
Di kantor fano sedang asik dengan komputernya, Tio sedang membereskan pekerjaan nya di meja dengan serius..
" Tio ,,panggil fano
" iya Tuan ada yang bisa saya bantu
" apa kemarin malam wanita menanyakan saya kenapa saya tidak menjemput nya kedalam rumah
"Aduh bagaimana ini, apa yang harus saya katakan,kalau saya katakan dengan sebenarnya tuan bakal tersinggung dengan sikap nona Dina yang sama sekali tidak menanyakan alasannya kenapa tidak menjemput ke dalam rumah.""
" mmmm maaf Tuan ..
" Heuh tidak usah kamu jawab saya tau kalau wanita itu pasti menanyakan saya hahaha ,ternyata dia itu malu" kucing yah ciiih bersikap so anggun padahal tertarik, wanita mana coba yang tidak tertarik Dengan saya .. Fano menjawab dengan sangat PD
Tio yang mendengar Tuannya bicara hanya mengangguk sambil tersenyum palsu dan menahan malu sendiri.
*Bagaimana anda sangat percaya diri tuan
nona Dina tidak menanyakan keberadaan anda kalau saja anda tau yang sebenarnya anda akan sangat malu dengan apa yang anda katakan barusan ,saya pun yang mendengar nya malu, nona Dina semoga anda tidak mendengar nya di ujung sana *"batin Tio*
Di ujung sana Dina yang lagi minum tiba" tersedak
**uhuuk,,uhuuk,,uhuuk,, siapa yang sedang membicarakan ku,..Oh iyah aku akan bicara sekarang pada Mamah papah
__ADS_1
Dina memberanikan Diri untuk bicara pada orang tuanya,karena kalau dina menikah Dengan orang yang tidak dia cintai menurut nya itu akan sangat menyakitkan.. kemudian dina pun menghampiri orang tua nya yang sedang berduduk santai di halaman belakang
" mah,pah, boleh aku bicara sebentar .tanya dina meskipun sedikit takut
" iya ada apa jangan lama" jangan menganggu kami yang sedang santai, jawab nining ketus .
***Dina pun memulai pembicaraan nya
************************
Di kantor Fano menanyakannya pada Tio tentang Foto yang di lihat oleh dia di ruang keluarga Jaya.
" hmmmm tio apa kamu melihat foto keluarga Jaya yang di ruang keluarganya ? . tanya fano
" apa kamu lihat kenapa tidak ada foto wanita itu bersama mereka, apa memang Dia anak yang tidak suka berfoto .. fano mengira" sendiri jawabannya
" iyah tuan saya melihatnya ..
" hmmm coba kamu kirim orang suruhan untuk mengawasi keluarga Jaya ..
" baiklah tuan.. Tio mengangguk cepat dan menghubungi orang kepercayaan nya
** Hallo cepat sekarang selidiki tentang keluarga. JAYA SAPUTRA saya sudah kirimkan alamatnya ke ponsel . . Tio berbicara pada seseorang di ujung sana
__ADS_1
** Baik Pa Tio ,, orang suruhan Tio pun gercep dan langsung menuju kediaman JAya
************
Di Kediaman jaya
" mah aku menolak pernikahan ini
" apa? apa yang kamu katakan. beraninya kamu membantah saya hah . kata nining pada dina
" mah aku mohon sekali ini saja .,aku akan bekerja keras untuk berbalas budi sama mamah dan papah aku akan membayar semua yang sudah mamah papah berikan padaku
" cih nining meludah ,heh anak pungut, apa kamu tidak tau malu dan tidak tau caranya berterima kasih. .
Nining emosi dan menyeret Dina ke depan rumah sampai dina tersungkur. Dina kesakitan namun dia tidak menangis dan tidak kaget lagi karena hal ini sering terjadi
nining memegang erat dagu dina
* heh dengar anak pungut kamu itu sudah sukur saya sekolahan saya besarkan kalau kamu mau berbalas budi maka kamu harus mau menikah dengan Fano, kalau kamu tidak mau kamu menikah saja dengan om om kaya atau menjual harga diri kamu demi uang dan memberikan nya pada saya mengerti kamu, nining melepaskan cengkraman dari dagu dina dengan sangat keras.
Dina tidak berani berkata" dan tidak menangis. menurut dina ini hal yang sudah biasa, meskipun hatinya sakit mendengar semua perkataan dari nining . Dan tanpa mereka sadari ada seseorang yang merekam kejadian tersebut dari balik pagar halaman..
******Semoga kalian suka yah,jangan lupa like+favorit+comen+vote "
__ADS_1