
Fano sedang duduk santai di kursinya
” Tuan maaf,,, kata Tio
”hemmmm, katakan, Fano menjawab tanpa menoleh ke arah Tio
” Pak Jaya sedang di jalan menuju kesini Tuan
” Kita tunggu saja, apa mau nya dia
” Baik Tuan, saya akan Turun ke bawah
Tio turun ke bawah dan menunggu kedatangan Jaya, Setelah beberapa menit Jayapun tiba di kantor Nya Fano
” Selamat siang pak Jaya, kata Tio
” Siang Tio, Mana Fano, harus nya dia juga menyambut saya sebagai orangTua nya,kata Jaya
” Tuan menunggu di ruangan atas Pak, jawab Tio, Mari saya antar
Tio mengantar Jaya Naik ke Ruangan atas, Tio mengarahkan Jaya khusus ke Ruangan Tamu di sebelah Ruang kerja Fano
” Silahkan duduk Pak, saya panggilkan dulu Tuan Fano nya
” Ya,, jawab Jaya
” Tidak usah saya sudah Disini, kata Fano di depan Pintu
” Tuan, apa saya menunggu di Luar? kata Tio
” Kamu Disini saja, pinta Fano
” Baik Tuan,
” Tapi maaf sebelumnya, Saya mau bicara berdua sama Fano, pinta jaya
” Silahkan saja anda bicara pak, saya tidak akan mengganggu, saya tetap disini, Jawab Tio
Jaya merasa tidak nyaman karena keberadaan Tio membuat dia tidak leluasa untuk bicara
” Apa anda keberatan? Tanya fano
” ti,,t,,tidak,, jawab jaya terbata_bata
” Silahkan bicara duluan, kata Fano
” Sebelumnya apa kabar keadaan kamu?
”Seperti yang anda lihat, saya sangat baik_baik saja
” Kalau keadaan Dina bagaimana? Tanya Jaya
” Dina Baik juga, dia baik_ baik saja sama saya
” Syukurlah saya senang mendengar nya, sebelumnya kesini saya memang mau bicara tentang kamu Dan Dina, Apa Kamu sudah tau kalau Dina bukan anak saya? Tanya Jaya
” Apa itu benar? Fano balik bertanya
” Ya itu memang benar,,
” Lalu?
” Kalaupun nanti Dina meminta kamu untuk mengantarnya ke keluarga nya tolong jangan antarkan Dia
” Alasannya?
” keluarga yang Disana sudah Tidak mau menemui nya lagi karena Dina sendiripun tidak pernah menanyakan keberadaan mereka, Bahkan saya sebagai orang Tua angkat nya pun tidak tau kenapa Dina seperti itu
” Itu saja ? ,,
” Intinya didiklah Anak saya Dengan sedikit keras agar dia bisa menghormati keluarga nya
” Hmmmm, akan saya urus, jawab Fano, Ada lagi?
” Perihal peningkatan perusahaan di kantor saya, Apa kamu sudah mengusahakan nya?
” akan saya urus secepatnya, jawab Fano
” Terimakasih, sebelumnya ,,
” Oh iya, kenapa anda tidak menyampaikan nya langsung pada Dina perihal sikap dia sperti itu?
__ADS_1
” karena Kamu sudah menjadi suaminya, jadi lebih baik saya menyampaikan nya langsung sama kamu Fan, Biar kamu Didik dia sedikit keras saja ,,
” Jadi anda menyuruh saya untuk mendidik istri saya dengan keras? tanya Fano
Tenang saja pak, saya tau apa yang harus saya lakukan, Bapa mau melihat saya bersikap keras kan sama anak bapa?
” Berarti mulai sekarang serahkan saja pada saya, jangan bicara apapun lagi sama Dina, Terutama menemui nya, karena dia sedang Di tangan saya
” kenapa saya tidak boleh menemui nya? tanya Jaya
” Dina boleh bertemu anda jika dia pergi di antar saya, selebihnya tidak akan saya ijinkan,
” Kalau begitu tunggu kabar baik nya dari saya besok, Sekretaris Tio akan menghubungi anda
” Terimakasih atas waktu nya Fan, saya permisi dulu
” silahkan, jawab Fano,,,
Setelah kepergian Jaya Fano menyuruh Tio untuk membereskan semuanya
” Berani nya Dia menjelekan istriku, ciiih sungguh penjilat kelas kakap, Tio lakukan semuanya dengan Rapih Saya tidak mau memberikan kepercayaan pada penjilat seperti dia,
” Baik Tuan...
Tio membereskan semua yang di perintahkan oleh Tuan nya itu, Tio sudah sangat hafal apa yang harus dia lakukan untuk membuat orang seperti Jaya bertekuk lutut dan malu dengan ulah nya sendiri
Tio memeriksa dan mencari informasi lebih detail tentang perusahaan Jaya yang hampir bangkrut,
Sudah lebih dari beberapa Jam dengan cepat Tio menemukan hasilnya,
” Tuan ini semua bukti dan informasi yang anda mau
” hmmm, Fano melihat dan membacanya satu persatu
”, ternyata Dia bangkrut bukan karena di tipu, Dia menipu menipu partner bisnis nya dan uang nya dia pakai untuk poya_poya sama istrinya itu, memang mereka berdua itu gila harta
” Tio? jangan menunggu besok, bereskan sekarang juga, saya tidak mau berurusan dengan mereka lagi, perintah Fano
” Baik Tuan,
Tio mengirimkan email ke kantor perusahaan Jaya Saputra, langsung ke email milik Jaya,
” Email dari perusahaan Fano, kenapa cepat sekali dia memutuskan? Hahaha dia pasti sangat percaya pada saya dan ucapan saya, Fano bodoh..Jaya mengecek nya dan segera membacanya
📲kriingg,,,kringg,,
📲Hallo,?
📲Bagaimana Tuan jaya, apa anda sudah membaca nya? tanya Tio
📲, Apa'an ini, kalian mencoba membohongi saya? teriak Jaya
📲, Anda sangat menganggap Tuan Fano itu bodoh dan bisa anda bohongi, Cciiih penjilat seperti anda yang harus benar" di singkirkan
📲, Saya tidak terima dengan perlakuan kalian seperti ini , Jawab Jaya
📲, Lebih baik anda minta maaf sama tuan Fano, akan saya tunggu, sampai besok, kalau tidak, perusahaan anda yang sedang bangkrut itu akan benar'' di buat hancur Tanpa sisa sedikit pun, Anda siap menjadi gembel di pinggir jalan? Tanya Tio
Dengan Cepat Tio Mematikan telponnya ,
” huuuh masih banyak ternyata orang seperti mereka itu, menjual anak nya demi harta, Ciiih malang sekali hidup kamu istriku, Fano tiba" teringat istrinya yang hidup bertahun'' dan bertahan dengan sikap kedua orang Tua angkat nya
”Tenang saja, setelah ini kamu akan hidup bahagia selamanya istriku, kamu tidak sendirian, kamu punya suami yang bisa di andalkan, kaya, ganteng juga, Berterimakasih lah pada suami mu ini istriku, Fano senyum'' sendiri sambil menatap Foto istirnya sedang terlelap tidur di handphone milik nya
Setelah menerima telpon dari Tio, Jaya langsung pulang menuju rumah nya,
Braaaakk,, braaakk,, braaaakk
Jaya melempar barang"nya yang ada di rumah
” Apa''an sih pah, kenapa marah_marah?Tanya istri Jaya
” Kurang ajar si Fano, bisa-bisanya membatalkan kesepakatan untuk meningkatkan perusahaan kita
” Apa? kenapa bisa? tanya Nining
” Ini semua pasti gara-gara anak pungut itu, pasti dia sudah mencuci otak suaminya, mamah bakaln bikin perhitungan sama dia,
” Tunggu mah jangan gegabah, Fano bukan saingan kita, dia lebih pintar dari kita tau, Dan anak pungut itu harus tau semuanya masalah ini, Kita harus pergunakan anak pungut itu dan harus bisa mengambil hatinya
” Sekarang aku akan membereskan semuanya, kata Jaya
__ADS_1
Setelah kejadian tersebut,Jaya tidak terima dan akan menggunakan Dina sebagai alatnya untuk membujuk Fano,
Hari ini Fano pulang cepat, karena Dia tau hal yang tidak di inginkan akan terjadi pada istrinya
” Sayang kamu dimana? teriak Fano di lantai bawah, lalu dia naik ke kamar nya
” Sayang, Tanya Fano, are u oke?
Fano melihat Dina sedang menangis,sambil melihat ke arah ponselnya
”Apa yang anda lakukan pada keluarga ku? kenapa anda menyakiti Keluargaku? tanya Dina
” Rupanya aku kalah cepat dari mereka,
” Aku hanya melakukan apa yang pantas mereka terima?
” Kenapa? tanya Dina
” Kenapa kamu sepolos itu, Kamu harusnya sadar sperti apa perlakuan mereka dulu terhadap kamu,
” Itu dulu, Aku sudah memaafkan mereka, jawab Dina
” Oke, apa kamu mau kembali ke rumah mereka sekarang? Tanya Fano
” Maksud kamu, kamu ngusir aku?
”Ya aku mengusirmu, kamu mau percaya mereka apa suamimu sendiri?
” Kalau kamu kembali ke rumah mereka, kamu yakin? mereka akan memperlakukan kamu dengan baik? , Aku tidak akan melarang kamu menyayangi mereka, Satu Hal yang aku Larang, jangan pernah bertemu mereka Tanpa aku
” Tanpa mereka aku tidak bisa seperti ini, jawab Dina
” Dan tanpa saya, mungkin kamu masih menderita bersama mereka, jangan pikir aku tidak tau segalanya, jawab Fano
” Aku akan menemui ayah sekarang, jawab Dina
” Silahkan tapi jangan pernah kembali lagi ke hadapan ku,, jawab Fano
” bagaimanapun sikap mereka, Mereka orangtua ku, mereka menyekolahkan aku,
Fano turun ke ruang kerja nya di bawah dengan perasaan kesal,
Dina nelpon Jaya
” Hallo ayah, apa ayah baik" saja?
” kenapa kamu tega meninggal kan ayah, ayah ingin kamu datang ke rumah ayah sekarang, ayah merindukan mu, jawab Jayaa
” Aku akan ijin dulu sama suamiku,
” Tidak usah, suami kamu pasti sudah mengijinkan mu, masa dia tidak mengijinkanmu menemui orangtua nya sendiri
” Aku sudah menikah, dan apapun yang aku lakukan suamiku harus mengetahuinya, jawab Dina
” Ayah maafkan aku, aku tidak bisa menemui kamu tanpa sepengetahuan suamiku, Tuan fano sudah sangat baik terhadapku, aku tidak akan melupakan kalian,
” Tunggu, nining bicara pada dina mengambil alih telpon nya dari Jaya
” Kalau kamu tidak mau menemui kita lagi, Kamu harus membayar dan mengganti semua Uang dan biyaya yang sudah kami keluar kan untuk mengurus kamu
” Ibu cukup, apa selama ini ibu tidak iklas mengurus ku, kenapa ibu malah menyuruh ku mengganti semua biyaya selama mengurus ku
” Kamu pikir semua ini gratis hah, dan uang yang sudah saya kasih pada keluarga kamu itu sangat Besar , Jadi kamu harus mengganti semuanya, ngerti kamu, tegas nining sambil menutup telpon nya
Dina kembali menangis, dia mengingat semua kata-kata Fano yang tadi di ucapkan nya
” Mulai sekarang aku tidak akan muncul di hadapanmu sedikitpun, ingat itu keluarga Wijaya, Dan aku akan mengganti semua uang yang sudah kalian gunakan untuk mengurus ku
” Cih bahkan kalian memperlakukan ku seperti layaknya pembantu, bukan kah itu adil, aku sudah membayar nya dengan bekerja siang malam meladeni kalian, Dina bicara sendiri menyadari semuanya,
Fano yang mendengar dari balik pintu merasa makin kasian melihat istrinya di perlakuan tidak baik,,
” Cih manusia macam apa mereka itu, bisa-bisanya bersikap tidak berprikemanusiaan,
Dina keluar dari kamarnya membuka pintu,
” Aaaaa kamu mengagetkan saja, teriak Dina
” ini kamarku, aku mau masuk, jawab Fano pura-pura cuek padahal ingin memeluk istrinya
**Cih aku ingin memeluk nya, tapi aku harus memberi dia sedikit pelajaran karena sudah berani melawanku tadi, Aku tunggu permintaan maaf mu *** batin Fano
__ADS_1
Next EPISODE SELANJUTNYA, TERIMAKASIH YANG SUDAH MAMPIR❤