyonya Maria setuju dengan hubungan mereka?
Sepertinya dia sedikit meremehkan Erfin, sebelumnya Nisa membawanya kesini juga Erfin hanya memakai pakaian biasa.
Setelah mengganti pakaian, keduanya pun keluar di susul oleh Fina dan dua pramuniaga dibelakangnya.
Ketika Fina selesai menutup toko, dia mendapati Mobil Bugatti Lavontuire Noire itu sedang terparkir di parkiran toko dan melihat Erfin dan Nisa menuju ke mobil itu.
"Apakah mereka kesini memakai mobil itu? apakah Itu mobil Erfin?" gumam Fina.
Kedua pramuniaga itu juga terkejut dan berkata "Wahh mobilnya keren sekali, pasti itu mahal"
Mendengar itu Fina kemudian menjelaskan tentang mobil itu. Karena dia selalu aktif dalam mencari informasi, dan juga punya banyak koneksi dia bisa tau harga dari mobil itu.
"Benar-benar orang kaya ya pacarnya si Bos itu" ucap pramuniaga satunya lagi
"Yaa..karena dia yang mempunyai mobil itu berarti dia memang orang kaya" balas Fina lagi
"Aku telah meremehkan si Erfin ini, pantas saja Nona selalu lengket padanya ternyata dia orang kaya" gumam Fina lagi
Sementara mereka berdua Erfin dan Nisa masuk kedalam mobil dan melaju di kegelapan malam meninggalkan Fina dan kedua pramuniaga itu.
Setelah melihat keduanya pergi, Fina juga menjalankan mobilnya dan pulang. Malam ini dia kurang istrahat karena meladeni kedua sejoli pak tua dan wanita muda itu.
Sementara kedua pramuniaga itu, karena rumahnya sekitar sini, mereka hanya berjalan kaki. Lagian rumah mereka tidak cukup 50 meter di belakang toko itu.
....
__ADS_1
Keesokan harinya..
Erfin sudah sehat kembali seperti tidak terjadi apa-apa. Karena hari minggu, pagi ini dia ke markas organisasi The Dragon King. Sebenarnya biarpun masih jam kuliah dia tetap akan pergi ke markas karena harus memberi perhitungan kepada Liven ini.
Dia memasuki mobilnya dan menginjak pedal gas lalu melaju dengan kecepatan tinggi. Karena dia punya ke ahlian mengemudi setara dengan raja balap, dia dengan santainya menyalip setiap mobil yang menghalanginya.
beberapa menit kemudian dia sudah sampai di markas, dia mendapati Liven sedang di ikat di tiang di tengah lapangan tempat para anggota organisasi latihan.
Karena semalam Abi tidak pulang ke rumah Erfin, jadi dia menunggu Erfin di markas. Setelah melihat Erfin masuk dia langsung memberi hormat dan berkata "Salam hormat Tuan Muda"
Mendengar itu para anggota yang lain bahkan yang sedang sibuk latihan tanpa terkecuali memberi hormat kepada Erfin "Salam hormat Tuan Muda"
Erfin melihat semua anggota itu dan berkata "Bangun!!" dia tidak terbiasa dengan cara para anggota ini memberi hormat kepadanya.
Erfin mendekat ke tiang di tengah lapangan itu, dia melihat Liven mukanya sudah bukan mukanya lagi karena sudah bengkak dan membiru.
Ketika Liven melihat Erfin yang mendekat dia berteriak "Baj***n..aku tidak akan melupakan kejadian ini, setelah ini aku akan membunuhmu"
Mendengar itu Erfin terkekeh dan terus mendekatinya kemudian berkata "Kamu berbicara seperti itu seolah kamu akan terbebas dari sini, apa kamu yakin masih bisa tetap hidup setelah keluar dari sini?"
Erfin tidak sungkan-sungkan kepada Liven, jika itu kesalahan yang tiga tahun lalu tentang hubungannya dengan Ika, dia tidak mempermasalahkannya, karena sekarang Ika bukan lagi tipenya dan sudah jauh di atasnya.
Tapi kali ini Liven telah membahayakan pacarnya dan hampir merenggut kesuciannya. Erfin benci mengakuinya tapi dia sangat mencintai Nisa.
Liven terdiam sejenak dan berkata "Ayahku akan membalaskan dendamku, memang aku tidak bisa menghubunginya sekarang, tapi karena semalam aku tidak pulang dan dia tidak bisa menghubungiku, dia akan mencariku dengan menggunakan seluruh pasukan elit keluarga"
"Kamu lupa? kamu ke sini karena pertukaran pelajar, dan itu waktunya sebulan. Sedangkan kamu di sini baru beberapa hari saja"
__ADS_1
"Mungkin setelah sebulan ayahmu akan mencarimu, tapi yang dia temukan hanyalah peti matimu" ucap Erfin mencoba memrovokasi Liven.
Dia tidak berniat membunuhnya karena Nisa masih selamat dan tidak ternoda, tapi walaupun begitu dia tetap akan memberikan hadiah perpisahan seperti yang dilakukan kepada Mardin sebelumnya. Ya..Erfin akan memecahkan dua biji telur untanya itu.