
Hari sudah menjelang malam, Keluarga Fano masih terjaga dan belum merasa ngantuk sama sekali,
mereka istirahat di rumah satunya lagi, dan sudah di sediakan kamar nya masing-masing, dan para pengawal tidur di ruangan tengah dengan kasur yang sudah di siapkan juga
” Kenapa kamu belum tidur? Tanya Fano pada Tio
” saya tidak bisa tidur, Entah kenapa, jawab Tio
” Apalagi saya, ajak pengawal kita akan bermain catur, ambil di bagasi saya ada catur disana, suruh Fano
Lawan main nya adalah Fano vs Tio,
” Ayo, kalau kamu bisa mengalahkan saya, saya akan membelikan mu rumah, kata Fano
” Baik tuan, kalau saya kalah bagaimana?, apa hukuman nya,Tanya Tio
” Segera menikah, jawab Fano
” Itu tidak adil, kata Tio
Mereka segera memulai pertarungan malam ini, terutama Tio yang sangat serius karena dia bingung harus menikah dengan siapa nanti nya jika dia yang kalah
Malam semakin larut, permainan di antara keduanya masih imbang, Kini sudah menuju titik terakhir yang benar-benar harus di tuntasakan dan tidak ada yang mau kalah
” Ayo Tuan kalahkan sekretaris Tio biar dia cepat menikah, kata Pengawal
” Hmmmm dia sedang gugup saat ini, jawab Tio
” Saya tidak gugup Tuan, saya tidak masalah kalau saya kalah, karena anda memang jagoan nya, yang bikin saya bingung, kalau saya kalah malam ini, wanita mana yang harus saya nikahi, jawab Tio
” Kalau gitu wanita yang harus kamu nikahi itu adalah orang terakhir yang kamu telpon di handphone mu, kata Fano
” Saya lupa siapa yang saya telpon terakhir kali, jawab Tio
” Kamu akan melihat nya setelah aku mengalahkan mu, jawab Fano
Mereka kembali melanjutkan permainan nya setelah banyak drama,
Permainan catur berakhir pada pukul 03:00, tepatnya jam tiga subuh, mereka mengakhiri nya dengan skor Fano yang memenangkan nya
” Kamu harus menuruti apa yang ku suruh, kata Fano
” Baiklah Tuan, jawab Tio
Tio memberikan ponsel nya pada Fano agar Fano bisa melihat nya sendiri, siapa yang sudah dia telpon terakhir kali, dan Fano segera mengecek nya
*Apa, kurang ajar, ini tidak boleh terjadi, masa dia harus menikahi istriku Dina, kenapa panggilan terakhir nya harus istriku, ah iya aku akan menghapus nya, agar dia tidak tau, lagian dia lupa siapa yang dia panggil terakhir kali, cih Tio menyebalkan* Batin Fano
__ADS_1
” Jadi siapa Tuan yang saya panggil terakhir kali, tanya Tio
” Emmmm saya tidak tau, ini nomor siapa tidak ada namanya, jawab Fano sehabis dia menghapus panggilan Tio yang terakhir kalinya pada Dina
” saya tidak tau ini nomor siapa, jawab Tio
” bagaimana bisa kamu tidak tau, kenapa kamu tidak langsung menyimpan nya, Kata Fano
” Saya lupa Tuan, bagaimana kalau dia bukan perempuan,saya takut kalau itu nomor nya para pengawal Tuan, kata Tio
*Seketika ekspresi semua pengawal di buat kaget karena takut dinikahin Tio*
” Kalau itu bukan perempuan berarti saya kasih waktu sebulan agar kamu bisa menemukan jodoh mu, Kata Fano
* Dan semua pengawal merasa lega, karena mereka tidak jadi nikah dengan Tio*
* Tuan saya memang mau menikah, tapi saya tidak tau wanita mana yang akan saya nikahi apalagi di kasih waktu seperti itu* Batin Tio
” saya mau tidur ngantuk, kata Fano
Fano langsung menuju kamar nya dan segera menyusul istrinya tidur, Dia memandangi wajah istrinya yang semakin hari terlihat cantik, bahkan saat sedang tidur sekalipun dia terlihat cantik
Fano menyelimuti badan istri nya dan memeluk nya,akhir-akhir ini Dina tidak mau memaki selimut karena menurut nya itu membuat nya kegerahan,
🌄🏞SELAMAT PAGI,
Suara anak-anak memenuhi Desa Sauyunan mereka tertawa berteriak gembira bermain air di sungai itu, sungguh menyenangkan masa kecil mereka di penuhi dengan keindahan di Desa Sauyunan
Dina dan Rini sudah terbangun dari tidur nya, dia dan Rini sedang berjemur melihat warga disana yang sedang mencuci bajunya, serta anak-anak yang sedang asik bermain dengan air
Dina dan Rini sangat bahagia menyaksikan pemandangan yang indah di pagi ini, tawa mereka pecah saat melihat anak-anak yang sedang di marahi ibunya karena mengganggu nya yang sedang mencuci baju
Warga disana sangat baik dan ramah pada siapapun yang baru mereka kenal, Maka tidak heran jika kampung itu di sebut Desa Sauyunan, yang tak lain adalah saling memahami saling membantu satu sam lain
” Neng Dina eta saha namina rerencangan teh?
Dek Dina itu siapa nama teman nya? Tanyak ibu-ibu disana
” Oh Rini namina bu, rerencangan abdi di kota, ti basa nuju alit keneh pas nuju SD keneh,
Oh Rini namanya bu, temen saya di kota, dari masih kecil pas masih SD, jawab Dina
” Atos gaduheun caroge teu acan?
Udah punya suami belum? Tanya ibu-ibu disana
” Oh teu acan bu, calon nage ngiring kadieu nu kamari samobil sareng anjeun na,
__ADS_1
Oh belum bu, calon nya juga ikut kesini yang kemaren satu mobil sama dia, Jawab Dina
Rini hanya diam dan mendengarkan saja apa yang mereka bicarakan, karena dia tidak mengerti apa yang sedang teman nya itu bicara kan,
" Ngomong apaan sih Din, tanya Rini,
” Itu dia nanya nama kamu, sama nanya kamu sudah nikah apa belum, Kata Dina
” Oh, terus kamu jawab apa? Tanya Rini
” Ya aku jawab kamu belum nikah, karena kamu nya galak, jawab Dina mengerjai Rini yang sebenarnya dia tidak berkata seperti itu
” Apaan sih siapa juga yang galak, jawab Rini
” Tuh kan mukul, kamu itu galak tau, kata Dina
” Maaf itu replek aja,
” Replek ko tiap marah tiap ketawa maen geplak aja, kata Dina
” Iya maaf Iya,
Dina dan Rini masuk ke dalam rumah karena di panggil oleh neneknya Dina, mereka di kasih minuman untuk menghangatkan tubuh nya
Disini Dina dan Nenek nya ngobrol bahasa sunda, tapi Thor langsung terjemaahkan dalam bahasa indonesia aja ya biar ga ribet gitu😉
” Nih minum wedang kesukaan kamu dulu, kata Nek Tati
” Makasih nek,akhirnya aku bisa menikmati minuman ini lagi, jawab Dina
” Sudah berapa lama kamu menikah dengan suamimu? kata Nek Tati
” Sudah 2tahun lebih nek,
” Kamu belum ngisi? Tanya nenek
” Sudah nek, ini aku lagi hamil baru 5minggu, jawab Dina
” Syukurlah, jaga kandungan kamu baik-baik jangan kecapean disana yah, kata Nenek
” Iyah nek pasti,
” Kenapa kamu ga terlihat mual-mual? tanya nenek nya
” Aku juga gak tau, selama disini ga kerasa mual, padahal di rumah aku mual terus, kesenengan kali ya si debay nya di ajak liburan ke kampung mamah nya, kata Dina
Mereka lanjut ngobrol dan keluarga nya bangun satu per satu ikut gabung disana, hanya para pengawal, Tio dan Fano saja yang belum terbangun, mereka masih tidur karena bergadang akibat game catur semalaman
__ADS_1