
Didepan Hotel Grand Paradise...
Semua orang membelalakkan matanya, mereka tidak percaya dengan yang dilihatnya.
Siapa yang percaya jika orang yang selama ini hidup melarat bahkan untuk makan pun susah, memiliki mobil termahal di dunia?
Bukan hanya itu, tapi kejutan yang mereka dapatkan dari Erfin semuanya tidak masuk akal. Semuanya barang miliknya yang di tunjukkannya tadi adalah yang termahal bahkan kartu yang dimilikinya juga kartu anggota tertinggi di Hotel Grand Paradise ini.
Untuk Ponselnya saja harganya ratusan miliar, mereka bahkan bermimpi pun mereka tidak berani untuk memilikinya karena terlalu mahal. Jika mereka punya uang sebanyak itu, mereka bisa membuka usaha, membeli rumah atau menginvestasikannya. Tidak akan membeli ponsel yang hanya satu unit saja itu.
Ketika Erfin masuk di dalam mobil, semua pasang mata sedang menatapnya bahkan orang-orang yang lewat di depan hotel itu berhenti sejenak untuk melihat mobil mahal itu.
Fiki semakin pusing memikirkannya, dari mana semua barang-barang mahal yang dimiliki Erfin ini?
Dia sudah tidak berani memprovokasi Erfin lagi, bahkan setelah ini dia berencana meminta maaf kepada Erfin atas kejadian ini maupun kejadian sebelumnya yang selalu merendahkan Erfin.
....
Di sisi Erfin, dia menjalankan mobilnya tanpa memperdulikan pasang mata yang menatapnya itu, karena dia harus mencarikan pakaian untuk Nisa terlebih dahulu, dia tidak mau Pak Kiki dan Nyonya Maria tau akan hal ini.
"Kita mau cari dimana toko pakaian yang masih buka tengah malam begini?" tanya Nisa
Erfin juga berpikir mau mencari di mana toko yang masih buka, sudah tengah malam begini toko-toko pakaian sudah tutup semua.
Tapi Erfin tiba-tiba terpikir akan satu toko "Kamu kan punya toko pakaian, kita pergi kesana saja" ucap Erfin
Nisa juga tiba-tiba tersadar dan berkata "Aku baru kepikiran, ayo kita kesana saja" ucapnya dan mengeluarkan ponselnya untuk menelpon manager tokonya itu.
Setelah pihak lain itu mengangkat telepon, Nisa langsung berkata tanpa menunggu pihak lain berbicara"Fina..kamu ketoko sekarang dan siapkan aku pakaian, pakaianku tadi sobek karena kejepit pintu mobil dan aku tidak membawa pakaian ganti"
Dia tidak mau memberi tahukan masalah tadi, karena manager ini agak sedikit mulut ember. Jika dia memberi tahunya maka dia akan memberi tahu ayahnya tentang ini.
"Baik Nona, akan aku siapkan. Kebetulan aku masih di toko" ucap Fina
Nisa heran, mengapa jam segini masih di toko? apakah terlalu semangat dengan kerjaannya itu?
"Mengapa jam segini masih belum pulang?" tanya Nisa
Kemudian Fina bicara dengan berbisik "Masih ada pelanggan Nona, Pria tua sedang mencarikan pakaian untuk seorang wanita muda"
"Dan sudah dari tadi dia mecoba pakaian tidak ada yang disukainya, aku juga tidak berani mengusirnya karena kelihatannya pria tua ini dari keluarga kaya"
__ADS_1
Nisa mengerutkan kening, bahkan Erfin yang mendengarnya pun merasa ada yang tidak beres.
Nisa pun berkata "Tunggu aku disana, aku akan segera datang"
Erfin pun melajukan mobilnya dikegelapan malam.
....
Di sisi Fina, dia sedang berdiri dibelakang pramuniaganya sambil melihat wanita yang dibawa oleh pria tua itu sedang mencoba-coba pakaian. Ini sudah larut malam dan jam tutup sudah dari tadi, tapi dia tidak berani mengusir mereka karena pakaian yang dipakai pria tua itu adalah pakaian mahal.
Wanita itu entah sudah berapa kali keluar masuk kamar ganti untuk mencoba pakaian. Tapi satupun tidak ada yang disukainya.
Salah satu pramuniaga itu berkata kepada Fina "Manager Fina, apakah lebih baik kita usir saja mereka? ini sudah larut malam dan jam tutup sudah sedari tadi"
"Jangan dulu, aku tidak takut kepada mereka tapi aku tidak mau membuatkan masalah untuk Nona Nisa dan Pak Kiki" ucap Fina
Dia masih harus menunggu Nisa datang untuk membereskannya langsung, entah itu dengan halus atau dengan kekerasan. Karena itu Nisa sendiri dia tidak takut karena ayahnya adalah orang terkaya nomor dua di kota puhul bahkan mungkin sudah menjadi nomor satu karena perusahaannya sudah memasuki industri global.
....
Kembali ke sisi Nisa dan Erfin. Setelah mereka sampai di depan toko, mereka mendapati mobil Audi sedang terparkir di parkiran toko.
"Mungkin ini mobil orang yang diceritakan Fina" ucap Nisa
Mereka pun masuk dan mendapati seorang wanita dengan manjanya menunjukkan pakaian yang dia pakai untuk di nilai si pak tua itu.
"Bagaimana dengan ini? bagus tidak?" tanya wanita itu
Pria tua itu menjawabnya lagi "Dari tadi aku selalu bilang bagus, kamunya saja yang tidak suka"
Wanita itu memonyongkan bibirnya dan kembali mencari pakaian lain lagi.
Sementara Fina setelah melihat Nisa dan Erfin masuk, dia mengambilkan pakaian yang di pesan Nisa dan memberikannya "Ini baju yang anda pesan Nona"
Baju yang diberikannya itu tentunya yang paling mahal dari brand ternama, makanya tidak di pajang di didepan pintu seperti pakaian yang lain.
Pakaian ini di pajang dalam lemari kaca yang berada di belakang, karena harganya terlalu mahal, Fina menyimpannya di belakang dan hanya yang pelanggan khusus yang biasa memesannya.
Karena Nisa memintanya menyiapkan pakaian untuknya, tentunya dia harus menyiapkan pakaian yang terbaik.
Ketika wanita itu melihat pakaian yang diberi oleh Fina kepada Nisa itu, tiba-tiba dia menarik ujung baju si pria tua itu dan berkata "Sayang..aku mau yang itu..aku mau yang itu" ucapnya sambil menunjuk pakaian yang dipegang Nisa
__ADS_1
Pakaian itu adalah Dress yang bagian lengan dan dadanya tembus pandang, karena wanita pada umunya suka memamerkan tubuhnya, tentunya wanita itu juga suka.
Pria tua itu kemudian berkata "Nak..bisa berikan pakaian itu untuk wanitaku? kamu tidak cocok memakai itu" karena pakaian Nisa sudah sedikit kusut, jadi kelihatannya seperti pakaian yang sudah lama tidak di setrika, pak tua itu mengiranya dia tidak bisa membayarnya.
"Pakaian ini aku duluan yang memesannya, kamu tidak boleh asal ngerampas begitu" ucap Nisa dengan kesal
Pak tua itu mengerutkan kening dan berkata "Apakah kamu mampuh membayarnya? pakaian ini pastinya mahal"
Mendengar itu, Nisa sedikit terkekeh. Pak tua ini ternyata suka meremehkan orang yaa..
Nisa kemudian menjawab dengan menunjukkan seringainya "Aku punya uang, makanya aku memesannya" dia tidak mau memberi tau bahwa toko ini miliknya. Dia ingin lihat seberapa keras kepala si pak tua ini.
Pak tua itu tiba-tiba bertanya kepada Fina "Berapa harga pakaian ini? aku akan membelinya"
Fina melihat Nisa sekejab dan mendapati bahwa Nisa menunjukkan sikap tidak peduli.
Dia pun menjawab "Karena pakaian ini adalah pakaian yang paling mahal di toko kami, dan juga pakaian ini dari brand ternama maka harganya juga tidak main-main"
"Iya harganya berapa, aku akan tetap membayarnya" ucap Pria tua itu dengan angkuh
Tidak ada pilihan lain, karena pihak lain tetap akan membelinya setelah memberi tahukan bahwa pakaian ini mahal, jadi Fina berkata "Harganya 685 juta"
Pak tua itu diam sejenak, harganya terlalu mahal. Tapi jika itu untuk wanitanya maka dia akan tetap membelinya "Bungkus aku membelinya"
Tapi tiba-tiba Nisa menyelanya "Satu miliar, buat aku"
"Memangnya kamu punya uang?" tanya pak tua itu
Fina melihat ke Nisa dan mendapati Nisa mengedipkan mata padanya. Seketika Fina mengerti dan berkata "Dia pelanggan setia kami pak, dia selalu membeli pakaian mahal di sini"
Pak tua juga tidak ada cara lain dan kemudian berkata "1,2 miliar"
Nisa menaikkan harganya lagi. Mereka sampai menaikkan harga satu sama lain seakan melelangnya.
Setelah beberapa menit, harga yang sudah sebutkan Pak tua itu sudah sampai lima miliar dan itu seluruh uang tabungan si pak tua itu.
Jadi Nisa mengalah dan berkata "Baiklah..aku mengalah dijumlah segitu"
Mendengar itu si pria tua dan wanita muda itu senang sekali dan kemudian berkata "Seharusnya begitu dari tadi, jika tidak punya uang jangan sok bertanding lelang denganku"
Tapi dengan itu juga dia merasa sedih karena seluruh uang tabungannya sudah dihabiskan hanya dengan selembar baju.
__ADS_1
'Ahh sial..gajiku untuk dua tahun habis dalam satu malam, mengapa juga aku bertanding harga dengannya tadi? aah sial..sial' batin si pak tua itu
Setelah membayar, kedua sejoli pak tua dan wanita muda itu pun pergi. Pak tua dengan wajah muramnya sedangkan di wanita dengan wajah senangnya.