
Nining Dan suaminya sangat ketakutan .melihat fano dengan pandangan tidak suka terhadap mereka, nining mengira fano mencurigai sikap nining pada dina.
" Duh pah bagaimana ini,kalau tuan fano mengetahui sikap kita pada dina, mamah sih yakin kalau dina tidak akan berani ngadu.. bisa gawat nih pah bisa" kita sengsara seumur hidup. .nining merasa putus asa melihat kemarahan fano tadi
" mamah tenang aja itu kan perusahaan masih milik Tuan hermawan dan fano hanya meneruskannya saja..
Jaya dan nining tidak mengetahui bahwa perusahaan milik hermawan sudah sepenuhnya di serahkan pada Fano dan hermawan tidak tau menau lagi tentang perusahaan
Sedangkan di dalam mobil fano terasa masih sangat emosi terhadap nining dan Jaya,
" saya berjanji akan benar" membuat mereka menderita dan merasakan apa yang sudah mereka lakukan terhadap keluarga saya dan calon istri saya dan tidak akan pernah mengampuni mereka sedikit pun,*Batin Fano*
Tio yang melihat raut wajah fano dari kaca depan tidak berani memulai bicara karena sangat jelas fano masih sangat emosi dengan ekspresi wajah nya yang yang dingin,Dina yang di sebelah Fano merasa ketakutan dan sedikit bergetar karena merasakan aura yang sangat dingin,
" kenapa kamu gemeteran,? tanya Fano pada Dina
Dina mau menjawab tapi mulutnya merasa terkunci, dina sangat trauma sama orang yang membentak dirinya karena itu dina sering di bentak oleh bu nining. tubuh dina pun semakin bergetar dan dingin Tio yang melihat itu merasa khawatir.
" Tuan maaf mungkin nona dina Kedinginan,Tio terpaksa bohong karena tau penyebab dina gemeteran itu adalah takut dengan bentakan Tuannya
__ADS_1
" matikan ACnya,perintah Fano
Dina sedikit merasa tenang karena mendengar suara lembut fano, Fano yang melihat itu pun juga tidak khawatir lagi
" apa kamu tidak kuat dingin? tanya Fano
" i...iya.. Tuan. dina menjawab bohong
**kenapa wanita aneh ini masa cuma AC mobil padahal tidak dingin banget gitu aja kedinginan,dan apa tadi kenapa aku perduli dia dingin apa tidak cih memalukan . **batin fano""
Mobil pun telah sampai di butik langganan Keluarga Fano, semua pemilik butik menyambut kedatangan fano dan menundukkan kepala sopan.
Fano dan Dina mulai mencoba baju pangantin yang sudah disiapkan oleh pemilik butik. Disitu berjejer Jas pernikahan dan gaun pernikahan . Fano mencoba setelan Jas warna silver Dan dina pun sama menggunakan Gaun warna silver .Fano yang melihat dina memakai gaun sedikit terbuka Dadanya menelan ludah nya .Tubuh Dina terlihat mulus putih dan bentuknya bak gitar spanyol..
" saya tidak mau baju ini ,dan untuk perempuan nya carikan gaun yang tertutup ,Fano memerintah pelayan butik
Kini pelayan butik pun memberi pilihan kedua yaitu gaun berwarna cream dengan setelan warna jas yang sama. Fano dan Dina kembali mencoba baju kedua ,Fano terlihat sangat gagah dan Dina terlihat sangat anggun, Fano terpesona memandangi kecantikan dina saat itu, fano menjatuhkan pilihan nya dengan baju kedua.setelah itu membayar dan pergi untuk makan siang . hari ini tidak bekerja karena sengaja ingin membereskan fitting baju hari ini.tapi melihat dina yang kelelahan dan tertidur di dalam mobil fano membatalkan makan siang nya
" kita langsung pulang ke rumah saja . biar saya makan siang di rumah,kata Fano pada Tio
__ADS_1
Tio mengemudi kan mobilnya ke rumah Tuannya, ternyata anda peduli sama wanita ini tuan* batin Tio*
mereka sampai di halaman rumah fano. Dina pun belum terbangun dari tidurnya yang semakin lelap. Fano tidak tega membangunkannya
" Bagaimana ini dia belum bangun juga,hey hey hey, bangun" fano membangun kan dina tapi dina tidak bangun juga..
" Tuan apa tuan mau menggendong nona ke kamar? tanya Tio
" cih ngapain saya harus menggendong dia,biarkan saja dia tidur di mobil sperti ini
" baiklah Tuan kalau begitu biar saya yang menggendong nya mewakili Tuan. Jawab Tio sambil melepaskan sabuknya untuk turun tapi di cegah fano
" j..j.jangan..jangan biar saya saja yang menggendong nya.
Fano turun dan menggendong Dina, dia tidak merasakan berat karena tubuh dina memang tidak gendut dan tidak kurus..
" hmmm manis juga.fano memandangi wajah dina yang sedang di dekap dalam pangkuannya. kemudian fano menidurkan dina di kamarnya, setelah itu fano turun ke bawah untuk menyuruh Tio ke kantor membereskan pekerjaannya dan menyuruh kepala ART untuk menyiapkan makanan
** jangan lupa like+vote yah*"
__ADS_1
😍😍❤❤❤