Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 32


__ADS_3

Didepan vila, Erfin melihat ibunya yang sedang menilai mobil sport miliknya.


Seandainya ibunya tau harga mobil ini, mungkin dia akan menarik kembali kata-katanya.


Tapi Erfin tidak mempermasalahkannya dan juga tidak menjelaskan harganya. Dia beralih menatap Pak Kiki dan berkata "Terimakasih Pak Kiki, aku akan menjamu mu di rumah baru kami di Kediaman Internasional Kejora"


Seketika Nuja terkejut dan heran, bukan kah vila ini yang akan dia tinggali? mengapa malah dikediaman internasional Kejora?


Vila ini lebih bagus dari rumahnya yang dikampung, apakah harus pindah lagi? Dia sudah berkenalan dengan setiap sudut di vila ini, ternyata bukan ini yang akan mereka tinggali.


Pantas saja anaknya tidak langsung menunjukkan kamarnya, ternyata bukan di vila ini.


"Ohh..Ahh..tidak perlu sungkan nak Erfin, karena aku sudah ketemu Nyonya Nuja, aku bisa pulang sekarang" ucap Pak Kiki


Erfin juga sebenarnya tidak mempermasalahkannya, tapi dia tidak enak hati kepada Pak Kiki ini yang mengantarkan mobilnya secara pribadi.


"Aku tau Pak Kiki selalu sibuk, apa lagi perusahaannya Pak Kiki sudah masuk industri global, tapi apakah Pak Kiki mau menolak perjamuanku?" ucap Erfin.


Dia bersikap hormat kepada Pak Kiki bukan karena nantinya dia akan menjadi mertuanya, tapi karena Pak Kiki sudah cukup di sibukkan oleh Erfin belakangan ini.


Pak Kiki juga tidak enakkan, apa lagi Erfin telah menyinggung perusahaannya yang telah memasuki Industri Global, itu juga karena bantuan dana dari Erfin.


Jadi dia dengan berat hati berkata "Baiklah nak Erfin, aku akan mengikutimu untuk pergi meresmikan rumah barumu"


"Bu..sudah menyiapkan barang-barang yang mau dibawa?" tanya Erfin memandang ibunya


"Aku belum membongkar barang-barang yang ku bawa tadi, jadi bisa langsung berangkat" ucap Nuja


Karena tadi dia sibuk dengan berkenalan dengan setiap sudut vila, dia tidak membongkar barang-barang bawaannya. Jadi bisa langsung berangkat saja.


Kemudian Pak Kiki memasuki mobil Rolls Roicenya, pengawalnya yang mengemudikannya.


Dia menunggu Erfin yang memimpin jalan, karena mobil bagus harusnya berada didepan kan?


Erfin memasuki mobilnya dengan hati yang deg-degan. Perlu diketahui, mobil ini adalah mobil yang hanya di produksi satu unit di dunia ini, dan itu menjadi miliknya dan sekarang dia sedang menaikinya.

__ADS_1


Jika sebelumnya, dia bahkan bermimpi pun dia tidak berani untuk memiliki mobil ini. Tapi sekarang malah dia sudah menyentuhnya dan bahkan menjadi miliknya. Siapa yang tidak kagum?


Erfin memanggil ibunya untuk masuk tapi ibunya tidak mau menumpang dimobil Erfin ini. Alasannya karena sempit sekali, dia tidak leluasa untuk bergerak.


Baru kali ini Erfin dibikin pusing oleh ibunya, bagaimana tidak? mobil ini adalah impian semua orang bahkan wanita tua diluar sana yang memetingkan reputasi dia hanya bisa berandai untuk menaiki mobil ini.


Sementara ibunya bahkan sudah bisa menaikinya dan duduk dikursi empuknya malah tidak mau dan tidak peduli.


Erfin juga tidak punya pilihan lain, dia memanggil Pak Kiki dan berkata "Pak Kiki..maaf merepotkanmu lagi, ibuku tidak mau pergi bersamaku karena mobilku terlalu sempit, jadi biarkan dia menumpang dimobilmu"


Pak Kiki berkeringat dingin "Nak Erfin, mobilku tidak pantas dan terlau jelek untuk Nyonya Nuja, aku tidak enakkan" ucap Pak Kiki. Keringatnya sudah membentuk pulau ditanah.


"Tidak perlu pedulikan itu, dia hanya perlu kenyamanan saja. Mobilmu luas dan itu bisa membuat ibuku nyaman" ucap Erfin lagi


Pak Kiki juga tidak punya pilihan lain dan berkata "Baiklah jika seperti itu" Dia kemudian menyuruh pengawalnya untuk naik dimobil teman pengawalnya yang lain


Karena dia membawa empat pengawal dengan satu mobil untuk dua orang. Tentunya itu semua Rolls Roice.


....


Diperjalanan tadi, semua mobil meminggir untuk memberi jalan mobil sport Erfin yang diikuti dua mobil Rolls Roice dibelalangnya.


Bahkan pejalan kaki dibuat heboh, orang kaya dari mana yang memiliki mobil sport itu? mereka tidak berkedip melihat mobil sport yang dikawal oleh mobil Rolls Roice itu.


Penjaga gerbang Kediaman Internasional Kejora bahkan langsung membukakan gerbang dan langsung mempersilahkan masuk tanpa menggunakan pemeriksaan dulu. Siapa yang berani tahan mobil sport mahal itu? apakah mereka ingin dipecat?


Erfin turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk ibunya "Silahkan Nyonya besar" ucap Erfin sedikit bercanda kepada ibunya.


Nuja juga menahan senyumnya agar tetap terlihat berwibawa dan elegan, dia pun keluar dari mobil.


Sementara orang-orang yang berada dikediaman Internasional Kejora itu baik karyawan maupun yang mempunyai rumah di situ semuanya menganga lebar.


Keluarga dari mana ini? apakah pemilik rumah nomor satu di kediaman Internasional Kejora ini?


Mereka sudah tau bahwa rumah nomor satu itu telah terjual dan yang membelinya adalah orang kaya yang bahkan membayarnya tidak berkedip.

__ADS_1


Sementara Pak Kiki beserta pengawalnya berbaris dibelakang Erfin dan ibunya, menunggu untuk dipandu masuk ke rumah Erfin.


Erfin sampai didepan agen wanita penjualan, kebetulan disana juga ada managaer Lilia.


"Manager Lilia, tolong tunjukkan rumahku" ucap Erfin. Manager Lilia sudah mengetahui bahwa Erfin adalah anak konglomerat. Tentunya yang dia pesan juga rumah nomor satu dikediaman Internasional Kejora ini.


"Silahkan ikuti aku Tuan" ucap manager Lilia. Dia tidak berani bersikap berkuasa didepan Erfin.


Seno saja yang menjadi Manager Umum perusahaan Investasi Mulia masih menjadi bawahan Erfin ini. Jadi dia harus bersikap sopan kepada Erfin ini.


Manager Lilia menuntun Erfin diikuti oleh ibunya disampingnya dan Pak Kiki dibelakangnya.


Pak Kiki berbalik memandang para pengawalnya dan berkata "Kalian tunggu di luar saja"


Mendengar itu Erfin berbalik memandang Pak Kiki dan berkata "Biarkan mereka ikut" kemudian dia memandang para pengawal itu dan melanjutkan "Kalian tidak perlu merasa sungkan ya?"


Seketika Pak Kiki merasa canggung dengan perlakuan Erfin, dia memperlakukannya pengawalnya dengan sangat baik seperti temannya sendiri.


Para pengawal itu juga merasa terharu, biasanya mereka hanya perlu mengantar majikannya dan menunggu di luar, pemilik rumah juga tidak mempersilahkan mereka masuk bahkan tidak menganggapnya.


Kali ini Erfin bahkan berkata tidak perlu sungkan? sungguh berkah jika bisa bekerja untuknya.


Kemudian para pengawal itu mengekor dibelakang Erfin bersama dengan Pak Kiki.


Beberapa menit berlalu, karena lumayan jauh membutuhkan beberapa menit jalan kaki untuk sampai di pusat dari semua perumahan.


Erfin menengadah melihat ketinggian rumah itu, dia tidak menyangka rumah yang dibelinya bisa megah bak istana seperti ini.


Pak Kiki tiba-tiba menyarankan "Apakah nak Erfin tidak perlu perayaan megah?"


"Aku tidak suka keramaian, dan juga tidak suka menjadi pusat perhatian. Jadi untuk meresmikan rumah ini, aku mengundang kalian saja untuk perjamuan di sini" ucap Erfin


Karena sudah mulai gelap juga, setidaknya tinggal beberapa jam lagi persiapan sudah bisa melanjutkan perjamuan.


Kemudian Erfin memesan berbagai macam makanan dan bir untuk persiapan perjamuan malam ini. Dia memesannya lewat online di hotel terdekat.

__ADS_1


__ADS_2