Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat

Anak Melarat Yang Menjadi Konglomerat
Episode 46


__ADS_3

Di kediaman Internasional Kejora...


Erfin membuka profil sistem di ponselnya kemudian dia melihat uangnya itu hanya berkurang beberapa angka saja, sementara digitnya masih sama seperti sebelumnya.


"Aku akui aku sudah menjadi seorang konglomerat sekarang, dan ini bukan mimpi. Entah mengapa hari-hariku setelah mendapatkan uang ini serasa damai tanpa harus memikirkan hal-hal yang dulu tidak bisa ku gapai" gumam Erfin


Di waktu kesendirian seperti inilah muncul ingatan tentang masa lalu, apa lagi jika ada adegan hujannya serasa sempurna jika di jadikan film yang judulnya 'Berteman Dengan Kesendirian'.


Sembari mengingat-ngingat masa lalunya, Erfin pun terlelap dalam tidurnya karena terlalu lelah. Dia ingin mengistirahatkan badannya agar sore nanti dia bisa bugar lagi ketika bernegosiasi dengan pemilik warung di samping gang itu.


....


Setelah beberapa jam, hari sudah sore dan Erfin baru bangun. Yang pertama di lihatnya adalah ponselnya. Dia mendapati waktu sudah menunjukkan pukul 15:12 , dia pun cepat-cepat pergi mandi dan berpakaian.


Setelah menyetel pakaiannya dengan memakai setelan jas mahal, dia kemudian menelpon Abi.


Terdengar suara di seberang telepon "Ada apa Tuan Muda?" ucap Abi di seberang telepon itu. Dia sedang melatih juniornya.


Setiap hari biasanya ada dua waktu latihan yaitu pagi dan sore, jika Erfin sebagai murid yang lain seharusnya sore ini dia ikut latihan. Tapi dia adalah atasan jadi terserah dia mau latihan atau tidak.


Karena Erfin mau menjadi lebih kuat, dia akan meminta Brandon mengambil waktu khusus untuk melatihnya bukan hanya pagi dan sore saja. Dia akan menggantikan waktu tidur siangnya menjadi latihan.


Tapi untuk sekarang dia harus menundanya karena harus bernegosiasi dengan pemilik warung di samping gang itu.


"Aku akan memberimu hukuman sore ini" ucap Erfin


Mendengar itu Abi tersenyum tapi juga deg-degan, semoga saja Tuan Mudanya ini tidak menghukumnya dengan menyuruhnya bunuh diri.


"Baik Tuan Muda, aku akan menerima hukuman apapun dari Tuan Muda" balas Abi


Walaupun nantinya Tuan Mudanya menghukumnya seperti pikirannya itu, dia tetap akan melakukannya meski berat hati, harena nyawanya juga bukan hanya miliknya saja setelah ayah dan kakek Erfin menyelamatkan organisasi.

__ADS_1


"Hukumanmu adalah bantu aku bernegosiasi dengan pemilik warung di samping gang itu, harus berhasil tidak boleh tidak" ucap Erfin dengan tegas


Erfin berpikir bahwa jika pemilik warung tidak mau bernegosiasi dengannya, maka Abi harus bernegosiasi dengan organisasi dibelakangnya .


Mendengar itu Abi seketika terkejut dan tanpa sadar bergumam "Ehhh?? Tuan Muda belum tau akan hal ini? berarti Estes belum bertemu dengan Tuan Muda?"


Kebetulan Erfin mendengar gumamannya itu dan berkata "Aku belum tau akan hal apa? dan siapa Estes?"


Tiba-tiba Abi tersadar dan berkata "Ahh tidak..tidak" Abi belum akan memberitahunya, dia akan bertanya satu hal terlebih dahulu "Apakah hukumanku itu saja?" dia akan memastikannya terlebih dahulu bahwa hukumannya benar-benar hanya ini.


"Iya..hukumanmu hanya itu saja. Tapi jika tidak berhasil aku akan memberi hukuman yang lain" ucap Erfin


Dia juga tidak terlalu berharap kepada Abi, dia hanya sedikit mengancam Abi agar dia bisa dengan serius menangani hal ini.


Mendengar bahwa hukumannya hanya itu, Abi pun bertanya lagi untuk memastikan tidak ada hukuman lain karena hukuman yang diberikannya ini bahkan bukan hukuman lagi.


Dia pun berkata "Aku harus memastikan bahwa hukumanku hanya itu" ucapnya sambil menunjukkan seringainya


Inilah kata-kata andalan Erfin jika dia memaksa seseorang untuk percaya. Siapa yang tau bahwa dia sedang berbohong? Tapi kali ini dia mengatakan itu dengan serius karena sebenarnya dia juga tidak tega untuk menghukum Abi.


Abi juga tiba-tiba berkata sambil tersenyum "Baiklah..karena Tuan Muda sudah berkata seperti itu, aku aka pergi sekarang"


"Baik..kamu duluan saja, nanti kita bertemu disana. Aku juga mau berangkat sekarang" ucap Erfin kemudian menutup telepon


Setelah menutup telepon, dia pun turun mencari ibunya. Karena rumah itu sangat besar, jadi agak susah mencari ibunya jika dia tidak menemukannya di kamarnya.


Jadi dia menanyakan kepada pelayan, dan ternyata ibunya sedang menjalani pemijatan yang dilakukan oleh para pelayannya. Dia pun hanya memberi tahu pelayan bahwa dia akan keluar.


"Baik Tuan, aku akan memberi tahu Nyonya besar bahwa Tuan keluar" ucap pelayan itu


Mendengar perkataan pelayan itu Erfin terdiam sejenak dan memikirkan bahwa akhirnya ibunya sudah di panggil dengan sebutan 'Nyonya'

__ADS_1


Kemudian Erfin menarik nafas dalam-dalam dan keluar untuk pergi ke warung kecil di samping gang itu.


....


Di sisi Abi...


Setelah beberapa saat diperjalanan, dia sudah sampai di warung Estes. Seperti biasa warungnya selalu penuh dengan pelanggan, jadi dia lewat di pintu belakang.


Abi langsung bertemu Estes yang kebetulan kembali dari luar setelah mengantarkan makanan untuk pelanggannya.


"Estes, Tuan Muda akan datang sebebtar. Kamu siapkan waktumu untuk menemuinya, untuk pesanan para pelanggan biar karyawanmu yang mengantarkannya" ucap Abi


Mendengar itu Estes langsung bersemangat, dia akan bertemu dengan anak dari orang yang dia sangat hormati.


"Baik Senior, aku akan menunggunya di luar" ucap Estes dengan semangat


Kemudian Abi berkata lagi untuk mengingatkan Estes "Ini adalah kesempatanmu, kamu harus melakukan yang terbaik untuk melayani Tuan Muda, dia akan datang untuk mengajakmu bekerja sama dengannya"


Estes menyunggingkan senyumnya dan berkata "Aku sudah menunggu hal itu, tenang saja senior aku tidak akan mengecewakan Tuan Muda"


Abi pun bersiap keluar tapi teringat akan satu hal, dia pun berbalik dan berkata "Ohh iya..Siapkan dengan makanan terenak yang pernah kamu buat dan simpan di atas meja di luar untuk menyambut Tuan Muda"


Setelah meninggalkan perkataan itu, Abi langsung keluar dan mengambil satu tempat untuk mereka duduk nanti.


....


Kembali ke sisi Erfin, dia masih dalam perjalanan dan terlihat dia sedang menyalip satu persatu mobil di depannya.


Kebetulan kelakuannya ini sedang di lihat oleh polantas yang sedang bertugas di jalan itu, salah satu polusi itu berkata "Mobil itu sudah melewati standar kecepatan dan ugal-ugalan, telepon posko dua untuk menahannya"


Ketika polantas di sebelahnya mendengar perkataan temannya ini, dia pun dengan cepat berkata "Kamu tidak lihat merk mobil itu? mobil itu lah yang menggemparkan kantor pelayanan dagang karena terlalu mahal bahkan hanya satu unit di dunia ini. Pastinya pemiliknya juga dari keluarga konglomerat, kamu mau berurusan dengannya?"

__ADS_1


Polantas yang satu itu takut karena jika mereka berurusan dengannya mungkin bisa saja mereka kehilangan pekerjaan karena telah menyinggung orang yang salah.


__ADS_2