
malam ini mereka akan pergi ke luar untuk bermain, Tapi jalanan sangat macet , karena weekend, Kebetulan Juga di tengah" kota ada pasar malam,
" Aduh bagaimana ini ka, sangat macet, binca merengek
" Bagaimana kalau kita kesana saja, Dina menunjuk pasar malam yang ada di tengah" kota
" waaaah sepertinya bakalan seru, jawab binca. aaaah jadi kangen masa kecil ku bersama kaka selalu di ajak main ke pasar malam sama ibu dan ayah , jawa. binca
" Iyah ayo kita turun disini saja, dina bersemangat karena dulu dia juga sering di ajak main ibu nya main ke pasar malam,** hmmm ibu aku merindukan mu** batin dina,,
Fano sebenarnya tidak mau, karena dia malas berdesak"an , dia lebih suka tidur di kamar, Tapi demi kesenangan adik dan istri nya dia harus mengikuti kemanapun mereka pergi..mereka turun dari mobil lalu menyebrang, supir menunggu mencari tempat parkir,
* waaaah seru banget, aku naik itu, binca kegirangan ingin naik kincir angin,
" aku juga, dina tak kalah kegirangan ingin naik kincir angin juga, Jiwa kekanak"an mereka tiba" muncul bersamaan, Fano yang melihat itu hanya bisa geleng"
" Dasar para bocah, tidak tau malu
mereka bertiga naik kincir angin, Fano nak tanpa ekspresi, berbeda dengan binca dan Dina,mereka berteriak kompak
" Aaaaaaaaa aku bahagia, Dina berteriak bahagia karena kehidupan pahit yang selama ini selalu menghantui nya menjadi kebahagiaan, Fano yang melihat itu tersenyum manis pada dina
** Dia terlihat sangat bahagia, aku janji akan membuat mu bahagi, dan membalas semua perlakuan mereka yang tidak baik padamu, aku tidak tau, apakah aku jatuh cinta atau hanya sekedar kasihan, yang pasti aku belum bisa menunjukkan sepenuh nya padamu** batin Fano,,
mereka bertiga selesai dengan permainan nya, nampak binca dan Dina sangat menikmati malam itu, usia mereka yang tidak jauh, membuat mereka sangat klop,
" ah kaka ipar aku ingin beli aromanis itu, tunjuk binca
" lets go.. dina mengajak binca berlari, lagi" fano hanya geleng" melihat tingkah laku kedua wanita itu
" Bang mau yang Pink, Buatkan seperti boneka, binca memesan aromanis nya
" aku mau berbentuk Hati ❤ , Dina memesan juga
mereka berdua selsai pesan aromanisnya, Lalu menghampiri Fano yang menunggu dekat kincir angin Tadi.
__ADS_1
" mmmmm manis nya , binca terlihat menikmatinya
" Apa tuan mau, dina menawari Fano.
" tidak, itu tidak sehat, lain kali jangan beli yang seperti itu lagi.
" yaah tuan, padahal aku membelikan ini untuk kita berdua, lihatlah aku sengaja memesan bentuk ❤ untuk kita ,,
Fano yang mendengar itu langsung menarik kata"nya karena merasa senang dengan yang dina ucapkan.
" Ah, ahahahha kata siapa aromanis tidak enak, aku sangat menyukai nya, Fano mengambil aromanis yang di berikan Dina dengan merebut nya
** Dasar aneh, tadi tidak mau, sekarang malah merebutnya** Dina mengomel dalam hati
" aaaaa buka mulut mu, Fano ingin menyuapi Dina
" Aaaaam manis nya ,😻 , dina tersenyum manis sambil memegang pipinya
Fano yang melihat Dina tersenyum jantung"nya berdebar, Fano mengacar rambut dina gemas,
" aaah kaka, apa kalian akan membiarkan ku melihat kemesraan kalian, binca cemberut karena merasa di cuekin,tapi sebenarnya dia senang melihat kaka nya bisa tersenyum dan sebahagia itu
" Dasar anak kecil, fano meledek binca
" ayo kita main lagi, dina mengajak Fano dan binca sambil memegang tangan kedua nya, Fano merasa kehangatan saat tangan nya di pegang Dina, mereka bertiga nampak asik dan lupa waktu menikmati permainan malam ini, Dina pamit sebentar untuk membeli sesuatu
" tunggu sebentar yah, aku kesana dulu, Dina pamit pada Fano dan binca, kedua kaka adik itu menunggu dina sambil duduk, dan memperhatikan dari kejauhan
" mas mau kaos nya dong yang itu dua"nya, dina membeli Dua kaos dia memasukan nya ke dalam tas dan segera pergi menemui Fano dan Binca
Duaaar, dina mengagetkan fano dan binca yang sedang asik dengan ponsel nya masing" binca kaget, tapi tidak dengan fano, fano yang tau keberadaan dina, dia melihat dina dengan ujung matanya yang datang menghampiri nya
" ayo kita pulang sudah malam ini, binca kamu hari ini menginap di rumah kaka sudah malam, perintah Fano
" asiik baiklah ka,
__ADS_1
mereka segera pulang menuju parkiran,disitu sudah ada supir yang menunggu dan membukakan pintu, orang" melihat ke arah mereka bertiga, mereka segera pulang karena sudah kelelahan dan sudah sangat bermain malam ini, sesampainya di rumah mereka langsung menuju kamar
" binca kamu tidur di kamar atas di sebelah kamar kaka,
" ah baiklah ka fano
" lalu, aku tidur dimana, jawab dina sambil menunjuk dirinya
" heh dasar ,tiap hari kamu kan tidur bersama ku ,kenapa masih nanya saja, Fano merangkul bahu dina menuju kamar nya, Binca hanya garuk" kepala merasa aneh dengan tingkah kedua kaka nya
,,, Di dalam kamar,,,
" Tuan biar saya tidur bersam binca aja, saya tidak mau menganggu tuan
" mulai hari ini kamu tidur bersamaku ,kamu berjanji akan menjadi istri yang penurut,
Dina yang mendengar itu tidak bisa berbuat apa,
" Kalau gitu ijinkan saya untuk ke kamar sebelah buat ganti baju tuan,
" Tidak usah barang" kamu sudah ada di kamar ku sekarang , Fano mengedipkan matanya sambil membuka ruang ganti
" Tuan kapan anda memindahkan nya kesini, dina merasa heran
" kapan pun aku bisa memindahkan nya, Fano menyeringai
Dina masih merasa heran dengan sikap Fano yang selalu berubah" kadang dingin, kadang baik, kadang tidak bisa di tebak jalan pikiran nya
sebelum berangkat bermain ke pasar malam fano sudah duluan meyuruh, para asisten untuk memindahkan barang" dina ke kamar nya,tanpa sepengetahuan Dina
Dina sudah sangat ngantuk dia tertidur tanpa memberitahu Fano
" , tidak sopan , sudah tidur duluan, padahal malam ini aku ingin meminta kewajiban dia sebagi istri ku, yasudah lah masih ada besok malam, Fano menyelimuti Dina dan mencium kening nya, dia merasa sangat nyaman melakukan itu
JANGAN LUPA DUKUNG THOR TERUS YAH ❤❤❤
__ADS_1