ANAK PUNGUT YANG MALANG

ANAK PUNGUT YANG MALANG
MIMPI TIO


__ADS_3

Malam baru saja di mulai, Tio sedang terbaring di atas sofa di ruangannya di dalam Toserba itu, dia memutar mutar ponsel milik nya membayangkan siapa nanti wanita yang akan dia nikahi, adakah wanita yang ingin di ajak nya menikah begitu pikir nya


Tio membuka ponsel nya dan tersadar, kenapa aku tidak mencoba menelpon ini, Tio melihat panggilan terakhir nomor yang belum dia simpan, dia sendiri juga lupa siapa pemilik nomor tersebut


Bagaimana kalau dia laki-laki, aah gila,


Tio bangun dan berdiri dari sofa tersebut, dia berjalan ke arah luar melihat ke ruangan kerja Rini dan terlihat sangat sibuk,


” Ada yang bisa saya bantu pak? tanya Rini


” Mmmm, tolong kamu telpon nomor ini, Tio meminta Rini menelpon nomor itu dari telpon kantor, agar dia tau, siapa pemilik nomor tersebut,laki-laki atau perempuan


Rini mengangguk dan segera menekan nomor tersebut dari telpon yang ada di meja kerja nya


kriingg,,kring, kring,, Suara handphone menyala,


” Sebentar pak ada yang nelpon ke hp saya, Kata Rini,


” Bodoh apa itu nomor punya kamu? Tanya Tio


” Hah bagaimana saya tidak menyadari nya kalau itu nomor punya saya, Rini merasa heran karena tidak hapal sama nomor nya sendiri


” Jadi itu nomor hp kamu, aaaah gila ini gila, kenapa harus kamu, hahahha ini gila hahahah, Fano pergi dari ruangan tempat kerja Rini,


Sedangkan Rini di buat bingung, untuk apa Tio menelpon nomor nya,


Hahah bagaimana mungkin nomor ini milik nenek lampir, kapan aku menelpon nya, Batin Tio


Setelah dia ingat-ingat bahwa dia pernah menelpon Rini saat Rini ijin tidak masuk kerja karena alasan nya ada perlu waktu itu Setiawan yang mengetik nomor hp milik Rini


Tio masih mematung duduk di atas kursi mengetuk-ngetuk jarinya ke meja, pandangan nya kosong, pikiran nya melayang entah kemana , Apa benar dia yang terakhir aku telpon, tapi seperti nya bukan,setelah itu aku menelpon seseorang lagi, tapi entah siapa, Tio berusaha mengingat semua orang yang pernah dia telpon

__ADS_1


Kalau benar dia yang terakhir ku telpon,itu artinya, aaarrrgghh Tio mengacak rambutnya


” permisi pak, semua karyawan sudah pulang ,saya pamit pulang juga, kata Setiawan ,


” Hmmm,


” Saya juga permisi pa, saya pulang duluan, kata Rini


” Tunggu! cegah Tio


Seketika Rini menghentikan langkah kakinya,dan bertanya kenapa Tio mencegah nya


” Kapan kamu akan menikah?pertanyaan Tio yang tiba-tiba saja


Rini bingung karena kapan dia siap menikah,kodrat seorang perempuan memang tetap harus menikah dan jadi ibu rumah tangga setinggi apapun jabatannya, begitu pikir Rini


” Mmmmm kenapa memang pak? Balik nanya


Hah ini orang gila apa gimana sih, seenak jidat aja ngomong kaya ga ada beban, Rini


” Maksudnya apa ya? Rini heran dan terkejut


” Kapanpun kamu siap saya akan melamar kamu dan secepatnya menikah, oh jangan kapanpun tapi harus siap kalau tiba-tiba saya melamar kamu, jawab Tio


Demi apapun ini orang sinting sudah melebihi batas kewajaran di otak nya,


” Maaf pak maksud bapa akan melamar saya?


” Apa kamu tuli, saya kan bicara sama kamu, kata Tio


” hahhaa jangan bercanda dan jangan membuat keputusan konyol seperti ini, saya masih sibuk harus membereskan kerjaan saya di rumah, permisi, kata Rini sambil pergi

__ADS_1


Tio hanya menatap kepergian Rini tanpa ekspresi, Dia merasa geli dan sebodoh itu mengatakan nya tanpa beban apapun


” Tuan, saya merendahkan harga diri saya demi tantangan yang anda kasih, saya harus benar-benar menikah dengan nenek lampir itu, apa setelah nanti menikah dia akan galak, ah aku tidak perduli aku akan lebih galak, apa dia akan menerima lamaranku? ah dia harus menerima nya, kalau tidak saya akan melamar langsung pada ibunya, Begitu kata Tio


Maen lamar aja anak orang kamu tuh Tio😅


Malam sudah larut 🌃


Tio segera pergi dari Toserba miliknya, dia menjalankan kendarannya menuju Apartemen milik nya,


” Huh entah harus mulai dari mana nanti aku melamar nya secara tiba-tiba, Mmmm tapi bentar, Tuan pernah bilang kalau nanti saya menikah harus sama orang yang kita cintai, bagaimana ini? aku tidak mencintai nenek lampir itu, tapi aku tidak membenci nya seperti dulu Tuan membenci Nona


Tio termenung dalam lamunan, pikiran nya sangat tidak karuan, kenapa Tuan nya harus menghukum kekalahan nya main catur dengan segera menikah, Walaupun sebenarnya Tio sudah ingin menikah,


” Aku akan tidur, semoga aku bermimpi Tuan membatalkan hukuman itu, walaupun hanya mimpi itu membuat ku lega, siapa tau bisa jadi kenyataan, begitu kata Tio yang sudah mulai memejamkan matanya, belum sempat membersihkan diri, celana kerjapun masih dia kenakan, hanya baju saja yang baru dia ganti,


*Grandoooong!!! Cepat belikan aku makan, aku sangat lapar, kenapa kamu membiarkan istrimu ini kelaparan, kamu yang memilih menikahi ku, jadi kamu harus terima apapun yang aku perintah kan padamu, berterimaksihlah karena aku sudah mau dinikahi kamu kalau tidak, kamu akan sangat mengecewakan Tuan dan Nona mu itu


Sayang jangan marah-marah terus, kalau kamu marah nanti cepat tua, lihat pipi mulai keriput karena setiap hari marah terus


Papah cepat *aku sudah terlambat sekolah, teriak anak nya Tio


Dengan perasaan kesal dan wajah nya di tekuk Tio segera meninggalkan omelan istrinya di pagi hari, rasanya lelah setiap hari harus selalu di cerewetin, namun Tio tetap menyayangi Rini bagaimanapun caranya


Tio pergi meninggalkan Rini yang sedang mengomel dan segera menghampiri anak nya karena takut anaknya terlambat sekolah, Anaknya sudah menunggu dengan muka kesal karena menunggu papah nya yang terlalu lama, dia takut kalau pagi ini akan kesiangan, Tio memasangkan sepatu anak nya di susul Rini di belakang nya masih dengan suara lantang menghampiri Tio


” Awas kalau pulang malam, tidak akan ku kasih makan, tidur di luar bersama rumput itu, jangan harap bisa tidur bersama ku, oh Iyah Mana uang belanja ku pokok nya uang semua aku yang pegang, ATM semua aku yang pegang, dengar tidak


” i...iya sayang, udah dong jangan marah-marah aku kan ga pernah telat ngasih uang belanja sama kamu, kamu boleh pakai uang itu untuk membeli apapun yang kamu mau, aku juga tidak akan telat pulang, dan jangan mengancam ku lagi dengan tidur di luar, jawab Tio


” Bagus, cepat pergi nanti anak kamu kesiangan, awas saja kalau kesiangan, Rini mengacungkan cukil nasi pada Tio, dan disana Tio segera lari dan masuk ke dalam mobil sudah takut terjadi masalah baru lagi yang akan menimpa dirinya*

__ADS_1


Begitulah mimpi Tio malam ini, mimpi yang panjang, dan tentu saja mimpi yang menyeramkan untuk nya malam ini, sungguh menakutkan yah 😂


__ADS_2