
Malam sudah larut mereka merasakan hawa yang cukup dingin, nampak nya mereka tertidur cukup lama, dan membuat mereka terbangun di malam hari
” Apa ini sudah malam? Tanya Dina
” Kita lupa menutup pintu, pantesan saja dingin
Fano menutup semua pintu dan jendela agar mereka tidak kedinginan lagi
” Apa kamu kedinginan? tanya Fano
” hmmm, Dina mengangguk
Karena melihat istrinya yang kedinginan Fano memeluk nya erat, Nampak nya dia sudah lama melupakan sesuatu yang selalu membuat nya ingin terus melakukan nya bersama istri nya itu
” Sayang, ini kado untukmu, Fano menyodorkan sebuah kota kecil pada istrinya
Dina membuka nya, dan disana terdapat sebuah cincin berlian mewah dengan permata yang berkilau, lantas saja itu membuat Dina terdiam karena memandangi beta indah cincin yang suaminya berikan itu
” Jangan bilang kau tak punya hadiah untuk ku, tanya Fano
Dina memberikan sesuatu pada suaminya, sebuah kotak kecil memanjang dan ada surat di dalam nya,
” Apa ini? tanya Fano
” Buka saja, jawab Dina
Fano membuka hadiah dari istrinya, dia melihat sesuatu disana,benda putih memanjang ada tanda garis dua di tengah
lalu dia membaca isi surat nya,
★Selamat menjadi Ayah, hadiah terindah di hari ulang tahun kita adalah hadir nya bayi di dalam perut ku★
Fano yang membaca itu lantas berteriak senang, dia memeluk istrinya dengan erat dan menciumi nya, betapa terharu nya dia saat itu, ternyata kado terindah dari istrinya itu membuat dia bahagia dan terharu
” Terimakasih istriku ini benar-benar membuatku bahagia, aku sangat menyayangi kalian berdua, Fano mencium perut istrinya
Sejak mengetahui kehamilan istrinya, Fano berinisiatip mengajak Dina pulang karena tidak mau mengambil resiko takut terjadi sesuatu
__ADS_1
Dina yang masih ingin liburan sepanjang jalan dia cemberut dan tidak mau bicara, Fano yang melihat itu bukan malah kesal, dia malah terlihat gemas dengan kelakuan istri nya
Fano berhenti di sebuah tempat, berencana ingin menenangkan istri nya untuk mengembalikan mood istri nya
” Ayo turun kamu boleh membeli apapun yang kamu mau, asal jangan cemberut lagi, ajak Fano
Dina tersenyum karena senang Fano mengajak nya ke tempat barang-barang lucu, Dia membeli boneka dan sepasang baju bayi yang terlihat sangat imut
” Kenapa kamu membeli itu kita kan belum tau jenis kelamin anak kita, tanya Fano
” Aku akan membeli warna yang netral biar bisa di pake anak cowo dan cewe, jawab Dina
Dina merengek karena merasa lapar, Fano tidak kesal sedikitpun dengan sifat manja istri nya, Dia menuruti semau kemauan istrinya demi si cabang bayi yang ada di dalam perut nya
Dina membeli cup cake coklat dan ice cream rasa strawberry, Fano senang istrinya terlihat makan banyak tapi dia tetap mengontrol istrinya agar tidak berlebihan dan semua itu demi dia dan si bayi
Fano mengajak istrinya pulang karena takut kelelahan kelamaan berjalan,
Di dalam mobil
” Sayang besok kita foto studio yuk, sebelum perut ku membesar, kata Dina
” Syang aku mau nya besok, anak kita yang mau,
Fano tidak bisa berbuat apa jika sudah di sangkut pautkan dengan bayi yang ada di dalam perut istrinya, dia harus menuruti istrinya selama masa kehamilan nya,
* Apa ibuku dulu seribet ini saat mengandung ku,*Batin Fano
” Sayang kamu itu tidak boleh kecapean karena kamu lagi hamil, jadi mulai besok kamu harus ekstra hati-hati, termasuk kerjaan kamu di restoran harus di berhenti juga, pinta Fano
” Ih sayang ko gitu,
” pokok nya aku akan melarang kamu dalam hal yang membuat kamu kecapean nanti nya, ingat ya, ini demi si bayi kita, jawab Fano
” Tapi boleh kan sekali-kali aku datang le restoran? tanya Dina
” boleh saja, tapi harus ijin dulu padaku,
__ADS_1
Fano merasa lega karena istrinya menurut dan mengikuti apa yang perintah, memang mengontrol Restoran yang dia miliki itu sangat mau istrinya yang mengontrol nya, tapi karena kondisi istrinya yang sedang hamil muda, membuat Fano harus mengambil alih Restoran itu
* Aku akan menyuruh Tio untuk mengatur Restoran baruku,* Batin Fano
★
★
★
★
Pagi hari mereka terbangun, Dina bersiap-siap untuk melakukan pemotretan hari ini, Fano mengundang fotografer terkenal ke rumah nya,
Mereka berdua di make up dan setelah nya berganti baju untuk segera melakukan pemotretan,
pemotretan itu dilakukan di ruangan rumah Fano tepat nya di halaman belakang yang cukup luas,
Setelah berjam-jam melakukan pemotretan, dan berkali-kali ganti pakaian karena konsep yang Fano inginkan sangat banyak, "nampak nya jadi Fano yang bersemangat ya dalam pemotretan ini😁
Akhirnya sesi pemotretan ini sudah selesai,mereka mengganti pakaian nya ke pakaian yang sehari-hari di kenakan nya
Nampak nya kedua pasangan itu sangat puas dengan hasil foto yang mereka lakukan hari ini, Fano melihat istrinya yanv sedang berlinag air mata menatap hasil fhoto mereka berdua
” Kenapa sayang? Tanya Fano
” Aku senang karena aku bisa memiliki kamu, dan sekarang aku akan menjadi seorang ibu, aku tidak sabar menunggu nya, jawab Dina
Fano menghibur hati istrinya agar tidak terlihat sedih lagi, dia memeluk Dina supaya merasa tenang, jujur saja Fano yang saat ini masih takut akan sikaf nya yang dulu dia lakukan pada istrinya, Dia takut kalau istrinya itu masih mengingat nya dan malah membuat dia sakit hati
*kamu Tau, aku suamimu yang akan selalu menebus semua kesalahan itu dengan kebahagiaan, kamu harus bahagia* Batin Fano
Nyata nya perasaan bersalah itu masih terus teringat di pikiran Fano, namun baginya itu semua cukup membuat hatinya terbuka bahwa wanita yang sedang ada dalam pelukan nya hari ini sangat berharga untuk hidup nya
Wanita yang selalu dia anggap istri kecil nya, namun sangat dewasa dan terkadang manja, Dia tidak bisa membayangkan dan merasakan sakit hati betapa tersiksa nya hidup istrinya dulu
*Aku akan menjaga kalian, istriku yang ku sayangi dan bayiku yang akan kita sayangi, mereka berdua sangat berharga bagiku, ya Tuhan aku hanya berharap mereka selalu di berikan kebahagian yang utuh, karena dengan bahagia nya mereka aku bisa sangat bahagia* Batin Fano
__ADS_1
* kenapa aku sangat beruntung memiliki suami seperti kamu, aku beruntung selalu di bahagiakan nya, pernikahan yang tidak pernah kita inginkan, bahkan dia membenciku, itu semakin membuatku ingin lebih bertahan, semua ini adalah jawaban dari kesabaran ku selama ini, aku tidak pernah berhenti untuk menjemput kebahagiaan ku, aku selalu yakin, bahwa kebahagiaan itu akan datang pada mereka yang sabar, lihatlah aku, suamiku yang sangat menyayangi ku, dan sekarang aku akan menjadi seorang ibu, Itu sangat membuat ku bahagia dan terasa masih seperti mimpi* Batin Dina