
Waktu sudah pagi,di kota tempat Fano tinggal, sudah sibuk dan segera bersiap untuk berangkat bekerja, istrinya yang selalu siap
membantu nya selalu siap sibuk untuk membatu suaminya, terlihat sibuk juga karena ingin melakukan yang terbaik untuk suaminya
” Kamu tidak boleh cape seperti ini, tenanglah sekarang aku bisa melakukan nya sendiri, kalau kamu bisa semuanya kenapa aku tidak bisa melakukan nya sendiri kata Fano pada istrinya
” Lalu apa guna nya aku kalau kamu melakukan semua sendiri, setidaknya aku memembatu kamu supaya kamu bisa cepat membereskan nya, jawab istrinya
Fano sangat paham kalau istrinya itu selalu ingin melakukan yang terbaik untuk nya, begitupun dengan dia, Fano selalu banyak belajar dari sikap istrinya yang selalu memberikan yang terbaik untuknya, maka dari itu dia tidak ingin membuat istrinya merasa cape, dia ingin melakukan sendiri karena ternyata semua itu tidak begitu sulit,
Banyak sekali perubahan dari sikap Fano yang makin hari makin dewasa, mungkin karena pengaruh istrinya yang terlalu baik untuk perubahan sikap nya sekarang,
Fano segera turun dan duduk di meja makan untuk sarapan, Fano langsung mengambil sarapan nya sendiri sebelum istrinya yang melakukan nya, lantas saja perilaku nya itu membuat para pelayan disana merasa kaget
” Biar aku yang mengambilkan sarapan mu, makanlah itu dari tanganku sendiri untuk mu, pinta Fano pada istrinya
Dina merasa tidak enak karena Fano melakukan itu, tapi dia juga senang, ini pertama kalinya Fano mengambilkan nya sarapan untuk dia,
* Ketampan nya sangat bertambah di level tertinggi,kalau dia bersikap seperti ini* Batin Dina
Dia ingin sekali memuji suaminya, tapi dia sadar kalau dia katakan sekarang, dia takut Fano kembali menyombongkan dirinya yang selalu merasa sempurna apapun yang dia lakukan, Tapi kali ini Dina mengakui kalau suaminya itu sangat sempurna untuk nya,
Fano menyantap sarapan nya segera di temani istrinya, setelah beres dia langsung menuju ke luar di ikuti Dina di belakang nya, Di depan sana sudah ada Tio yang menunggu dan menyapa mereka,
Fano masuk ke dalam mobil yang sudah di buka pintunya oleh Tio,
Bagimana hari anda kemaren sekretaris Tio,pasti sangat menyenangkan bersama temanku, dia orang baik kan, begitu pertanyaan Dina di pagi ini pada Tio
__ADS_1
Saya tidak begitu ingat Nona, saya hanya bicara sedikit saja pada teman anda, jawaban dari Tio
Ngobrol sedikit? yang jelas mereka selalu berantem apapun itu masalahnya
Tio masuk ke dalam mobil, dan segera duduk di kursi depan di samping pengemudi,
Di dalam mobil Fano mencium bau yang aneh seperti bau pedas menusuk hidung nya
” Bau apa ini, Tio apa itu yang kamu pakai di lehermu, tanya Fano
” Maaf Tuan ini koyo, saya lupa mencabut nya, sudah tidak sakit ternyata, kata Tio
” Kenapa dengan lehermu ,
” mungkin saya salah posisi tidur Tuan, tapi sudah tidak sakit, kata Tio yang sekarang tidak menyalahkan bantal lagi
” Baik Tuan, saya tidak akan memakai ini di depan anda, maafkan saya lupa mencopot nya , kata Tio
Setelah perdebatan koyo di dalam mobil, mereka sudah sampai di depan gedung perusahaan milik Fano, semua menyapa dan menundukan kepala dengan sopan, Tio membalas dengan melambaikan tangan,
Fano bersikap dingin karena dia pikir, sekarang dia akan hanya baik dan perhatian pada istri dan keluarga nya saja, kepada orang lain tetap saja dia akan membatasinya, begitulah pikiran Fano
*************
Rini sudah kembali bekerja di Toserba, hari ini dia cukup sibuk karena meninggalkan pekerjaan nya selama dua hari,
Rini mengeluh karena pekerjaan nya menumpuk, dia harus siap-siap lembur dan membereskan semuanya,
__ADS_1
” Kemana kamu dua hari tidak masuk kerja, kamu tau kalau pak Tio tau kamu bisa di pecat dari sini, kamu tidak boleh seperti ini, disini kamu punya tanggung jawab besar, dan setiap karyawan sudah ada jadwal liburnya setiap seminggu sekali, kepala toko memperingatkan Rini
Rini tidak menjawab, dia hanya mengangguk saja, kalau dia menjelaskanpun mungkin tidak akan mungkin orang di hadapan nya saat ini akan mempercayainya kalau dia pergi bersama boss nya dan memang boss nya sendiri alias pemilik toserba ini yang mengijinkan nya,
Andai saja anda tau saya pergi bersama pak Tio, mungkin anda akan terkejut dan tidak akan memarahi saya, batin Rini
Kepala toko kembali mendisiplinkan semua karyawan disana, dia memberitahu semuanya bahwa tidak ada yang bisa seenaknya disini karena peraturan tetaplah peraturan terkecuali itu semua atas ijin dari pemilik toko tersebut,
Semua paham, sekarang disini Rini merasa tidak enak dengan semua teman kerja nya, bagaimanapun dia hanya seorang karyawan disana meski sekalipun dia pergi bersama pemilik toko ini, namun tetap saja tidak adil untuk yang lain nya
Aku sudah lancang dan keterlaluan terhadap pak Tio, mulai sekarang aku akan menjaga sikap dan tidak mau berdebat dengan nya karena hal sepele, aku akan banyak mengalah, aku harus menghormati nya karena dia adalah boss ku, begitulah perkataan yang Rini lontarkan dari mulut nya
Hari ini Rini benar-benar akan membereskan semua pekerjaan nya yang tertunda supaya dia tidak merasa bersalah lagi pada Setiawan kepala toko disana, cara menebus kesalahan nya adalah membereskan semua pekerjaan nya kalau perlu dia tidak akan tidur dan akan bergadang semalaman
Di jam istirahat Rini melewatkan istirahat nya namun dia tetap makan sambil bekerja di atas meja nya
” habiskan makanan mu, kenapa makan sambil bekerja, ini jam istirahat, begitu kata Tio yang sedang mengunjungi toko milik nya
Rini meminta maaf, kali ini dia bersikap sangat lembut karena sudah berjanji sebelumnya akan lebih menghormati Tio sebagai boss nya,
Apa nenek lampir itu sudah berubah menjadi softgirl, kenapa terlihat sangat anggun saat bicara lembut seperti itu, Batin Tio
” Hari ini saya sangat sibuk pak, maafkan saya, saya melakukan ini karena ingin membereskan tanggungjawab saya agar tidak ada kesalahan nanti nya, jawaban Rini
” Baiklah itu memang tanggung jawab kamu, saya tidak perduli kamu mau istirahat atau tidak yang penting pekerjaan kamu beres, dan satu lagi, kalau nanti nya kamu sakit karena kecapean jangan bawa-bawa nama saya, bawa lembaran kertas itu saja biar sakit nya sambil bekerja, Tio malah memulai nya membuat Rini mengatur nafas agar api membara tidak membakar nya
Pak Tio Terimakasih, saya pastikan tidak akan sakit karena saya kuat, lihatlah makanan di meja saya begitu banyak agar saya tetap bekerja sambil makan,ini semua demi menyelesaikan pekerjaan ku, jadi saya akan membalas nya dengan kualitas terbaik dari saya, jawab Rini
__ADS_1
Aku menyesal karena sudah memilih akan bersikap baik pada orang ini, ternyata dia memang menyebalkan, Batin Rini