
Setelah membuat kesepakatan dengan gengster Tenjiku, Liven membawa mereka kelokasi yang dikirim oleh supirnya. Sementara Liven, dia meminjam mobil teman pertukaran pelajarnya untuk pergi, karena dia kesini di antar supir pribadi, namanya orang kaya.
Supirnya mengirimkan informasi kepadanya, tentang Erfin yang membawa Nisa makan di warung kecil di pinggir jalan.
"Cih...Anak miskin itu, dia dengan pedenya membawa cewek cantik seperti Nisa itu ke warung kecil pinggir jalan"
"Lagian si Nisa itu, apakah matanya buta? sehingga tidak melihat pria miskin dan pria kaya?" gumam Liven
Tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai di lokasi yang di kirim supir Liven.
Supir Liven sedang didalam mobil, setelah dia melihat Liven, dia langsung turun dan menunjuk ke arah Erfin dan Nisa "Itu mereka Tuan muda, yang duduk di ujung meja sana, sepertinya mereka sedang memesan makanan" ucap supir itu
Para gengster Tenjiku sedang berdiri dibelakang Liven menunggu instruksi. Mereka melihat kearah Erfin dan Nisa tapi yang mereka lihat adalah punggung mereka saja.
Liven berbalik melihat para gengster itu dan berkata "Tau kan apa yang harus kalian lakukan?" ucapnya
"Tapi Tuan, itu..tempat ini..tidak ada yang berani mengusik warung kecil ini" ucap Ketua gengster itu dengan terbata-bata.
"Apakah kalian takut? jangan bilang kalau kalian berbohong tentang kalian yang memegang sebagian wilayah kota puhul ini?" tanya Liven curiga
"Bukan begitu, tapi.." ketua gengster itu bingung mau berkata apa lagi. Dia bisa memegang sebagian wilayah kota puhul ini dengan kekuatannya sendiri, tapi jika di bandingkan dengan pengawal orang-orang kaya, dia tidak bisa masuk dalam hitungan.
Pengawal orang-orang kaya saja yang kuat-kuat pada saat membuat onar di sini masih pulang tinggal nama. Lah mereka? Sudahlah..nanti bicarakan baik-baik dengan pemilik warung itu.
"Baiklah..aku tau apa yang harus dilakukan" ucap Ketua gengster itu dan melambaikan tangannya menandakan bawahannya untuk maju dan dia yang memimpin di depan.
Setelah jarak mereka cukup dekat dengan Erfin dan Nisa, ketua gengster itu berkata dengan suara serak "Anak muda.." tapi Nisa dan Erfin tidak mendengarnya karena terlalu pelan.
Ketua gengster itu pun meninggikan suaranya "Hey..kalian berdua! apakah kalian tidak deng-" teriakan ketua gengster itu terputus saat melihat pemuda yang menjadi targetnya kali ini adalah Erfin lagi. belum lama ini, mereka di ratakan oleh pengawalnya yang sangat kuat, dan kali ini...lagi??
Orang-orang yang ada disana juga melihat ke sumber suara. Mereka berbicara satu sama lain "Apakah orang-orang yang disana tidak takut dengan pemilik warung akan membunuh mereka?"
"Apakah mereka tidak mendengar kabar tentang warung ini?"
"Sepertinya begitu, jika mereka tau, mereka tidak akan berani berbuat keributan disini"
__ADS_1
"Tapi bukankah itu gengster Tenjiku? gengster daerah sini? bahkan dia berani membuat keributan disini, apakah dia sudah merasa jagoan?" ucap orang-orang itu antar mereka
Erfin berbalik dan bertanya "Apa??...ada apa?? " tanya Erfin sambil menyipitkan matanya kearah para bawahannya yang ada dibelakangnya
Para gengster itu berkeringat dingin, tentu ketuanya juga keringat dingin, dan keringatnya sudah tergambar sebuah peta dunia di tanah.
Ketua gengster itu tidak menjawab pertanyaan Erfin, malah melihat ke sekeliling dan berkata "Kali ini aku mendapat pekerjaan lagi, dan targetnya ternyata kamu lagi, kebetulan aku tidak melihat pengawalmu itu, aku bisa membunuhmu di sini" ucap Ketua gengster itu
"Tau kan? aku orangnya baik karena tidak mengeksekusi orang, tapi langsung membunuhnya" ucapnya lagi
Mendengar ini, jujur saja Erfin gemetaran sampai Erfin kecilnya menyusut. Tapi dia masih percaya kepada Abi
"Kali ini aku juga tidak akan membiarkanmu pergi dengan keadaan sehat seperti sebelumnya, jika tidak percaya coba saja" ucap Erfin. Tapi didalam hatinya dia berdoa agar Abi benar-benar ada di sini.
Para gengster itu juga takut dengan kepercayaan diri Erfin, tapi karena uang mereka siap melakukannya. Lagian pengawalnya itu juga tidak terlihat di sini
"Jangan terlalu percaya diri, pengawalmu tidak ada disini tau" ucap ketua pengawal itu dan menyuruh salah satu bawahannya "Hajar!"
Sebelum mereka bergerak, pemilik warung keluar dan berteriak "Ada apa ini?"
Ketua gengster itu menjawab sambil bungkuk sedikit "Maaf pak, aku hanya memberi pelajaran pada anak muda ini, karena telah membuat masalah dengan kami pak" Para gengster dibelakangnya juga sudah gugup
Ketua gengster juga tidak berani, tapi demi uang bisalah di komunikasikan dengan baik-baik "Aku akan memberimu uang, tolong serahkan masalah ini kepada kami" ucapnya
Tapi pemilik warung itu menyipitkan matanya, dia tidak menyangka ada orang se idiot ini disini.
Dia pun berkata "Apakah aku kekurangan uang?" tanya Pemilik warung itu
"Maaf..maksudku bukan seperti itu.." ucap ketua gengster itu dan melanjutkan "Baiklah..kami pergi"
Setelah mengatakan itu, para gengster itu pun pergi dan berhenti di depan mobil Liven
...
Liven sudah dari tadi melihat dari kejauhan, dia melihat para gengster suruhannya tidak melakukan apa-apa.
__ADS_1
Ketika melihat gengster suruhannya kembali dengan tidak memberi pelajaran kepada Erfin, dia pun keluar dari mobil yang dipakainya dan berteriak "Bodoh!.. apakah kalian benar-benar gengster terkuat di daerah sini? kenapa dengan pemilik warung saja tidak berani?" ucap Liven dengan suara keras
Ketika ketua gengster itu mendengar perkataan Liven yang merendahkan mereka, sebenarnya dia ingin memukul bibir mana yang berucap itu, tapi Liven ini adalah Tuan muda dari kota Mekar, jadi dia sedikit takut. Dia pun berkata "Pemilik warung itu tidak ada yang berani memprovokasinya, banyak orang yang ingin merusak warungnya itu, tapi mereka tidak ada yang kembali selain namanya"
Liven juga terkejut mendengar itu, tapi dia berkata lagi "Jadi peran kalian sebagai gengster di jalanan ini buat apa?"
"Yaa begini begini juga walaupun kami gengster, preman, tapi tidak terlalu menyusahkan masyarakat. PREMAN, Pria remaja beriman" ucap ketua gengter itu
"Tidak ada gunanya kedudukan kalian sebagai gengster yang memegang jalan sebagian kota puhul ini, sudah salah saya memanggil kalian" ucap Liven kemudian membuka pintu mobilnya dan masuk
"Hei tunggu, bagaimana dengan bayarannya? kamu sudah membuatkan kami masalah tapi pergi begitu saja?" ucap ketua gengster itu
Liven menurunkan kaca mobil lalu berkata "Kan kalian sendiri yang membuat masalah, kalian kerjanya tidak beres masih minta bayaran? mimpi" ucap Liven kemudian menjalankan mobilnya
Sementara para gengster mengeluh, salah satu dari mereka komplen kepada ketuanya "Bos, kita sudah membuat masalah dengan Erfin itu, jika dia memberi tahu pengawalnya dan mencari kita bagaimana?"
"Tenang, nanti aku bicarakan ini dengan Erfin, semoga dia mau memaafkan kita" ucap ketua gengster itu
Tapi salah satu orang lainnya tidak terima dan berkata "Bos..sudah lebih sebulan bos tidak membayar kami, dan bos selalunya mencari masalah dengan orang yang salah, apa gunanya aku bergabung lagi?" ucapnya
Ketua gengster itu berbalik melihatnya lalu menendang perutnya.
"Ahhh" anggota gengster yang tadi komplen muntah darah. Tendangan itu sampai membuat darah keluar dari mulutnya, berarti itu bukan kekuatan abal-abal. Tidak salah jika dia menjadi ketua gengster
"Kamu harus kuat dulu baru bisa melawanku" ucap ketua gengster
Sementara para anggota yang lain sudah pasrah dan menunduk.
"Jika ada yang mau seperti dia, 'maju sini biar kubunuh' " ucap ketua gengster itu. Jika ada yang pernah nonton anime Tokyo Revenger, pasti tau siapa yang berkata begitu
Ternyata tidak ada yang berani, ketua gengster itupun merasa tenang kembali.
Dia bersiap untuk kembali tapi ketika dia melihat ke jalan, ada pria yang sedang bersandar di tiang listrik.Ketua gengster itu tiba-tiba dia terduduk lemas lalu bersujud sambil membenturkan kepalanya ditanah.
"Tuan..ampun..aku tidak bermaksud mencari masalah lagi" ucapnya. Sementara dahinya sudah berdarah bercampur keringat
__ADS_1
...
Note : Mohon maaf update nya hanya satu bab, karena Author lagi berduka :(